ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 64 Tertahan


__ADS_3

Cheonsa terus bergerak melayang keluar dari area tempat kediaman keluarga Kim Lee Park, membawa serta dua perempuan yang sama-sama bernama Chun Cha.


Satu gadis pengantin Chun Cha sebelum dia bereinkarnasi dan satunya lagi adalah Chun Cha yang sudah bereinkarnasi seratus kalinya hanya untuk seorang laki-laki bernama Kim Lee Park.


Malaikat reinkarnasi itu hanya bisa mendesah panjang saat menyadari bahwa tugas yang dia emban sangatlah berat, mengingat dia harus membantu Chun Cha melewati masa Reinkarnasinya dengan sukses sedangkan waktu yang ada hanya tersedia tiga puluh hari saja. Dan kini waktu yang tersisa tinggal dua Minggu.


Cheonsa berusaha membantu Chun Cha yang masih hidup di masa enam ratus tahun yang lalu untuk menghentikan waktu terjadinya tragedi buruk pada malam pernikahannya agar Kim Lee Park tidak meninggal di malam itu.


Tubuh Cheonsa melesat cepat melewati berbagai bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya dengan menggandeng tangan gadis pengantin Chun Cha dan tangan lainnya menggendong tubuh Chun Cha yang lainnya yang sedang tertidur pulas.


Dua gadis bernama Chun Cha dan sama-sama berasal dari masa enam ratus tahun yang lalu.


Angin kencang bertiup mengiringi perjalanan mereka saat mereka melarikan diri dari hari pernikahan Chun Cha dan Kim Lee Park.


WUNG... ! WUNG... ! WUNG... !


Terdengar suara keras berdengung kencang disekeliling mereka saat perjalanan menuju keluar kota.


"Berhenti !!!", teriak seseorang dari arah belakang.


Cheonsa terdiam sejenak saat mendengar suara keras dari arah belakang, sepertinya dia pernah mendengar suara itu.


Tubuhnya langsung bergidik ngeri ketika mendengar bunyi nyaring dari suara lonceng yang bergemerincing.


Hembusan angin meniup pelan menerpa wajah tampan Cheonsa, melambaikan helaian rambutnya secara lembut.


"Kau Cheonsa, bukan ?", tanya suara itu dari arah belakang Cheonsa.


Cheonsa masih terdiam tanpa berpaling ke arah datangnya suara yang terdengar familiar baginya.


"Kenapa kau diam ? Aku bertanya pada mu, apakah kau seorang Cheonsa ?", tanya suara itu lagi.


Cheonsa melirikkan matanya ke arah samping saat lonceng berbunyi semakin nyaring disertai munculnya sesosok pria bertubuh tegap berjalan mendekati dirinya.


CRING... ! CRING... ! CRING... !


Pria itu melangkahkan kakinya diiringi oleh bunyi lonceng.


"Darimana asal langit mu ?", tanya pria itu kembali.


"Langit ketujuh...", sahut Cheonsa.


Cheonsa menjawabnya dengan tatapan tertunduk tetapi pandangan matanya masih tertuju ke arah samping.


"Malaikat reinkarnasi dari langit ketujuh !? Bagaimana kau bisa berada di sini, untuk apa ?", tanya pria itu selidik.


Cheonsa menolehkan kepalanya ke arah pria berbadan tegap yang berjalan ke sampingnya dengan diiringi oleh bunyi lonceng.


"Kau !?", ucap pria yang wajahnya sebagian tertutup oleh kain.

__ADS_1


"Apa kabarmu, malaikat Lubi ?", sahut Cheonsa.


Cheonsa membalikkan badannya menghadap ke arah malaikat penjaga langit kedua yang berdiri di hadapannya dengan membawa lonceng.


" Hwansaenghan Cheonsa !!!", ucap pria berbadan tegap bernama Lubi itu.


Pria itu tersentak kaget ketika Cheonsa membalikkan badannya ke arah dirinya seraya tersenyum.


"Maafkan aku karena telah menghalangi jalan mu membawa gadis pengantin ini tetapi tugasku harus aku kerjakan sesuai peraturan langit yang ada", lanjut malaikat Lubi.


Cheonsa tertawa saat dia mendengarkan jawaban dari malaikat Lubi yang mencoba mengingatkan dirinya.


"Malaikat Lubi..., maafkan aku telah membuat pekerjaan mu menjadi terhambat karena ulahku tapi aku tidak berdaya untuk itu...", ucap Cheonsa.


"Aku tahu itu, Cheonsa... Dan maafkan aku atas kelancangan yang telah aku perbuat padamu...", sahut malaikat Lubi.


"Tidak, tidak, aku paham dengan pekerjaan mu sebagai malaikat penjaga langit dan kau hanya mengikuti peraturan, bukan keinginan mu untuk melawanku", ucap Cheonsa.


"Sekali lagi maafkan aku, Cheonsa...", jawab malaikat Lubi.


Malaikat berbadan tegap itu lalu menundukkan kepalanya saat dia berhadapan dengan Cheonsa.


"Kenapa kau menahan ku ?", tanya Cheonsa.


"Karena kau membawa gadis itu", sahut malaikat Lubi seraya menunjuk ke arah gadis pengantin Chun Cha.


"Siapa yang kau maksud kan itu ?", tanya Cheonsa berpura-pura tidak mengerti.


"Gadis pengantin yang ada disebelah mu ! Dia !", sahut malaikat Lubi.


Jari telunjuk tangan malaikat Lubi terarah lurus ke arah gadis pengantin Chun Cha yang berdiri dengan menundukkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan mata sang malaikat penjaga langit kedua.


