ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 47 Kembaran


__ADS_3

Kim Lee Park tersekat diam menatap ke arah depan.


Seorang pria yang wajahnya menyerupai dirinya tengah berdiri tegap dihadapannya seraya menyeringai lebar.


Berkedip lalu tersenyum menyeramkan kepada Kim Lee Park yang terduduk memandangi pria yang mirip dirinya dengan raut wajah kaku.


"Selamat datang di labirin waktu, Kim Lee Park !", sapa pria yang mirip dengannya.


"Siapa kamu ? Kenapa wajahmu sama denganku ?", tanya Kim Lee Park.


"Aku !?", sahut pria asing yang kembar dengab Kim Lee Park. "Kau menanyakan siapa aku ?", sambungnya.


"Iya, benar ! Siapa kamu ? Kenapa wajahmu mirip sekali denganku ?", kata Kim Lee Park.


Tidak ada keraguan sedikitpun saat Kim Lee Park bertanya kepada pria dihadapannya yang mirip dengannya.


"Aku adalah kamu tapi kau bukanlah aku", jawab pria kembar itu.


"Aku adalah kamu tapi kau bukanlah aku...", sahut Kim Lee Park mengulangi ucapan pria yang mirip dengannya.


"Benar ! Kau paham maksud ucapanku, bukan ?", kata pria kembar itu.


"Tidak, aku tidak paham sama sekali dengan ucapanmu tapi satu yang tidak aku pahami kenapa wajahmu mirip sekali denganku ?", sahut Kim Lee Park.


"Karena kita sama dan berasal dari orang yang sama", ucap pria kembar itu.


"Tapi aku tidak memiliki kembaran, aku tidak pernah melihat saudara kembaranku selama ini, kau berbohong !", sahut Kim Lee Park.


"Aku ?", kata pria asing itu terkejut. "Aku berbohong ?", sambungnya.


"Katakan siapa kamu sebenarnya ! Karena terus terang aku tidak pernah memiliki kembaran !", sahut Kim Lee Park.


"Kim Lee Park ! Kim Lee Park !", ucap pria yang mirip dengan Kim Lee Park.


Pria yang wajahnya menyerupai wajah Kim Lee Park lalu tertawa keras ketika dia mendengar ucapan Kim Lee Park kepadanya.


"Kau tidak bodoh tapi tidak juga pintar, Kim Lee Park !", ucap pria kembar itu.


"Jangan sembarangan bicara ! Karena aku memang tidak pernah mengenalmu !", kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park beranjak berdiri kemudian menatap tajam ke arah pria yang mirip sekali dengan dirinya.


Baik wajahnya, badannya, bahkan cara bicaranya serta suara pria itu benar-benar sama miripnya dengan Kim Lee Park.


"Katakan siapa kamu sebenarnya !", sahut Kim Lee Park.


"Sudah aku katakan bahwa aku adalah kamu tapi kita tidaklah sama, Kim Lee Park", ucap pria kembar itu.


"Aku tidak peduli karena kamu bukanlah urusanku !", sahut Kim Lee Park.


Pria yang wajahnya mirip dengannya langsung tertawa ketika melihat reaksi Kim Lee Park yang kesal karena dirinya.


"Kau tidak perlu sekesal itu karena tidaklah terlalu penting untuk kita bicarakan mengenai diri kita yang kembar, Kim Lee Park", ucap pria kembar itu seraya terkekeh.


Senyum mengembang di wajah pria yang wajahnya menyerupai Kim Lee Park.

__ADS_1


Kim Lee Park mencoba menggapai pria kembarannya itu dengan tangannya supaya tidak menghalangi jalannya untuk berjalan.


Namun, saat tangan Kim Lee Park meraih pudak pria yang mirip wajahnya dengannya.


Tiba-tiba tangan Kim Lee Park menembus badan pria kembar itu.


"Kau tidak dapat disentuh !?", gumam Kim Lee Park tertegun.


Pria yang wajahnya kembar dengan Kim Lee Park hanya terdiam tanpa bergeming menatap dingin Kim Lee Park yang berdiri disampingnya.


"Kenapa tubuhmu transparan ? Kau hanyalah bayangan, rupanya !?", ucap Kim Lee Park.


Pria kembar itu terdiam tetapi arah pandangannya lurus ke dalam kedua mata Kim Lee Parkm


Seolah-olah hendak memasuki jiwa Kim Lee Park dan melahapnya.


Kim Lee Park langsung tersadar seraya mencoba menjauh dari pria kembarannya itu tetapi sorot kedua mata pria asing itu seolah-olah mengikuti tiap gerakan tubuh Kim Lee Park.


Mendadak tubuh Kim Lee Park merinding saat pria yang wajahnya mirip dengannnya menatap dingin ke arahnya.


"Siapakah dia ? Kenapa seakan-akan pria yang wajahnya sama denganku itu ingin sekali menerkamku ?"


Kim Lee Park berkata dalam hatinya seraya terus melangkah mundur.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu padaku ? Dan kenapa kamu tidak menjawabku ?", tanya Kim Lee Park.


Pria yang wajahnya mirip dengan Kim Lee Park lalu tersenyum kecut.


Terdiam sesaat tetapi kedua bola matanya memancarkan sinar cahaya terang berwarna hitam yang hampir mengenai tubuh Kim Lee Park.


"Dia menyerangku...", ucap Kim Lee Park terkejut kaget.


