ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 28 Menemukan Kode Sandi Utamanya


__ADS_3

Kubik raksasa berwarna biru adalah sebuah portal waktu tempat dimana game virtual berada.


Kim Lee Park menatap ke arah boneka beruang besar disampingnya lalu menunjuk ke arah lintang virtual yang saling bersilangan dan berhubungan.


''Pijar cahaya biru itu berasal dari game virtual ?'', tanya Kim Lee Park.


''Benar, itu adalah pintu masuk ke dalam game virtual tapi kita harus memecahkan sandi utamanya agar bisa masuk kesana'', sahut boneka beruang besar.


''Sandi utama ?'', kata Kim Lee Park.


''Iya, lihatlah angka-angka yang berderet di atas lintang virtual itu, itu adalah sebuah kata sandi utamanya !'', sahut boneka beruang besar.


''Menarik !'', ucap Kim Lee Park.


''Mari kita pecahkan kata sandi utamanya lalu segera masuk kedalam game virtual untuk memulai pertandingan level awal'', kata boneka beruang besar.


''Baiklah, aku juga tidak sabar untuk mencobanya segera'', sahut Kim Lee Park.


''Tampaknya kamu sudah sangat bersemangat untuk memulai pertandingan pada game virtual itu'', kata boneka beruang besar.


''Tentu saja ! Ini kesempatan terbesar ku dan aku ingin cepat mendapatkan hasil akhirnya serta memenangkan hadiah besar dalam pertandingan game virtual'', sahut Kim Lee Park.


''Kalau begitu kita selesaikan game ini dan kita raih dunia !'', ucap boneka itu.


''Tapi bagaimana caranya ?'', tanya Kim Lee Park.


''Sebentar...'', sahut boneka beruang besar.


''Apa yang akan kamu lakukan ?'', ucap Kim Lee Park bertanya heran.


Ketika boneka beruang besar itu mengeluarkan sesuatu dalam tas kecil miliknya berupa kaca pembesar.


''Apa itu !?'', ucap Kim Lee Park dengan sorot mata terbelalak lebar.


''Ini adalah alat pembesar tapi fungsinya untuk membaca sandi khusus yang tersembunyi dalam random acak angka'', sahut boneka beruang besar.


''Random acak angka ?'', kata Kim Lee Park.


''Benar, diantara angka-angka yang berderet acak itu ada sebuah kata sandi utama yang tersembunyi dengan alat khusus ini kita akan segera menemukannya cepat'', sahut boneka beruang besar.


''Wow ! Ini alat yang canggih melebihi piranti lunak komputer !'', ucap Kim Lee Park terpana.


''Bagaimana kalau kita mulai saja permainannya ?'', tanya boneka beruang besar.


''Baiklah, kenapa tidak !? Kita mulai darimana ?'', sahut Kim Lee Park seraya tersenyum.


''Lihatlah angka yang berbeda dari deretan angka random acak itu !'', kata boneka beruang besar.


Saat kaca pembesar diarahkan ke deretan angka random acak terdapat sebuah angka khusus yang terlihat jelas oleh Kim Lee Park.


''Itu angkanya !'', ucap Kim Lee Park.


''Benar ! Bagaimana kalau kita coba angka khusus itu ?'', kata boneka beruang besar.


''Angka yang cantik sekali 777 ! Keren !'', sahut Kim Lee Park.


''Tinggal kita masukkan ke dalam layar monitor yang ada di sebelah sana !'', ucap boneka beruang besar.

__ADS_1


Boneka beruang besar menunjuk ke arah layar monitor yang melayang di ruang kotak kubik berwarna biru.


''Ayo kita kesana !'', kata boneka beruang besar.


''Ayo !'', sahut Kim Lee Park semangat. ''Kode itu ternyata mudah dipecahkan !'', sambungnya.


''Jika tidak dengan bantuan kaca pembesar ini kita tidak akan pernah bisa menemukan kata sandi utamanya'', sahut boneka beruang besar.


''Benar juga apalagi diantara deretan angka acak yang tidak mudah ditemukan tanpa kaca pembesar itu memang akan sulit dilihat oleh mata manusia biasa'', ucap Kim Lee Park. ''Angka sebanyak itu tidak mudah bukan !?''


''Tidak mudah !'', sahut boneka beruang besar.


Mereka bergerak cepat menuju ke arah layar monitor.


''Bagaimana kalau kita masukkan kode sandi ini ?'', kata boneka beruang besar.


''Angka 777 ! Kode sandi utamanya unik sekali seperti bilangan tingkat langit yang berjumlah tujuh !'', sahut Kim Lee Park.


''Kamu masukkan ke layar monitor itu, Kim Lee Park !'', ucap boneka beruang besar.


''Aku !?'', tanya Kim Lee Park.


''Benar, masukkan kode sandi utamanya ini !'', sahut boneka beruang besar.


''Bagaimana caranya ?'', kata Kim Lee Park.


''Tuliskan saja angka 777 dengan menggunakan jarimu !'', sahut boneka beruang besar.


''Dengan jari tangan ? Caranya disentuh ?'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park memeragakan gerakan tangan seperti menulis angka 777 ke arah layar monitor.


