ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
RINDU DAN GODAAN


__ADS_3

Kali ini Anna merasa benar-benar sendiri, hanya keheningan kamar yang menemani.


Ia menarik tirai yang menutupi jendela kamar, menyapukan pandangan keluar menatap langit yang terlihat gelap tanpa cahaya bintang, hanya cahaya lampu jalan dan lampu rumah - rumah dinas yang menerangi malam, suasana asrama saat malam begitu sepi dan hening, sesekali hanya suara binatang malam jangkrik dan kodok yang terdengar nyaring di telinga.


" Ya Allah.. mengapa diriku serapuh ini ? secepat inikah rindu datang bertahta di hatiku ?, bahkan suamiku masih dalam perjalanan ke tempat tugas tapi kegelisahan telah mengguncang jiwaku, ikhlaskan hati hamba ya Allah " lirih hati Anna setengah bersuara.


Setitik air bening menetes membasahi pipinya. Ia merasa tidak berdaya. Cukup lama ia berdiri di sana.


" Bukankah ibu adalah wanita yang tegar ? ibu tidak boleh cengeng seperti ini, kita harus tabah ya nak, semua pasti akan indah pada waktunya " kata Anna lagi seraya mengelus lembut perutnya.


Anna masih saja menangis, saat sendiri seperti ini, rasa rindu pada orang-orang tersayang tidak bisa dielakkan.


Sayang... apa kamu baik-baik saja jika ditinggal sendiri sama suamimu ? Apalagi kamu lagi hamil nak, jika kamu mau, ibu dan bapak bisa datang ke sana menemanimu.


Anna teringat kembali perkataan ibunya ditelpon kemarin. Ia sangat menginginkan tawaran tersebut tapi ia sadar diri dengan kehidupan rumah tangganya, ia tidak boleh terus bergantung pada orang tuanya.


" Mas, ibu, bapak...hiks....hiks...hiks saya merindukan kalian " Isak tangis Anna pecah. Ia berjalan menuju kasur dan merebahkan diri di sana, menutupi dirinya dengan selimut lalu memejamkan mata agar bisa tertidur.


*********


Dari sekian banyak kampus yang ada di Jakarta, pilihan Rista jatuh pada Universitas Indonesia. Ia memilih melanjutkan pendidikannya di sana mengambil jurusan manajemen. Ia hendak menjadi pebisnis seperti almarhum ayahnya, ingin menjadi Direktur pada perusahaan ayahnya yang sementara ini dikelola oleh Om Yudi (adik kandung dari ayahnya). Sejak ayahnya meninggal, om Yudi lah yang mengurus semuanya karena Bagas memilih untuk menjadi Prajurit TNI_AD dan Rista masih belum cukup umur untuk menangani perusahaan.


Suasana kampus telah ramai, setelah sebelumnya telah menjalani OSPEK, hari ini Rista mulai kegiatan belajar. Tentu saja, ia tidak sendiri tapi sahabatnya Aulia Pratama atau lebih akrab dipanggil Uli selalu menemaninya. Mereka telah bersahabat dari sejak masih SMP dan hingga sekarang masih selalu bersama. Berbeda dengan Rista yang selalu tampil sederhana meski berasal dari keluarga yang berada, Aulia justru sebaliknya. Ia selalu menomor satukan penampilannya, semua harus modis, branded dan perfect. Kecantikan mereka berdua sama namun dari segi pendidikan Rista jauh lebih pintar dan lebih terkenal pendiam dibandingkan Aulia. Kebaikan hati Rista membuat Aulia selalu ingin bersahabat dengannya. Rista dan Aulia bahkan memilih fakultas yang sama. Hari itu mereka sama-sama akan mengikuti kelas bersama.


" Ris.. nanti setelah jam kuliah selesai main ke rumahku yuk " ajak Aulia.


" Emang ada acara apaan di rumah kamu ? "


" Tidak ada acara apa-apa sih, cuman kan kamu udah lama ndak main di rumahku "


" Aku malas deh li, kamu aja yang datang ke rumahku, ibuku sendirian soalnya karena kakak ipar aku sudah ikut Abang ke tempat tugas "


" Please deh, Minggu depan aku yang akan main ke rumah kamu tapi hari ini kamu yang harus main ke rumahku, setuju ?? " tanya Aulia sambil menatap wajah Rista. Rista membuang nafasnya.


" Baiklah.. OK.. Ok... setuju " jawab Rista.


