
Cheonsa memberikan sebuah kartu pada Chun Cha saat mereka berada di dalam dimensi kartu Doummal.
"Ambillah ini !", ucap Cheonsa.
"Untuk apa kartu ini bagiku ?", sahut Chun Cha.
"Ini kartu pertolongan agar bisa kamu pakai nantinya saat kamu membutuhkannya", sambung Cheonsa.
"Kartu pertolongan !? Kenapa sama persis seperti kepunyaan Kim Lee Park ?", kata Chun Cha terheran.
"Karena ini adalah kartu duplikat dari kartu Doummal yang bisa kamu gunakan untuk membantumu memperpanjang masa reinkarnasimu selama di dunia manusia ini", sahut Cheonsa.
Malaikat berwajah tampan tapi memiliki kecantikan yang sangat sempurna mengulurkan kartu pada Chun Cha yang ada disebelahnya.
Chun Cha terdiam sesaat sambil memandangi kartu dihadapannya.
"Memperpanjang masa reinkarnasi... Apakah itu bukan termasuk pelanggaran dan dosa ?", sahut Chun Cha.
Cheonsa lantas menggelengkan kepalanya lalu tersenyum penuh arti.
"Dosa bisa menjadi sebuah kebaikan kala bertujuan untuk kebaikan, katakanlah bahwa semua ini adalah usaha dari kita untuk mendapatkan yang terbaik", sahut Cheonsa.
Chun Cha meraih kartu dari tangan Cheonsa seraya menatapnya lama.
"Bisakah masa reinkarnasi itu dapat ditangguhkan !?", kata Chun Cha.
"Mungkin karena hal yang tidak mungkin bisa saja terjadi dan menjadi mungkin..., meski terkadang tidak masuk akal...", jawab Cheonsa.
"Tapi tidakkah akan memiliki resiko ataukah ada jaminan lainnya yang memastikan bahwa kartu ini akan berfungsi", kata Chun Cha.
"Berfungsi tidaknya kartu pertolongan ini tergantung padamu sendiri, bukan pada kartu itu melainkan berasal dari keinginan dalam hatimu yang paling terkuat", sahut Cheonsa.
"Jika saja itu tidak terjadi...", ucap Chun Cha.
"Hanya takdir yang akan menjawabnya atas pertanyaanmu itu karena kita hanya bisa berharap tapi Yang Di atas tetaplah yang menentukan akhir dari harapan itu terkabul", lanjut Cheonsa.
"Mungkinkah...", sahut Chun Cha.
Pandangan kedua mata Chun Cha terarah ke bawah sedangkan kedua tangannya menggenggam erat-erat kartu pemberian dari Cheonsa.
"Pakailah kartu pertolongan itu sesuai kemampuan yang ada dan jangan terlalu memaksakan hal yang tidak mungkin", pesan Cheonsa. "Kau paham, Chun Cha !?", sambungnya.
Cheonsa menoleh ke arah Chun Cha sembari memperhatikan tubuh gadis berhanbook hitam itu berguncang kuat.
"Kenapa denganmu ?", tanya Cheonsa.
Chun Cha hanya diam dengan kepala menggeleng pelan.
Secercah cahaya terang benderang keluar kuat dari arah kartu yang dipegang erat oleh Chun Cha hingga tubuhnya gemetaran hebat.
"Cheonsa...", ucap lirih Chun Cha.
Pandangan Chun Cha tertuju kepada Cheonsa yang terlihat panik atas yang terjadi di sekitar gadis cantik itu.
Tiba-tiba pemandangan di sekeliling mereka menjadi gelap.
Semakin menambah panik keduanya saat seluruh area di tempat mereka berada berubah seluruhnya.
__ADS_1
"Ada apa ini !?", ucap Cheonsa.
Cheonsa lalu beranjak berdiri serta memperhatikan keadaan sekitar mereka dengan kebingungan.
Tampak Chun Cha masih terduduk diam di bawah sambil menggengam erat-erat kartu di tangannya yang terus bercahaya terang.
Membuat secercah sinar yang menerangi sekitar area agak menjadi terang.
Muncul sosok bayangan dari balik gelapnya tempat di area mereka, bergerak perlahan-lahan mendekati mereka.
"Siapa ?", tanya Cheonsa waspada.
Hening...
Tidak ada suara jawaban dari datangnya sosok bayangan yang tampak gelap ke arah mereka.
Cheonsa langsung berdiri tepat di depan Chun Cha seperti sedang melindungi keberadaan gadis dari masa 600 tahun silam yang ada dibelakangnya, duduk terdiam dengan gemetaran.
"Siapa kau ? Dari mana asalmu ?", tanya ulang Cheonsa pada sosok bayangan gelap itu.
Masih tidak terdengar suara jawaban dari arah sosok bayangan gelap yang terus bergerak perlahan-lahan mendekati mereka.
"Diam disana !!!", perintah Cheonsa.
Malaikat reinkarnasi itu mengarahkan salah satu tangannya ke depan agar sosok bayangan di depan mereka berhenti.
Namun, sosok gelap itu terus bergerak mendekat.
Tanpa memperdulikan perintah Cheonsa yang menyuruhnya diam dan terus melanjutkan lagi gerakannya ke arah Cheonsa yang berdiri dengan kedua kaki terbuka lebar di hadapan Chun Cha.
"Haneul !?", ucap Chun Cha kaget.
Chun Cha langsung berdiri tertatih-tatih ketika dia melihat kehadiran sosok Haneul yang merupakan arwah penasaran.
"Kapan kau datang kemari ? Lalu siapa yang menjaga pusaran angin di rumah Kim Lee Park ??", kata Chun Cha panik.
