ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
AWAL HARI YANG BARU


__ADS_3

Matahari mulai terbit di ufuk timur. Suara toa terdengar di setiap sudut lingkungan Asrama Batalyon pertanda kegiatan prajurit dimulai, yang diawali dengan penaikan bendera. Waktu sudah jatuh di angka 06.00 pagi. Bagas telah berseragam lengkap karena sebentar lagi akan berkutat dengan kegiatannya, sementara Anna masih berada dalam selimut, matanya masih terpejam indah karena tertidur kembali usai sholat subuh tadi . Bagas mendekatinya dan mengelus lembut pipi istrinya.


" sayang... sudah pagi, ayo bangun "


" em... " Anna menggeliat sebentar.


" jam berapa sekarang mas ? " tanyanya lagi.


" jam 6 lewat sayang "


" Allahu Akbar, saya ketiduran mas " Anna membuka matanya dan dilihatnya bagas telah bersiap.


" Mas sudah mau jalan ? saya bahkan belum buat sarapan mas, tunggu sebentar mas " Anna hendak bangun namun Bagas mencegahnya.


" Tidak perlu sayang, tetap di sini dan istirahatlah, nanti kita keluar belanja bahan makanan, tadi mas sudah sarapan dengan roti dan segelas susu, sekarang mas harus kegiatan dulu ya "


Ucap Bagas sambil mengelus lembut rambut milik istrinya.


" Baiklah mas, semangat bekerja ya dan jangan lama-lama " Anna memasang wajah memelas.


" Siap sayang, mas sebentar saja, Oia, sampai berapa lama di sini sayang ? " Bagas kembali bertanya.


" Saya akan selamanya di sini mendampingi mas, saya telah mengundurkan diri dari pekerjaan saya mas, tidak apa-apa kan ? "


" benarkah ? "


Anna mengangguk.


" Mas sangat bahagia mendengarnya, berarti kita akan punya banyak waktu untuk selalu bersama, semoga lekas tumbuh Bagas atau Anna kecil di sini " kata Bagas lagi seraya mengelus perut istrinya.


" Aamiin ya rabbal 'Aalamiin " mereka mengaminkan bersamaan.


" mas kerja dulu ya sayang, istirahatlah " Bagas berpamitan, ia menyalami dan mencium kening istrinya lalu berjalan keluar sambil mengucap salam.


Mentari pagi semakin jauh meninggalkan ufuk timur, sinarnya mulai masuk menembus kaca jendela kamar. Hari ini adalah Awal hari yang baru bagi Anna mendampingi suami di tempat tugas. Anna meraih ponsel, diperiksanya grup kepengurusan Persit dan ternyata akan ada kegiatan pertemuan gabungan dua hari mendatang dan penyelenggaranya dari kompinya Bagas. Dia lalu mengetik pesan.


Assalamu 'alaikum, Selamat pagi. Ibu-ibu semuanya, pukul 11.00 nanti kita berkumpul di kantor persit ranting ya, kita akan membahas rencana pertemuan gabungan besok, tolong nanti satu orang jemput saya di rumah, terima kasih.


Pesan dikirim Anna ke grup Persit Ranting. Beberapa saat kemudian terdengar balasan dari ibu² istri anggota yang lain.


Bu Basman :


Wa'alaikum salam, Ijin siap ibu, terima kasih atas informasinya 🙏


Bu Imam :


Wa'alaikum salam, Ijin... Siap ibu, terima kasih informasinya 🙏

__ADS_1


Bu Heronimus :


Selamat pagi, Ijin monitor ibu, terima kasih informasinya 🙏


dst.................


Anna bangkit dari kasur. Dia merasakan sakit seluruh badannya, terutama di area sensitifnya.


" Auuww "


Anna meringis kesakitan, dengan langkah sedikit tertatih ia berjalan menuju kamar mandi. Dia mandi di sana. Setelah mandi dan berganti pakaian rumahan, dia membereskan tempat tidur, mengganti seprei, menyapu, mengepel dan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah lainnya. Setelah semuanya beres dia mengistirahatkan diri di sofa sambil menikmati camilan yang ada.


" Alhamdulillah, beres semua " ucapnya lalu menyeruput teh yang telah dibuatnya.


***********


Siang itu setelah mengirim pesan ke Bagas, Anna menuju kantor persit. Dia mengadakan pertemuan dengan ibu-ibu anggota kompi bantuan. Anna disambut hangat di sana, meski sekian lama baru bergabung kembali namun tidak membuat mereka berjarak atau pun merasa sungkan. Keakraban tetap terjalin meskipun sebelumnya Anna tidak berada di tempat namun dia selalu mensupport ibu-ibu anggotanya dari jauh.


" Nanti tolong ya ketua organisasi ditunjuk ibu-ibu yang akan jadi MC, pembaca doa, dirijen, sama yang buat kerajinan, terus nanti dicatat semua yang pasti hadir, yang ijin dan yang kerja. Untuk ibu-ibu yang kerja nanti tolong minta sampaikan ke bamin untuk dibuatkan surat ijin, kalau bisa semuanya hadir ya, yang kerja tolong minta ijin dulu untuk ikut pertemuan karena pertemuan kali ini penyelenggaranya adalah kompi kita, saya harap semuanya berjalan dengan lancar, sebentar sore kita akan mulai geladi, sekarang ibu-ibu bisa pulang makan siang dan istirahat dulu, sampai ketemu sebentar sore ya ibu-ibu " Kata Anna di akhir pertemuannya.


