ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 41 Kemarahan Haneul


__ADS_3

Haneul yang tidak terima Chun Cha dituduh macam-macam oleh Kim Lee Park karena dirinya terlihat geram.


Wajah Haneul sontak berubah merah padam ketika Kim Lee Park menatap curiga Chun Cha yang muncul bersama dengannya.


Kedua tangan Haneul mengepal erat disisi badannya seraya menggertakkan gerahamnya kuat-kuat.


Emosi terlihat kuat terpancar dari wajah arwah gentanyangan bernama Haneul ketika Kim Lee Park tidak mempercayai Chun Cha.


''Percayalah padaku, Kim Lee Park !'', ucap Chun Cha mengiba.


"Kenapa aku harus mempercayaimu ? Dia asing bagiku, Chun Cha !'', sahut Kim Lee Park.


"Kenapa kamu berkata demikian ?", kata Chun Cha.


"Bukankah dia pria asing yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah baruku ini !? Dan seharusnya dia meminta ijin padaku jika ingin mengencanimu, Chun Cha !'', ucap Kim Lee Park.


BRUK !


Haneul melayangkan pukulannya tepat di wajah Kim Lee Park hingga pria itu terjatuh ke atas sofa panjang cukup keras.


''Haneul !'', teriak Chun Cha kaget.


Saat Haneul menerjang Kim Lee Park yang telah terduduk di atas sofa dengan pipi memerah.


''Hentikan Haneul !'', teriak Chun Cha.


Ketika dia melihat Haneul hendak melayangkan kembali pukulannya ke arah Kim Lee Park.


Haneul tidak terima karena Chun Cha melarangnya untuk menghajar Kim Lee Park kemudian mendengus marah sambil melangkah mundur.


Chun Cha berlari cepat ke arah Kim Lee Park yang duduk bersandar di sofa sambil memegangi pipinya.


''Kau tidak apa-apa, Kim Lee Park ?'', tanya Chun Cha.


Chun Cha memperhatikan wajah Kim Lee Park yang berubah merah padam.


''Menjuhlah dariku !'', kata Kim Lee Park.


''Kim Lee Park...'', ucap Chun Cha tertegun.


''Pergilah dengan pria itu ! Dan menjauhlah dariku ! Aku tidak ingin melihat kalian lagi di dalam rumah ini !'', teriak Kim Lee Park.


Haneul kembali melangkah maju ke arah Kim Lee Park yang langsung dihadang oleh Chun Cha agar Haneul tidak membuat masalah lagi.


''Dasar pria tidak tahu berterimakasih ! Berani sekali dia mengusir orang yang telah membantunya !'', sahut Haneul.


Haneul berkata penuh kemarahan kepada Kim Lee Park sembari menunjukkan jari telunjuknya lurus ke arah Kim Lee Park.


''Apa maumu ?'', bentak Kim Lee Park.


Sorot mata Kim Lee Park tajam ke arah Haneul yang berdiri menatapnya marah.


''Pria bodoh ! Arogan !'', teriak Haneul.


''Apa yang kamu katakan itu ?'', sahut Kim Lee Park kesal.


Kim Lee Park beranjak dari sofa seraya melangkah cepat ke arah Haneul.


Berusaha membalas pukulan Haneul kepadanya tadi, Chun Cha dengan cepat menghalangi keduanya saling berkelahi.

__ADS_1


Menahan tubuh Kim Lee Park yang hendak maju ke arah Haneul dan mencoba melayangkan pukulannya ke arah pria berwajah sangat tampan itu.


Chun Cha berusaha menjauhkan Kim Lee Park dan Haneul tetapi keduanya tidak dapat dilerai begitu saja.


''Hentikan ! Jangan berkelahi !'', teriak Chun Cha.


''Minggir Chun Cha ! Pria ini perlu dikasih pelajaran karena kebodohannya !'', kata Haneul.


''Cukup Haneul ! Cukup !'', sahut Chun Cha.


''Kenapa kamu membela orang yang tidak pernah berterimakasih padamu, Chun Cha ?'', kata Haneul.


''Bukan urusanmu, Haneul !'', sahut Chun Cha.


Chun Cha menatap Haneul dengan tatapan sedih dan berusaha agar Haneul tidak kembali memukul Kim Lee Park.


''Chun Cha ! Menyingkirlah dariku !'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park mendorong tubuh Chun Cha hingga gadis cantik itu jatuh ke lantai.


BRUK !


Haneul langsung menolehkan pandangannya ke arah Chun Cha sambil menggertakkan geraham-gerahamnya.


''Dasar pria bodoh !!!'', teriak Haneul penuh emosi.


Kim Lee Park berdiri tertegun ketika melihat Chun Cha yang tergeletak di atas lantai.


Menyadari kesalahannya telah membuat gadis cantik itu jatuh, Kim Lee Park hendak melangkahkan kakinya menghampiri Chun Cha tetapi Haneul telah mendahuluinya.


Haneul mencoba membantu Chun Cha untuk berdiri dari atas lantai yang terlihat kerepotan dengan kain hanboknya yang panjang sehingga menyebabkannya dia kesulitan untuk berdiri.


''Hati-hati Chun Cha !'', kata Haneul.


''Terimakasih, Haneul...'', sahut Chun Cha.


