
Malam itu terdengar bunyi derap kaki sepanjang jalan di luar kamar yang hilir mudik memecah kesunyian.
Sesekali suara orang bercakap-cakap serius dari arah luar.
Cheonsa mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar yang tertutup rapat, terlihat bayangan dari arah pintu yang bergerak-gerak.
Malaikat reinkarnasi itu mengerutkan keningnya saat menyadari ada orang di balik pintu kamar.
Terdiam sesaat sambil terus memperhatikan keadaan dari dalam kamar.
TAP... ! TAP... ! TAP... !
Suara langkah kaki kembali terdengar berderap sepanjang jalan.
"Sudah saatnya...", ucap gadis pengantin.
Cheonsa menolehkan kepalanya ke arah gadis pengantin dengan tatapan serius.
"Apa maksudmu ?", sahut Cheonsa.
Gadis pengantin Chun Cha tersenyum tipis saat Cheonsa menanyakannya.
Diangkatnya cangkir kecil di tangannya seraya berkata pelan pada Cheonsa yang duduk di depannya.
"Ini adalah hari pernikahanku, Cheonsa...", ucap gadis pengantin.
Gadis pengantin Chun Cha lalu menegak habis minumannya.
"Jadi hari ini waktunya kau akan menikah dengannya, masih ada kesempatan bagimu untuk melarikan diri, Chun Cha", kata Cheonsa.
KLAK... !
Bunyi cangkir beradu keras di atas meja saat gadis pengantin Chun Cha meletakkannya.
"Lari ?", tanya gadis pengantin dengan tatapan nanar.
"Iya, benar... Kenapa kau tidak kabur saja dari acara pernikahan ini ? Kau tahu jika ini adalah kesempatanmu menahan tragedi itu terjadi lalu kenapa kau tidak melakukannya agar hal dimana Kim Lee Park meninggal tidak terjadi ?", sahut Cheonsa.
Giliran tatapan Cheonsa yang terlihat tajam saat memandang gadis pengantin Chun Cha yang duduk di depannya sedang menatap dirinya.
"Maksudmu !? Aku yang harus menggagalkan tragedi itu terjadi !?", kata gadis pengantin Chun Cha.
"Tentu, kau yang seharusnya melakukannya agar peristiwa tragis itu tidak terjadi di malam pernikahan mu", sahut Cheonsa.
"Aku ???", ucap gadis pengantin Chun Cha seraya berkedip-kedip.
"Iya, lalu siapa yang harus melakukannya ? Aku ? Tidak mungkin aku yang menahannya tapi kamu karena kamu telah mengetahui kejadian itu akan terjadi, Chun Cha...", kata Cheonsa.
"Tidak mungkin !", sahut gadis itu.
Gadis pengantin Chun Cha lalu tertawa pelan seraya melambaikan tangannya ke depan, menandakan dirinya menolak.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin lari dari pernikahan ini, Cheonsa", kata gadis pengantin kaget.
"Tapi inilah kesempatanmu untuk melarikan diri dari malam pernikahan mu, bukankah kau sudah tahu peristiwa itu bakal terjadi nantinya", ucap Cheonsa.
"Lari !?", sahut gadis penganti Chun Cha mengulangi perkataannya lagi. "Tapi kemana aku harus lari ? Aku tidak tahu arah di kota ini ?", sambungnya polos.
"Kemana saja, jauh dari tempat ini yang penting kabur, melarikan diri", ucap Cheonsa serius.
"Lalu bagaimana dengan acara pernikahan ku nanti ? Keluarga ku akan mengejarku dan mencariku kemanapun aku pergi, sia-sia !", sahut gadis pengantin Chun Cha.
"Jika kau lari maka acara pernikahan mu akan gagal dan petaka buruk itu tidak terjadi, dia selamat dari tragedi naas itu dan kau bisa memulai hidup baru dengan bahagia", ucap Cheonsa.
"Tapi keluarga ku akan memburuku dan saat mereka menemukan ku maka pernikahan itu tetap akan dilaksanakan sebagai titah raja", kata gadis pengantin Chun Cha.
"Itu tidak akan terjadi", sambung Cheonsa.
Gadis pengantin tertegun sesaat ketika Cheonsa mengatakan tentang ide-nya agar dirinya segera melarikan diri dari acara pernikahannya.
"Akan ada perang besar diantara kedua belah pihak keluarga, hal yang tidak dapat aku hindari ataupun aku paksakan selama ini untuk lari dari ini semua", sahutnya murung.
Gadis pengantin menundukkan pandangannya ke arah meja dengan tatapan sendu sembari memainkan ujung cangkir dengan jari-jari tangannya yang lentik.
"Perang ? Hmm..., jalan terakhir yang selalu diambil untuk menyelesaikan masalah bukan membuat masalah menjadi mudah tetapi justru memperuncing masalah menjadi besar...", ucap Cheonsa.
"Hal yang akan selalu terjadi dalam setiap kehidupan keluarga kerajaan setiap menghadapi suatu masalah yang dianggap pelanggaran", kata gadis pengantin Chun Cha.
"Apakah alasan itulah yang membuatmu tidak melarikan diri dari masalah ini ?", tanya Cheonsa.
"Iya, aku berusaha agar perang tidak terjadi karena diriku...", sahutnya sedih.
