ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 57 Terpental Ke Dimensi Lain


__ADS_3

Chun Cha berdiri termenung dengan tatapan nanar.


Tidak bisa membayangkan kejadian yang terjadi di hadapannya benar-benar pernah dia alami sebelumnya.


Tubuh Chun Cha bergidik ngeri saat melihat pamandangan di depannya.


Dimana dia sedang bersenda-gurau bersama Haneul di sebuah taman yang tak jauh dari lokasi istana, tempatnya dia dibesarkan sewaktu di masa Joseon.


"Haneul !?", gumam Chun Cha.


Raut wajah Chun Cha berubah pucat pasi ketika menyadari sesuatu yang aneh dengan hubungan antara dirinya dengan Haneul di masa silam.


"Mungkinkah aku memiliki sebuah hubungan spesial dengan Haneul ? Tapi kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali dengannya...", ucap Chun Cha.


Pemandangan yang terlihat di depannya bersama Haneul membuatnya semakin bingung.


Perutnya terasa diaduk-aduk ketika melihat dirinya di masa lalu bersama Haneul begitu dekatnya.


"Siapa sebenarnya Haneul ?", gumam Chun Cha.


Tiba-tiba suhu badannya terasa panas hingga berkeringat bahkan dia merasakan lemas sekujur tubuhnya.


Chun Cha hanya mampu menggerakkan ujung-ujung jemari tangannya tanpa mampu menggerakkan dirinya untuk mendekat ke arah taman Mugunghwa, tempat dia bersama Haneul bermain layang-layang.


Seingat Chun Cha, dia tidak pernah mengenal Haneul sebelumnya karena ingatannya hanya terfokus pada Kim Lee Park, pria yang menjadi suaminya di masa 600 tahun yang lalu.


Tubuh Chun Cha terhuyung-huyung lemas lalu jatuh terduduk sembari mendekap tubuhnya erat-erat sedangkan dia merasakan sekujur tubuhnya membeku dingin.


WUUUUUNG... ! WUUUUNG... ! WUUUUUNG... !


Suara dengung angin berhembus pelan disekitar Chun Cha yang terduduk lesu menghadap ke arah taman Mugunghwa.


Hembusan angin yang disertai iringan bunyi lonceng yang nyaring mengitari seluruh area taman lalu muncul sesosok pria berpakaian Hwarot serba hitam berdiri di dekat Chun Cha sambil menatap lurus ke arah taman.


Pria tersebut adalah Cheonsa sembari berkata pada Chun Cha.


"Kau tidak akan pernah membayangkan jika hidupmu penuh dengan skandal besar, bukan ?", ucap Cheonsa.


Chun Cha tersentak kaget dengan cepat dia menolehkan pandangannya ke arah pria disampingnya.


"Skandal besar ? Apa yang kau katakan itu ?", tanya Chun Cha. "Aku tidak mengerti...", sambungnya.


"Enam ratus tahun yang lalu sebelum kau menikah dengan Kim Lee Park, pria yang menjadi suamimu, kau telah berhubungan dekat dengan seorang penyair kenamaan di masa Joseon berkuasa...", sahut Cheonsa.


Pandangan Chun Cha berubah gelisah bahkan dia merasakan jika seluruh tubuhnya menjadi mati rasa.


Kata-kata Cheonsa membuatnya nyaris kehilangan akal sehatnya.


Mendadak kedua tangannya bergetar hebat tetapi dia tidak merasakan apa-apa saat menyentuh permukaan tanah.


Bibirnya kelu tanpa bisa berucap apa-apa...

__ADS_1


"Penyair itu adalah Haneul, pria yang mati dan menjadi arwah penasaran", lanjut Cheonsa.


Kedua mata Chun Cha terbelalak lebar saat mendengar penjelasan dari sang malaikat reinkarnasi.


"Mana mungkin... !?", sahut Chun Cha bingung.


Chun Cha menggelengkan kepalanya lemah sedangkan kedua tangannya mencengkeram kuat tanah di depannya.


"Itu... tidak... benar...", kata Chun Cha.


"Pada kenyataannya saat 600 tahun yang lalu keluargamu memisahkan antara kau dan Haneul kemudian mereka memaksa kalian untuk tidak lagi berhubungan", sahut Cheonsa.


"Itu tidak mungkin !", ucap Chun Cha seraya menjerit pelan.


Cheonsa menghela nafas panjang tanpa menolehkan pandangannya dan tetap menatap lurus ke arah taman Mugunghwa lalu melanjutkan ucapannya.


"Keluarga besarmu tidak menyetujui hubunganmu dengan Haneul karena perbedaan kasta yang ada diantara kalian, mereka tidak menginginkan kamu menjalin hubungan serius dengan seorang penyair meski dia memiliki nama besar saat itu", ucap Cheonsa.


Chun Cha bertambah kebingungan dan nyaris kehilangan akalnya, hanya bisa tertawa pelan sedangkan padangannya berubah pening.


"Kau berbohong !!! Kau bohong CHEONSA !!!!", teriak Chun Cha.


Chun Cha mengalihkan pandangannya ke arah Cheonsa yang berdiri didekatnya sambil memegangi ujung Hwarot milik malaikat itu.


"Katakan padaku bahwa itu semuanya tidaklah benar yang kau katakan, Cheonsa !", ratap Chun Cha.


Kedua mata Chun Cha mulai berkaca-kaca saat menengadahkan kepalanya ke arah sang malaikat.