" Ijin.. Siap Ibu...!!! '' ibu-ibu menjawab serempak. Mereka lalu pulang ke rumah masing-masing.


Terlihat Bagas telah menunggu di luar, Anna menghampirinya.


" Sudah lama mas ? " tanya Anna


" Iya mas, yuk kita pulang sekarang " jawab Anna seraya naik ke atas motor dan mereka pun berlalu pergi.


Mereka tiba di rumah, Bagas langsung menutup pintu dan menguncinya.


" Lho kok dikunci mas ? " Anna mengernyitkan alis karena keheranan.


Bagas lalu menggandeng tangan Anna masuk ke dalam kamar, AC dinyalakan lalu ia merebahkan tubuh istrinya ke atas kasur.


" Mas menginginkannya sayang, tolong ya sebentar saja, mas tidak tahan lagi kalau harus menunggu sampai malam " Bagas berbisik di telinga Anna.


" Tapi ini siang bolong mas, nanti malam saja ya, takut ada yang datang ketuk pintu "


" Tidak akan ada yang datang sayang, sebentar saja ya "


Kata Bagas lagi seraya mencium bibir istrinya dengan tangan yang terus meraba seluruh area sensitif Anna, membuat Anna tidak bisa menolak dan ******* terus keluar dari mulutnya.


Baru setengah perjalanan percintaan mereka, terdengar suara pintu diketuk dan beberapa kali salam diucapkan dari luar.


" Assalamu 'alaikum "


Tok... tok... tok...

__ADS_1


" Assalamu 'alaikum, ijin Danki, dengan pratu Imron '' teriak Pratu Imron disertai ketukan di pintu.


Bagas mengusap wajahnya kasar.


" Bangsat... ngapain anak itu datang bertamu sekarang ? " ucap bagas kesal.


" Temui dulu sayang, siapa tau penting " minta Anna pada Bagas sambil mendorong tubuh suaminya agar segera bangkit.


Bagas menghembuskan nafasnya kasar, ia memakai bajunya kembali lalu menarik selimut menutupi tubuh polos istrinya dan berjalan keluar menemui Pratu Imron.


" Wa'alaikum salam, Info ? " Bagas menjawab salam dan membuka pintu.


" Ijin.. mau mengantarkan pesanan Danki " jawab Pratu Imron seraya menyodorkan beberapa kantong plastik yang berisi makanan yang dipesan Bagas tadi pagi.


" Astagfirullah... saya sampai lupa kalau tadi ada pesan makanan sama kau Imron, mari masuk dulu " Bagas meraih kantong plastik dari tangan Pratu Imron.


" Ijin.... kami harus kembali danki, lain kali saja kami datang bertamu, danki kelihatannya sangat sibuk, maaf mengganggu waktu berharganya, hehehe. "


Pratu Imron terkekeh, apalagi saat Bagas keluar ia melihat Bagas sedikit kesal, wajah serta badannya dibanjiri keringat, ia sangat tau apa yang sedang dilakukan dankinya itu.


" Hahaha.... bisa aja kau ini, kalau gitu tunggu sebentar"


Bagas lalu masuk ke dalam rumah, meletakkan plastik berisi makanan di atas meja dan meraih paper bag yang berisi oleh-oleh yang dibeli Anna. Dia kemudian memberikannya kepada Pratu Imron.


" Ini buat kamu Imron, oleh-oleh yang dibawa istri saya " kata Bagas lagi.


" Ijin, terima kasih Danki " Pratu Imron meraih paper bag yang diberikan Bagas.


" Sama-sama Imron "


" Ijin, kami undur diri, silahkan dilanjutkan kembali aktivitas tertundanya, Assalamu 'alaikum " pamit Pratu Imron lalu berlalu pergi dengan senyum jahilnya membuat Bagas tertawa namun wajahnya terlihat begitu malu.


" Wa'alaikum salam, hahahaha.. awas kau Imron "


Bagas menutup pintu rumah dan dikuncinya kemudian masuk kembali ke dalam kamar. Anna tersenyum menatapnya.


" Pratu Imron ngapain ke rumah sayang ? "


" Dia antar makanan sayang, tadi mas nitip beli di depan, mengganggu saja " jawab Bagas lalu merebahkan diri ke atas kasur di samping istrinya.


" Kan sudah dibilang tadi, mainnya nanti malam saja nanti ada orang yang datang. Mas sih tidak mau dibilangin "


Bagas menatap Anna kembali, ia mengecup kening istrinya.


" Kita lanjutkan lagi ya sayang " bisik Bagas di telinga Anna.


Anna hanya mengangguk pertanda lampu hijau bagi Bagas. Bagas langsung mencumbui istrinya, melucuti pakaiannya satu persatu dan melanjutkan kembali percintaan yang tertunda. ******* dan teriakan mereka kembali memenuhi ruang kamar, tidak perduli waktu siang bolong, mereka tetap menyalurkan hasrat yang menggebu di dalam dada mereka.

__ADS_1


__ADS_2