" Yuk buruan kita masuk kelas dulu " kata Rista lagi sambil menggandeng tangan Aulia. Mereka berlari menuju kelas.


" Woy ..... anak baru, tidak punya mata ya kalian " teriak seseorang dari belakang.


Rista dan Aulia berhenti lalu berbalik bersamaan ke sumber suara.


" Yang kakak maksud kami ? " tanya Rista.


" Ya kalian lah....Emang ada orang lain lagi di sini selain kita bertiga ? dasar tidak sopan ya kalian sama senior, main lari-larian tanpa permisi, emangnya jalanan ini lapangan ? kalian belum tau ya saya ini siapa ? " Tanya Tania dengan sorot mata penuh nanar. Tania adalah salah seorang mahasiswi semester ke 6 di kampus, dijuluki princess, kepala geng the cantik. Dia terkenal suka ngebully para mahasiswa yang lain, khususnya mahasiswa baru.


" Maaf kak, kami buru-buru, kalo boleh tau kakak ini siapa ? " Aulia bertanya kembali.


" Hello... kalian belum tau siapa saya ?? Saya adalah Tania, Princess of the Cantik dan .....


" Maaf kak, kami harus masuk kelas, kami duluan ya " Potong Rista, kemudian menarik tangan Aulia menuju kelas mereka, meninggalkan Tania yang masih ingin berbicara panjang lebar di sana.


" Dasar kurang ajar, awas ya kalian " umpat Tania dengan penuh kesal.


***********


Pukul 13.00, jam kuliah telah usai. Rista dan Aulia berjalan bergandengan tangan keluar ruangan. Semua mata kaum adam tertuju kepadanya. Ada yang tersenyum, bersiul dan menyapa mereka. Senyuman adalah jawaban terbaik untuk membalas tiap Godaan yang mereka hadapi.


" Kalian berdua berhenti di sana " Panggil Tania yang ternyata telah menunggu Rista dan Aulia di luar ruangan bersama para anggota gengnya.


" dia lagi " bisik Aulia kepada Rista. Tania dan gengnya mendekati mereka.


" Hey.. kamu.. bersujud dan minta maaf di kaki saya " tunjuk Tania pada Rasti.


" Mengenai yang tadi, kami sudah minta maaf kak, kami sungguh tidak sengaja, sekali lagi kami mohon maaf " ucap Rasti dan hendak melangkah pergi. Tania memberi kode dan para personil gengnya langsung menarik tangan Rasti dan mendudukkannya ke lantai.


" Lepaskan " Rasti memberontak.


" Apa-apaan kalian, lepaskan sahabat aku "


" Kamu tidak usah ikut campur " Tunjuk Tania pada Aulia.


" Ayo cepat minta maaf " Personil geng the cantik semakin menekan kepala Rista hingga nyaris mencium kaki Tania.


" Kami minta maaf, tolong maafkan kami " ucap Rista.


" Ucapkan sekali lagi, saya tidak mendengarnya " kata Tania lagi.

__ADS_1


" Kami minta maaf, tolong maafkan kami " kata Rista lagi dengan suara yang lebih keras. Tania lalu memberikan kode lagi dan para personil the cantik pun melepaskan Rista. Tania lalu mengambil sebotol minuman yang dipegang oleh salah seorang mahasiswa yang sedari tadi menyaksikan mereka. Ia lalu menyiramkan ke atas kepala Rista. Para mahasiswa yang lain menutup mulut mereka, mereka tidak berani berkomentar. Belum habis isi botol minuman itu, seseorang datang menghentikan ulah Tania.


" Hentikan Tania, apa yang kamu lakukan pada mereka ? seperti inikah caramu memberi contoh kepada para junior kita ? kenapa kamu masih saja bersikap seperti ini " kata Gibran lalu meraih botol dari tangan Tania dan membuangnya ke tempat sampah. Gibran adalah Ketua senat mahasiswa di kampus. Gibran lalu mengambil saputangan dalam saku celananya lalu memberikannya kepada Rista.


" Kami minta maaf, ini ambillah dan bersihkan wajahmu "


" Terima kasih kak, kami permisi dulu " Rista mengambil sapu tangan Gibran lalu berlalu pergi. Sementara Tania hanya terdiam menatap Gibran. Ia tidak bisa berbuat apa-apa saat berhadapan dengan orang yang ia sukai. Ia telah lama jatuh hati pada sosok Gibran.


Rista dan Aulia menuju parkiran, Aulia terus saja berbicara, mengumpat Tania.


