
1 tahun kemudian.
..
..
..
..
Pagi-pagi sekali Anna telah bangun, memasak makanan yang enak, bersih-bersih rumah, tidak lupa ia berdandan dengan cantik. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, hari di mana Bagas suami tercinta akan kembali dari tugas. Ia terlihat begitu bahagia, wajahnya berseri-seri dan senyumnya terus merekah. Sesekali ia bersenandung ria.
Lihat aku, sayang..
Yang sudah berjuang
Menunggumu datang,
menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang..
Hatiku kau genggam,
Aku tak 'kan pergi,
menunggu kamu di sini.
Tetap di sini....
Sepenggal lagu milik Anji terus dinyanyikannya sambil memakaikan baju yang paling bagus untuk Arsya.
Kini Anna telah siap, dia berdiri bersama Suster Dwi/Ibu Imron di antara deretan ibu-ibu yang juga telah menunggu kepulangan suami mereka. Suasana hatinya tak menentu, bahagia juga rasa haru bercampur jadi satu. Tangan dan kakinya terasa dingin dan jantungnya berdegup kencang seakan mau lepas dari tempatnya. Ia begitu merindukan suaminya, hingga ia merasa sangat gugup seolah-olah ini adalah kencan pertama baginya.
Upacara penyambutan dimulai, truk yang ditumpangi para prajurit telah memasuki halaman mayon melalui karpet 1. Seluruh pasukan satu persatu menuruni truk yang disambut dengan tarian penyambutan. Karena memakai samaran, Anna begitu pun dengan ibu-ibu yang lain sampai tidak mengenali suami mereka. Mereka hanya bisa menunggu hingga upacara selesai.
Aksi heroik prajurit TNI yang menjadi pasukan perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo kali ini membuat decak kagum dunia. Pasalnya, Prajurit TNI telah menjalankan misi dengan baik dan juga mereka berhasil mengamankan alat perang berupa 20 pucuk AK-47 beserta magasin, 8 busur dan 15 buah anak panah.
__ADS_1
Lagi-lagi Komandan Satuan memuji para prajuritnya yang telah ikut bergabung dalam satgas tersebut. Perisiwa ini sangat istimewa, karena dari milisi yang menyerahkan diri, salah satunya merupakan kombatan FDLR Rwanda yang termasuk tokoh paling dicari oleh aparat Republik Demokratik Kongo.
"Saya sangat mengapresiasi, dimanapun ditempatkan di belahan bumi, putera-puteri bangsa terus mengukir prestasi, kali ini dalam misi pasukan perdamaian PBB. Keberhasilan ini tentunya tidak mudah, penuh dengan ketekunan daya juang, apa lagi menghadapi iklim yang tidak familiar, jauh di Afrika sana. Perolehan ini merupakan hasil kerja keras dari TNI dalam melaksanakan tugas sesuai dengan mandat PBB yaitu Protection of Civilian (POC) ". Kata Danyon dalam sambutannya yang diikuti dengan tepuk tangan meriah dan sorak sorai para prajurit.
"Ini bukan prestasi main-main, karena membuat harum nama TNI dan Indonesia. Pesan saya, teruslah membuat bangga nama Indonesia dimanapun ditempatkan. Indonesia butuh para prajurit yang handal seperti kalian, namun pada kesempatan ini saya juga akan menyampaikan berita duka, insiden penyerangan mendadak yang terjadi sesaat sebelum para prajurit akan kembali ke tanah air menyebabkan salah seorang prajurit kita sampai saat ini masih dalam proses pencarian. Saya berjanji akan berusaha sekuat tenaga melalui instansi terkait akan mencari dan memastikan prajurit yang dinyatakan hilang, ditemukan dengan selamat. Saya mohon agar keluarganya yang sedang menanti kedatangan suami agar bersabar ". Kata Danyon lagi dan kali ini suasana tiba-tiba berubah menjadi hening, semua tertunduk dalam kebisuan dengan rasa penuh haru.
Komandan satuan berjalan meninggalkan mimbar diikuti oleh Ibu Ketua, melangkah menuju arah di mana Anna berdiri. Ibu Ketua langsung memeluk tubuh Anna dengan erat dalam diam. Anna masih sedikit heran. Ia juga ikut terdiam, hingga beberapa saat kemudian, Bapak komandan bersuara.
" Bu Danki... bersabar ya, Pak Danki adalah prajurit yang dinyatakan hilang itu. Beliau adalah Ksatria pemberani yang rela mengorbankan apa pun demi anggotanya. Saya berjanji akan menemukan beliau dalam keadaan selamat. Saya mohon, kesabaran dan doa dari Bu Danki ". Ucap pak komandan.