Chun Cha merapikan kain hanbok warna hitamnya seraya berusaha berdiri dengan baik.


''Maaf...'', ucap Kim Lee Park lirih tanpa berani menatap ke arah Chun Cha.


Chun Cha hanya berdiri terdiam tanpa memandang ke arah Kim Lee Park.


''Kita pergi dari sini, Chun Cha !'', kata Haneul.


''Iya, Haneul...'', sahut Chun Cha.


Gadis cantik berhanbok hitam itu lalu menganggukkan kepalanya seraya berjalan melewati Kim Lee Park yang berdiri tertunduk.


''Kau akan kemana ?'', kata Kim Lee Park.


''Untuk apa kamu bertanya lagi ? Bukankah kamu yang telah mengusirnya ?'', jawab Haneul.


''Maafkan aku...'', sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park mendongakkan wajahnya seraya menatap teduh ke arah Haneul serta Chun Cha.


''Kau tahu Kim Lee Park ! Tuhan memberikanmu sebuah kesempatan untuk memperbaiki sikapmu terhadap Chun Cha karena itu langit mengirimnya kembali dari waktu 600 tahun yang lalu kemari agar kamu dapat menebus kesalahanmu !'', kata Haneul.


Kim Lee Park tertegun saat mendengar penjelasan dari Haneul.

__ADS_1


Berusaha memahami setiap perkataan yang diucapkan oleh Haneul tentang masa lalunya, 600 tahun yang lalu.


''Apa maksudmu ?'', tanya Kim Lee Park.


''Kau memang tidak pernah mengingat tentang masa lalumu dan kamu berpura-pura lupa akan hal itu ! Tapi jujur dalam hati kecilmu, kau pasti memikirkan dosamu itu, Kim Lee Park !'', sahut Haneul.


''Aku benar-benar tidak mengerti yang kamu katakan itu...'', ucap Kim Lee Park.


''Kau tidak perlu mengerti apapun karena tidak ada yang penting yang harus kamu mengerti, Kim Lee Park !'', sahut Haneul.


Haneul menatap tajam Kim Lee Park yang berdiri kebingungan serta dengan tubuh gemetaran hebat.


''Kau boleh lupa semuanya Kim Lee Park ! Tapi satu yang perlu kamu ingat dalam hidupmu bahwa kamu telah menyia-nyiakan cinta seseorang yang tulus kepadamu, Kim Lee Park !'', kata Haneul.


''Haneul !'', sahut Chun Cha.


Chun Cha menahan Haneul untuk melanjutkan ucapannya dengan menariknya pergi.


''Haneul cukup ! Jangan kamu lanjutkan lagi ucapanmu ! Tidak ada artinya lagi, Haneul !'', ucap Chun Cha.


''Tapi Chun Cha...'', sahut Haneul.


''Mari kita pergi dari sini, Haneul ! Biarkan dia tenang sekarang !'', ucap Chun Cha.


''Chun Cha !?'', kata Haneul.


Haneul melirik Kim Lee Park yang berdiri mematung menatap ke arah mereka berdua dengan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


''Chun Cha...'', panggil Kim Lee Park pelan.


Chun Cha hanya menoleh sekilas ke arah Kim Lee Park lalu kembali melanjutkan langkah kakinya meninggalkan ruangan rumah baru milik Kim Lee Park menuju ke arah pintu.


Pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya lalu mengarahkan salah satu tangannya lurus ke muka kemudian muncul sinar kemerahan dari arah tangan Haneul.


Sinar itu kemudian membentuk sebuah cahaya terang berbentuk lingkaran besar mirip portal waktu yang berputar-putar.


Haneul membimbing Chun Cha untuk masuk ke dalam lingkaran besar berwarna kemerahan di depannya.


Terdengar suara dari arah belakang mereka memanggil nama Chun Cha.


''Chun Cha, tunggu !", kata Kim Lee Park.


Chun Cha menolehkan wajahnya ke arah Kim Lee Park yang berjalan ke arahnya seakan mencoba menghentikan gadis itu untuk pergi.


Namun, salah satu kaki Chun Cha telah memasuki ruangan lingkaran berwarna kemerahan dan terlambat bagi Kim Lee Park untuk mencegah Chun Cha pergi dari dirinya.


"Chun Cha !", panggil Kim Lee Park.


Tubuh Chun Cha serta Haneul telah memasuki portal waktu dan tidak mungkin bisa keluar lagi dengan cepat.


"Siapa dia, Chun Cha ?", teriak Kim Lee Park.


Chun Cha menatap ke arah Kim Lee Park dari dalam lingkaran berwarna kemerahan dengan tatapan sendunya seraya berkata.


"Haneul adalah arwah gentayangan yang bersemayam di tubuh boneka beruang besar...", sahut Chun Cha setengah berteriak.


''Apa... !?", gumam Kim Lee Park.


Portal waktu berbentuk lingkaran dengan sinar warna kemerahan itu perlahan-lahan tertutup rapat sehingga Chun Cha dan Haneul tidak tampak lagi dari arah luar lingkaran kemudian portal waktu yang berputar-putar lalu pelan-pelan menghilang dari pandangan Kim Lee Park yang berdiri termenung di tengah-tengah ruangan rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2