Pada saat Kim Lee Park menggerakkan badannya, sinar cahaya berwarna hitam yang berasal dari pria kembar itu menyorot tajam ke arah Kim Lee Park hingga membuat asap tebal disekitarnya.


Kim Lee Park terperangah kaget lalu berlari mengitari pria yang mirip dengannya sedangkan sorot mata yang memancarkan sinar cahaya hitam itu terus mengikuti gerakan tubuh Kim Lee Park.


Ketika Kim Lee Park. hedak berlari kembali ke arah pria kembarannya itu, sinar cahaya hitam menggores lengan Kim Lee Park hingga membuat sobekan di kain pakaiannya.


Rasa perih mengalir dari lengan Kim Lee Park yang tergores sinar cahaya hitam.


Kim Lee Park memegangi lengannya yang terluka dengan tangannya seraya menatap tajam.


"Kau mengajakku bertarung !?", kata Kim Lee Park.


Pria yang mirip dengannya itu lalu tertawa keras sambil merentangkan kedua tangannya ke arah samping.


Seakan-akan mengejek Kim Lee Park yang terkejut kebingungan.


"Kenapa kembaranku ? Kau takut menghadapiku ?", sahut pria kembar itu.


"Takut !?", ucap Kim Lee Park tertegun.


Diliriknya arah sekitar pria yang wajahnya menyerupai dirinya dengan cepat seraya mengambil ancang-ancang untuk menyerangnya.


"Aku tidak pernah takut pada apapun di dunia ini dan aku tegaskan padamu bahwa aku sangat senang jika harus melawanmu", kata Kim Lee Park.

__ADS_1


Kim Lee Park bergerak cepat ke arah pria kembarannya lalu menerjang tubuh kembarannya itu secara mendadak sehingga mereka sama-sama bergerak mundur.


WUSSSHHHH...


Keduanya terseret ke arah belakang beberapa langkah dengan meninggalkan bekas jejak kaki di atas ubin berupa goresan asap tebal.


Kim Lee Park mendesak tubuh pria kembarannya sehingga terjatuh lalu mengarahkan tinjunya ke arah wajah pria asing itu.


BRUUUK... ! BRUUUK... ! BRUUUK... !


Kim Lee Park terus melayangkan pukulan tangannya ke arah wajah pria yang menyerupai wajahnya itu berkali-kali hingga pria kembar itu kewalahan.


Tidak ada jeda ataupun kesempatan bagi pria yang wajahnya menyerupai dirinya untuk mengelak dari pukulan Kim Lee Park.


"Kau bisa kupukul ternyata ! Bagaimana rasanya ? Sakit atau tidak !?", ucap Kim Lee Park.


Kim Lee Park menggertakkan kedua gerahamnya rapat-rapat seraya menatap pria kembarannya dengan sorot mata tajam.


"Apa kamu merasa sakit ? Ataukah aku perlu menghajarmu sekali lagi !?", lanjut Kim Lee Park.


"Uhk !?", ucap pria kembar itu lalu tertawa sinis.


"Bisa-bisanya kamu tertawa !?", ucap Kim Lee Park.


"Kenapa aku harus marah terus terang keinginanku adalah mengambil tubuh manusiamu supaya aku dapat hidup layaknya manusia seperti dirimu, Kim Lee Park", sahut pria asing itu.


Kim Lee Park mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapan pria yang mirip sekali dengannya.


"Apa maksudmu ?", tanya Kim Lee Park.


"Kau tidak tahu bahwa aku bermaksud mengambil ragamu agar aku masuk ke dalam tubuhmu dan menguasai jiwamu", sahut pria kembar itu.


"Ternyata kau manusia jadi-jadian !", kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park langsung beranjak dari tubuh pria kembarannya lalu berkonsentrasi penuh untuk mengubah tubuhnya menjadi berwarna biru.


Seluruh tubuh Kim Lee Park berubah menjadi kebiru-biruan serta memancarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan mata.


Pria kembaran Kim Lee Park melompat menjauh darinya saat dia merasakan aura panas menyelimuti area mereka.


Kembali keduanya saling berhadapan dengan sorot kedua mata yang saling memancarkan sinar yang berbeda.


Kim Lee Park menggeram pelan seraya bersuara parau.


"Kau tahu jika tidak ada seorangpun yang akan dapat menguasai diriku atau mengendalikan jiwaku termasuk kau, kembaranku", ucap Kim Lee Park.


"Sayangnya kata-kata itu tidak akan mengubah niatku untuk tidak mengambil ragamu, Kim Lee Park", sahut pria kembar itu.


"Benarkah !? Tapi aku merasakan bahwa kau ingin sekali lari dariku !?", kata Kim Lee Parkm


Kim Lee Park menyeringai lebar dengan tatapan kedua mata yang menyorot tajam ke arah pria kembarannya.


Mengangkat salah satu tangannya yang mengeluarkan cahaya biru terang serta berhawa panas, menimbulkan bara api disekitar telapak tangan Kim Lee Park.


"Awalnya aku tidak ingin meladenimu karena aku menganggapnya menghadapimu hanyalah hal yang membuang-buang waktuku dengan percuma sebab aku berkeinginan segera keluar dari tempat ini...", ucap Kim Lee Park.

__ADS_1


"Tapi sayangnya kau harus mengubur keinginanmu untuk keluar dari tempat ini, Kim Lee Park !!!", sahut pria yang menyerupai dirinya dengan senyum sinis.


"Terimakasih telah mengingatkanku", kata Kim Lee Park dengan menatap serius ke arah kembarannya.


__ADS_2