Sosok pria yang dipanggil dengan nama Haneul itu tidak menjawab ucapan Chun Cha tapi terus bergerak mendekat lalu berhenti diam di hadapan Cheonsa.
Cheonsa dan Haneul saling menatap lurus dengan sorot mata tajam.
Keduanya sama-sama terdiam dan saling berpandangan satu dengan lainnya tanpa bersuara.
Chun Cha hendak melangkah maju, mendekati sosok Haneul yang berdiri tepat dihadapan Cheonsa tetapi niatnya langsung dihentikan oleh malaikat reinkarnasi itu.
"Jangan mendekat, Chun Cha !", ucap Cheonsa serius.
Chun Cha hanya mengerutkan keningnya saat Cheonsa menghentikan dirinya lalu menoleh ke arah malaikat itu dengan mimik wajah bingung.
"Kenapa ? Kenapa aku tidak boleh mendekati, Haneul ? Dia temanku", tanya Chum Cha tak mengerti.
"Bukan... Dia ilusi...", sahut Cheonsa.
Cheonsa menghadang Chun Cha dengan mengarahkan tangannya ke arah gadis berhanbook hitam itu.
"Ilusi !? Apakah dia sangat berbahaya untuk kita ?'', lanjutnya seraya menatap ilusi Haneul.
"Tidak, dia tidak berbahaya bagi kita, hanya saja ilusi tercipta jika terkena kartu pertolongan akan menyebabkan kekacauan pada dimensi disini, juga berakibat buruk pada perputaran arus waktu", sahut Haneul.
__ADS_1
"Seberbahayakah dia meski hanya sesosok ilusi...", ucap Chun Cha.
"Yah, seperti itulah dampaknya yang akan terjadi pada ilusi waktu jika bertabrakan dengan dimensi waktu", kata Cheonsa.
Chun Cha terdiam tetapi dia tampak bingung saat melihat Haneul yang memandang dirinya seakan-akan sosok itu mengenalnya.
"Haneul... !?", bisik hati Chun Cha.
Pada saat berbarengan ketika Chun Cha menyebut nama Haneul, mendadak seluruh sekeliling mereka berubah.
Keluar alunan sinar keemasan berputar-putar di sisi tubuh Haneul yang berdiri sambil menyenandungkan sebait syair indah.
"Saat letih, aku mohon kau melipurku...
emm…tidak, hanya di sampingku saja, janganlah kau pergi...
Engkau hidup bersamaku itu saja, sudah cukup bagiku..."
Chun Cha langsung teringat pada ucapan seseorang kepadanya yang pernah dia dengar saat dirinya masih hidup di masa 600 tahun yang lalu.
Ingatan Chun Cha kembali mundur ke masa-masa dia menjalani kehidupannya sebagai gadis muda yang ceria.
Di saat dia masih hidup sebagai gadis bangsawan di era Joseon.
600 tahun yang lalu...
Seorang gadis berwajah cantik nan jelita tengah berlarian kecil di atas sebuah jembatan yang menghubungkan area taman dengan taman lainnya.
Gadis berbusana tradisional Korea berwarna cerah sembari menggengam erat layang-layang kertasnya yang sengaja dia terbangkan saat berlari.
Senyum selalu menghiasi wajahnya yang cantik berseri-seri, dengan riangnya dia memainkan layang-layang kertas berbentuk persegi serta tulisan "Kesialan pergi, keberuntungan datang" diatas badan layang-layangnya.
Gadis itu tak lain dirinya yaitu Chun Cha.
Chun Cha berdiri termenung saat dirinya melihat sosoknya sendiri sedang berlarian kecil melewati jembatan taman seraya menerbangkan yeon naligi di tangannnya.
Tubuh Chun Cha langsung membeku dingin ketika dia melihat Haneul tengah berjalan di belakang sosok dirinya yang sedang bermain layang-layang.
"Haneul ! Ayo, kejar layang-layangku !!!", teriak Chun Cha.
"Iya, aku akan mengejarmu...", sahut Haneul.
Keduanya saling tertawa riang serta terlihat sangat gembira ketika mereka sedang bermain-main di sebuah taman.
Chun Cha yang memandangi pemandangan di depannya dari arah kejauhan hanya bisa tertegun heran sedangkan pemandangan di hadapannya yang menggambarkan dirinya beserta Haneul terus berseliweran bebas layaknya layar cerita film.
Terdengar gelak tawa dari arah taman yang dipenuhi oleh indahnya bunga Mugunghwa berwarna merah muda.
Taburan bunga Mugunghwa bermekaran cantiknya di area taman sedangkan sosok dirinya yang lain bersama Haneul sedang berlarian kecil di area taman sembari memainkan yeon naligi.
Yeon naligi milik Chun Cha terbang tinggi di atas langit saat gadis cantik itu memainkannya sedangkan Haneul berdiri disisinya dengan wajah sangat bahagia.
Chun Cha melihat seluruh pemandangan dihadapannya yang menggambarkan tentang dirinya sendiri sedang bersama Haneul, hanya bisa terdiam terpaku, tak mengerti dengan semua yang terjadi saat dirinya masih hidup di masa 600 tahun yang silam.
"Apa yang terjadi sebenarnya... !?"
Batin hati kecil Chun Cha pada dirinya sendiri yang tengah berdiri termangu seorang diri ketika dia menyaksikan sosok dirinya yang lain berada di sebuah taman yang dihiasi oleh indahnya bunga Mugunghwa berwarna merah muda sedang bersama dengan Haneul.
__ADS_1