" Dasar nenek sihir, bisa-bisanya dia melakukan ini padamu Ris, sebelumnya belum pernah ada yang seberani ini, maafkan aku karena tidak bisa membantumu "


" Tidak apa-apa li, santai saja, yuk kita balik "


" Ayo ris, silahkan masuk " Aulia membukakan pintu mobil dan disusul ia ikut masuk di kursi kemudi. Mobil pun meninggalkan area kampus.


**************


Tring... Tring... Tring


Ponsel Rista berdering, panggilan dari Anna. Rista menjawabnya.


" Assalamu 'alaikum kak "


" Wa'alaikum salam dek, apa kabar sayang, ibu mana ? " tanya Anna.


" Alhamdulillah baik, ibu ada di rumah kak, dedek lagi di jalan nih abis dari kampus "


" Baiklah sayang, kalau gitu kakak langsung telpon ke rumah ya biar bisa bicara dengan ibu " kata Anna kemudian.


" Tolong sekalian bilang ibu ya kak kalau dedek mau main ke rumah Aulia, Oia.. kiriman kue kakak sudah sampai belum ? "


" Belum dek, mungkin besok baru sampai, oke sayang, hati-hati ya... Assalamu 'alaikum ''


" Wa'alaikum salam, kakakku sayang ''


Panggilan berakhir, Rista menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas. Ia lalu menatap saputangan yang ada di tangannya. Dalam hatinya masih bertanya siapa orang yang menolongnya tadi.


Sesaat kemudian, mobil telah sampai di rumah Aulia. Mereka masuk dan langsung menuju ke kamar Aulia.


" Silahkan masuk ris, ini ganti baju dulu ya, baju kamu basah " Aulia memberikan baju kepada Rista. Rista menerimanya.


" Sama-sama, aku tinggal ke bawah sebentar ya, kamu ganti baju aja dulu, nanti aku kembali "


" Ok "


Aulia lalu keluar dari kamar sedangkan Rista masuk ke kamar mandi untuk ganti baju.


Rista dan Aulia telah berada di meja makan. Telah tersaji menu makan siang di sana.


" Kok sepi li ? Om dan Tante kemana ? " tanya Rista sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah.


" Papa dan mama ke luar kota ris, jadi yang tinggal di rumah cuma aku dan kakak aku sama ditemani beberapa ART "


" Oh gitu... tapi kamu bukannya anak sulung ? kok bisa punya kakak ? '' tanya Rista lagi.


" Aku anak bontot sayang, kakak aku baru setahun pindah ke Jakarta, dari kecil tinggalnya sama nenek jadi kamu tidak pernah lihat dia, tunggu bentar ya... aku panggil kakak dulu "


Rista hanya mengangguk lalu Aulia beranjak pergi menuju kamar kakaknya.


Sesaat kemudian Aulia telah kembali.


" Rista.. maaf lama, kenalin ini kakak aku namanya Arya, ini sahabat aku kak namanya Rista "


Rista berbalik ke arah Aulia.


" Kamu ?? " Rista menunjuk ke arah Arya.


" Hay... " Arya tersenyum sambil mengangkat tangannya.


" Apa kalian sudah saling kenal " Aulia bertanya.


" Bukannya cowok mesum ini supir kamu Aulia ?? kenapa bisa jadi kakak kamu ? "


<30 menit yang lalu>


Tok.. Tok...

__ADS_1


Terdengar pintu kamar Aulia diketuk dan seseorang sedang memanggilnya.


" Aulia.. Aulia.." Panggil Arya sambil berjalan masuk ke dalam kamar, karena tidak melihat Aulia di sana, Arya lalu menuju kamar mandi. Pintu kamar mandi dibukanya.


" Auli...." Arya tidak meneruskan kata-katanya, ia terpaku dan menelan salivanya melihat gadis seksi di dalam kamar mandi dan itu bukan adiknya. Rista yang hanya memakai tank top karena baru saja melepas seragam sekolahnya histeris dibuatnya.


" Astagfirullah.. kamu siapa ? berani sekali masuk ke sini ? dasar cowok mesum '' Rista terus memukul badan Arya.


" Ampun, saya minta maaf, saya salah masuk kamar ? " Arya menyatukan kedua tangannya.


" Kamu siapa ? kenapa masuk kamar orang tanpa permisi ? "


" Saya supir di rumah ini, maaf "


" Astaga.. keluar sana, dasar cowok mesum, diriku telah ternoda olehmu " teriak Rista.


