ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 49 Keanehan


__ADS_3

Chun Cha terdiam sambil mengucapkan kalimat mantra dari bibirnya yang merah merekah.


Kedua matanya terpejam rapat saat Chun Cha mengangkat kedua tangannya ke arah atas seraya membentuk sebuah formasi garis-garis berbentuk prisma.


Saat tangannya memancarkan sinar cahaya terang dari arah garis-garis prisma, pemandangan di dalam lubang hitam berangsur-angsur berubah.


Mulai terlihat bentuk pemandangan luas yang terbentang di sekitar area Chun Cha.


Lubang hitam yang awalnya seluruhnya menghitam serta diliputi oleh kabut tebal berwarna hitam perlahan-lahan berubah menjadi area Padang rumput yang luas.


Chun Cha membuka mata lalu menatap ke arah Padang rumput dihadapannya.


Tubuh Chun Cha pelan-pelan turun dengan kedua tangan tetap mengarah ke depan serta memancarkan sinar cahaya terang.


"Akhirnya lubang hitam ini berubah, aku mengira jika ini semua adalah tipuan di dalam lubang hitam", ucap Chun Cha.


Pada saat kedua kakinya menyentuh tanah, seluruh permukaan tanah di Padang rumput seketika berubah menjadi kumpulan taman penuh bunga yang bermekaran indah.


"Woaaaahhh... !? Menakjubkan sekali... !", gumam Chun Cha kagum.


Chun Cha memperhatikan keadaan sekitarnya dengan perasaan damai serta bahagia saat kumpulan taman penuh bunga menghiasi area di dalam lubang hitam yang telah berubah pemandangannya.


Aroma wangi bunga tercium dari arah taman bunga yang bertiup sepoi-sepoi ke arah Chun Cha.


Chun Cha melangkahkan kakinya sepanjang area taman bunga seraya tersenyum senang menyaksikan keindahan alam yang ada disekitar tempat itu.


Tak pernah Chun Cha menduga akan melihat pemandangan alam seindah ini, seolah-olah dia tengah berada di sebuah taman surga.


Langkah Chun Cha terhenti saat dia melihat kumpulan burung merpati terbang beriringan ke arahnya.


"Burung merpati... ?", gumam Chun Cha tertegun.


Sejumlah burung merpati yang terbang bergerombol lalu membentuk pola bentuk tubuh sosok manusia.


Kumpulan merpati kemudian berubah menjadi wujud seorang wanita cantik berpakaian yang sama dengan Chun Cha bahkan seluruh penampilannya dari ujung kepala hingga ujung kaki semuanya sama dengan Chun Cha.


Wanita cantik berhanbook putih serta Jokduri putih menghiasi rambutnya yang tertata rapi mulai tersenyum kearah Chun Cha yang hanya berdiri termenung.


"Selamat datang di dimensi lain, puteri Chun Cha", sapa wanita cantik dihadapan Chun Cha.

__ADS_1


Wanita cantik itu juga mengenakan selendang yang menjuntai ke arah bawah serta melambai-lambai tertiup angin.


Melayang diam di antara kumpulan bunga-bunga yang bermekaran indah seraya terus tersenyum ke arah Chun Cha.


"Perkenalkan namaku Hyun Ok", ucap wanita cantik ramah.


"Hyun Ok !?", sahut Chun Cha. "Bagaimana kau bisa tiba-tiba muncul di tempat ini ?", sambungnya.


"Aku adalah jelmaan merpati putih penunggu taman bunga ini", ucap Hyun Ok.


"Penunggu taman bunga !? Benarkah ?", jawab Chun Cha ragu.


Chun Cha mulai berpikir tentang kehadiran Hyun Ok yang berada di taman bunga di dalam lubang hitam ini.


Keanehan dirasakan oleh Chun Cha saat bertemu dengan wanita cantik yang mirip penampilannya dengan dirinya.


"Darimana asalmu ?", kata Hyun Ok.


"Dari masa 600 tahun yang lalu...", sahut Chun Cha.


"Benarkah ? Sulit dipercaya jika kau berasal dari masa ratusan tahun silam, sungguh hal yang tak terduga olehku !?", ucap Hyun Ok.


