
Pagi itu tak pernah terpikir oleh Anna kalau ia akan diterima bekerja di salah satu rumah sakit ternama di Jakarta. Ia masih belum yakin dengan apa yang didengarnya di telepon tadi. Ucapan syukur dan terima kasih kepada Allah terus ia ucapkan. Sedih, bahagia, nervous bercampur jadi satu dan ini menjadi kabar bahagia untuk semua keluarga terutama kedua orang tuanya.
Rumah Sakit Jakarta .....
beralamat di Jalan Jend. Sudirman no. kav 49, Karet Semanggi, Kota Jakarta Selatan.
Anna menutup mulutnya, masih belum percaya dengan apa yang ada di hadapannya, diterima bekerja di rumah sakit mewah adalah harapan dan kebanggaan baginya karena sebelumnya ia hanya bekerja di rumah sakit yang jauh lebih sederhana.
Lama Anna diam terpaku dan kemudian ia turun dari mobil karena tadi ia diantar oleh pak Hasan (supir di rumah Bagas), ia berjalan masuk, seperti biasa, sepanjang jalan rumah sakit itu ramai akan kunjungan pasien dengan berbagai keluhan, ia berjalan menuju bagian informasi dan bertanya di mana letak ruangan kantor pimpinan rumah sakit dan ia pun di antar oleh salah satu staf rumah sakit menuju ruangan pimpinan.
Tok.. tok.. tok.. Anna mengetuk pintu.
" masuk " terdengar suara dari dalam ruangan.
ceklek !! Anna membuka pintu.
" Selamat Pagi Pak ... "
" Selamat Pagi, mari silahkan duduk "
" Baik pak, terima kasih " ucap Anna sambil berjalan ke arah kursi dan duduk tepat di hadapan meja pimpinan.
" Perkenalkan saya Anna Septiana, saya datang untuk memenuhi panggilan bekerja di rumah sakit ini, saya telah diarahkan untuk menemui bapak pimpinan " sambung Anna kembali dengan wajah yang penuh semangat.
" baiklah nona Anna, saya dr. Heru, saya CEO di rumah sakit ini, setelah melihat dan mempelajari CV anda maka saya putuskan untuk menerima anda bekerja sebagai salah satu dokter gigi di rumah sakit ini, karena memang kami masih membutuhkan tenaga dokter gigi, terima kasih karena telah datang memenuhi panggilan kami, semoga bisa bekerja sama dengan baik " ucap pak Heru.
" baik siap pak, saya akan bekerja dengan baik, terima kasih "
" sama - sama nona Anna, nanti nona Vinny sekretaris saya akan mengantarkan ke ruangan anda dan memberikan jadwal kerja anda "
__ADS_1
" siap pak, terima kasih, saya mohon diri " kata Anna seraya berdiri lalu bersalaman dengan pimpinannya.
Anna berjalan mengikuti langkah kaki sekretaris pak Heru yang akan membawanya ke ruangannya, terlihat beberapa staf lain memandanginya dan dibalas dengan senyuman oleh anna.
" selamat datang dokter, silahkan masuk.. ini ruangan ibu dokter, ini jadwal kerja dan daftar nama perawat yang akan mendampingi ibu bekerja dan juga daftar nama - nama dokter di rumah sakit ini, serta ini jas kerja khusus rumah sakit yang telah disiapkan untuk dokter anna '' jelas nona Vinny sekretaris pak Heru sambil menyerahkan jas kerja kepada Anna.
" baik, terima kasih nona Vinny ''
" sama - sama dokter, saya permisi dulu " jawab Vinny dan berlalu meninggalkan ruang kerja dokter Anna.
Anna memandangi jas kerja yang diberikan nona Vinny padanya tadi, di bagian depan jas telah tertera logo Rumah Sakit dan juga namanya drg. Anna Septiana, senyum mengembang di bibirnya, ia merasa sangat bahagia sekali, ini adalah awal yang baik untuk menata hidupnya kembali, hari ini adalah hari pertama ia bekerja, ia bekerja dengan baik, tidak lupa ia berkenalan dengan rekan - rekan kerjanya, para perawat serta para staf di rumah sakit. Anna adalah gadis yang ramah, cantik dan baik hati, tentu saja banyak yang senang berkenalan dan ingin menjadi temannya.