Cheonsa berubah tegang saat malaikat penjaga langit kedua itu menunjuk ke arah gadis pengantin Chun Cha.


Firasat nya mengatakan bahwa malaikat Lubi tengah mengincar gadis pengantin Chun Cha tapi dia hanya tersenyum berupaya mengalihkan perhatian malaikat penjaga langit kedua pada dirinya.


"Apa yang dia lakukan disini ?", tanya malaikat Lubi.


"Siapa ? Dia ?", kata Cheonsa balik bertanya.


"Yah, dia !", sahut malaikat Lubi.


"Aku tidak mengenalnya bahkan aku baru saja berjumpa dengan gadis ini beberapa menit yang lalu saat dia tersesat di sebuah istana", jawab Cheonsa.


"Tersesat !?", ucap malaikat Lubi.


Ekspresi wajah malaikat penjaga langit kedua langsung berubah terkejut ketika mendengar ucapan dari Cheonsa tentang gadis pengantin Chun Cha yang baru saja dia kenal.


"Kau baru mengenal nya ? Tersesat ? Lantas siapa gadis yang ada di gendongan tangan mu ? Apa kau juga tidak mengenalnya ?", tanya malaikat penjaga langit kedua.

__ADS_1


Cheonsa terhenyak kaget mendengar jawaban dari malaikat Lubi.


Posisinya langsung terpojok saat sang malaikat penjaga langit kedua menanyakan tentang sosok Chun Cha yang dia gendong.


Cheonsa hampir melupakan diri Chun Cha yang lainnya dan itu membuatnya menjadi salah tingkah terhadap malaikat penjaga langit kedua atas kelalaiannya.


"Dia ?", ucap Cheonsa.


"Benar !", sahut sang malaikat penjaga langit kedua.


"Astaga ! Aku lupa jika dia adalah gadis reinkarnasi yang datang ke masa depan dari masa enam ratus tahun yang lalu untuk mencari keberadaan suaminya yang dikabarkan telah meninggal di malam pernikahan mereka", ucap Cheonsa.


Cheonsa hanya menyeringai lebar dengan kedua mata terbelalak lebar.


Raut wajah Cheonsa berubah menyeramkan saat dia menatap ke arah malaikat Lubi yang berdiri di depannya.


Namun, genggaman kedua tangannya semakin erat saat menggandeng tangan gadis pengantin Chun Cha serta saat dia menggendong tubuh Chun Cha yang lainnya.


Kedua tangan Cheonsa bergetar hebat hingga gadis pengantin merasakannya.


Gadis pengantin Chun Cha menengadahkan pandangannya ke arah Cheonsa yang wajahnya berubah sangat tegang dan dingin.


Seakan-akan merasakan kegundahan dalam hati sang malaikat reinkarnasi saat berhadapan dengan malaikat penjaga langit kedua.


"Untuk apa kau membawa serta dia ?", tanya malaikat Lubi.


"Untuk apa !? Maksudmu ???", tanya Cheonsa.


"Maafkan aku, Cheonsa..., tetapi aku harus tetap menegakkan hukum langit yang tugasku adalah menyeleksi amal perbuatan manusia dari rasa paling mulia dan dia adalah salah satunya sebelum masa Reinkarnasinya datang di masa depan", sahut malaikat Lubi.


"Yah, aku paham..., aku paham... !", ucap Cheonsa.


Cheonsa menganggukkan kepalanya berulangkali mengisyaratkan bahwa dirinya memahami maksud dari arah pembicaraan malaikat penjaga langit kedua.


"Tapi, maafkan aku juga karena tugas ku sebagai malaikat reinkarnasi harus menolong orang yang kesulitan dan tersesat di jalan hidupnya", kata Cheonsa.


"Namun peraturannya dia tidak dapat pergi bersama mu meninggalkan takdir langit yang telah tertulis untuknya", sahut malaikat Lubi.


"Aku membantunya agar di masa depan dia tidak perlu lagi bersusah-susah melakukan Reinkarnasinya sebanyak seratus kali, menghindari dosa serta kesalahan yang tidak seharusnya dia dapatkan", kata Cheonsa.


"Maafkan aku sekali lagi, tapi hal itu adalah pelanggaran akan garis nasib yang tertulis di tangan gadis itu, dan tugas ku sebagai malaikat penjaga langit kedua untuk meluruskan nya meski aku tahu itu bukanlah dosa yang dia lakukan", sahut sang malaikat Lubi.


Cheonsa menghela nafas panjang seraya mendongakkan kepalanya ke arah atas, menandakan bahwa dirinya ikut merasakan ketidakadilan terhadap hal-hal yang dialami oleh Chun Cha selama hidupnya di masa lalu.


Dosa yang semestinya bukan tanggungan gadis pengantin Chun Cha karena dia tidak pernah menginginkan dosa itu ada dalam hidupnya.


Kesalahan yang dilakukan oleh orang lain karena keegoisan serta rasa keangkuhan akan sesuatu yang bernilai tinggi akan sebuah kehormatan dan harga diri serta nama baik akan reputasi besar telah membuat hidup Chun Cha menjadi tragis hingga akhir hidupnya.


Karma yang seharusnya tidak dia dapatkan karena dosa keluarga besarnya, menyebabkan Chun Cha melewati masa Reinkarnasinya yang begitu panjangnya untuk menebus dosa atas kematian dua laki-laki dalam hidupnya sehingga mengharuskan bagi Chun Cha untuk mempertaruhkan jiwanya saat menjalani masa reinkarnasinya jika dia tidak berhasil melewatinya.

__ADS_1


__ADS_2