ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
PERNIKAHAN


__ADS_3

Pernikahan merupakan salah satu momen sakral yang paling membahagiakan dan selalu ditunggu oleh setiap manusia. Tak jarang ketika seseorang melangsungkan pernikahan selalu dirayakan dengan cara yang istimewa. Hal ini sebagai wujud rasa syukur seseorang atas kebahagiaan yang telah diraihnya. Akan tetapi, pernikahan bukan hanya sekedar perayaan pesta yang mewah. Namun, pernikahan sebagai pengikat janji suci dua orang untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang harmonis.


Tak butuh waktu lama bagi Bagas untuk memilih dan cukup sesaat saja waktu untuk Anna menerima. Mereka percaya bahwa ini adalah takdir Allah dan mereka telah siap untuk menjalaninya.


Waktu berlalu begitu cepat, hingga kini telah sampai pada hari yang telah mereka nantikan yaitu hari pernikahan mereka. Pukul 9 pagi kedua keluarga telah berkumpul bersama. Acara Ijab Qobul diselenggarakan di rumah bagas, hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja dan berjalan begitu khidmat. Hanya sekali tarikan nafas saja Bagas melafalkan kalimat suci itu dan ia telah resmi menjadi seorang suami.


" Saya terima nikah dan kawinnya Anna Septiana bin Handoko dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 100 gram dibayar tunai "


" Bagaimana saksi ? "


" Sah.. Sah.. Sah.. "


" Alhamdulillah sah.." Anna mengucap syukur, di dalam kamarnya ia tak kuasa menahan air matanya. Air mata kebahagiaan terus saja menetes di ujung matanya, ia merasa sangat bahagia. Ia memeluk ibunya (Ibu Maryam) lama dan erat. Seakan mengisyaratkan kebahagiaan dan keharuan bercampur jadi satu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Begitu juga dengan ibu Maryam merasakan kebahagiaan juga kesedihan mendalam mengingat kegagalan pernikahan yang pernah dialami Anna sebelumnya.


" Semoga kau selalu bahagia nak, doa ibu dan bapak selalu menyertaimu " Ucap ibu Maryam sambil mengelus lembut punggung putrinya.


Sementara di bawah semua orang yang hadir telah menanti kedatangan mempelai wanita yang belum juga keluar dari kamar, termasuk Bagas yang terlihat cemas. Ibu Rani yang melihat kecemasan putranya berdiri dari duduknya dan berjalan naik menuju kamar anna yang kini telah menjadi menantunya.


tok.. tok.. tok.. ibu Rani mengetuk pintu. Anna dan Ibunya tersentak, mereka pun langsung melepaskan pelukan yang berlangsung begitu lama. Ibu Maryam membukakan pintu dan Ibu Rani ikut masuk ke dalam kamar.


" Apa semuanya baik - baik saja jeng ? " tanya ibu Rani kepada besannya.


" Iya mbak, semua baik - baik saja, Anna hanya terharu karena bahagia, daritadi terus saja minta dipeluk dan tak mau dilepaskan" jawab ibu Maryam disertai senyuman.


Ibu Rani melangkah mendekati Anna yang sedang duduk di depan meja rias.

__ADS_1


" Kau sangat cantik nak, tersenyumlah dan terus lah bahagia, ayo kita turun ke bawah, semua orang telah menunggu nak Anna " kata ibu Rani seraya memegangi kedua pundak menantunya.


" Baik ibu, ayo kita ke bawah " anna berdiri dan mereka bertiga berjalan perlahan menuruni tangga. Anna duduk di sebelah Bagas, semua mata terpanah pada wajah cantik anna, senyumnya yang menawan membuat semua orang mabuk kepayang.


Bagas terenyum bahagia menatap istrinya, ia begitu terpesona pada kecantikan istrinya, berkali - kali ia menelan salivanya dan berusaha menahan gejolak asmara di dalam dadanya. Ia meraih tangan istrinya dan menyematkan cincin di jari manis Anna begitu pun sebaliknya Anna juga memasangkan cincin di jari manis suaminya. Anna mencium punggung tangan suaminya dan Bagas lalu mencium kening istrinya. Kemudian dilanjutkan dengan penanda tanganan buku nikah dan foto bersama. Semua orang yang ada di ruangan itu bertepuk tangan dan memberikan selamat serta mendoakan kedua mempelai.


(Doa Untuk Pasangan Pengantin)


..."Jama’allahu syamlakumaa, waas’ada jadda kumaa, wabaarik ‘alaikumaa, waakhraja minkumaa katsiiran thoyyiban "...


Artinya:


...“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”...



*******


Usai sudah acara akad nikah yang ditutup dengan menikmati jamuan makan siang. Sebentar malam akan diadakan resepsi dan para tamu yang hadir satu persatu pamit pulang. Anna pamit ke kamar diikuti Bagas dan keluarga yang lain juga kembali istirahat karena malam nanti akan dilanjutkan acara resepsi pernikahan di salah satu hotel yang tak jauh dari rumahnya.


Ada suasana yang berbeda, jika sebelumnya Anna dan Bagas berada di kamar masing - masing, kini keduanya akan selalu berada dalam satu kamar, tidur dan mandi bahkan mungkin akan dilakukan bersama. Mereka yang masih malu dan canggung harus mulai membiasakan hal itu.


