ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 51 Ujian


__ADS_3

Kim Lee Park terhenti gerakan tubuhnya ketika pria kembarannya bergerak ke arahnya dengan diiringi oleh lemparan bola basket serta disertai munculnya para pemain basket yang berjumlah ribuan.


Tatapan Kim Lee Park tidak teralihkan sedikitpun dari pria kembar beserta pemain basket yang tak terhitung jumlahnya dengan menghujaninya lemparan bola basket.


Bola memantul mengenai tubuh Kim Lee Park, satu kali lemparan, dua kali lemparan lalu lemparan berikutnya yang mendera menyiksa dirinya bertubi-tubi.


Kim Lee Park berusaha menahan lemparan-lemparan bola basket yang datang ke arahnya tanpa perlawanan.


Hanya berdiri mencoba melindungi dirinya dengan kedua tangannya yang terarah ke depan badannya.


BRUK... ! BRUK... ! BRUK... !


Lemparan demi lemparan terus mengarah ke tubuh Kim Lee Park hingga kedua kakinya bergeser beberapa meter dari posisinya berdiri.


Anehnya Kim Lee Park tidak bermaksud untuk melawan serangan-serangan dari pria kembarannya.


Sikap Kim Lee Park tentu membuat pria yang menyerupai dirinya keheranan karena dia tidak melihat perlawanan dari Kim Lee Park kepadanya meski dia menghujani dengan lemparan bola basket yang menyakitkan.


Kembaran Kim Lee Park tertegun seraya memiringkan kepalanya ke arah samping lalu menghentikan laju lemparan bola basket.


"Berhenti !", perintahnya kepada sejumlah pemain basket yang berjumlah ribuan saat mereka berbaris rapi di belakangnya.


Semua para pemain basket langsung mematuhi perintah dari kembaran Kim Lee Park serta menghentikan laju lemparan bola basket milik mereka.


Pria yang wajahnya mirip sekali dengan Kim Lee Park terbang rendah ke bawah, menghampiri Kim Lee Park lalu bertanya padanya.


"Kenapa kau tidak membalas seranganku ?", ucapnya penasaran.


Kim Lee Park pelan-pelan menurunkan kedua tangannya yang berada tepat di depannya kemudian memandang lurus ke arah pria kembarannya.


Terdiam sesaat dan hanya berdiri mematung seraya memperhatikan ke arah ribuan pemain basket yang berbaris rapi di dekat pria yang mirip dengannya.


"Kenapa kau diam !? Hai ! Jawablah pertanyaanku ini !!!", ucap pria kembar kepada Kim Lee Park.


"Untuk apa aku melawanmu ?", sahut Kim Lee Park.


"Kenapa ? Kenapa kau berkata demikian ???", tanya pria kembar semakin terkejut.


Kim Lee Park terdiam dan hanya menghela nafas.


Sikap Kim Lee Park menambah geram pria kembarannya saat dia melihat sikap Kim Simon yang seolah-olah mengacuhkannya.


"HAI, KIM LEE PARK !!!", panggil pria kembaran Kim Lee Park. "Kenapa kau tidak melawanku, Kim Lee Park ?", sambungnya.


Ekspresi pria yang wajahnya menyerupai Kim Lee Park itu terlihat marah serta berubah menjadi merah padam ketika dia tidak mendapatkan tanggapan dari Kim Lee Park.


"Tidak ada gunanya membalas seranganmu atau melawanmu karena kalah-menang tidak ada untungnya bagiku...", sahut Kim Lee Park.


"Apa !?", ucap pria kembar semakin kesal.

__ADS_1


Pria itu lalu mendekatkan wajahnya ke arah Kim Lee Park sembari menyeringai lebar.


"Kau bercanda, Kim Lee Park !?", ucap pria kembar.


Keduanya saling menatap tajam satu sama lainnya sedangkan salah satu tangan pria kembar itu menarik kerah baju Kim Simon dengan kuatnya.


Berkata penuh emosi karena tidak mendapatkan tanggapan dari Kim Lee Park atas perlakuannya.


"Aku tidak sedang bercanda ataupun main-main denganmu dan sudah aku tegaskan padamu kalau itu semua tidak ada untungnya bagiku", sahut Kim Lee Park tajam.


"Bukan alasan untung atau tidak, ini bukan pembagian keuntungan sebuah pekerjaan tapi ini merupakan tantangan dariku", kata pria kembarannya.


"Tantangan yang sama sekali bagiku juga tidak memiliki standart keuntungan lalu untuk apa aku membalasmu", jawab Kim Lee Park.


"A--apa !?", kata pria kembar terheran-heran.


"Karena membalas setiap seranganmu pada akhirnya dapat aku kalahkan dengan mudah", lanjut Kim Lee Park.


"KAU !?", sahut pria kembar tersentak kaget.


"Bukankah wajar jika aku memberikan penjelasan atas rasa penasaranmu dan kau sendiri menginginkan jawabannya", ucap Kim Lee Park.


Senyum sinis menghias sudut bibir Kim Lee Park ketika dia memberikan penjelasan pada pria kembarannya.


Pria yang wajahnya sama dengan Kim Lee Park secara refleks mengangkat salah satu tangannya ke atas tapi dia menahannya untuk tidak melayangkan pukulannya kepada Kim Lee Park.


"Kau sengaja menguji emosiku ataukah kau memang menginginkan aku murka, Kim Lee Park !?", ucap pria kembar menatap tajam.


