ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
PENGAJUAN NIKAH DINAS


__ADS_3

Pagi - pagi sekali setelah sholat subuh, saat hendak turun ke dapur untuk memasak, ponsel Anna berdering, panggilan telepon dari Bagas, tumben sepagi ini sudah menelpon, apa ada yang penting ya ? ucapnya dalam hati, ia pun menjawabnya.


" Halo.. Assalamu 'alaikum "


" Wa'alaikum salam, sudah sholat dek ? "


" sudah mas, ini baru mau turun masak sebelum berangkat kerja "


" bisa tidak memasak biar dikerjakan sama bik Minah saja, nanti dek anna kelelahan" pinta Bagas.


"saya ndak apa-apa lho mas, saya senang melakukannya'' jawab Anna


" terserahlah dek, tapi jangan sampai capek ya, nanti bisa sakit"


" Iya mas... Insya Allah, semua aman - aman saja mas, sudah dulu ya mas nanti dilanjut lagi, mau masak dulu biar tidak telat masuk kerjanya"


" baik calon istriku sayang, mas merindukanmu sayang, Assalamu 'alaikum"


" wa'alaikum salam" Anna menutup telponnya dengan senyuman yang mengembang.


Beberapa saat kemudian, setelah menyiapkan sarapan, mandi dan bersiap, Anna pun keluar kamar dengan langkah tergesa - gesa menuju meja makan, membuat ibu Rani dan Rista keheranan.


" Maaf bu, Anna buru - buru jadi tidak sempat sarapan, duluan ya bu, dek Rista, Assalamu 'alaikum" Anna mencium punggung tangan ibunya dan segera berangkat.


"Wa'alaikum salam" jawab bu Rani dan Rista bersamaan.


****


Rapat bersama pimpinan dan para dokter baru saja dimulai, ketika rapat berlangsung Anna tampil maksimal seperti biasa ia memunculkan ide - ide cemerlangnya untuk kemajuan rumah sakit.


" Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan berupa tuntutan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang semakin professional dan mengutamakan kenyamanan kian meningkat, bagaimana kita akan menghadapi hal tersebut ? mungkin ada ide atau saran dari rekan - rekan para dokter ? silahkan disampaikan, tanya bapak Heru diakhir arahannya.


Anna terdiam sejenak dan kemudian ia mengangkat tangannya memberi isyarat hendak menyampaikan sesuatu.


" Bapak pimpinan beserta rekan - rekan sekalian yang saya hormati, sedikit ide dari saya yaitu untuk menjawab tantangan - tantangan tersebut mari kita mulai menampilkan budaya baru yang menjunjung tinggi profesionalitas dalam pelayanan, kita bekerja sama menciptakan suasana yang nyaman bagi pasien seperti berada di rumah sendiri, sehingga pasien dapat memperoleh kembali kesehatannya dalam suasana dan lingkungan yang nyaman, demikian ide dari saya, terima kasih" Jelasnya dan disambut tepuk tangan oleh para peserta rapat.


Bapak Heru dibuat kagum oleh dokter Anna,


meski terbilang masih baru namun kinerjanya di rumah sakit selama sebulan lebih bekerja sangatlah bagus. Anna adalah dokter muda yang berbakat, cantik, ramah, cerdas dan baik hati, banyak rekan dokter pria yang mempertanyakan statusnya.


Beberapa saat kemudian rapat pun selesai, para peserta keluar dari ruang rapat, Anna pun keluar dengan pandangan lurus ke depan berjalan menuju ruang kerjanya. Saat hendak membuka pintu ruangannya tiba - tiba suster Dwi menghampirinya.


"Dokter.. ada yang sedang menunggu dokter di dalam, katanya calon suami dokter"


"calon suami ?" Anna mengernyitkan dahi dan berfikir sejenak.