Hingga waktu bekerja telah usai, Anna dijemput kembali oleh pak Hasan kembali ke rumah. Ibu Rani menyambutnya dengan senyum kebahagiaan.
" Gimana hari pertama bekerja nak ? apa menyenangkan ? "
" Iya ibu.. sangat menyenangkan, Anna sangat bahagia bu "
" Aamiin.. terima kasih bu " mereka berdua saling berpelukan.
Hari ini dikarenakan kesibukannya ia sampai melewatkan beberapa panggilan dan pesan dari Bagas dan bahkan Bagas belum tau kalau Anna adalah seorang dokter, ini akan menjadi kabar mengejutkan bagi Bagas. Anna meraih ponsel dalam tasnya, dibukanya dan dilihatnya ada puluhan kali panggilan tak terjawab dari bagas, ia menekan nomor Bagas mencoba menghubungi kembali.
Tut... Tut.. Tut ... masih belum diangkat, ia mencoba kembali kedua kalinya dan tersambung.
" Assalamu 'alaikum dek "
" Wa'alaikum salam, maaf mas tadi sibuk sekali baru bisa buka hp "
" iya tidak apa - apa, gimana hari pertama bekerja ? "
" Alhamdulillah lancar mas, mas gimana kerjaannya ? "
__ADS_1
" Aman dek, mas sangat dan sangat merindukanmu dek, apa dek Anna juga merindukan mas Bagas ? ''
" i. i. iya mas " Anna tersenyum malu, ia merasa gugup sekali.
" iya apa ? coba dijawab dengan benar " tanya Bagas lagi mencoba menggodanya. Anna bertambah malu dibuatnya.
" sudah dulu ya mas, Anna mau mandi dulu " Anna mencoba mengakhiri panggilan, ia tidak tahan digoda mas Bagas.
" baiklah.. nanti mas akan tagih jawabannya kembali di lain waktu, mandi dan istirahat lah calon istriku sayang, assalamu 'alaikum "
" Wa'alaikum salam mas '' Anna menutup teleponnya, ia merasa malu sekali mendengar ucapan bagas, berkali - kali ia tersenyum sendiri seperti orang yang tidak waras, ternyata betul kata orang - orang jika cinta itu bisa membuat orang gila. ditambah lagi wajah tampan bagas terbayang terus di matanya dan terlihat di mana - mana di dalam ruangan kamarnya.
Begitu juga dengan Bagas, berkali kali ia tidak fokus bekerja, sering melamun dan tersenyum sendiri, selalu terlihat bayangan Anna di mana - mana, ia terus tersenyum dan bahkan bicara sendiri, sampai bawahannya dibuat keheranan karena selama ini Bagas dikenal sebagai pimpinan tegas, gagah dan berwibawa.
" Ijin Danki (komandan kompi)... kenapa akhir - akhir ini danki terlihat aneh, suka senyum dan bicara sendiri ? tanya Pratu Imron salah satu anggotanya.
" saya juga tidak tau, dia selalu muncul di mana - mana memenuhi otak saya "
" Ijin, dia siapa danki ? apakah bapak danyon (komandan batalyon) maksud danki ?
" bukan ... tapi dia calon istri saya ''
" ha ha ha ha ha, ijin.. ternyata Danki bisa jatuh cinta juga "
" jatuh cinta ??? apa saya sedang jatuh cinta Imron ?''
" ijin, siap... Danki sekarang sedang jatuh cinta, jatuh cinta itu sulit terungkapkan, bahagia selalu menyertai kemana pun kita pergi, bayang-bayang sang pujaan hati selalu menghantui apa pun hal yang kita lakukan, sampai gila kita dibuatnya " ucap imron kembali sambil meraih salah satu tangan bagas dan disatukan dengan tangannya membentuk sebuah hati.
" Ijin.. seperti ini lah danki bentuk yang dinamakan cinta itu " ucapnya lagi, mereka saling menatap dan akhirnya tertawa terbahak - bahak, kegiatan hari itu yang sebelumnya tegang berakhir dengan tawa lepas masing - masing.
__ADS_1