
Chun Cha membuka pintu rumah Kim Lee Park yang tidak terkunci dari dalam.
Saat dia melihat keadaan di dalam rumah Kim Lee Park yang hancur berantakan membuat Chun Cha benar-benar tersentak kaget serta terkejut.
Chun Cha masuk ke dalam ruangan rumah dengan panik serta segera mencari-cari keberadaan Kim Lee Park didalam rumah baru.
Ketika dia masuk ke salah satu ruangan, Chun Cha melihat pusaran angin melingkar besar di tengah-tengah ruangan rumah dengan menghisap berbagai benda yang ada disekitar ruangan.
Chun Cha mendengar alarm bahaya saat dia melihat pusaran angin berbentuk lingkaran besar diruangan rumah Kim Lee Park.
''Apa yang sedang terjadi disini ? Kemana Kim Lee Park, aku tidak melihatnya ?'', kata Chun Cha panik.
Chun Cha mengedarkan pandangannya ke arah sekitar ruangan rumah baru Kim Lee Park seraya berjalan pelan memperhatikan keadaan sekelilingnya gelisah.
''Kim Lee Park !", panggil Chun Cha.
Tidak ada jawaban dari Kim Lee Park dari arah ruangan rumah.
"Kim Lee Park !!!", panggil Chun Cha lagi.
Chun Cha terus berjalan mengelilingi pusaran angin yang ada disekitarnya sembari terus memanggil nama Kim Lee Park.
"KIM LEE PARK !!!", panggil Chun Cha sekali lagi.
Masih tidak ada respon dari Kim Lee Park bahkan tidak ada suara jawaban dari laki-laki itu.
Hening, suasana di sekitar rumah baru Kim Lee Park benar-benar sangat hening.
Chun Cha mendadak panik serta gelisah karena tidak ada suara jawaban dari Kim Lee Park.
"Kim Lee Park ! Kim Lee Park ! Kim Lee Park !", panggil Chun Cha kembali.
Namun, masih tidak terdengar suara jawaban dari Kim Lee Park saat Chun Cha terus memanggilnya.
"Oh, Tuhan ! Apa yang sedang terjadi sebenarnya ?", kata Chun Cha panik.
Dipandanginya lingkaran pusaran angin dengan lubang yang berukuran besar di hadapan Chun Cha.
Chun Cha mulai berpikir tentang nasib Kim Lee Park yang mungkin saja terhisap oleh lingkaran pusaran angin yang ada di dalam ruangan rumah.
Tubuh Chun Cha berguncang kuat seakan-akan dia ketakutan.
Membayangkan nasib suami dari masa lalunya yang terhisap oleh pusaran angin kencang yang membentuk lubang cacing yang menyeramkan.
Alarm bahaya terus berbunyi di telinga Chun Cha, mendengung keras hingga memekakkan gendang telinga Chun Cha.
"Ahk !?", pekik gadis berhanbok hitam itu.
Chun Cha merasa kesakitan saat kedua telinganya berdengung keras.
Dipeganginya kedua telinga Chun Cha saat bunyi suara keras terdengar dari arah telinganya yang hampir memekakkan gendang telinga gadis berparas jelita itu.
"Ahk !!! Sakit !!!", teriak Chun Cha.
Chun Cha menutup telinganya rapat-rapat dengan kedua telapak tangannya agar alarm yang berbunyi di dalam telingannya lenyap tetapi suara dengung keras terus terdengar dari dalam telinganya tanpa henti.
__ADS_1
"Ahk !!! Hentikan !!! Sakit sekali !!!", teriak Chun Cha lagi.
Gadis cantik itu langsung jatuh terduduk di atas lantai rumah dengan wajah merah padam menahan rasa sakit berlebihan di kedua telinganya.
Alarm bahaya tidak henti-hentinya berbunyi keras dari dalam kedua telinganya.
"Sakit !!! Sakit !!! Ini sangat saki sekali !!!", teriak Chun Cha.
"Chun Cha !", panggil Haneul.
Haneul langsung berlari menghampiri Chun Cha yang duduk bersimpuh di lantai rumah Kim Lee Park dengan kedua tangan memegangi telinganya.
Mata Chun Cha terus berair tanpa ada hentinya saat dia menahan rasa sakit yang teramat dia rasakan.
Haneul duduk bersimpuh di dekat Chun Cha dan bermaksud hendak membantunya agar rasa sakit yang dialami oleh Chun Cha segera berlalu pergi.
Hanya saja Haneul tidak tahu harus berbuat apa agar dia dapat membantu Chun Cha dari rasa sakitnya yang kini dia rasakan.
''Chun Cha... Apa yang terjadi padamu ?'', kata Haneul panik.
''Sakit sekali !!!'', jerit Chun Cha.
Chun Cha hanya menggelengkan kepalanya cepat seraya terus memegangi kedua telinganya rapat-rapat.
''Chun Cha...'', ucap Haneul kebingungan.
Suara alarm berbunyi semakin keras dari dalam telinganya sehingga rasa sakit semakin bertambah kuat.
Chun Cha hampir jatuh tergeletak ke atas lantai jika dia tidak segera beranjak berdiri agar dia tidak sampai jatuh tak sadarkan diri.
''Chun Cha !'', panggil Haneul cemas.
Dilihatnya Chun Cha yang berlari ke arah pusaran angin kencang.
''Apa yang kau lakukan itu, Chun Cha ??? Hentikan Chun Cha !!!'', teriak Haneul semakin panik.
