
Cheonsa mengalirkan serbuk emas ke dalam danau jingga dihadapannya seraya mengucapkan mantera.
Serbuk mengalir deras masuk ke aliran air danau berwarna jingga lalu bercampur menjadi satu membentuk pusaran angin kecil di tengah-tengah danau.
Aliran air danau jingga membelah kemudian muncul sebuah jalan tembus di tengah danau.
"Mari, kita masuk ke dalam sana !", ucap Cheonsa kepada Chun Cha seraya menoleh ke arah gadis berhanbook hitam itu.
Chun Cha yang masih bersedih saat mengingat kisahnya di masa lalu hanya berjalan gontai menghampiri Cheonsa sambil mengusap air matanya yang masih mengalir dari kedua matanya.
"Untuk apa kita kesana ?", tanya Chun Cha sesenggukkan pelan.
"Kita akan pergi kembali ke masa 600 tahun yang lalu dimana kau masih hidup", sahut Cheonsa.
"Aku tidak mau...", sahut Chun Cha.
Chun Cha memalingkan mukanya dari arah danau yang terbelah aliran airnya setelah tercampur menjadi satu dengan serbuk emas milik Cheonsa.
"Kita harus kesana untuk mencari tahu penyebab kematian Kim Lee Park, pria bodoh yang menjadi tulang rusukmu itu", ucap Cheonsa.
"Mencari penyebab kematiannya lalu bagaimana dengan Kim Lee Park yang masih tertinggal di lubang hitam ?", tanya Chun Cha.
"Waktu berada di dalam lubang hitam sangat singkat bahkan satu detik bagaikan ribuan hari lamanya sebab itu kau dapat berjalan-jalan di tempat lain", sahut Cheonsa.
"Apa dia akan baik-baik saja disana ?", tanya Chun Cha.
"Tentu saja, dia akan baik-baik saja selama waktu berhenti berputar maka semua situasi di lubang hitam dapat diatasi", jawab Cheonsa.
"Lalu jika kita tidak menemukan jawaban atas kematian Kim Lee Park disana, apa yang akan terjadi nantinya ?", ucap Chun Cha.
"Tidak usah cemas karena kita akan menemukan tanda dari jejak kematiannya meski tidak semua rahasia akan kematiannya kita temukan disana", sahut Cheonsa.
"Aku tidak ingin mengetahuinya lagi...", kata Chun Cha.
"Kenapa ?", tanya Cheonsa. "Bukankah dahulu keinginanmu bereinkarnasi kembali sehingga kau mempertaruhkan jiwamu untuk mencari tahu penyebab kematiannya ?, sambungnya.
"Entahlah..., aku tidak tahu lagi, haruskah aku melanjutkannya atau tidak...", sahut Chun Cha.
"Jika kau tidak tahu jawabannya maka segeralah ikut denganku masuk ke dalam sana karena hanya itu satu-satunya jalan kita mencari kebenaran Kim Lee Park di masa lalu", kata Cheonsa.
"Tapi itu sangat menakutkan bagiku..., mana mungkin aku dapat menyaksikan kebenaran itu sedangkan aku memiliki dosa padanya", ucap Chun Cha.
"Aku pikir bukanlah sebuah dosa ataupun aib besar, hanya skandal biasa dalam roman percintaan, anggap saja hanya kerikil kecil dalam hidupmu di masa silam", kata Cheonsa.
"Aku tidak mengerti itu, Cheonsa...", sahut Chun Cha.
"Baiklah, kita segera pergi masuk kesana karena akan ada hal lainnya yang akan kita temukan disana", ucap Cheonsa.
Cheonsa melangkahkan kakinya memasuki danau yang terbelah membentuk sebuah jalan tangga yang menurun ke bawah.
Dia tidak lagi melihat ke arah Chun Cha yang masih berdiri termenung.
"Jika kau tidak segera turun maka danau ini akan tertutup lagi", ucap Cheonsa dari arah tangga.
Chun Cha langsung tergerak hatinya dengan segera dia melangkah turun menuruni anak-anak tangga yang ada di danau yang terbelah.
__ADS_1
TAP... ! TAP... ! TAP... !
Langkah kaki terdengar menggema dari arah danau sedangkan aliran danau diatasnya mulai tertutup kembali ketika Chun Cha masuk ke dalam ruangan yang ada di danau saat dia menyusul Cheonsa.
"Jangan berhenti melangkah ! Dan terus perhatikan langkah kakimu saat turun !", pesan Cheonsa.
"Mmm..., baiklah...", sahut Chun Cha.
Terlihat ekspresi wajah Chun Cha yang murung ketika dia menuruni anak-anak tangga yang ada di dalam ruangan danau jingga.
"Jangan hanya menjawab dengan iya saja tapi perhatikanlah langkah kakimu dengan benar, kau mengerti !", ucap Cheonsa kembali berpesan.
"Kenapa kau selalu mengingatkanku setiap menuruni anak-anak tangga ? Apa yang akan terjadi jika seandainya aku berhenti turun ?", sahut Chun Cha.
"Akan banyak jebakan misteri di sini karena itulah kau harus melangkah dengan hati-hati saat turun", kata Cheonsa.
"Jebakan apa ?", ucapnya penasaran.
"Teruslah jalan ! Dan jangan bertanya lagi !", kata Cheonsa.
