ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
NASIHAT BAGAS


__ADS_3

Waktu seminggu telah berlalu, atas permintaan Bagas pernikahan Rista adiknya pun dipercepat. Akad nikah digelar di rumah Ibu Rani. Arya dan Bagas telah duduk bersiap untuk melaksanakan Ijab Qobul, Bagas sendiri yang menikahkan mereka, ia menjabat tangan Arya dengan erat sambil mengucapkan ijab dengan begitu tegas.


" Saudara Arya Pratama Binti Johan, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan adik saya Clarista Putri Binti Mulyono, dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan emas seberat 250 gram, tunai.”


"Saya terima nikah dan kawinnya Clarista Putri Binti Mulyono dengan mas kawin tersebut tunai.” Jawab Arya dengan suara lantang. Akhirnya Arya dan Rista telah resmi menjadi suami istri yang sah. Semua yang hadir bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Atas permintaan Rista, pernikahannya digelar sederhana saja, namun resepsi pernikahan mewah tetap diadakan di rumah Arya. Semua keluarga telah berkumpul di sana. Suasana malam yang indah dan syahdu. Ratusan pasang mata memandang pasangan pengantin yang sangat serasi dengan penampilan yang begitu menawan. Rista yang begitu cantik dan Arya yang tak kalah tampan, membuat siapa saja berdecak kagum melihatnya. Semua orang terlihat begitu menikmati acara, Bagas dan Anna tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman kebahagiaan. Mereka berdua juga jadi the best couple malam itu.


" Wow... Pasangan pengantinnya sungguh menawan ya tapi kalian berdua tidak kalah kerennya " ucap Ibu Rani seraya menatap ke arah Bagas dan Anna.


" Ibu ini bisa aja " kata Anna tersipu malu.


" Tentu dong bu, putra ibu ini kan sangat tampan dan lihat menantu ibu, dia yang paling cantik, sudah tentu lah kami tidak kalah kerennya " tambah Bagas.


" Betul sekali nak, kalian memang yang terbaik, semoga kalian selalu bahagia ya " sahut ibu Maryam.


" Aamiin ya Allah, terima kasih bu " ucap Bagas dan Anna bersamaan.


" Sama-sama sayang " ibu Maryam membalas dengan senyuman.


Selimut malam semakin mendekap, para tamu telah pergi dan acara pun telah usai. Ibu Rani, Bagas, Anna serta seluruh keluarga yang lain pamit pulang ke rumah. Bagas yang mewakili keluarganya memberikan sedikit nasihat kepada Arya dan Rista.


" Arya..Rista... abang dan yang lainnya pamit pulang ya. Abang mewakili ibu dan seluruh keluarga menyampaikan selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua. Sedikit nasihat buat kalian, buat kamu Arya.. tolong jaga adik saya baik-baik. Dia sekarang telah menjadi istrimu. Seorang istri adalah suatu amanat bagi suami, dan sebaik-baik suami adalah yang paling sayang terhadap istrinya. Suami adalah pemimpin yang akan mengarahkan istrinya, mengayomi istrinya dan melindungi istrinya. Jaga pernikahan kalian karena suatu waktu penikahan yang kuat sekali pun pasti akan digoda oleh syaitan agar rumah tangga itu karam. Oleh karena itu, sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita. Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok. Jangan mengubahnya tapi jagalah dia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat: “Jagalah wanita-wanita itu..! Pelan-pelan dan berlemah lembutlah pada wanita!”. Setelah istrimu menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain. Istri itu seperti wadah yang akan kekeringan, jika tidak terus diisi air. Karena, jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya. Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami. Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang. Jadilah manusia terbaik! Dimana manusia yang terbaik adalah yang terbaik kepada istri dan keluarganya. Dan kamu Rista, jadilah wanita yang terbaik! yang bila dipandang menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suamimu. Suami adalah Surga dan Neraka bagimu. Hormati dan taati dia, jangan membantahnya selama itu perintah kebaikan. Semoga kalian selalu bahagia, abang sangat menyayangimu dek, abang lega telah menikahkanmu, berbahagialah sayang.. " Suara Bagas tercekat, air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya tumpah sudah.