Chun Cha langsung melompat ke dalam pusaran angin kencang yang terus berputar membentuk lingkaran dengan lubang yang bertambah besar.
''AAAAAAAAKHHHH... !!!'', teriak Chun Cha.
Suara Chun Cha berteriak keras saat dia melompat masuk ke pusaran angin yang ada dihadapannya.
Tubuh Chun Cha berputar-putar di pusaran angin saat dia masuk ke dalam lubang angin kemudian terhisap masuk kedalam pusaran angin sehingga tidak terlihat lagi keberadaannya di atas permukaan pusaran angin.
''Chun Cha...'', gumam Haneul tertegun.
Haneul hanya bisa diam berdiri dengan memandangi lubang angin yang berputar-putar di tengah ruangan rumah Kim Lee Park tanpa bisa melakukan apa-apa saat tubuh Chun Cha terhisap masuk ke dalam pusaran angin kencang.
''CHUN CHA !!!'', teriak Haneul sadar.
Haneul berlari mendekat ke arah lubang pusaran angin kencang yang terus berputar-putar tanpa hentinya.
Berdiri termenung hanya memandangi lubang besar berwarna hitam yang terus menghisap benda-benda yang ada disekitar ruangan rumah Kim Lee Park.
Pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya bingung harus memilih ikut terjun ke dalam lubang hitam aneh dari pusaran angin ataukah dia hanya berdiri diam menunggu saja Chun Cha muncul dai dalam pusaran angin itu.
__ADS_1
Haneul masih tertegun sendirian seraya mengusap wajahnya yang berubah memucat serta kaku.
Ketegangan semakin terasa di hati Haneul saat melihat pusaran angin yang ada di depannya terus bergerak cepat membentuk lingkaran besar yang hampir menelan sebagian ruangan rumah baru Kim Lee Park.
''Bagaimana cara menghentikan pusaran angin ini ?'', ucap Haneul.
Pandangan Haneul berubah dingin serta kebingungan karena dia tidak tahu caranya harus menghentikan pusaran angin yang terus berputar kencang itu.
''Darimana asal pusaran angin ini ? Dan bagaimana caranya untuk menghentikannya agar tidak membesar !?'', kata Haneul.
Wajah tegang Haneul terlihat jelas dari wajahnya yang sangat tampan.
Haneul melangkah mundur ketika pusaran angin bergerak perlahan-lahan ke arah kedua kakinya, hendak menarik tubuh Haneul ke dalam lingkaran angin kencang di tengah-tengah ruangan rumah baru Kim Lee Park.
''Apa ini !? Bencana apa yang sebenarnya terjadi disini ?'', ucap Haneul cemas.
Kedua tangan Haneul bergetar hebat saat pusaran angin terus mengikuti langkah kakinya yang menjauh.
''Dosa apakah yang telah diperbuat sehingga langit memberikan hukuman sebesar ini !?'', kata Haneul.
Didalam pusaran angin kencang yang terus menghisap tubuh Chun Cha.
Menarik Chun Cha semakin masuk kedalam lubang hitam pusaran angin yang terus menariknya lebih dalam.
Terlihat benda-benda di sekeliling pusaran angin mengambang tak beraturan.
Alarm yang tadi berbunyi keras mulai menghilang dari arah kedua telinga Chun Cha saat dia terhisap masuk ke dalam lubang hitam di pusaran angin kencang.
Chun Cha mulai tersadar saat rasa sakit di dalam telinganya berkurang.
''Dimana ini sebenarnya !?'', gumam Chun Cha.
Chun Cha langsung terkejut saat mendapati dirinya berada di dalam lubang hitam pusaran angin.
''Tapi ini sangat aneh ? Kenapa di dalam lubang hitam ini keadaannya sangat tenang dibandingkan saat berada diluar tadi !?'', kata Chun Cha kebingungan.
Chun Cha menolehkan pandangannya ke arah sekitarnya serta berusaha tetap fokus dengan keadaan di dalam lubang hitam yang menghisapnya masuk.
''Aku berada di dalam lubang hitam dan aku tidak merasakan apa-apa di tempat aneh ini ?'', ucap Chun Cha tertegun.
Keberadaan Chun Cha saat ini berada tepat di tengah-tengah area lubang hitam dengan tubuh melayang-layang.
Chun Cha memperhatikan arah kedua tangannya yang berada tepat didepannya.
''Tidak ada perubahan sama sekali, masih saja tetap sama seperti sebelum masuk ke lubang hitam ini'', kata Chun Cha.
Diperhatikannya keadaan sekitar lubang hitam secara seksama dengan tatapan menyorot tajam berusaha untuk menembus kedalam dunia lubang hitam yang menariknya masuk.
''Tapi aku tidak melihat Kim Lee Park di sini ?'', ucap Chun Cha keheranan.
Chun Cha baru menyadari bahwa Kim Lee Park tidak terlihat di dalam lubang hitam ini.
''Kemanakah Kim Lee Park berada sebenarnya saat ini ?'', ucap Chun Cha penasaran. ''Apakah dia terhisap masuk ke lingkaran angin ataukah dia selamat ?'', sambungnya cemas.
Chun Cha terdiam sejenak seraya terus memperhatikan keadaan lubang hitam yang terasa menenangkan serta damai, lubang hitam yang ditimbulkan oleh pusaran angin kencang tidak menampakkan tanda-tanda bahaya apapun ketika Chun Cha berada di dalam lubang hitam.
__ADS_1