ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
KEMBALI BEKERJA


__ADS_3

Pagi itu, matahari telah beranjak jauh meninggalkan tempat kemunculannya, jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Dua orang sepasang pengantin baru masih tertidur lelap di balik selimut. Mereka melanjutkan tidur usai sholat subuh karena kelelahan akibat pergulatan panjang yang memakan waktu semalaman. Sesaat kemudian Anna membuka mata, ia melihat bagas masih terlelap, perlahan ia melepaskan diri dari pelukan Bagas dan berjalan tertatih menuju kamar mandi, ia merasakan sakit sekujur tubuhnya terutama di area sensitifnya, ia ingin berendam air panas dengan campuran minyak esensial aromatik untuk menenangkan tubuh dan fikirannya.


Sejam berlalu Anna baru menyelesaikan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian yang rapi, tidak lupa ia memakai riasan tipis di wajah. Siang ini ia harus ke rumah sakit karena masa ijinnya telah berakhir.



Foto Anna telah bersiap.


Anna berjalan ke arah tempat tidur, dilihatnya bagas masih tertidur, senyuman menghiasi bibirnya, dalam keadaan tertidur saja suaminya masih terlihat sangat tampan.



Foto Bagas masih tertidur.


" MasyaAllah...betapa tampannya suamiku" Anna berucap dalam hati. ia mendekati suaminya dan berbisik ke telinga Bagas.


"Mas... Ayo bangun"


tidak ada jawaban, Anna mulai menepuk lengan suaminya.


" Mas.. ayo bangun, saya harus ke rumah sakit mas" kata Anna lagi. Bagas membuka matanya.


" Ayo bangun mas, mandi terus kita sarapan, hari ini sudah waktunya bagi saya untuk kembali bekerja "


" apa ? hari ini sudah masuk kerja ?"


" Iya mas, saya ada jadwal jam 1 sampai jam 5 sore"


" tapi kan kita baru saja tadi malam habis resepsi sayang kok sudah mulai kerja ? "


" tidak ada tapi - tapian mas, ayo bangun" Anna menarik tangan suaminya dan mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi.


"Buruan ya mandinya" teriaknya lagi. Anna kemudian membereskan semua barang - barangnya ke dalam tas sebelum check out dari hotel, lalu pandangannya tertuju pada bercak darah yang ada di kasur.


" Subhanallah, darah apa ini ? " mata anna membulat, ia mengambil tisu basah kemudian menggosoknya namun tak bisa hilang, lalu ia mengambil toner pembersih wajah, ia semprotkan pada kapas lalu menggosokkan kembali pada seprei kasur itu hasilnya malah bertambah kotor, Anna mengusap wajahnya kesal. Tidak lama kemudian Bagas keluar dari kamar mandi, ia tersenyum melihat tingkah istrinya.


" Ada apa sayang " Bagas menghampiri istrinya.


" Bolehkah kita bawa pulang seprei ini mas, ini kotor, nanti saya yang akan mencucinya sendiri di rumah " Anna menunjuk kasur itu.


" Apa istriku ini malu meninggalkan kamar ini dengan noda darah perawan di seprei ? Bagas tersenyum ke arah istrinya.


" tentu saja mas, ini sangat memalukan "


" memalukan ??? ha.. ha..ha..bukankah ini romantis sayang ??


" mas.. berhenti menggoda dan menertawakan diriku mas " Anna melepas seprei kasur lalu memasukkan ke dalam tasnya, mukanya bersemu merah karena malu. Bagas lalu memeluk isterinya erat sekali, aroma tubuh isteri menyeruak masuk ke dalam rongga dadanya, begitu membangkitkan gairahnya, ia lalu menciumi bibir mungil istrinya yang terasa candu baginya.