Gadis pengantin Chun Cha menengadahkan kepalanya ke arah Cheonsa dengan tatapan terkejut.
Terperangah saat mendengar jawaban Cheonsa yang meyakinkan dirinya bahwa hal itu tidak akan terjadi.
Gadis pengantin Chun Cha beranjak berdiri dengan cepat, terhuyung-huyung karena kebanyakan minum serta hampir terjatuh jika dirinya tidak segera cepat-cepat menyeimbangkan tubuhnya saat dia berdiri.
Sorot matanya tajam dan nanar tapi dia tetap berusaha menjaga sikapnya sebagai seorang bangsawan.
"Jika demikian... Bawalah aku lari bersamamu dari tempat ini...", ucapnya.
Cheonsa terdiam tetapi pandangannya lurus tertuju pada gadis pengantin yang berdiri dengan sempoyongan.
"Kau siap untuk melakukannya ?", kata Cheonsa kemudian.
"Tentu saja, aku siap melakukannya. Bukankah kau sendiri yang menganjurkannya padaku agar aku melakukannya agar tragedi naas itu tidak terjadi pada Kim Lee Park", ucapnya serius.
Cheonsa lalu tersenyum seraya menundukkan wajahnya.
"Kenapa ? Apa kau berubah pikiran ?", ucap gadis pengantin Chun Cha.
"Tidak !", sahut Cheonsa sembari menggelengkan kepalanya cepat.
__ADS_1
"Lantas apalagi yang harus kita tunggu sekarang ? Bukankah ini kesempatannya untuk kita lari ?", kata gadis pengantin Chun Cha.
"Namun masa reinkarnasi mu akan berubah jalannya...", ucap Cheonsa.
"Berubah !?", kata gadis itu termenung.
"Kisah di saat kamu bereinkarnasi ke masa depan akan seluruhnya berubah total, tidak lagi seperti kisahmu sebelumnya dan semua akan menjadi berbeda", ucap Cheonsa.
"Apakah aku akan tetap menjalani masa reinkarnasi itu ? Bukankah aku telah menebusnya dengan pergi dari pernikahan itu ?", tanya gadis pengantin Chun Cha.
Ekspresi gadis pengantin Chun Cha berubah drastis menjadi murung serta bingung dengan apa yang diucapkan oleh Cheonsa.
Membuatnya bertambah bimbang serta ragu untuk melarikan diri dari hari pernikahannya yang sebentar lagi akan dimulai beberapa menit lagi.
"Reinkarnasi yang dulu kamu jalani terpaksa tetap kamu lewati karena hal itu tidak dapat di tangguhkan dan tetap terjadi, hanya saja ceritanya akan berubah total", sahut Cheonsa.
"Berubah total !?", kata gadis pengantin Chun Cha bertambah bingung.
"Dan apakah kau akan siap untuk menghadapinya ?", tanya Cheonsa.
"Aku tidak mengerti dengan yang kau katakan, Cheonsa", sahutnya.
"Aku bertanya padamu sebelum aku membantumu lari dari pernikahan ini. Apakah kau akan menerima segala keputusan yang akan terjadi di masa depan di saat kau menjalani masa reinkarnasimu ?", ucap Cheonsa.
"Apakah aku siap ? Maksudmu, siap akan hal apa ? Aku benar-benar tidak memahaminya, aku bingung, Cheonsa !", kata gadis pengantin Chun Cha.
Gadis yang tengah mengenakan gaun pengantin tradisional Korea terlihat kebingungan, wajahnya berubah memucat serta tegang.
"Katakan saja jika kau siap ! Tidak perlu bertanya apapun lagi ! Apakah kau paham dengan perkataanku ?", ucap Cheonsa.
"A-apa !?", kata gadis pengantin Chun Cha gugup.
"Katakan saja "SIAP !" maka semuanya akan selesai !", lanjut Cheonsa.
"Ak-aku tidak mengerti !? Sungguh ! Aku tidak mengerti yang kau ucapkan itu, Cheonsa !", sahutnya panik.
"Katakan "SIAP !!!", ucap Cheonsa setengah berteriak.
"Apa !?", gumam gadis pengantin Chun Cha terkejut. "Aa-apa !?", sambungnya.
Gadis pengantin Chun Cha semakin terdesak dan terpojok, membuatnya bertambah kebingungan dengan jawabannya sendiri yang tidak tahu harus mengantakan apa pada sang malaikat.
"Aku tidak mengerti ! SIAP !", pekiknya.
Memalingkan wajahnya saat berkata keras sedangkan kedua tangannya terarah ke depan wajahnya sembari dia tangkupkan erat-erat.
Sebuah tangan meraih tangannya dengan cepat lalu menariknya keluar dari dalam kamarnya.
Gadis pengantin Chun Cha terhenyak keras saat menyadari seseorang menarik tangannya kuat-kuat, dia menolehkan pandangannya ke muka.
Melihat Cheonsa sedang terbang melayang pelan di depannya sambil menggandeng tangannya sedangkan salah satu tangannya yang lain menggendong tubuh dirinya yang lainnya.
__ADS_1
Mereka berlari sepanjang jalan di depan area kamar dengan sangat cepatnya, melayang di udara.
Hembusan angin kencang menerpa wajah gadis pengantin Chun Cha saat Cheonsa membawanya pergi dari kediaman keluarga besar Kim Lee Park menuju keluar.