Chun Cha mencoba memainkan langkah kakinya saat menuruni tangga yang tak berujung itu, dibawahnya hanya ruangan gelap yang menyeramkan.
Pada saat Chun Cha menghentikan langkah kakinya tiba-tiba datang serangan misterius ke arah mereka.
WUSSSSSHHH... !!!
Sebuah belati tajam mengarah lurus tepat ke arah keduanya dan nyaris melukai mereka, jika tidak saja Cheonsa menghadangnya dengan cepat.
"Chun Cha ! Apa yang kamu lakukan ???", ucap Cheonsa.
KLANG... !
Belati terpental jatuh ke arah bawah sedangkan Chun Cha hanya berdiri tertegun.
Cheonsa langsung menoleh ke arah Chun Cha seraya mengerutkan keningnya lalu berkata pada gadis berhanbook hitam itu.
"Kau ingin kita terkena senjata rahasia itu !", ucapnya.
Chun Cha tidak menjawab dan hanya berdiri termenung ketika mendengar ucapan Cheonsa padanya.
"Apa yang ada di dalam kepalamu itu ?", sambungnya.
Pada saat yang bersamaan, muncul serangan-serangan dari arah berbeda sebelum Cheonsa melanjutkan langkah kakinya yang terhenti karena serangan tadi.
WUSHHH... ! WUSSHHH... ! WUSSSHHH... !
Belati-belati tajam berhamburan cepat ke arah mereka sehingga menyulitkan gerakan Cheonsa untuk menghalangi serangan tersebut.
Cheonsa terpaksa membuat perisai pelindung disekitar mereka lalu bergerak cepat turun ke arah bawah dengan terbang meluncur turun.
Malaikat reinkarnasi itu lalu menarik tubuh Chun Cha dengan tali emas yang melilit kencang di pinggang gadis berhanbook hitam itu.
"Tarik !!!", perintah Cheonsa pada tali emas.
Tali emas yang mengekang erat pinggang Chun Cha mematuhi perintah sang malaikat pelindung.
__ADS_1
Bergerak cepat menarik tubuh Chun Cha mengikuti gerakan Cheonsa yang terjun tajam saat turun ke bawah.
"Argh !!!", pekik Chun Cha kaget.
Ketika tali emas yang mengekangnya, menyeret tubuhnya ke arah bawah.
Belati-belati misterius ikut berbalik mengikuti gerakan Cheonsa dan Chun Cha saat turun, berusaha menyerang mereka secepat kilat.
"Belati-belati itu ternyata mengikuti kita", gumam Chun Cha.
Saat dirinya menoleh ke arah belakang dan melihat kejaran belati-belati tajam yang mengejarnya.
"Cheonsa ! Belati-belati itu mengejar kita !", teriak Chun Cha.
"Biarkan saja, karena belati-belati itu tidak akan mengenai kita selama perisai pelindung ini masih aktif", sahut Cheonsa.
"Tapi, serangan-serangan itu tampak menakutkan bagi kita", kata Chun Cha.
"Selama kau tidak membuat masalah maka semua keadaan akan baik-baik saja", sahut Cheonsa.
Chun Cha terdiam dengan diam-diam dia mengeluarkan kipas Buchae miliknya lalu mengibaskannya ke arah belati-belati tajam yang mengarah lurus mengejar mereka turun.
WUNG... WUNG... WUNG...
Hembusan kipas Buchae membelah perisai pelindung saat mencoba mengenyahkan belati-belati misterius yang mengejar mereka.
Pada saat perisai pelindung terbelah, sebuah belati melesat tajam ke arah Chun Cha.
"Auwh !!!", teriak Chun Cha.
Cheonsa yang mendengar jeritan dari Chun Cha langsung terkesiap kaget ketika menyadari sesuatu yang berbahaya pada Chun Cha.
"Chun Cha !", ucap Cheonsa tertegun.
Darah segar mengalir dari tubuh Chun Cha dengan belati menancap kuat di tubuhnya, Cheonsa segera mengarahkan tangannya yang bercahaya terang, membuat perisai pelindung tertutup kembali.
"Apa yang kau lakukan ?", ucap Cheonsa marah.
Cheonsa menarik tali emas yang melilit pinggang Chun Cha agar mendekat ke arahnya.
Dilihatnya wajah Chun Cha yang memucat akibat serangan belati misterius yang ada di dalam ruangan ini.
"Kau benar-benar ceroboh ! Bagaimana kau bisa membuka perisai pelindung ini ?", kata Cheonsa murung.
Cheonsa mencoba menghentikan aliran darah yang keluar dari dalam tubuh Chun Cha dengan cahaya yang keluar dari tangannya.
Namun, luka yang disebabkan oleh belati misterius tidak mampu membuat darah yang keluar langsung terhenti.
Cheonsa berusaha untuk tidak panik dengan keadaan Chun Cha dan tetap bersikap tenang tapi hatinya benar-benar sangat panik ketika melihat darah terus keluar tanpa henti-hentinya dari tubuh Chun Cha.
Ternyata belati misterius itu sangat berbahaya bagi keselamatan mereka.
Cheonsa lalu bergumam sedih saat melihat kondisi Chun Cha yang prihatin keadaannya saat ini.
"Apa yang kau lakukan ini, Chun Cha... !?"
__ADS_1