
Acara aqiqah baby Arsya telah selesai, baby Arsya telah tertidur pulas di kamar ditemani Bagas, sementara Anna masih sibuk membantu Ibu Rani dan bik Minah bersih-bersih rumah. Hingga pukul 22.00 malam, Anna baru masuk ke kamar, rupanya Bagas telah menunggunya dari tadi.
" Mas belum tidur ? " tanya Anna saat memasuki kamar dan melihat Bagas masih sibuk dengan ponselnya.
" Lagi nungguin kamu sayang " jawab Bagas dengan mata yang masih fokus menatap layar ponsel.
" Saya mau sholat Isya dulu mas " Anna bergegas masuk ke kamar mandi membersihkan diri lalu mengambil air wudhu.
Sesaat kemudian, Anna telah selesai dengan aktivitas sholatnya. Ia lalu berganti pakaian, memakai cream wajah kemudian menghampiri suaminya. Ia ikut berbaring di sebelah suaminya, sedangkan baby Arsya masih tertidur pulas dalam boxnya.
Bagas meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian mendekati Anna. Bagas menindih tubuh istrinya.
" Sayang... mas sangat merindukanmu, mas menginginkannya " bisik Bagas di telinga Anna.
" Iya mas, saya juga sangat merindukanmu " kata Anna lalu tersenyum menatap suaminya.
Sontak Bagas langsung memulai aksinya. Ia melepas semua pakaian yang menutupi tubuh mereka. Kemudian membelai tubuh Anna, bermain-main di area sensitif milik istrinya. Anna seperti mabuk kepayang merasakan setiap perlakuan Bagas padanya.
" Ah... Ah... " Anna terus mendesah saat Bagas bermain di bawah sana.
" Sebut nama mas sayang, mas sangat merindukannya " ucap Bagas sambil terus memainkan lembah milik istrinya. Mereka jarang melakukannya, namun Bagas begitu pandai memuaskan istrinya.
" Ah..... Bagas sayang.... Ah... " Anna memekik sambil meremas rambut suaminya, tubuhnya bergetar hebat, keringatnya mengucur deras, Bagas bisa merasakan kedutan di sana pertanda istrinya telah mengalami pelepasannya.
Bagas terus melanjutkan aktivitasnya, kini giliran ia yang membenamkan miliknya ke lembah istrinya.
" Auww... pelan mas, sakit " pekik Anna karena merasakan sakit, meski telah memiliki anak tapi milik Anna masih sempit karena baby Arsya lahir lewat operasi dan mereka sangat jarang bercinta. Bagas berhenti sebentar, ia membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Kemudian dengan pelan ia mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Perlahan rasa sakit itu telah hilang berganti nikmat, Anna mulai mengikuti gerakan suaminya.
" Terus mas... lebih cepat mas " teriak Anna. Bagas semakin mempercepat gerakannya, semakin cepat dan menghentakkan miliknya lebih dalam.
" Aahhhhhhh " mereka memekik bersamaan. Bagas mengecup kening Anna, lalu membaringkan tubuhnya di samping istrinya.
" Terima kasih sayang '' ucap Bagas seraya tersenyum bahagia. Akhirnya ia bisa menyalurkan hasrat yang telah menyiksanya.
" Sama-sama mas " Anna lalu memeluk suaminya. Bagas membenamkan kepala ke dada istrinya kemudian Anna mengusap lembut punggung suaminya.
" Kenapa ini mas ?? " Anna tersentak saat tangannya merasakan bekas luka yang besar di punggung Bagas. Anna lalu memeriksanya.
" Ini bekas luka operasi mas, sebelumnya tidak ada bekas luka di sini, apa telah terjadi sesuatu padamu mas ?? " Anna menatap manik mata suaminya.
" Itu luka tembakan sayang. Mas tertembak sesaat setelah menyelesaikan misi kita di hutan, sebulan yang lalu. " kata Bagas, ia kemudian menceritakan apa yang telah terjadi padanya.
" Allahu Akbar !!!! gara-gara saya mengganti nomor ponsel, saya akhirnya tidak tahu kalau mas tertimpa musibah besar ini, maafkan saya mas. Terima kasih karena mas telah bertahan dan tetap hidup, saya tidak bisa maafkan diri saya jika terjadi sesuatu yang lebih dari pada ini mas, tolong maafkan saya. hiks...hiks.. " Isak tangis Anna pecah. Bagas memeluk kembali istrinya dan menenangkannya.