Bagai disambar petir, Anna tercekat tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Air matanya tumpah. Tubuhnya bergetar hebat lalu lemas seketika. Pandangannya tiba-tiba gelap. Ia sudah tidak sadarkan diri.
*******************
< Flashback on sebelum Bagas menghilang >
Rombongan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco telah selesai dalam tugas. Pada saat itu rombongan dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC batalyon setempat sedang dalam perjalanan kembali ke markas. Namun tiba-tiba ada tembakan kearah konvoi kendaraan angkut personel yang menghujani mereka. Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.
Para prajurit melakukan perlawanan dan berhasil melumpuhkan lawan. Namun salah seorang di antara mereka berlari masuk ke dalam hutan dan dikejar oleh Bagas.
" Kalian semua pulanglah, biarkan saya yang mengejar, saya khawatir dia akan kembali membawa orang yang lebih banyak lagi " teriak Bagas.
" Saya bilang cepat kembali " teriak Bagas lagi.
Namun tak dihiraukan oleh prajurit yang lain, mereka tetap mengikuti Bagas yang sudah berlari jauh masuk ke hutan. Hingga beberapa saat terdengar suara tembakan sebanyak 3 kali. Para prajurit pun semakin mempercepat langkah masuk ke dalam hutan.
Usai menyisir seluruh lokasi hutan, akhirnya lawan yang diduga ketua kelompok bersenjata yang dikejar Bagas telah ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan dua luka tembak di dada.
" Danki... Danki..... ". teriak Pratu Imron diikuti oleh prajurit yang lain yang mencari ke segala penjuru. Tapi tidak ada jawaban apapun dari Bagas dan tidak terlihat Bagas di seluruh tempat.
" Tadi terdengar 3 kali tembakan, Apa Danki tertembak ? ". Ucap sertu Agus yang juga berasal dari satuan Bagas.
" Jika tertembak pasti Danki ada di sekitar sini, kita sudah menyisir seluruh tempat tapi beliau tidak ada di sini ". Jawab Sertu Deni.
" Pasti Danki ada di sekitar sini, kita harus cari lagi. Danki... Danki... Danki.. !!! ". Pratu Imron terus berteriak. Bibirnya bergetar, air matanya terus mengalir.
" Kita harus kembali, kita harus minta bantuan untuk membantu pencarian bang Bagas ". Kata Letda Yoga.
__ADS_1
" Ijin siap, ayo kita kembali ". Sahut Sertu Agus.
" Ijin, kami tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum menemukan Danki, kami akan tetap mencarinya hingga ketemu ". Pratu Imron semakin kacau dia terus berteriak memanggil Bagas.
" Hentikan Imron, apa kamu tidak punya otak ? kita harus laporkan kejadian ini dan meminta bantuan dulu, bagaimana jika tiba-tiba ada serangan lagi sedangkan kita kekurangan personil ? ". Kata Sertu Agus lagi.
" Saya akan tetap di sini, kalian pergi saja, saya tidak akan pulang sebelum beliau ditemukan, apa kalian tega meninggalkan Danki sendiri di sini ?? dimana hati nurani kalian ?? hah... ". Teriak Pratu Imron.
" Kita akan kembali Imron, apa kau bodoh mau tinggal tanpa ada persiapan ??? amunisi kita sudah habis !!! kamu mau ikut mati tertembak ?? Apa kau lupa dengan istrimu di rumah ??? ". Teriak Sertu Agus tidak kalah kerasnya.
Letda Yoga mendekati mereka.
" Sudah.. sudah... !!! kalian jangan memperkeruh suasana. Kalian harus berfikir, sekarang kita harus cari solusi. Kita harus kembali, kita akan laporkan kejadian ini dan minta pertolongan pada pihak-pihak berwajib dan instansi terkait. Ayo kembali ke truk, nanti kita akan kembali melakukan pencarian ". Perintah Letda Yoga, selaku yang tertua.
Seluruh pasukan pun keluar dari hutan dan kembali ke markas.
Hingga sepekan lamanya, dengan dibantu beberapa tim, mereka terus mencari namun tidak ada hasil. Bagas belum juga ditemukan. Hingga proses pencarian dikembalikan kepada kedutaan Indonesia di Kongo yang dibantu oleh pihak terkait di sana.
Sementara prajurit lain yang telah selesai menjalankan tugas dipulangkan kembali ke negara asal, atas perintah petinggi TNI.
< Flashback OFF >
..
..
..
..
..
Para Pembaca sekalian...
Tetap dukung author ya, agar bisa menyelesaikan cerita "Istri Seorang Prajurit" hingga selesai.
Ikuti terus cerita menariknya, sertakan kritik dan saran di kolom komentar ya.
__ADS_1
Dan jangan lupa like dan vote nya.
Terima kasih 🙏🙏😘😘😘