__ADS_1


Bukan hanya Rista, namun semua yang mendengar nasihat Bagas tak kuasa meneteskan air mata. Selama ini Bagas begitu menyayangi dan menjaga adiknya dengan baik dan ia pun berharap suami Rista bisa melakukan hal yang sama kepada adiknya itu. Arya dan Rista kemudian memeluk Bagas dengan erat.


" Aku berjanji akan menjaga adikmu dengan baik, aku akan mencintainya dengan sepenuh hati dan akan membahagiakannya seumur hidupku " ucap Arya.


" Dedek juga berjanji akan menjadi istri yang baik bang, terima kasih bang, terima kasih selama ini telah menjadi ayah buat dedek setelah ayah kita meninggal. Dedek menyayangi kalian semua. " ucap Rista juga dengan penuh haru.


Rista diikuti Arya lalu menyalami dan mencium punggung tangan serta memeluk Ibu Rani yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia begitu terharu melihat kedua anaknya telah menemukan kebahagiaannya masing-masing. Begitu juga dengan orang tua Arya, mereka telah larut dalam kesedihan. Hanya doa yang mereka terus mohonkan semoga Arya bahagia dengan pernikahannya kali ini.


***************


Masih di rumah Arya.


Di dalam kamar, Rista telah membersihkan diri, sementara Arya masih di dalam kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka, Arya keluar dengan hanya mengenakan handuk di pinggang. Rambutnya yang basah membuatnya semakin terlihat sexy.


" Istriku.. tolong ambilkan handuk kecil " ucapnya pada Rista. Mendengar perkataan suaminya Rista lalu membuka lemari mengambil handuk dan juga pakaian ganti untuk Arya.


" ini kak "


" terima kasih "


Rista hanya mengangguk, ia lalu melanjutkan aktivitasnya mengoleskan cream di wajahnya. Sementara Arya sedang mengganti bajunya. Usai berpakaian, Arya mendekati Rista dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


" Istriku sudah sangat cantik " ucap Arya sambil mencium pucuk kepala Rista. Rista hanya tersipu malu.


Arya membalikkan wajah Rista, ia lalu mencium bibir tipis istrinya. Bibir Rista bergetar hebat. Jantungnya berdegup kencang. Kencang sekali. Ini adalah pengalaman pertama baginya namun tidak bagi Arya. Walau masih perjaka tapi Arya sudah sering kali berciuman dengan Amanda kekasihnya dulu. Meski sering berciuman, tetap saja dadanya berdebar-debar, darah dalam tubuhnya berdesir-desir saat menatap wajah cantik Rista. Serasa mengguncang hatinya. Arya masih terus menciumi bibir Rista yang terasa manis sekali. Tiba-tiba Rista mendorong tubuh Arya hingga ciuman mereka terhenti.


" Ada apa istriku ? " Arya mengernyitkan dahi. Ia terlihat khawatir Rista menolaknya.


" Aku tidak bisa bernafas kak " jawab Rista seraya mengatur nafasnya kembali. Arya tersenyum.


" Maaf istriku, kakak terlalu semangat "


" kak Arya ngeselin " Rista mencubit pinggang suaminya.


" Auwww... sakit sayang " pekik Arya. Ia lalu menggendong istrinya dan membaringkannya di tempat tidur.


" Apa kita bisa melakukannya sayang ? " tanya Arya sambil menatap lekat manik mata istrinya. Rista terdiam, ia sudah tahu apa maksud dari Arya. Sebenarnya ia ingin menolak tapi nasihat abangnya masih terngiang di benaknya. Ia sudah berjanji akan menjadi istri yang baik.


" Istriku... kenapa diam ? " tegur Arya lagi.


" Maaf.. tadi kak Arya bilang apa ? " Rista pura-pura bertanya.


" Apa kita bisa melakukannya ? kamu sudah siap dek ? " tanya Arya lagi dan dibalas anggukan oleh Rista.


Melihat Rista yang sama sekali tidak memberikan penolakan, secepat kilat Arya menyambar tubuh istrinya itu. Dia telah siap melaksanakan tugas sebagai seorang suami memberikan nafkah batin kepada istrinya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Rista yang juga telah siap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri yaitu melayani suami. Memenuhi hak suami atasnya. Mereka pun saling menyatu dengan lembut dalam indahnya cinta. Mereka terlena dalam balutan malam indah nan syahdu. Senyum kepuasan terpancar di bibir mereka.


__ADS_2