" Sudah sayang, tidak apa-apa. Ini sudah menjadi resiko dari pekerjaannya mas. NKRI itu harga mati sayang. Baik Prajurit maupun Ibu Persitnya harus selalu siap jika sesuatu yang buruk terjadi, kamu harus selalu tegar, setegar batu karang yang ada di lautan. Ini baru kejadian kecil jika dibandingkan dengan kejadian yang menimpa para pahlawan/pejuang kita dahulu, itu lebih memilukan. Kamu harus selalu kuat dan banyak bersabar ya sayang. Ibu Persitnya mas ini adalah Ibu Persit yang Terhebat " Bagas tersenyum manis ke arah istrinya. Anna pun membalas dengan senyuman. Mereka semakin mengeratkan pelukan dan melanjutkan kembali percintaan mereka. Saling melepas kerinduan yang telah lama membuncah di dada.
******************
Oek... Oek... Oek.
Terdengar suara tangis baby Arsya. Bagas membuka mata, ia lalu bangun dari tempat tidur menghampiri putranya. Bagas lalu menggantikan popok yang sudah penuh kemudian membawa baby Arsya ke tempat tidur mereka, ia membaringkannya di samping istrinya.
" Sayang.. anak kita mau ASI " Bagas membangunkan Anna.
" Iya mas, jam berapa mas ? " Tanya Anna lalu mengASIhi putranya.
" Jam 5 sayang, mas sholat subuh duluan ya abis itu baru kamu sayang " ucap Bagas.
__ADS_1
Anna mengangguk. Bagas lalu menuju kamar mandi, berwudhu dan segera sholat, lalu sesaat kemudian ia yang menggantikan Anna menjaga baby Arsya karena istrinya juga akan sholat. Ia terus menciumi putranya.
" Kamu ganteng sekali sayang, wajahmu mirip sekali dengan ayah, yang mirip ibu apanya ya ? " Bagas terus menatap wajah putranya.
" Tidak ada yang mirip ibu ya, sayang sekali, hahaha " Bagas tertawa.
" Sama sekali tidak ada yang mirip dengan ibu ? " tanya Anna kemudian. Ia melepas mukenah yang dipakainya lalu menghampiri suami dan putranya.
" Coba lihat sayang, sepertinya tidak ada yang mirip denganmu " ucap Bagas.
" Mas curang berarti, saya yang bawa-bawa dia selama 9 bulan tapi begitu keluar mirip dengan mas saja " Anna lalu mencubit hidung suaminya. Bagas menjerit kesakitan.
" Auuww ... sakit sayang "
Anna melepaskan cubitannya lalu mereka pun tertawa lepas. Mereka lalu membawa baby Arsya turun ke bawah.
" Cucu nenek.. mari sini sayang " Ibu Maryam mengambil baby Arsya dari gendongan Anna.
" Bapak sama Raihal kemana bu ? '' tanya Anna pada ibunya.
'' Lagi keluar jalan-jalan pagi katanya nak ''
'' Oh.. kalo gitu, titip baby Arsya dulu ya bu, Anna mau bantu bik Minah siapkan sarapan ''
" Iya sayang " Ibu Maryam lalu membawa baby Arsya ke teras.
Anna menuju dapur dan Bagas mengikutinya dari belakang.
" Mas mau ngapain di sini ? " tanya Anna seraya menoleh ke arah Bagas.
" Mas mau bantuin kamu masak sayang "
Bagas nyengir.
" Beneran sayang " kata Bagas lagi.
" Baiklah kalo gitu, bik Minah istirahat saja ya, mas Bagas yang akan gantikan bik Minah pagi ini '' ucap Anna seraya menarik tangan bik Minah untuk keluar dari dapur.
" Tapi nyonya... tuan... "
" Bik Minah kerjakan yang lain saja, saya yang akan bantu istri saya buat sarapan ''
" Baiklah tuan.. nyonya... saya permisi "
" Oke bik... " Bagas dan Anna menjawab serempak. Mereka lalu memasak bersama, sambil sesekali tertawa bersama. Bik Minah geleng-geleng kepala melihat tingkah majikannya.
***************
Di ruang keluarga.
" Nak Bagas.. Ibu mau menyampaikan sesuatu padamu " kata ibu Rani, saat mereka berkumpul di ruang keluarga usai sarapan pagi.
Bagas dan yang lainnya seketika menatap ke arah ibu Rani.