"Iya dokter, pria itu berkata demikian"


"Baiklah, saya akan menemuinya dan suster boleh istirahat"

__ADS_1


"iya dok, terima kasih" Suster Dwi pun segera pergi.


Anna membuka pintu pelan dan perlahan masuk ke ruangannya, dalam benaknya siapa gerangan pria yang sedang duduk menunggunya ? karena posisi duduk membelakangi pintu jadi Anna tak bisa melihat wajah pria itu.


"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu ??" tanya Anna


" Sudah selesai rapatnya sayang ?" lelaki itu berdiri dan berbalik menghadap anna.


"mas Bagas...." Anna begitu terkejut.


"Iya sayang, ini mas Bagas, ini sudah jam makan siang, mari kita keluar makan, ada banyak hal yang perlu dek Anna jelaskan" Bagas meraih tangan calon istrinya itu dan membawanya ikut bersamanya.


Anna hanya pasrah mengikuti kemana bagas akan membawanya, tibalah mereka di sebuah restoran cepat saji. Bagas menarik kursi dan meminta Anna untuk duduk kemudian ia berjalan ke counter untuk memesan makanan dan ikut duduk di hadapan Anna.


" kapan mas tiba ? "


" sekitar sejam yang lalu"


"kok mas ndak kasitau ?"


" biar surprise sayang " jawab Bagas dengan senyuman manisnya.



Foto Bagas sedang tersenyum


" sesuai janji mas bahwa sebulan lagi kita akan mengurus nikah, makanya mas datang untuk menjemputmu dek" kata Bagas kembali.


" tentu karena itu janji seorang bagas, sama - sama sayang"


" Oia.. kenapa tidak pernah cerita kalo ternyata dek Anna adalah seorang dokter, coba jelaskan" tanya Bagas kembali.


" karena mas bagas tidak pernah bertanya jadi saya tidak memberitahunya, lagian itu tidak ada pengaruhnya pada hubungan kita mas, saya harap mas mencintai saya apa adanya dan begitu juga sebaliknya"


" terima kasih sayang " ucap bagas sambil mengelus kepala Anna.


" sama - sama mas" jawab anna. mereka pun saling mengobrol mengenai pekerjaan masing - masing dan sesekali saling berpandangan guna saling melepas rindu dalam hati mereka.


Melepas rindu paling dahsyat yaitu ketika dua orang sepasang kekasih tak saling bermesraan, berpelukan ataupun berciuman namun keduanya diam-diam saling mendoakan.


*****


Di rumah ibu Rani yang tahu putranya sudah datang, ia menyiapkan makanan - makanan enak untuk makan malam sebentar, semenjak putranya memutuskan akan menikah hatinya selalu merasa bahagia, ia tak sabar menanti hari itu tiba. ia sadar umurnya sudah tidak muda lagi, ia berharap bisa segera menimang cucu. Setelah menyiapkan semuanya ia menuju ruang tamu dan menanti bagas dan Anna di sana. Tak lama berselang terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah dan kemudian terlihat Bagas dan Anna berjalan hendak masuk ke dalam rumah.


" Assalamu 'alaikum " ucap bagas dan Anna bersamaan. Bagas yang melihat ibunya menyambutnya segera memeluk dan mencium punggung tangan ibunya yang diikuti oleh Anna.


" Wa'alaikum salam " jawab ibu Rani sambil membalas pelukan anak dan calon menantunya.


"Ayo masuk nak, ibu sudah masak makanan kesukaanmu" ajak ibu Rani.

__ADS_1


" Baiklah bu, kami ke kamar membersihkan badan dulu ya " jawab Bagas bergegas ke kamar untuk mandi yang diikuti oleh Anna. Ibu Rani hanya membalas dengan anggukan kepala.


30 menit kemudian...


