ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
INDAHNYA CINTA


__ADS_3

Para pembaca sekalian,


Dalam episode ini, ada adegan panas sepasang suami istri ya, jadi harap bijak dalam membaca.


Terima kasih yang masih setia menunggu up kisah "Istri Seorang Prajurit".


Jangan lupa like, coment serta vote nya ya.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


..


..


..


Usai makan malam bersama, Salman mohon diri untuk kembali ke rumah. Sebenarnya Salman sudah berpamitan sejak tadi sore namun Ibu Rani terus menahannya.


" Saya pamit dulu ya, nanti saya akan main lagi ke sini atau kalian bisa main ke rumah saya "


" Apa tidak sebaiknya kamu nginap saja nak, besok saja baru kamu pulang ". Pinta Ibu Rani.


" Iya bro... nginap aja dulu ". Tambah Bagas.


" Nanti lain kali ya Bu, Bagas.. ada yang harus saya urus dulu ". Salman lalu memegang tangan Ibu Rani.


" Baiklah nak, nanti main ke sini lagi ya, terima kasih nak ". Ibu Rani memeluk Salman.


" Sama-sama bu ". Ucap Salman kemudian berlalu pergi setelah mencium punggung tangan Ibu Rani.


" Kalian juga istirahat lah, pasti kalian lelah ". Kata Ibu Rani sesaat setelah Salman berlalu pergi.


" Baiklah bu, ibu juga istirahat ya ". Bagas memeluk ibunya.


" Iya nak, Arsya biar tidur sama ibu ya, sudah lama ibu tidak tidur bersama cucu ibu ". Pinta Ibu Rani.


" Tidak bu, biar Arsya tidur sama kami. Bagas juga merindukan putra Bagas bu ".


" Malam ini saja nak, ayo sayang ". Ibu Rani lalu mengajak Arsya ke kamarnya. Arsya lalu mencium Anna dan Bagas kemudian ikut bersama neneknya ke kamar.


" Betul kata ibu bang.. untuk malam ini saja, besok Abang bisa tidur bersama Arsya. malam ini abang pasti perlu waktu untuk berdua dengan kak Anna ". Goda Rista.


" Betul sekali istriku... nikmatilah malam indah kalian, kalian telah lama saling merindukan, benar kan bro ?? ehem...ehemm ". Arya semakin menggoda Bagas.


" Kalian ini, ngeselin bangett ya ". Anna mencubit pinggang Rista.


" Auuww... sakit kak Anna, kasian lho ponakan kakak ikut kena cubit "


" Sudah berapa bulan dek usia kandungannya ? ". Tanya Bagas.

__ADS_1


" Sudah 5 bulan bang "


" Lama juga kalian berproses, perasaan kalian sudah lama menikah, apa suamimu ini kurang kuat ? ". Bagas menyenggol Arya.


" Apa ? tentu saja kak Arya sangat.... ". Arya menutup mulut istri kecilnya lalu menggiringnya masuk ke kamar sebelum Rista membeberkan semua hubungan mereka di atas ranjang.


" Sudah sayang.. ayo kita istirahat, kami pamit ke kamar duluan ya ". Teriak Arya.


" em...em... em.... ". Rista berusaha melepaskan tangan Arya yang menutup mulutnya.


Arya melepas bungkaman tangannya.


" Kak Arya kenapa menutup mulutku ?, aku kan belum selesai bicara sama abang "


" Benarkah ?? memangnya tadi mau bicara apa ? "


" Aku mau memberitahu abang kalo kak Arya itu..... "


Rista tiba-tiba menghentikan ucapannya, ia menguap dan berpura-pura terlihat mengantuk.


Arya mendekati istrinya.


" Hayo.... Kak Arya kenapa ? kok berhenti bicara ? "


" Ah.. sudahlah, ayo kita tidur kak, aku mengantuk "


" Tunggu sebentar istriku, kamu mau kemana ? ". Arya menarik tangan istrinya ke dalam pelukannya. Rista menatap manik mata suaminya.


" Bagus... berarti istri nakalku ini sudah tahu kesalahannya dan siap menerima hukuman "


" Hukuman ?? "


" Iya sayang... kamu harus dihukum, tapi tenang saja.. hukumannya hukuman yang enak ". Arya berbisik di telinga Rista, membuat Rista bergidik.


Arya mengangkat tubuh istrinya dan meletakkan pelan di atas kasur. Dengan pelan ia membuka semua pakaian Rista hingga benar-benar polos, tubuh seksinya membuat Arya berkali-kali menelan ludah.


" Kenapa begini kak ? kak Arya mau ngapain ? apa hukumannya harus begini ? "


" Iya sayang... kak Arya mau nengok bayi kita, sudah lama kita tidak pernah melakukannya, kakak sudah tidak tahan lagi, tadi dokter bilang kalo kita sudah bisa melakukannya sayang "


Rista hanya pasrah. Arya lalu menyerang istrinya dengan ciuman bertubi-tubi. Ia membelai setiap inci tubuh Rista.


" Ah..Geli kak.. ". Rista mendesah saat Arya mulai bermain di kedua bukit kembarnya. Arya terus mengulum dan menghisap ****** istrinya.