" Silahkan bu, ada hal apa yang akan ibu sampaikan ? " tanya Bagas.
" Sejak nak Anna menyusulmu ke Papua, ada seseorang yang datang melamar adikmu Rista, pemuda itu adalah kakak dari Aulia, kamu masih ingat kan sama Aulia teman adikmu yang sering main dan nginap di rumah saat Rista SMP dulu ? "
__ADS_1
" Iya bu, Bagas masih ingat, terus gimana menurut ibu dan dedek sendiri apa dia menyukai pemuda itu ? "
Bagas masih menatap ibu Rani.
" Ibu sendiri setuju nak karena pemuda itu baik, Rista juga sepertinya menyukainya cuman adikmu selama ini belum memberikan jawaban karena masih menunggu keputusan darimu nak "
" Bu.. Jika ibu dan dedek menyukai pemuda itu maka saya juga pasti akan menyetujuinya bu, keputusan ibu adalah yang terbaik, segera minta Rista untuk membawanya ke sini, jika Rista setuju untuk menikah, apalagi yang kita tunggu, kita langsung nikahkan mereka. Setelah nikah, dia juga masih bisa tetap kuliah jika dia mau. Bagas juga takut jika terlalu lama membiarkan dia jomblo bu karena Bagas tidak sepenuhnya bisa menjaganya. '' kata Bagas sambil menggenggam tangan ibunya.
" Iya bu, Anna juga setuju dengan mas Bagas, jika dek Rista sudah menikah, ibu dan mas Bagas akan merasa tenang " tambah Anna.
" Baiklah sayang, ibu akan menyampaikan hal ini pada nak Rista, terima kasih sayang "
" Sama-sama bu " Bagas dan Anna mengangguk.
" Oia... Pak besan... Jenk Maryam.. Kalian masih akan tinggal kan jika misalnya pernikahan nak Rista akan dilaksanakan secepatnya ? " tanya ibu Rani lagi kepada kedua besannya.
" Gimana ya mbak, kami sebenarnya mau saja tapi nak Raihal harus kuliah mbak " kata ibu Maryam.
" Saya tidak apa-apa bu, pak.. tinggallah lebih lama, nanti saya akan kembali sendiri, pasti ibu dan bapak juga masih mau lama-lama kan sama baby Arsya " sahut Raihal.
" Benarkah sayang, kamu tidak apa-apa ? '' tanya ibu Maryam lagi.
" Beneran bu.. Raihal ini sudah besar jadi tidak usah khawatir " jawab Raihal lagi.
" Iya bu, adikku ini memang sudah besar, kalo sudah punya calon, kita akan nikahkan dia juga, hehehe " Anna lalu memeluk adiknya erat.
" Ihh.... apaan sih kakak ini " Raihal berusaha melepaskan pelukan Anna. Wajahnya seketika menjadi merah padam menahan malu.
******************
Akhirnya moment yang dinantikan Arya telah tiba. Rista datang menemuinya dan memberitahukan keputusannya.
" Kak Arya.. Aku setuju menikah dengan kak Arya, abangku meminta kak Arya beserta orang tua kak arya untuk datang melamar secara resmi " kata Rista
" Benarkah dek ???? ''
Rista menganggukkan kepala.
" Alhamdulillah... terima kasih dek, malam ini juga kakak akan datang bersama mama papa ke rumahmu dek " kata Arya dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya.
" Sama-sama kak Arya ''
" Yes.. yes... terima kasih dek, terima kasih. '' Arya masih saja bersorak bahagia. Rista hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Arya.
" Ya Allah... Selama ini aku tidak pernah menyukai siapa pun, ada banyak pria yang telah mendekatiku namun tidak ada yang membuatku tertarik. Tapi ketika bertemu dengan kak Arya, aku merasakan hal yang berbeda, saat bersamanya aku merasa nyaman dan bahagia. Jika memang dia yang ENGKAU kirim untukku, tolong satukan kami dalam ikatan suci_Mu ."
Doa Rista dalam hati sambil terus tersenyum menatap Arya.
Para Pembaca yang Budiman.
Terima kasih yang masih setia mengikuti alur cerita " Seorang Istri Prajurit ".
Sedikit author sematkan kisah Rista dan Arya ya biar tidak bosan.
Mohon dukungan like dan Vote nya.
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏🙏.
__ADS_1
Salam kenal semuanya. 😊😊