" mas.. nanti kita lanjut lagi ya, saya sudah lapar sekali mas dan saya harus ke rumah sakit " Anna melepaskan pelukan bagas dan mengambilkan pakaian untuk suaminya. Setelah berpakaian dan memeriksa kembali barang - barangnya, mereka turun ke bawah untuk mencari makan lalu kembali pulang ke rumah.


*******


Mobil memasuki halaman rumah yang terlihat sepi. Anna dan Bagas memberi salam namun tak ada jawaban. mereka mencari ke seluruh ruangan tapi tak ditemukan ibu dan bapak serta Rista.

__ADS_1


" orang - orang pergi kemana ya mas ? "


" entahlah sayang, mas juga tidak tau "


Samar - samar terdengar suara gelak tawa dari belakang rumah, sepertinya orang rumah ada di taman belakang. Anna menuju ke arah sana diikuti oleh Bagas.


" Assalamu 'alaikum... ternyata kalian semua ada di sini, kami mencari - cari ke seluruh rumah tapi tidak ketemu "


" Wa'alaikum salam " ucap ibu, bapak, Rista dan bik Minah bersamaan.


" iya sayang, Ayo bergabung, kami lagi berkumpul di sini, lagi bakar - bakar ikan, udang, dll, piknik tipis - tipis sayang, kok kalian sudah pulang ? " tanya ibu Rani.


" Anna harus ke rumah sakit bu, hari ini sudah masuk kerja kembali " jawab Anna dengan raut muka yang terlihat sedih.


" kok cepat sekali sayang masuk kerjanya, kenapa tidak minta ijin beberapa hari lagi untuk kalian berdua honeymoon, sebelum bagas kembali ke tempat tugasnya ? " giliran ibu Maryam bertanya.


" Anna tidak enak bu, Anna baru sebulan lebih diterima kerja di sana dan sudah minta ijin selama 10 hari "


" Tidak apa - apa sayang, jangan sedih begitu, masih ada waktu tiap malam untuk kita bersama" Bagas memeluk isterinya


" Baiklah bu, silahkan dilanjutkan kembali, lain kali baru kami ikut serta, kami harus pergi dulu, Assalamu 'alaikum"


" Wa'alaikum salam, hati - hati sayang "


" iya bu " jawab Anna dan Bagas, kemudian berlalu pergi.


Di mobil saat menuju rumah sakit, Bagas terus menggenggam tangan Anna dan sesekali menciumnya.


" terima kasih mas, saya masuk dulu, nanti jemput ya " Anna menyalami dan menciumi punggung tangan suaminya.


" sama - sama sayang, semangat bekerja ya, I Love you " Bagas mencium bibir Anna sekilas.


" I Love you to suamiku, Assalamu 'alaikum "


" Wa'alaikum salam " Bagas melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit, sementara Anna melangkahkan kaki menuju ke ruangan kerjanya, ia disambut bahagia oleh rekan - rekan kerja dan asistennya bahkan ada yang sampai menggodanya menanyakan kisah malam pertama sang dokter cantik itu, Anna hanya tersenyum dengan muka yang merona karena malu.


**********


Hari ini Anna menangani banyak pasien bahkan jam sudah menunjukkan pukul 17.30 ia masih di sana.


" apa masih ada pasien suster ?" tanya anna pada suster Dwi.


" masih 1 orang dok "


" baiklah, suruh pasien segera masuk "


" baik dokter " suster Dwi memanggil pasien terakhir.


" Nona Gita "


" Ada " Sahut Gita lalu datang menghampiri suster Dwi.


" Silahkan masuk nona, sekarang giliran anda"

__ADS_1


" baiklah, terima kasih sus " Gita memasuki ruangan dokter dan duduk di depan Anna.


" Mbak Gita.. " Anna memanggil nama pasiennya, Gita adalah wanita yang ia kenal 2 minggu lalu ketika mereka tak sengaja bertabrakan di supermarket.