Chun Cha mulai menitikkan air matanya serta memohon pada sang malaikat untuk tidak menakut-nakuti dirinya.


"Semua penjelasan yang aku katakan adalah benar semuanya, untuk apa aku berkata bohong padamu", sahut Cheonsa.


"Ti--tidak ! Tidak !!! Itu tidaklah benar..., kami tidak mungkin memiliki hubungan asmara...", ucap Chun Cha.


Chun Cha menangis tersedu-sedu tetapi dia tidak dapat berbuat apa-apa karena dia tidak mengingat satupun kenangan antara dirinya dengan Haneul.


"Yang aku ingat hanyalah Kim Lee Park ! Tidak ada seorangpun yang ada di dalam hatiku !", sambungnya menangis pilu.


Chun Cha menangis pilu dengan perasaan teramat pedih.


"Aku bukanlah alasan akan kematian Haneul di masa lalu... Bukan aku penyebab kematiannya... Bukan aku !!! Bukan aku !!!", ucap Chun Cha gemetaran.


"Chun Cha...", gumam Cheonsa.


Cheonsa semakin bertambah iba dan kasihan melihat penderitaan yang harus dialami gadis cantik bernama Chun Cha.


Malaikat berwajah tampan nan cantik itu memejamkan kedua matanya, berusaha untuk tidak terpengaruh dengan keadaan Chun Cha saat ini.


Ilusi waktu di lubang hitam terkadang mampu membuat orang yang ada di dalamnya ikut terpengaruh dengan suasana yang sering berubah-ubah di dimensi lubang hitam.


"Tidak, Chun Cha..., aku tidak sedang membohongimu..., karena setiap yang aku katakan adalah sebuah kebenaran...", sahut Cheonsa.

__ADS_1


Cheonsa lalu membantu Chun Cha untuk berdiri tetapi gadis berhanbook hitam itu tidak mampu melakukannya dan kembali jatuh terduduk lemas saat malaikat berwajah tampan rupawan itu mencoba membantunya.


"Bangunlah, Chun Cha !", ucap Cheonsa.


"Apa yang telah terjadi ?", sahut Chun Cha.


Gadis cantik itu menangis kencang sambil mencengkeram erat lengan Cheonsa.


Air matanya turun deras membasahi wajahnya yang cantik serta berubah memerah.


"TIDAK !!!! TIDAK MUNGKIN !!!", jerit Chun Cha histeris.


Tubuhnya menggigil hebat dan dia terus-menerus menangis tiada hentinya.


"Chun Cha...", gumam Cheonsa sedih.


Cheonsa hanya terdiam saat Chun Cha menangis sambil mendekap erat lengannya sedangkan pandangan sang malaikat tertuju ke arah taman Mugunghwa.


Taman yang ditumbuhi oleh bunga Mugunghwa berwarna merah muda yang bermekaran indah, dimana terlihat sosok Chun Cha dan Haneul sedang bersama.


Pemandangan yang penuh keindahan akan sebuah ikatan cinta sejati yang suci. Dan harus dipisahkan karena sebuah perbedaan.


Cheonsa terharu tetapi hatinya berubah dingin karena dia harus menyelamatkan Chun Cha agar jiwa gadis cantik itu tidak menghilang karena sebagai malaikat pelindungnya maka dia harus membantu gadis itu melewati masa reinkarnasinya dengan sempurna.


Hawa dingin mulai menyelimuti area sekitar taman Mugunghwa, secercah cahaya terang melingkar-lingkar di sekeliling tubuh Cheonsa serta Chun Cha yang masih menangis.


Perlahan-lahan tubuh keduanya menghilang lalu pergi dari area taman Mugunghwa.


BOOOM !!!


Suara ledakan terdengar keras saat Cheonsa membawa serta Chun Cha pergi dari taman menuju ke sebuah tempat lain.


Keduanya muncul kembali di area kumpulan awan-awan yang berterbangan dengan pancaran sinar yang menerangi seluruh area tempat mereka datang.


Tampak Cheonsa duduk di atas awan sambil memeluk Chun Cha yang masih menangis sedih.


Malaikat reinkarnasi itu hanya terdiam dengan menatap sendu arah dihadapannya sedangkan awan-awan disekitarnya terus bergerak melayang-layang pelan saat membawa keduanya terbang menuju ke suatu tempat yang jauh.


Awan-awan melesat cepat ke sebuah lembah yang ditumbuhi tanaman hijau dengan danau berwarna jingga di bawahnya.


Cheonsa memerintahkan awan yang dia naiki untuk turun ke arah danau.


"Bawalah aku turun wahai awan langit !", perintahnya.


Awan yang membawa Cheonsa dan Chun Cha segera turun mematuhi perintah sang malaikat reinkarnasi menuju ke arah danau.


Cheonsa membawa terbang Chun Cha turun bersamanya dari awan ke danau yang ada di bawahnya lalu keduanya berdiri menatap ke arah danau berwarna jingga di depan mereka.


"Aku tidak menyalahkanmu karena kau lupa akan peristiwa di masa enam ratus tahun yang lalu, Chun Cha", ucap Cheonsa.


Chun Cha terdiam sambil menatap murung ke arah danau di hadapannya sedangkan Cheonsa yang berdiri disampingnya melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Saat kamu menjalani masa reinkarnasimu seluruh ingatanmu terhapus dan saat kau terlahir kembali hanya ingatan terakhirmu saja yang kamu ingat disaat kamu dilahirkan kembali ke dunia ini", ucap Cheonsa.


__ADS_2