Tiba-tiba layar monitor didepan mereka menyala dan muncul suara dari dalam layar monitor itu.


''SELAMAT DATANG DI GAME VIRTUAL ! Tinggalkan nama kalian dan sebutkan kode sandi utamanya kembali !'', sapa suara monitor.


''Dia ! Dia bicara !'', kata Kim Lee Park terkejut.


Kim Lee Park terperanjat sambil mundur beberapa langkah dari arah layar monitor didepannya.


''LAYAR ITU BICARA !'', ucap Kim Lee Park.


''Jangan bodoh ! Lakukan saja perintah layar monitor itu !'', sahut boneka beruang besar.


''B--bodoh !? Apa kamu tidak lihat layar monitor itu dapat bicara layaknya manusia ?'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park memperhatikan boneka beruang besar dihadapannya lalu menoleh kembali ke arah layar monitor itu.


''Sepertimu..., benda itu bisa bicara !?'', ucap Kim Lee Park tak percaya.


''Sudah ! Lakukan saja ! Jangan banyak komentar !'', kata boneka beruang besar.


''Ta--tapi...'', sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park. berjalan mendekat ke arah layar monitor didepannya lalu mulai mengucapkan namanya serta menyebut kata sandi utamanya.


''KIM SIMON ! Kata sandi utamanya 777 !'', ucap Kim Lee Park.

__ADS_1


Boneka beruang besar mengikuti yang dilakukan oleh Kim Lee Park.


''TEDDY BEAR ! Kata sandi utamanya 777 !'', kata boneka beruang besar.


''Namamu Teddy ? Bukankah itu nama umum ? Bagaimana bisa kamu menyebut namamu secara umum ?'', tanya Kim Lee Park melongo.


''Itu memang namaku ! Teddy ! Dan bear adalah marga !'', sahut boneka beruang besar.


''Marga !? Kau jangan mengada-ada !'', ucap Kim Lee Park. ''Mana ada boneka beruang besar memiliki marga ?'', sambungnya.


''Apa itu penting ?'', sahut Teddy bear.


''Coba kamu gunakan nama lainnya !?'', kata Kim Lee Park memberi saran.


''Namaku sudah tercantum dalam kartu identitas legal dari Langit !'', sahut boneka beruang besar.


Boneka beruang besar bernama Teddy bear itu mengeluarkan semacam kartu identitas pribadi miliknya lalu menunjukkannya kepada Kim Lee Park.


Sebuah kartu berukuran kredit card terpampang jelas di hadapan Kim Lee Park yang berdiri tertegun.


''Ternyata boneka beruang juga bisa, ya, memiliki kartu identitas pribadi seperti manusia !? Wow ! Ini keren sekali !'', ucap Kim Lee Park.


Kim Lee Park mengeluarkan kartu identitas pribadi miliknya dari dalam dompetnya yang tersimpan di dalam saku celananya.


''Aku juga punya kartu identitas pribadi seperti milikmu... Ini !'', sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park menunjukkan kartu identitas pribadi miliknya kepada boneka beruang besar.


''Namamu memang Teddy bear, ya !?'', kata Kim Lee Park.


''Hmmm..., namaku memang Teddy bear ! Bagus bukan ?'', jawab boneka beruang besar.


''Tapi nama itu umum ! Bagaimana kalau kamu ubah ?'', kata Kim Lee Park.


''Mengubahnya ? Tidak mungkin !? Ini sudah ketentuan dari Langit namaku, tidak semudah mengubahnya...'', sahut boneka beruang besar.


''Langit ternyata mengikuti perkembangan di dunia manusia bahkan nama boneka beruang juga ikut nama yang umum'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park hanya menganggukkan kepalanya seraya mengarahkan kartu identitas pribadi miliknya ke arah layar monitor didepannya.


TIT... TIT... TIT...


Layar monitor itu berbunyi nyaring saat Kim Lee Park mendekatkan kartu identitas pribadi miliknya.


''Lihat ! Layar monitor itu bereaksi cepat ! Apakah dia membaca kartu identitas pribadi ini ?'', kata Kim Lee Park.


''Benar, layar monitor itu mengindentifikasi kartu kita dan membaca informasi yang tertulis pada kartu identitas pribadi milik kita semacam sensor khusus untuk masuk ke dalam game virtual'', sahut boneka beruang besar.


''Coba sekarang giliranmu mendekatkan kartu identitas pribadi milikmu ke arah layar monitor itu !'', perintah Kim Lee Park pada boneka beruang besar.


''Baiklah !'', sahut boneka beruang besar.


Saat boneka beruang besar mendekatkan kartu identitas pribadi miliknya, layar monitor itu tidak bereaksi.


''Apa !? Kenapa layar monitor itu tidak bekerja pada kartu milikmu ?'', tanya Kim Lee Park.


''Entahlah...'', sahut boneka beruang besar.

__ADS_1


Keduanya saling berpandangan lalu terdiam sejenak dan mulai merasakan keanehan dalam kotak kubik berwarna biru itu.


__ADS_2