" Iya mbak, maaf saya datang kemari bukan untuk periksa tapi untuk menemui mbak Anna, sy sudah coba menghubungi nomor mbak 2 hari yang lalu tapi tidak diangkat, pesan saya juga tidak dibalas, terus saya coba hubungi kembali dan nomor mbak tidak aktif, jadi saya ke sini deh" kata Gita.


" oh maaf, saya sibuk beberapa hari ini, tunggu sebentar ya, nanti kita berbincang di tempat lain, saya bereskan ini dlu "


" baiklah.. kalo gitu saya tunggu di luar ya mbak dokter " kata Gita sambil tersenyum dan melangkah keluar, sedangkan Anna membereskan semua kerjaannya dan pamit untuk pulang, tidak lupa ia menghubungi Bagas memberitahu suaminya agar tidak dulu menjemput dirinya karena akan mengobrol dengan Gita.


Anna dan Gita telah sampai di sebuah Cafe dekat dari rumah sakit.


" mau minum apa mbak ? silahkan dipesan ? Anna memberikan daftar menu kepada Gita.


" disamain aja dengan pesanan mbak Anna " jawab Gita.


" baiklah " Anna lalu memberikan catatan pesanannya kepada pelayan di cafe itu dan duduk kembali di kursinya.


" ada perlu apa ya mbak Gita menghubungi saya ? " tanya anna.


" begini mbak.. sebenarnya sebelum kita bertemu di supermarket itu saya sudah mengenal mbak Anna sebelumnya, saya menghubungi mbak Anna atas permintaan atasan saya, atasan saya ingin bertemu dengan mbak Anna " jawab Gita.


" siapa nama atasan mbak Gita ? apa saya juga mengenalnya ? tanya Anna kembali.


" iya, mbak sangat mengenalnya dan kalau mbak berkenan silahkan menemuinya besok, nanti saya akan kirim alamatnya, sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikannya "


" bolehkah saya tau siapa namanya mbak Gita ?


" maaf mbak, saya harus merahasiakannya sebelum kalian bertemu "


" tolong jangan membuat saya penasaran atau saya tidak akan menemuinya "


" jika mbak penasaran, mbak harus menemuinya, saya yang akan menjamin keselamatan mbak " kata Gita meyakinkan Anna.


" baiklah.. silahkan diminum mbak, saya akan pikirkan dulu, nanti saya akan kabari " jawab Anna. Mereka pun menikmati minuman yang mereka pesan lalu saling berpamitan untuk pulang. Karena jam sudah menunjukkan waktu sholat magrib, ia mengirimi Bagas pesan untuk menjemputnya selepas magrib. Anna kembali ke rumah sakit dan sholat di mushola rumah sakit. Usai sholat Anna duduk di serambi mesjid sambil menunggu suaminya, ia masih memikirkan perkataan Gita, ia terus bertanya tanya dalam hati siapa sebenarnya atasan Gita ? dan ada perlu apa dia ingin bertemu dengannya ?, semoga semua baik - baik saja, ucapnya dalam hati.


tring.. tring...tring, suara ponselnya mengejutkannya, telpon dari suaminya.


" Assalamu 'alaikum mas.. "


" Wa'alaikum salam, mas sudah di parkiran nih "


" baik mas, saya ke sana " Anna menutup telpon terus berjalan menuju parkiran, masuk ke dalam mobil dan mereka kembali ke rumah.


" Kita langsung pulang sayang ? "


" Iya mas, kita langsung ke rumah saja "


Anna menatap bagas, meraih tangan suaminya dan menciuminya lama.


" terima kasih mas untuk semuanya, I Love U more and more " itu kalimat yang diucapkan anna. ia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan memejamkan matanya. Bagas mengusap lembut kepala istrinya.


" I Love U to istriku " ucapnya lalu kembali fokus menyetir, sesekali ia melihat ke arah istrinya yang kini sedang tertidur. Ia ingin sekali mencumbui istrinya itu, setiap melihat wajah Anna selalu saja membangkitkan gairahnya.

__ADS_1


__ADS_2