ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 55 Hadirnya Cheonsa


__ADS_3

Kartu Doummal yang berada di depannya langsung bercahaya terang menarik Chun Cha masuk ke dalam kartu Doummal milik Kim Lee Park.


Saat Chun Cha berada di dalam kartu Doummal, dia melihat dirinya diantara kumpulan awan-awan berwarna merah muda tengah berarak melewati dirinya.


Chun Cha terkesiap saat melihat sesosok pria sedang duduk bersila di atas awan sambil mengisap Namcho atau Namryeongcho.


"Cheonsa... !?", gumam Chun Cha gelisah.


Chun Cha langsung memucat ketika dirinya melihat ke arah sesosok pria berpakaian Hwarot serba hitam serta berambut panjang tengah duduk di atas awan dan di arah belakangnya semburat pelangi berwarna indah tergambar sebagai latar belakangnya.


"Apa kabar mu, sayang ?", sapa Cheonsa.


"Ba-baik... !?", sahut Chun Cha dengan bibir bergetar.


"Lama tidak bertemu, hampir dua dasa warsa lamanya...", ucap Cheonsa.


Chun Cha terdiam lalu mengingat bahwa perhitungan di bumi dan di langit sangatlah berbeda karena seminggu seperti satu dasa warsa lamanya.


"Tidak selama itu", sahut Chun Cha. "Kau salah perhitungan, Cheonsa", sambungnya.


"Benarkah !? Tapi yang aku hitung kira-kira sejumlah satu dasa warsa, sayang", sahut Cheonsa.


"Yah, terserah padamu kalau kau ingin seperti itu...", ucap Chun Cha.


"Lalu bagaimana perkembanganmu di bumi ? Apa suamimu itu sudah menunjukkan tanda-tanda jatuh cinta padamu atau setidaknya menaruh rasa suka ?", sambungnya.


Pria bernama Cheonsa dengan Hwarot serba hitam menoleh ke arah Chun Cha setelah menghembuskan asap Namcho dari mulutnya yang berwarna merah muda.


Penampilan Cheonsa memang terlihat gagah dengan Hwarot hitamnya sedangkan wajahnya yang tampan tampak jelita.


"Masih ada waktu, bukankah masa reinkarnasiku tinggal tiga puluh hari ? Dan ini masih berjalan seminggu !?", sahut Chun Cha.


"Tiga puluh hari ???", kata Cheonsa.


Pria tampan rupawan itu mengangkat kedua alisnya ke atas sambil menatap serius ke arah Chun Cha.


"Tidakkah kau tahu jika masa reinkarnasimu sangatlah singkat !? Tiga puluh hari tidaklah lama dan waktumu tinggal tiga minggu lagi untuk menyelesaikan misimu membuat suamimu jatuh cinta padamu kembali...", kata Cheonsa.


Cheonsa berdecak keras sambil membuang Namcho dari tangannya.


"Seharusnya kau berpikir, Chun Cha...", lanjut Cheonsa.


Keduanya sama-sama terdiam.


Cheonsa menghela nafas panjangnya seraya mendongakkan kepalanya ke atas.


"Coba kau renungkan kembali masalah ini... Berpikirlah dengan akal sehatmu dan coba kau ukur kewarasanmu, Chun Cha", ucap Cheonsa.


Chun Cha masih terdiam dan hanya tertunduk.


"Tiga puluh hari !? Lalu sekarang tinggal tiga minggu lagi !? Dan waktu reinkarnasimu sudah mencapai batas akhir karena sudah seratus kali kau bersedia bereinkarnasi hanya untuk seorang pria", kata Cheonsa.

__ADS_1


Chun Cha masih terdiam sedangkan kedua tangannya gemetaran.


Suara lonceng masih berdengung nyaring disekitar mereka, bunyi yang selalu hadir di setiap datangnya sosok Cheonsa.


Malaikat reinkarnasi yang juga merupakan malaikat pendamping Chun Cha.


Cheonsa selalu tinggal di atas ubun-ubun Chun Cha dan terkadang pergi ke langit jika malaikat itu tidak lagi merasa dibutuhkan. Dan setiap kedatangannya dia akan langsung muncul tiba-tiba disertai rasa nyeri di atas ubun-ubun Chun Cha.


Kehadirannya akan selalu diiringi oleh bunyi suara lonceng yang berdengung keras.


KLUNG... KLANG... KLUNG... KLANG...


Masih menggema suara lonceng disekitar mereka namun lama kelamaan bunyi itu mulai mereda seiring lamanya kehadiran Cheonsa.


"Seminggu seharusnya kau sudah mendapatkan hasilnya tapi aku melihat dari atas ubun-ubunmu, masih tidak ada perkembangan pada pria yang kau anggap suamimu", kata Cheonsa.


"Butuh waktu bagi kami untuk kembali dekat, masa diantara kami cukuplah panjang sekitar 600 tahun lamanya kami berjumpa lagi", sahut Chun Cha.


Chun Cha mencoba membela dirinya atas tidak adanya perkembangan dari misinya dalam menjalani masa reinkarnasinya.


"Tinggal tiga minggu lagi ! Kau seharusnya menyadari karena waktumu hanya tinggal tiga minggu lagi untuk bertahan hidup setelah kau menghabiskan umurmu hanya untuk bereinkarnasi sebanyak seratus kali, Chun Cha !!!", ucap Cheonsa.


Chun Cha hanya terdiam dengan wajah tertunduk sedih.


"Bayangkan saja kau melakukan kebodohan mutlak dan membiarkan waktu hilang seminggu dengan sia-sia sedangkan waktu mu hanya tinggal tiga minggu lagi !!!", kata Cheonsa masih tidak mereda emosinya.