" Istirahatlah dek, mas mau mandi dulu "


" Iya mas "

__ADS_1


Bagas berjalan meraih handuk dan masuk ke kamar mandi. Sementara Anna masuk ke ruang ganti dan mulai melepas baju kebaya serta segala riasannya, melepas hijabnya dan kini hanya mengenakan bathrobe karena ia juga akan mandi setelah Bagas mandi. Anna lalu menyiapkan baju untuk suaminya karena barang - barang suaminya memang sudah dipindahkan jadi satu ke dalam kamarnya. Sesaat kemudian pintu kamar ganti terbuka, Bagas masuk dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Anna yang baru pertama kali melihat Bagas tanpa memakai baju terkejut, jantungnya berdebar kencang, ia berusaha agar terlihat biasa saja. Anna lalu mengambil handuk kecil dan berjalan mendekati suaminya, membantu Bagas mengeringkan rambutnya. Bagas hanya diam terpaku di hadapan istrinya, memandang wajah istrinya yang tanpa hijab itu tanpa berkedip, sungguh kecantikan yang luar biasa.


" ini pakaiannya mas, saya juga mau mandi dulu " Anna memberikan pakaian suaminya dan berbalik hendak keluar namun bagas menarik tangannya hingga posisi mereka saling berhadapan, kedua mata mereka saling bertemu, bagas menatap intens wajah Anna dan menyentuh ke dua pipi lalu mengecup kening istrinya lama.


" mas.. saya mau mandi dulu " Anna berusaha menjauhkan wajahnya.


" Baiklah sayang nanti baru kita lanjutkan lagi yang lebih dari pada ini " kata Bagas sambil mengelus pucuk kepala istrinya. Anna hanya tersenyum malu dan berjalan cepat menuju kamar mandi, menutup pintu dan bersandar di sana sejenak sambil memegangi dadanya, seluruh badannya teras panas dan kaki tangannya berkeringat dingin, meski sebelumnya sudah pernah menjadi istri orang lain namun ini adalah pengalaman pertamanya karena Arya suami sebelumnya tak pernah menyentuhnya sedikit pun. Anna menyiapkan air hangat menambahkan minyak aroma teraphy dan berendam di bathtub, setelah badannya dirasakan sudah rileks barulah ia bangkit dan menyelesaikan mandinya. Ia keluar dari kamar mandi dilihat Bagas sedang tertidur di atas sofa, ia berjalan menuju kamar ganti, memakai baju lengkap dengan hijabnya lalu berjalan menuju meja rias dan memakai cream skin care yang rutin dipakainya, kemudian menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan badannya.



Foto Anna memamerkan skin care miliknya


Anna memandangi dari jauh wajah suaminya, hingga ia pun ikut tertidur. Entah berapa jam lamanya mereka terlelap. Sekarang sudah pukul 5 sore, mereka berdua harus bersiap untuk acara resepsi sebentar malam. Para petugas MUA yang akan merias pengantin telah datang. Ibu Rani berjalan menuju kamar Anna untuk memberitahu mereka.


tok .. tok.. tok.. suara pintu diketuk. Bagas menggeliat dan bangkit dari sofa lalu membuka pintu.


" nak.. kalian harus segera bersiap, kemana Anna ? "


" dia masih tidur bu, nanti Bagas akan memberitahunya "


" baiklah, ibu tunggu di bawah ya, kita akan makan dulu sebelum bersiap" kata Bu Rani lalu berlalu pergi.


" iya bu, kami akan menyusul " jawab bagas lalu menutup pintu kamar kembali. Bagas berjalan menuju kasur, ia duduk dan menatap Anna yang masih tertidur pulas, ia membelai pipi dan mendekatkan mulut di telinga istrinya kemudian berbisik pelan.


" bangun sayang..." Anna belum merespon dan Bagas pun kembali berbisik.

__ADS_1


" sayang ... ayo bangun " Anna menggeliat sebentar lalu membuka mata, ia melihat bagas dengan posisi wajah begitu dekat dengan wajahnya. Anna tersenyum. Bagas yang melihat senyuman itu tak kuasa menahan hasratnya, ia mendekatkan wajahnya hingga tak berjarak lagi, kening dan hidung mereka saling bersentuhan. Bagas mencium bibir istrinya, ******* & menggigitnya pelan membuat anna membuka mulut kemudian Bagas semakin memperdalam ciumannya, memasukkan lidah ke dalam rongga mulut istrinya, Bagas menghisap lidah, bibir atas dan bawah istrinya dengan penuh kelembutan. Anna hanya pasrah memejamkan matanya dan menikmati perlakuan Bagas kepadanya dan tanpa ia sadari tangannya sudah melingkar pada leher bagas. Bagas menyudahi ciumannya, mereka berdua saling pandang dan tersenyum puas.


" nanti kita lanjutkan lagi sayang, bangunlah, kita sudah ditunggu di bawah " Bagas menarik tangan istrinya dan membangunkannya, mereka pun turun ke bawah untuk makan bersama sebelum bersiap menuju hotel tempat resepsi pernikahan mereka digelar.


__ADS_2