Arya hanya tersenyum. Ini pertemuan kedua kalinya bersama Rista setelah acara malam Prom Night Aulia. Ternyata gadis itu sahabatnya Aulia gumamnya lalu berlalu meninggalkan kamar adiknya.


" Bukan supir ris, tapi dia ini adalah kakak aku namanya Arya bukan cowok mesum " jawab Aulia.


" Entahlah li, nafsu makan aku langsung hilang lihat kakak kamu ini "


" Jadi cewek penyenggol ini namanya Rista, nama yang indah, Ayo kita makan.. maafin yang tadi itu ya, saya beneran tidak sengaja " Arya tersenyum lalu ikut duduk di kursi samping Aulia berhadapan dengan Rista.


'' Apa ? maksudnya cewek penyenggol itu apaan ? " tanya Aulia dan Rista serempak.


" Begini dek, jadi Rista ini yang senggol kakak sampai baju kakak basah di acara Prom Night kamu "


" Apa ?? " Aulia dan Rista terkejut.


Rista mengingat kembali kejadian malam itu. jadi cowok ini cowok sama malam itu, tapi kok sedikit beda ya ? malam itu dia terlihat cuek dan sombong tapi sekarang malah jadi begini, gumam hati Rista.


Jadi cewek ini namanya Rista, jantungku kenapa berdebar saat menatap wajah cantiknya ?, ya Allah.. kuatkan hamba dari godaan ini, gumam hati Arya.


" Sudah, sudah, Ayo kita makan nanti lagi baru berdebat ya '' Aulia menengahi. Mereka lalu makan tanpa ada yang bersuara. Aulia memperhatikan sesekali Arya menatap ke arah Rista sambil tersenyum. Sedangkan Rista hanya fokus menatap makanan yang ada di piringnya. Apakah Arya menyukai Rista ?? Entahlah.. hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.


**********


Mendengar Bagas telah sampai tujuan, Anna bernafas lega. Ia sedikit tenang. Meski hati sama-sama berbalut rindu namun mereka selalu saling menguatkan lewat doa. Hanya doa yang mampu menepis segala rindu dan godaan yang menghampiri. Tak ubahnya seorang manusia, kita tetaplah manusia biasa yang lemah. Kekuatan kita ada pada doa yang harus selalu kita langitkan dan hanya Allah yang kuasa atas segalanya.


" Sayang.. apa kamu baik-baik saja ? sayang.... apa kamu masih di sana ? " terdengar suara Bagas terus memanggilnya. Anna tersentak dari lamunan. Sesaat lalu ia membayangkan wajah suaminya. Ia kemudian memperbaiki posisi ponsel di telinganya.


" Iya mas, saya masih di sini "


" Kok tadi tiba-tiba tak bersuara saat mas panggil-panggil ? semua baik-baik saja kan sayang ? " tanya Bagas kembali.


" Iya mas, semua baik-baik saja, tadi saya kefikiran mas saja, mas juga baik-baik saja kan ? sudah makan belum ? "


" Alhamdulillah mas baik-baik saja, ini baru saja mas habis makan, kamu sendiri sudah makan belum ? ''


" Sudah juga mas, ini mau pergi giat olah raga sore di kompi "


" Jangan terlalu capek ya, vitaminnya jangan lupa diminum, terus datang pantau kegiatan ibu-ibu saja, tidak usah ikut olah raga, apa kamu masih mual sayang ? "


" Iya mas, Alhamdulillah sudah tidak ''


" Syukur Alhamdulillah, semoga selalu diberi kesehatan beserta dedek bayi ya '' Bagas bernafas lega.


" Aamiin, terima kasih, mas juga ya sehat selalu di sana "


" Siap sayangku, ya udah kalau gitu mas sudahi dulu ya, nanti dilanjut lagi. I Love U Istriku. Assalamu 'alaikum "


" I Love U to suamiku, Wa'alaikum salam ". Anna menaruh kembali ponselnya ke dalam tas lalu keluar rumah, kemudian menuju kantor kompi menggunakan motor Bagas yang ada di garasi rumah.


Visual Aulia πŸ‘‡



Visual Arya saat berpakaian formalπŸ‘‡



Visual Rista waktu di rumah Aulia πŸ‘‡



Para reader...

__ADS_1


mohon like dan kalau berkenan tolong divote, kami tunggu kritik dan saran untuk perbaikan karya kami, silahkan masukkan komentarnya, terima kasih πŸ™


__ADS_2