
Cheonsa semakin mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Kim Lee Park tapi dia tidak mengerti alasan pria itu membuat rencana kematian.
Malaikat itu berlalu pergi meninggalkan gudang kembali ke ruang kamar tidur dimana Chun Cha terbaring dalam perisai pelindung.
Saat dia kembali ke kamar, dilihatnya gadis itu masih terlelap.
"Kau tidak akan pernah memahami takdir ini meski kau berusaha mengubahnya sesuai kehendakmu tetaplah takdir kehidupan berjalan menurut ketentuan langit yang telah ditetapkan pada buku takdir sebelum manusia tercipta", ucap Cheonsa.
Cheonsa menggerakkan jari-jari tangannya dengan mengibaskan ke arah perisai pelindung yang menaungi Chun Cha.
Sekejap perisai pelindung berupa cahaya terang menghilang dari sekitar tubuh Chun Cha disertai gemerlap bintang-bintang.
"Kita pergi dari sini dan kita cari keberadaan dirimu di tempat ini, Chun Cha", ucapnya.
Cheonsa mengangkat kembali tubuh Chun Cha yang masih tertidur lelapnya ke arah punggungnya, secepat kilat dia terbang menghilang dari dalam ruangan kamar.
WUSHHH... !
Angin berhembus kencang mengiringi kepergian Cheonsa.
Terlihat bayangan bergerak cepat ke arah atas bangunan istana yang ada lalu lenyap dari pandangan.
Cheonsa muncul di tengah-tengah ruangan megah yang bercahaya temaram disekelilingnya lalu melesat ke sebuah kamar dan menyelinap masuk.
Seorang gadis mengenakan pakaian pengantin berwarna merah dengan berbagai hiasan di kepala terlihat duduk bersimpuh di depan sebuah meja kecil.
Pandangannya tertunduk ke arah bawah sedangkan penampilannya sangat anggun.
KLING... KLING... KLING...
Bunyi suara lonceng terdengar menggema saat Cheonsa berjalan mendekat ke arah gadis itu.
Gadis berparas cantik lalu mengangkat kepalanya, menatap Cheonsa sembari tersenyum.
Cheonsa tersentak saat gadis itu tersenyum kepadanya sambil berkata lirih.
"Apa kau dapat melihatku ?", tanya Cheonsa.
"Ya..., aku dapat melihatmu", sahut gadis pengantin itu.
"Chun Cha, apakah nama mu Chun Cha ?", tanya Cheonsa kembali.
"Ya, benar, namaku Chun Cha, mempelai pemgantin perempuan untuk Kim Lee Park, kau datang pada akhirnya, Cheonsa", sahutnya tetap tersenyum.
Cheonsa semakin bertambah terkejut saat gadis yang bernama Chun Cha itu berkata padanya.
"Datang... !? Apa maksudmu ?", kata Cheonsa.
"Kau akhirnya datang kemari untuk menemui ku, apakah dia adalah aku ?", sahut gadis yang mirip sekali dengan Chun Cha.
__ADS_1
Gadis pengantin perempuan itu lalu menunjuk ke arah punggung Cheonsa yang menggendong Chun Cha dibelakangnya.
Cheonsa memalingkan wajahnya ke arah samping seraya melirik ke belakang kemudian kembali menatap gadis pengantin.
"Ya, dia Chun Cha, dan dia adalah dirimu", jawab Cheonsa.
"Aku tahu itu karena itulah kalian datang kemari untuk mencari kebenaran kisah ku di malam pernikahan yang berujung tragis", ucap gadis pengantin.
Wajahnya mendadak berubah sendu saat menatap ke arah Chun Cha yang terlelap di punggung Cheonsa.
"Sayangnya, dia tidak dapat melihat kisah ini", lanjut gadis pengantin.
"Kau menyesal ? Apakah kau merasa menyesal karena dia tidak menyaksikan sendiri kisah kalian ?", kata Cheonsa.
"Tidak, aku tidak menyesalinya sama sekali tidak tapi aku berharap saat dia terbangun seluruh ingatannya kembali", sambung gadis pengantin.
"Apa saat kau bereinkarnasi seluruh ingatanmu hilang dari kepala mu sehingga kau tidak mengingat kebenarannya ?", tanya Cheonsa.
"Mungkin...", sahut gadis pengantin.
Gadis pengantin tersenyum pahit seraya menuangkan seteko kecil berisi minuman ke atas cangkir.
"Apa kau ingin bersulang denganku di malam terakhir ku, Cheonsa ?", ucapnya seraya mengulurkan tangannya ke depan.
Cheonsa sejenak termenung menatap ke arah gadis pengantin, terdiam tanpa bergerak.
"Entah...", sahut gadis pengantin.
Gadis pengantin hanya tersenyum tipis lalu menenggak habis secangkir minumannya dengan cepat.
"Mungkin ini adalah karma", lanjutnya dengan wajah sendu.
Tersenyum sekilas kemudian kembali menuangkan minuman ke dalam cangkirnya dan berkata.
