
Atas bantuan Wedding organizer setiap proses pernikahan Bagas dan Anna berjalan dengan lancar, hingga tiba sudah pada malam resepsi pernikahan yaitu proses terakhir di hari bersejarah mereka, setelah malam ini barulah mereka akan merasa lega. Konsepnya sederhana saja dan yang diundang pun hanya kerabat dan teman dekat saja.
Bagas dan Anna disulap menjadi raja dan ratu dalam sehari, mereka menuju pelaminan yang disambut dengan Prosesi Pedang Pora (Tradisi pernikahan bagi perwira militer untuk melepas masa lajangnya) yang dilakukan oleh beberapa adik angkatan Bagas.
Mereka berdiri menyalami para tamu yang datang memberikan selamat dan doa restu, menikmati acara demi acara hingga selesai. Malam ini Bagas dan Anna akan menginap di kamar hotel yang disiapkan khusus untuk mereka, sebelum mereka kembali istirahat mereka berpamitan kepada orang tua mereka.
" Bu.. bapak, kami akan kembali ke kamar " kata Bagas kepada Ibunya dan ibu bapak mertuanya. Bagas ditemani Anna berjongkok menyalami ketiga orang tua mereka yang sedang duduk di kursi secara bergantian. Saat Bagas menyalami bapak mertuanya, bapak Handoko meletakkan tangan di atas kepala menantunya seraya berkata,
" Nak Bagas.. bapak serahkan semua tanggungjawab bapak atas Anna untukmu nak, tolong jaga baik - baik putri bapak , cintai dan sayangi ia dengan sepenuh hati, bimbing ia ke jalan Allah, jadikan ia istri yang sholehah, jika suatu saat nak Bagas telah bosan atau benci kepadanya tolong jangan menyakitinya tapi kembalikan ia kepada kami nak, kami orang tuanya akan menerima ia kembali "
" InsyaAllah,,, bagas akan menjaga, mencintai dan membahagiakan anna dengan baik " jawab Bagas dengan tegas. Mendengar ucapan bagas, bapak Handoko dan ibu Maryam merasa tenang, kini giliran Anna yang bersimpuh di hadapan bapaknya, anak menciumi punggung tangan beliau lama dengan air mata yang terus menetes. Bapak Handoko mengelus kepala putrinya dengan lembut.
" berbahagialah nak, jangan pernah menangis lagi, semoga Allah memberkahi kalian berdua dengan kebahagiaan, jadilah isteri yang taat dan patuh pada suami, bapak dan ibu akan selalu mendoakan kalian nak, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah" ucap bapak Handoko, mereka pun saling berpelukan satu sama lain.
" kami akan kembali ke rumah nak, silahkan kalian kembalilah beristirahat " sahut ibu Rani sambil mengajak para besannya untuk pulang. Bagas dan Anna mengantarkan sampai ke depan hotel dan mereka pun masuk kembali menuju kamar yang telah disiapkan untuk mereka.
**********
Saat masuk ke dalam kamar, Anna terperangah melihat tempat tidur yang telah dihias begitu indah dan romantis. Anna berjalan menuju kamar ganti hendak melepas pakaian pengantin yang masih melekat di badannya. Bagas mengikutinya, Bagas memeluknya dari belakang, meraih tangan Anna dan disatukan dengan tangannya.
Cukup lama mereka dalam posisi itu tanpa ada yang bersuara.
1 menit,
2 menit,
3 menit kemudian....
" apa kita akan seperti ini hingga pagi ? "
" tetap seperti ini sebentar saja " jawab Bagas dengan mata yang masih terpejam, ia begitu menikmatinya.
" tapi kita harus mandi mas, ini sudah tengah malam "
__ADS_1
" baiklah, mas akan mandi lebih dulu "
Bagas melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamar mandi. Anna melepas semua gaun serta hijabnya diganti dengan bathrobe dan kemudian menyiapkan baju untuk suaminya yang ditaruh di atas kasur. Sesaat kemudian Bagas keluar dari kamar mandi menghampiri isterinya.
" pergilah mandi sayang.. mas sudah menyiapkan air hangat untukmu "
" baik mas, terima kasih "
Setelah berendam sebentar, Anna berdiri dan menyelesaikan ritual mandinya, ia keluar dan menuju kamar ganti, memakai piyamanya lalu menuju meja rias, memakaikan skincare ke wajahnya dan berjalan menuju tempat tidur.
Anna mengambil ponsel dan membuka puluhan pesan dan menjawabnya satu persatu sementara Bagas masih berbicara dengan seseorang di telpon.
" sudah dulu ya bro, Assalamu 'alaikum "
bagas menyudahi pembicaraannya dan menyimpan kembali ponselnya di meja, ia ikut naik ke kasur, mengambil ponsel Anna dan menyimpannya.
" Ponselnya ditaruh dulu ya sayang "
" Saya tidak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Allah untuk bersama, ijinkan mas membahagiakanmu" ucap bagas begitu puitis.
" Terima kasih mas untuk semuanya "
" Terima kasih juga sayang karena telah menerimaku, mas sangat mencintaimu dek "
Bagas mencium kening Anna membacakan doa di sana sebelum ia memulai aktivitasnya.
(Doa sebelum berhubungan suami isteri)
"Allahumma jannibnasy syaithon wa jannibisy syaithon maa rozaqtanaa"
Artinya:
"Ya Allah, jauhkalah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami
__ADS_1
Setelah melafalkan doa, bagas kemudian beralih mencium bibir istrinya, memainkan benda kenyal itu, turun ke leher memberi tanda di sana dengan tangan yang terus meraba area sensitif milik Anna. Bagas membuka kancing piyama Anna satu persatu, menciumi setiap inci tubuh istrinya itu.
Anna mendesah merasakan kenikmatan dan geli yang bercampur jadi satu, ia meremas rambut suaminya. ******* terus lolos dari bibir Anna membuat bagas semakin bergairah.
Bagas terus melanjutkan kegiatannya memberikan kepuasan kepada Istrinya. Anna hanya pasrah merelakan semua miliknya untuk suaminya karena ia tau bahwa ini adalah tugasnya sebagai seorang istri untuk memenuhi hak suaminya.
Lembah telah terkoyak dan mahkota berharga telah bagas ambil. mereka telah melewati malam peraduan cinta yang panjang dan menggairahkan.
Percintaan mereka terus berlanjut hingga menjelang subuh.
Bagas mengangkat Anna masuk ke dalam kamar mandi, mereka mandi, berwudhu dan kemudian sholat subuh bersama. Setelah itu mereka kembali ke pembaringan untuk istirahat.
"terima kasih sayang"
ucap Bagas seraya mendaratkan kecupan di kening Anna.
"sama - sama mas "
Bagas menatap wajah istrinya yang telah tertidur di hadapannya. Ia merasa bersyukur sekali atas karunia yang telah Allah berikan.
Bagas berdoa di dalam hatinya memohon keberkahan dalam hubungan mereka.
(Doa meminta keberkahan suami isteri)
"Allaahumma baarik lii fii ahlii wa baarik li ahlii fiyya"
Artinya:
"Ya Allah, berkahilah istriku untukku dan berkahilan aku untuk istriku."
Subuh semakin lenyap dan siap berganti pagi, namun kamar masih terasa hening. Suara denting jam mengantarkan mereka kembali pada alam mimpi. mereka tertidur dengan damai. Rasa bahagia begitu menyentuh dalam qalbu, membumbung, meluap dan memenuhi seluruh relung hati mereka.
__ADS_1