ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 38 Wujud Asli


__ADS_3

Chun Cha melewati ruangan tengah rumah baru dan terlihat Kim Lee Park sedang duduk merebahkan badannya sambil memegang es batu yang dibungkus kain.


Kim Lee Park meletakkan bungkusan kain berisi es batu ke atas keningnya saat dia terbaring di atas sofa panjang bermotif bola.


Ketika Chun Cha melewati ruangan tengah rumah sembari membawa Boneka Beruang besar yang terlilit oleh rantai perak bercahaya terang.


Kim Lee Park melihatnya dari arah sofa panjang tempatnya berbaring sambil meletakkan es batu yang dibungkus kantung kain.


''Kamu akan membawa dia kemana ?'', tanya Kim Lee Park.


Chun Cha lalu menghentikan laju tubuhnya yang setengah melayang di udara sambil kedua tangannya menarik rantai perak yang melilit tubuh Boneka Beruang besar.


''Kau rupanya, Kim Lee Park...'', sahut Chun Cha.


Terlihat Kim Lee Park yang bersandar dengan tubuh lurus terbaring di atas sofa panjang tengah memperhatikan ke arah Chun Cha yang menarik Boneka Beruang besar di belakangnya.


Kim Lee Park terdiam tanpa menjawab ucapan Chun Cha yang berdiri dengan kepala menoleh ke arahnya.


''Aku berniat membawa arwah penasaran ini ke langit untuk menemui penjaga alam arwah dan bermaksud menanyakan tentang arwah penasaran yang ada di dalam tubuh Boneka Beruang besar ini'', kata Chun Cha.


Chun Cha lalu menarik rantai perak yang melilit tubuh Boneka Beruang besar sehingga terdengar bunyi suara gemerincing dari arah rantai perak yang dipegangnya.


CRING... CRING... CRING...


Bunyi gemerincing rantai perak kembali menggema keras.


''Aduh ! Tolong berhenti untuk menyiksaku ! Karena aku benar-benar kepanasan jika kamu menarik rantai perak itu !'', kata Boneka Beruang besar.


Chun Cha terdiam sedangkan kedua matanya langsung berubah kembali menjadi berwarna merah menyala.


Gadis yang mengenakan hanbook hitam serta hiasan kepala Jokdori di atas rambutnya yang selalu tertata rapi menundukkan kepalanya sesaat lalu memutar rantai perak yang melilit tubuh Boneka Beruang besar ke arah depan.


WUSSSHHH... !


Rantai perak yang panjang itu bergerak berputar cepat hingga setengah lingkaran.


Suara keras dari arah Boneka Beruang besar saat Chun Cha menarik rantai perak yang melilit tubuhnya memutar cepat.


''Aduh ! Aduh ! Aduh !'', pekik boneka itu. ''Tolong jangan lagi digerakkan rantai perak ini !'', sambungnya.


''Kenapa ? Sakit ?'', jawab Chun Cha dengan kedua mata merahnya.


''Sa--sakit !!!'', jerit tertahan arwah penasaran.


''Sakit mana saat kamu membohongi kami yang mengaku kau datang dari sebuah sistem !?'', kata Chun Cha.


''Iya... Aku minta maaf pada kalian... !!!'', pekiknya sembari memegangi ikatan rantai perak di tubuhnya. ''Tolong maafkan aku !'', sambungnya.


''Seharusnya kamu tahu bahwa sesungguhnya mempermainkan orang lain adalah dosa dan bisa dihukum berat oleh langit !'', kata Chun Cha.


Dieratkannya pegangan tangannya pada rantai perak hingga Boneka Beruang besar tersentak kaget.


Panas menjalar di badan Boneka Beruang besar hingga membuat boneka itu putus asa karena panas dari rantai perak yang membakar.

__ADS_1


Tiba-tiba Kim Lee Park beranjak dari atas sofa panjang lalu duduk dan masih meletakkan kain yang berisi batu es pada kepalanya seraya berkata.


''Sudahlah, Chun Cha ! Jangan paksa dia ! Maafkan kesalahannya !''


Chun Cha lalu menoleh ke arah Boneka Beruang besar dengan kedua mata merahnya yang menyala-nyala.


Dipaandanginya Kim Lee Park yang duduk diatas sofa panjang.


''Apa kau tahu wujud asli dari arwah penasaran ini ?'', kata Chun Cha.


Kim Lee Park menolehkan kepalanya ke arah Chun Cha yang saat itu kedua mata gadis cantik itu berubah berwarna merah. Dan membuat Kim Simon sedikit tersentak kaget.


''A--ada apa denganmu !?'', ucap Kim Lee Park.


''Apa maksudmu ?'', jawab Chun Cha.


''Kenapa denganmu !? Kau membuatku ketakutan sekali !?'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park memegangi dadanya ketika dia melihat ke arah Chun Cha yang kedua matanya berubah merah menyala dan agak menyeramkan.


''Kau tidak perlu mengubah wujudmu seseram itu !'', lanjut Kim Lee Park.


''Apa yang kau katakan ?'', sahut Chun Cha kesal.