Ibu Rani, bagas, Anna dan Rista kini telah berkumpul di meja makan, mereka menikmati makan malam dengan hidangan yang begitu lezat. mereka terlihat sangat bahagia. Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Anna membantu Rista mengerjakan tugas sekolahnya. Sementara Bagas yang berbaring dengan kepala di paha ibu Rani masih sibuk bermanja - manja pada ibunya. Mereka berbincang, bercanda dan tertawa bersama hingga malam semakin larut dan mereka pun kembali ke kamar masing - masing untuk istirahat.


Di dalam kamar, Anna yang sudah siap untuk tidur mendengar ponselnya berdering tanda sebuah pesan masuk, ia meraih ponsel dan membukanya, sebuah pesan dari Bagas.


Bagas :


Selamat tidur sayang, mas sangat mencintaimu, peluk cium selalu ❤️😘😘


Anna :


Selamat tidur mas, I Love U too 🥰


Setelah membalas pesan dari Bagas, Anna meletakkan kembali ponselnya di meja samping tempat tidur dan berbaring kembali di kasurnya. Bagas sebenarnya masih hendak menggoda calon istrinya namun ia takut Anna akan marah padanya, ia pasrah dan kemudian ikut berbaring di kasurnya. Mereka pun tertidur pulas dan bertemu kembali dalam mimpi yang indah.


*****


Dua hari berikutnya, setelah meminta ijin dari tempat kerjanya, Anna dan Bagas telah bersiap untuk berangkat ke tempat tugas suaminya yaitu ke Sorong Papua Barat.


Hampir 3 jam perjalanan lewat pesawat udara dan selama 30 menit naik mobil dari bandara akhirnya mereka sampai di Asrama Yonif 762 Sorong, Anna menginap sementara di salah satu Mes di sana. Sementara Bagas tinggal di rumah dinas yang telah disiapkan untuknya selama ia bertugas di sana.


Sedikitnya ada 4 poin tes yang harus mereka lalui setelah seluruh berkas administrasi pernikahan dan asal-usul calon istri serta keluarga telah Anna urus dan serahkan sebelumnya.


Tes tersebut mencakup :


Pemeriksaan Penelitian Khusus (Litsus): calon istri akan diuji mengenai kemampuan umum di bidang kenegaraan serta pandangannya tentang organisasi ilegal yang mengancam NKRI.


Pemeriksaan Kesehatan (Rikes): keseluruhan tubuh dari calon istri dan suami akan dicek. Hal ini biasa juga disebut sebagai medical check-up, yang bertujuan memastikan bahwa keduanya dalam kondisi sehat. Konon, calon istri juga akan menjalani tes keperawanan dalam fase ini. Namun, rumor ini masih belum jelas hingga saat ini. Ada yang mengaku benar-benar diteliti secara fisik, namun, ada yang hanya ditanyai.


Pembinaan Mental (Bintal): menghadap ke Disbintal TNI, kedua calon suami-istri akan mengikuti pembinaan pra-nikah. Mereka akan menghadapi pertanyaan menyangkut kepribadian masing-masing dan pengetahuan agama keduanya.


Pertemuan ke Pejabat Kesatuan: setelah seluruh tes dijalani, kedua pasangan akan menghadap ke pejabat kesatuan tempat calon suami bekerja.


Seminggu berlalu, dengan penuh perjuangan akhirnya mereka berdua telah menjalani proses pengajuan nikah dinas dan Anna telah resmi menjadi Ibu Persit Kartika Chandra Kirana (TNI AD).



Gambar baju persit PSK (Pakaian Seragam Kerja)



Visual Bagas dan Anna


" Alhamdulillahi Robbal Alaamiin 🤲 ''


Anna dan Bagas bersyukur telah menjalani semua prosesnya dengan lancar, selanjutnya mereka akan menuju pada tahap pernikahan secara hukum dan agama.

__ADS_1


Pengumuman buat para readers.


Mohon maaf gambar hanya imajinasi saja, bagi yang kurang setuju mohon dimaklumi, terima kasih 🙏


__ADS_2