" Aahhh.... Kak Arya....terus kak, aku menyukainya ". Rista memegangi kepala suaminya dan meminta Arya agar terus melakukannya. Arya semakin menggila, ia bukan hanya menghisap tapi juga memberi gigitan kecil di sana yang membuat Rista semakin melayang. Mendengar desahan Rista membuatnya semakin bersemangat, ia kemudian menghunjamkan senjata miliknya ke dalam lembah istrinya yang selalu saja terasa sempit dan nikmat.


" Pelan-pelan dong suamiku, Kasian bayi kita nanti ". Teriak Rista saat Arya sudah memacu gerakannya.


" Tidak apa-apa sayang, sedikit lagi ". Arya semakin mempercepat gerakan pinggulnya.

__ADS_1


" Aaaahhhhh..... ". Lenguhan panjang keluar bersamaan dari bibir mereka. Mereka terkulai lemas dengan keringat yang membasahi tubuh mereka.


" Istirahatlah istriku, terima kasih sayang ". Arya memeluk tubuh Rista sambil terus mengelus perut buncit istrinya.


****************


Sementara di tempat lain, di kamar Anna dan Bagas. Mereka baru saja melaksanakan sholat Isya. Bagas merapikan sajadah serta alat sholat dan mengembalikan ke tempatnya, sementara Anna masih sibuk mengoleskan cream di wajahnya.


" Kamu selalu saja cantik sayang ". Bagas sudah berdiri di belakang Anna.


" Iya dong sayang, mas juga selalu terlihat tampan, yuk ah kita tidur ". Anna berdiri dari duduknya lalu menarik tangan suaminya menuju tempat tidur. Ia membaringkan tubuhnya dan spontan Bagas lalu menindihnya.


" Kita lanjutkan yang tadi siang ya, dua tahun lebih lamanya mas berpuasa sayang, sekarang saatnya berbuka puasa "


" Beneran mas tidak pernah melakukannya selama itu ? "


Bagas mengernyitkan dahinya.


" Menurut kamu, apa mas bisa melakukannya di sana ? "


Anna menatap mata suaminya.


" Saya sering dengar kalo biasanya ada tempat untuk melakukan itu dan kita tinggal membayarnya "


" Apa ?? Apa mas akan berselera melakukan hal seperti itu dengan wanita lain ? Sayang... jika harus berpuasa selama 100 tahun, mas akan melakukannya asal berbuka hanya denganmu saja, paham sayang ? "


Anna tertawa.


" Hahaha... saya hanya menggoda mas saja, mas serius sekali "


" Ah... kamu ini, awas ya, mas akan memberimu pelajaran, bersiaplah.... "


Bagas lalu membungkam mulut istrinya dengan bibirnya. Mereka saling membalas ciuman, saling bermain lidah dan bertukar saliva. Bagas terus mengecap bibir manis istrinya. Entah berapa lama mereka saling berciuman dan kini keduanya sudah sama-sama polos. Puas bermain di bukit kembar Anna, Bagas lalu beralih ke lembah milik istrinya. Ia mengamati lembah yang sudah lama tidak dilihat dan dijelajahinya. Ia membenamkan wajahnya menciumi aroma khas yang memabukkan, lalu memainkan lidahnya di sana. Anna hanya bisa memejamkan mata menikmati tiap perlakuan Bagas padanya.


" Mas Bagasss... ". Panggilan Anna terdengar begitu mesra. Bagas terus bergerilya menjelajahi seluruh tubuh istrinya tanpa melewati setitik cela pun.


" Mas begitu merindukanmu sayang, mas merindukan desahan lembut dari bibirmu, terus panggil namaku sayang.... ". Bagas semakin menggilai istrinya. Semakin jauh ia menyusuri lembah yang harum bak semerbak bunga.


" Aahhh.... Mas Bagas sayang... saya tidak tahan lagi mas... "


" Keluarkan saja sayang... "


" Aaaaahhhhhh, mas.... Ahhhh ".


Tubuh Anna bergetar dan menggelinjang. Lelehan lahar panas mengalir di sela lembahnya yang dihiasi gundukan rumput halus. Dengan cepat Bagas meminum habis cairan yang terasa begitu manis itu.


" Ini baru awalnya sayang.. keringatmu sudah bercucuran seperti ini, sekarang giliran kamu ya, bermainlah... ". Bagas lalu menghentakkan badan istrinya hingga posisi Anna kini sudah berada di atas suaminya. Dengan muka yang bersemu merah Anna melakukan apa yang diminta suaminya. Mereka saling memenuhi hasrat satu sama lain.


" Terus sayang... lebih cepat.... Aaahhhhhhh ". Bagas mendesah, ia mengalami pelepasannya.

__ADS_1


Serasa seperti pengantin baru kembali, mereka berkali-kali mencapai puncak. Berpacu dalam indahnya cinta, saling mereguk kenikmatan yang telah lama mereka dambakan. Bagas tidak berhenti menyerang Anna hingga istrinya betul-betul telah kehabisan tenaga. Mereka saling menatap dan saling tersenyum, lalu pada akhirnya saling berpelukan kembali dan mengulang lagi percintaan yang entah sampai kapan akan mereka akhiri. Suara derit ranjang menjadi saksi betapa buasnya mereka saling memangsa satu sama lain. Desahan dan erangan kenikmatan terus menggema memenuhi ruang kamar yang sepi dan dingin. Mereka telah larut dalam buaian asmara.


__ADS_2