"Bukan aku tidak percaya dengan ucapan mu tetapi aku merasa aneh saja karena kau masuk dan berada di taman bunga ini, puteri Chun Cha", ucap Hyun Ok.


"Dan bagaimana kau bisa tahu namaku ?", tanya Chun Cha.


"Itu mudah bagiku sebagai seorang penunggu taman bunga ini karena aku akan segera mengenali setiap orang yang datang ke tempat ini dengan sekali melihatnya", sahut Hyun Ok.


Hyun Ok masih berdiri melayang di antara kumpulan bunga-bunga bermekaran disekelilingnya seraya pandangan mata lurus mengarah ke Chun Cha yang berdiri tak jauh darinya.


Senyum mengembang selalu menghiasi wajah wanita cantik bernama Hyun Ok saat dia melihat ke arah Chun Cha.


Entah apa yang ada di dalam pikirannya tetapi keanehan mulai terjadi di sekitar area taman bunga.


Hembusan angin mulai bertiup kencang menyibakkan helai-helai bunga yang bermekaran indah disekitar area taman.


Mulai terdengar suara gemuruh dari arah belakang Hyun Ok berdiri.


Chun Cha yang mulai menyadari keanehan disekitarnya, meningkatkan kewaspadaannya terhadap Hyun Ok.

__ADS_1


Awan hitam mulai berarak cepat menyelimuti seluruh area taman bunga di sekeliling mereka, disertai oleh kilatan cahaya petir di atas keduanya.


"Apa yang terjadi ?", ucap Chun Cha.


Hyun Ok hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan dari Chun Cha, bersamaan itu tubuh Hyun Ok memancarkan cahaya terang benderang berwarna putih disertai gemuruh angin topan.


Taman bunga yang tadinya terlihat sangat indah dan asri langsung berubah porak-poranda karena tiupan angin topan yang berhembus kencang di sekitar area taman.


Chun Cha terhenyak kaget ketika melihat pemandangan yang mengerikan terjadi di hadapannya.


Kumpulan bunga-bunga yang berhamburan serta berserakan di udara serta diiringi oleh dinginnya angin kencang yang menerbangkan setiap benda yang ada di sekitarnya menambah suasana di area taman bunga semakin mengerikan.


"Ada apa denganmu ? Kenapa keanehan ini terjadi ?", tanya Chun Cha.


Hyun Ok hanya menjawab dengan tawa yang keras serta tubuh memancarkan sinar cahaya yang terasa sangat panas.


Angin topan terus bertiup kencang disekeliling taman bunga. Dan udara panas disekitar semakin bertambah panas membakar.


Chun Cha melangkah mundur, kembali kedua telapak tangannya mengeluarkan sinar cahaya terang berkilauan serta berwarna-warni.


Membentuk pola prisma dengan garis-garis yang saling bersilangan lalu berubah menjadi kubah pelindung di sekitar Chun Cha.


"Siapa sebenarnya wanita itu ? Bagaimana dia bisa hidup dan tinggal di dalam lubang hitam ini ?", ucap Chun Cha.


Kubah pelindung menahan tiupan angin topan yang berhembus kencang ke arah Chun Cha yang berada di dalam pelindung buatannya.


Chun Cha terus berusaha menahan laju angin topan yang bertiup keras dengan kedua tangannya yang memancarkan cahaya terang.


"Aku harus bisa menghilangkan angin topan ini karena aku masih harus mencari Kim Simon sebelum lubang hitam ini menghilang dari rumah baru Kim Simon", ucap Chun Cha.


Chun Cha menengadahkan kepalanya ke arah atas seraya bergumam pelan seperti membaca mantra.


"Semoga Haneul segera mengerti dan menyadari keadaan yang terjadi di sana, dan mengerti apa yang harus dia lakukan", kata Chun Cha.


Muncul kipas ajaib milik Chun Cha yang berputar-putar melayang di udara lalu bergerak cepat ke arah gadis berhanbook hitam itu.


"Buchae ! System Buchae diaktifkan !", ucap Chun Cha sambil meraih kipas ajaib yang terbang ke arahnya.


Tubuh Chun Cha kembali terbang melayang di udara lalu berputar-putar cepat membentuk pola lingkaran dengan disertai oleh kilatan cahaya pelangi yang memancar kuat hingga keluar dari dalam kubah pelindung.

__ADS_1


__ADS_2