"Apapun akan aku lakukan demi cintaku padanya...", ucap Chun Cha.


Cheonsa terperangah kaget seraya menatap Chun Cha dengan tatapan sendu.


"Aku tidak bisa membiarkannya tanpa kebahagian...", sahut Chun Cha.


"Apa tujuanmu sebenarnya ?", tanya Cheonsa.


"Aku ingin melihatnya bahagia", jawab Chun Cha.


"Kalau begitu tinggalkan dia ! Biarkan dia hidup baru tanpamu ! Mungkin itu yang dia inginkan setelah masa kematiannya di masa lalu...", ucap Cheonsa.


Chun Cha tertegun, kata-kata Cheonsa mampu memukul telak dirinya.


Harga dirinya menghilang bagaikan tertiup angin sedangkan jiwanya terpukul sakit oleh ucapan sang malaikat.


Mendadak seluruh badannya menjadi lemas hingga dirinya merasakan kedua kakinya tak mampu menyanggah tubuhnya lagi.


Chun Cha jatuh terduduk lunglai di atas awan-awan yang mengelilingi area sekitarnya.


Raut wajahnya sendu serta berubah pucat sedangkan kedua tangannya bergetar kencang hingga suhu tubuhnya menjadi dingin sedingin es.


"Apa tujuanmu hanya untuk mencari kebenaran akan kematiannya tapi jika kau akhirnya mengetahuinya alasan kematiannya akankah kau menerimanya ?", ucap Cheonsa.


Ucapan Cheonsa mampu mengguncang diri Chun Cha hingga gadis dari masa Joseon, 600 tahun yang lalu itu menangis.

__ADS_1


Cheonsa terdiam tapi malaikat pendamping itu tidak memiliki hati kejam untuk melihat penderitaan gadis malang itu.


Dia turun perlahan-laham lalu bergerak pelan dengan tubuh melayang ke arah Chun Cha.


Duduk berjongkok tepat dihadapan gadis berhanbook hitam dengan hiasan jokdori di atas kepalanya.


Dia berkata dengan lembutnya...


"Jangan menangis karena air matamu sangatlah berharga, sayang...", bisik Cheonsa.


HIKS... HIKS... HIKS...


Suara tangisan Chun Cha terdengar tersedu-sedu ketika Cheonsa berada didekatnya.


"Aku tidak tega harus melihatmu sesedih ini, seharusnya kau tidak ditakdirkan sendirian menerima derita seberat ini untuk menjalani masa reinkarnasimu", ucap Cheonsa.


Malaikat berwajah tampan yang selalu mengenakan Hwarot serba hitam itu lalu mengusap lembut kepala Chun Cha.


"Butuh ribuan tahun bahkan jutaan kali nya untuk mengembalikan masa yang hilang menjadi penuh keindahan tapi kau mensia-siakan waktu indahmu untuk dirimu sendiri hanya menuruti rasa pensaranmu demi seseorang yang tidak lagi mencintaimu atau mungkin dia tidak pernah mencintaimu", ucap Cheonsa.


Chun Cha semakin keras menangis sedangkan tubuhnya mulai bercahaya terang seiring rasa sedih yang ada di dalam hatinya.


"Seharusnya kau menggunakan sisa waktumu untuk memperlama masa reinkarnasimu yang tinggal tiga puluh hari lagi bukannya melakukan hal aneh, Chun Cha", ucap Cheonsa.


Cheonsa menghapus linangan air mata gadis cantik itu dengan usapan ujung jari-jemari tangannya yang halus lembut.


Namun, itu semua tidak meredakan tangisan Chun Cha bahkan hati gadis itu bertambah terluka.


"Apakah kau yang mengirim Haneul kemari ?", ucap Chun Cha.


Cheonsa terdiam menatap serius Chun Cha yang ada dihadapannya.


"Haneul !?", sahut Cheonsa. "Siapa dia ???", sambungnya.


"Apa kau tidak mengenalnya ?", sahut Chun Cha.


"Tidak ? Tapi..., tu-tunggu..., tunggu sebentar ! Haneul ? Haneul ???", ucap Cheonsa.


Cheonsa mencoba mengingat-ingat kembali lalu mendongakkan kepalanya ke atas seraya berpikir sesuatu.


"Haneul, ya ???", gumam Cheonsa.


"Iya, Haneul, hantu gentayangan yang berasal dari masa yang sama denganku... Apakah kamu mengirimkannya kemari tapi untuk apa dia menemui Kim Lee Park ?", kata Chun Cha.


Tiba-tiba Cheonsa langsung berseru keras sambil menepuk keras telapak tangannya dengan tangannya yang lainnya.


"Haneul ! Pria yang dulunya seorang penyair di masa Joseon itu ! Memilih mati bunuh diri karena cintanya tak terbalaskan oleh gadis bangsawan yang menikah dengan orang lain pilihan keluarganya...", sahut Cheonsa.


"Dia seorang penyair ???", ucap Chun Cha.


"Yah, benar sekali. Dan aku baru mengingatnya dengan Haneul !", ucap Cheonsa.

__ADS_1


Cheonsa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya cepat sembari duduk disebelah Chun Cha dengan tertawa pelan sedangkan Chun Cha tidak mengerti dengan sikap Cheonsa yang berubah aneh dan terlihat sangat misterius ketika dirinya bertanya mengenai sosok Haneul.


Haneul, pria yang berwajah sangat tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya yang tiba-tiba hadir dalam hidup Chun Cha saat dia menjalani masa reinkarnasinya untuk mendapatkan cinta Kim Lee Park, suaminya dari masa 600 tahun yang lalu.


__ADS_2