"Mari bersulang untukku, Cheonsa...", ucapnya.
Tatapan gadis pengantin terlihat tajam saat dia mengangkat cangkir di tangannya.
"Semua terjadi tapi kau membiarkannya lalu kenapa kau bereinkarnasi jika jiwamu mengetahuinya sebelum peristiwa di masa lalu ini terjadi pada mu", sahut Cheonsa.
Cheonsa lantas melepaskan tubuh Chun Cha dari gendongannya ke atas dadami seraya membaringkannya dengan hati-hati.
"Jiwa mu tersakiti karena reinkarnasi yang kau jalani, kau tersiksa karena luka dalam hatimu yang kau bawa dalam reinkarnasimu dan tujuanmu hanya ingin meminta maaf pada Kim Lee Park atas kematiannya di malam pernikahan", kata Cheonsa.
Gadis pengantin tersenyum samar lalu menuangkan kembali seteko minuman ke dalam cangkir kecil lainnya seraya memberikannya kepada Cheonsa.
"Maaf, jika aku tidak menyambutmu dengan baik, Cheonsa", ucap gadis pengantin.
"Tidak masalah bagiku asal semuanya berjalan sesuai harapan jiwa mu", sahut Cheonsa.
__ADS_1
"Aku berharap itu", ucapnya dengan senyuman.
"Mungkin perjumpaan kita ini merupakan misteri langit yang ingin ditunjukkan sebagai tanda bahwa langit berkehendak atas jiwa setiap makhluk", kata Cheonsa.
"Tidak benar, jika selalu menyalahkan langit atas semua peristiwa yang terjadi, Cheonsa", sambung gadis pengantin itu.
Gadis pengantin mengangkat cangkir di tangannya ke arah Cheonsa sambil berkata padanya.
"Mari bersulang !", ucapnya.
"Bersulang bagi karma yang terjadi !", sahut Cheonsa.
"Jangan salahkan karma karena setiap perbuatan akan menerima karmanya dalam bentuk apapun itu", kata gadis pengantin seraya melirik ke arah Chun Cha yang masih terlelap nyenyak.
"Kau menyindirku secara halus", ucap Cheonsa.
"Mungkin dan mungkin tidak...", sahut gadis pengantin tersenyum sekilas.
Menenggak kembali secangkir minumannya lalu tertawa pelan.
Cheonsa hanya melirik ke arah gadis pengantin sembari meminum secangkir minumannya.
"Kau terlihat menyukai permainan ini", kata Cheonsa.
"Tidak sama sekali justru aku sangat membencinya karena hal ini justru terjadi pada hidupku", sahut gadis pengantin.
"Ternyata kau membencinya, aku kira kau menyukainya perjalanan panjang ini", kata Cheonsa.
"Tentu saja aku membenci nasib buruk ini justru menimpa ku bukan pada orang-orang yang seharusnya menerima karma ini", sambungnya tertawa lirih.
"Kau meminta keadilan...", kata Cheonsa.
"Tidak !", jawab gadis pengantin.
"Tidak !? Tapi kamu mengeluh hal itu padaku sedangkan aku adalah malaikat reinkarnasi yang menentukan perjalanan reinkarnasi setiap umat di bumi, terlahir kembali lalu bertobat kemudian menerima keputusan akhir pada saat kematian, itu tugas yang aku jalani sebagai seorang malaikat", kata Cheonsa.
"Aku tidak mengeluh tapi jiwaku ini tersesat hingga aku tidak mengingat apapun dan menerima karma yang seharusnya bukan aku yang mendapatkannya", sahut gadis pengantin.
"Chun Cha..., ada hal kehidupan yang harus dipisahkan dari kehidupan ini, setiap jiwa pastinya menginginkan kedamaian tapi karma bukanlah alat penghukum bagi umat melainkan pengingat", sambung Cheonsa.
Gadis pengantin menengadahkan pandangannya ke arah Cheonsa seraya menatapnya teduh.
Perlahan-lahan air matanya turun dari kedua sudut matanya serta membasahi wajahnya yang berhiaskan riasan tebal dengan hiasan yeonji dan gonji di wajahnya yang sangat cantik.
Gadis pengantin Chun Cha lalu menangis tertahan, meratapi nasibnya yang menerima karma pahit akan dosa telah melanggar ketentuan langit karena memaksakan dirinya terus bereinkarnasi hanya ingin menemui Kim Lee Park.
Merasa penasaran pada kejadian yang menimpa Kim Lee Park di malam pernikahan mereka di masa enam ratus tahun yang lalu tapi mendapati karma serta jiwanya tidak merasakan ketenangan.
Menjadi setengah manusia dan setengah arwah yang penasaran karena karma yang menimpa dirinya, bukan justru mendapatkan keringanan akan hukuman tetapi jiwa gadis pengantin harus menerima pilihan teramat berat untuknya yaitu pilihan kehilangan jiwanya jika masa reinkarnasinya tidak dapat dia lalui.
__ADS_1