"Aku juga tidak berkeinginan seperti itu karena bagiku tetap aku tidak ingin melawanmu yang hanya ilusi...", sahut Kim Lee Park.


"Apa !? Ilusi !?", ucap pria kembar tersentak kaget.


Pria yang wajahnya menyerupai Kim Lee Park lalu tertawa saat mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Kim Lee Park.


"Kau tidak mengatakannya dengan sungguh-sungguh, bukan !? Karena bagiku ini sama halnya kau sedang melucu, Kim Lee Park", ucap pria kembar.


Kim Lee Park hanya menggelengkan kepalanya pelan seraya menatap serius ke arah kembarannya lalu berkata.


"Tak ubahnya dua mata uang yang sama tapi berbeda gambarnya seperti itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan tentang kita...", ucap Kim Lee Park.


"Tapi tetap tidak mengubah takdir diantara kita karena bagiku takdirmu adalah kau harus memberikan ragamu kepadaku, Kim Lee Park", sahut pria kembar.


"Tidak mungkin itu terjadi karena aku tidak akan pernah menyerahkan ragaku padamu yang hanya sekedar bayangan ilusi", ucap Kim Lee Park.


"Tapi semuanya mungkin saja terjadi, Kim Lee Park", sahut pria yang mirip dengan Kim Lee Park.


"Tidak ada yang tidak mungkin memang di dunia ini tetapi kau hanya perlu mengingat bahwa kita tercipta berbeda dari dunia yang juga berbeda...", tegas Kim Lee Park.


Kim Lee Park berdiri tegak dihadapan pria yang menyerupai wajahnya itu sembari menatapnya tajam sedangkan pria kembar memundurkan dirinya menjauh ke arah belakang, kembali pada barisan para pemain basket yang jumlahnya ribuan.

__ADS_1


Pria kembar itu berdiri sejajar bersama barisan para pemain basket seraya berteriak lantang kepada Kim Lee Park.


"Hal terbodoh yang pernah aku temui dari pria sepertimu adalah kau tidak mengenal sejatinya dirimu sendiri Kim Lee Park ! Karena aku akan menjelaskannya padamu siapakah dirimu yang sebenarnya !!!"


Kim Simon hanya terdiam ketika pria yang mirip wajahnya dengannya mengatakan hal yang merupakan sebuah sindiran.


"Yang paling mengerti aku adalah aku sendiri karena bagiku mengerti diriku itu mutlak !", sahut Kim Lee Park.


"Mengagumkan sekali ! Sayangnya semua hanya tipuan, bukan ???", ucap pria kembar tersenyum lebar.


"Dan yang kau perlu tahu bahwa hewan paling berbahaya didunia ini adalah sejatinya teman palsu !", sahut Kim Lee Park lantang.


"Apa !?", ucap pria kembar bergetar hebat.


Saat Kim Lee Park mengatakan hal yang membuatnya tersentak kaget.


"Yah !!!", sahut Kim Lee Park kemudian.


"Kau bercanda...", kata pria kembar pucat.


"Dengarkan ucapanku sekali lagi ! Kau memiliki teman palsu yang semuanya ilusi dan tidak akan pernah sungguh-sungguh ada untukmu !!! Sebab itu aku katakan bahwa temanmu palsu !!!", jawab Kim Lee Park.


Pria kembar menjadi marah mendengar ucapan Kim Lee Park kepadanya lalu diangkatnya kedua tangannya ke atas dengan tinggi-tinggi.


"Berhentilah membuatku marah !!!", teriak pria kembar dengan kedua mata berkilat-kilat.


Kedua tangan pria yang wajahnya menyerupai Kim Lee Park mengeluarkan sinar cahaya terang yang berangsur-angsur berubah membentuk bola api yang menyala-nyala.


"Aku sudah memperingatkanmu bahwa aku tidak akan melepaskanmu dan berjanji akan merebut ragamu untuk aku kuasai, Kim Lee Park !", ucap pria kembar.


"Benarkah ???", sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park menengadahkan pandangannya ke arah pria kembar seraya menyunggingkan senyum tipis di wajahnya.


"Bagiku semua tidak ada artinya... Terkadang bukan seseorang yang berubah tapi bisa jadi selama ini dia hanya berganti topeng palsu...", ucap Kim Lee Park.


"Kau mengatakannya dengan sungguh-sungguh ? Atau itu sekedar lelucon yang kamu ciptakan agar aku sedikit tersenyum ?", sahut pria kembar.


"Tidak ! Karena aku mengatakannya dengan sungguh-sungguh...", ucap Kim Lee Park.


"Dan kau berhasil memancing emosiku untuk merebut ragamu darimu, Kim Lee Park", kata pria kembar.


"Coba saja kalau kau mampu melakukannya !", sahut Kim Lee Park.


"Jangan salahkan aku jika kau akhirnya menyesali semua keputusanmu karena sudah terlambat untuk mundur", kata kembaran Kim Lee Park.


"Semua terserah padamu...", ucap Kim Lee Park menyahut.


Tidak terlihat keraguan sedikitpun dari raut wajah Kim Lee Park ketika dia menghadapi ujian di dalam lubang hitam yang memunculkan adanya seseorang yang wajahnya sangat mirip sekali dengan dirinya.

__ADS_1


Kim Lee Park berdiri tegar saat kembarannya melayangkan bola api ke arahnya tanpa ragu, bernyali besar saat menghadapi segala bahaya serta ujian yang mungkin saja akan menghancurkannya.


__ADS_2