''Astaga !?'', ucap Kim Lee Park datar. ''Lihatlah dirimu di cermin ! Jika kedua matamu semerah itu, bagaimana aku dapat menikah dengan mu yang mirip sesosok hantu !?'', sambungnya.


''Ehk !?'', ucap Chun Cha kaget.


Gadis berparas cantik itu kemudian bercermin di depan kaca yang besar.


Memandangi dirinya sendiri di depan cermin dengan penuh keheranan saat dia melihat sosoknya memantul dari arah kaca cermin.


''Hanya kedua mataku yang berwarna merah !? Apa ada yang salah dari ini !?'', kata Chun Cha.


Chun Cha memiringkan kepalanya secara bergantian saat dia bercermin.


Wujud cantiknya agak terganggu karena kedua matanya yang berubah merah menyala dan agak menyeramkan.


Pada saat Chun Cha melirik ke arah Boneka Beruang besar.


Terlihat wujud asli dari arwah penasaran yang bersemayam di dalam tubuh boneka muncul membayang.


Chun Cha tersentak kaget saat mengetahui wujud asli dari arwah penasaran.


''Kau !?'', ucap Chun Cha.


Muncul sosok manusia berwujud pria yang sangat tampan dengan rambut tergerai panjang berwarna putih dengan simbol di dahi sedang menatap ke arah Chun Cha.


Chun Cha lalu membalikkan badannya menghadap ke arah sosok di hadapannya.


Keduanya saling berpandangan lama kemudian terdengar suara dari pria berambut putih panjang.


''Lama kita tidak bertemu, Chun Cha...'', ucap pria yang merupakan wujud dari arwah penasaran yang ada di dalam boneka.

__ADS_1


''Kau mengikutiku hingga kemari ?'', tanya Chun Cha.


Chun Cha berangsur-angsur mengubah kedua matanya yang menyala-nyala terang kembali normal.


''Kenapa kau ada di sini ?'', ucap Chun Cha.


''Aku selalu mencemaskanmu, meski aku tahu kau tidak akan menyukainya jika kau tahu aku mencarimu sampai kemari'', sahut pria dengan simbol Mugunghwa di dahi.


''Jika kau tahu lalu kenapa kau masih mengikutiku !?'', ucap Chun Cha.


Perlahan-lahan Chun Cha menarik rantai perak dari tubuh pria berwajah tampan itu kemudian melepaskannya.


Terlihat rantai perak yang bergerak cepat lalu menghilang dari pandangan saat Chun Cha menariknya dari badan Boneka Beruang besar.


Chun Cha terdiam di depan pria itu tanpa berkata-kata.


''Apa kau akan membenciku ?'', kata arwah penasaran berwujud pria tampan itu.


''Tidak...'', sahut Chun Cha.


Chun Cha hanya menggelengkan kepalanya pelan.


''Maafkan aku telah membuat kekacauan...'', kata pria itu.


''Seharusnya kau tidak melakukannya akan berkibat fatal jika Cheonsa sampai tahu kau mengikuti ku'', sahut Chun Cha.


''Apapun akan aku lakukan untuk menemukanmu setelah kau melewati ribuan reinkarnasimu karena aku sangat mencemaskanmu, Chun Cha'', kata pria tampan itu.


''Tapi itu beresiko tinggi sebab jika kau menentang langit maka jiwamu tidak dapat bereinkarnasi lagi'', ucap Chun Cha.


''Aku tahu itu tapi aku tidak bisa membiarkanmu menemuinya sendirian dan nekat memakan bunga kehidupan Mugunghwa dari taman surga hanya untuk menemui pri itu'', sahut pria tampan.


Pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahi menoleh ke arah Kim Lee Park yang masih duduk dengan tangan memegang kain berisi es di keningnya.


''Dan coba kau lihat dia !'', kata pria tampan.


''Kenapa !?'', tanya Chun Cha.


''Kau mempertaruhkan jiwamu dengan beradu nasib bahkan rela tidak bereinkarnasi lagi jika pria yang terlihat acak-acakan itu tidak kembali menjadi suamimu'', kata pria tampan yang merupakan arwah.


''Tapi aku percaya kalau dia pasti akan kembali padaku dan jatuh cinta kepadaku'', sahut Chun Cha.


''Apa kau bodoh ?'', kata pria tampan itu. ''Bagaimana jika dia tidak mencintaimu dan kau tidak dapat bereinkarnasi lagi, Chun Cha ?'', sambungnya cemas.


''Aku tidak bodoh...'', sahut Chun Cha.


''Bagaimana jika kenyataannya nanti ternyata dia tidak pernah jatuh cinta padamu ?'', kata pria berwajah tampan itu.


Chun Cha terdiam sejenak sembari menundukkan kepalanya pelan.


''Maka aku akan lenyap untuk selamanya... Dan jiwaku akan musnah setelah melewati masa reinkarnasi terakhirku ini...''


Chun Cha menyahut dengan nada getir saat mendengar ucapan dari pria di sampingnya jika kemungkinan Kim Lee Park tidak akan pernah jatuh cinta padanya seperti saat pertama kalinya mereka bertemu di masa enam ratus tahun yang lalu atau di masa depan ini.

__ADS_1


__ADS_2