
Alarm ponsel Anna berdering, dia meraih ponsel di meja dekat tempat tidurnya lalu mematikan alarmnya. dja bangun dan bergegas ke kamar mandi, mengambil air wudhu kemudian melaksanakan sholat subuh yang diawali dengan sholat fajar sebanyak dua rakaat terlebih dahulu. Usai sholat, anna tidak lupa memasak seperti biasanya, meski hari ini dia akan berangkat tapi kegiatan itu tetap dikerjakannya. Setelah semua makanan telah tersaji di atas meja, Anna kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap.
Setengah jam kemudian, setelah memeriksa semua barang yang akan dibawanya, Anna turun ke bawah dan bergabung untuk sarapan .
" Pak Hasan... tolong nanti barang-barang saya dibawa ke mobil ya " minta Anna kepada pak Hasan.
" Siap Non.. " jawab pak Hasan lalu berjalan menuju kamar Anna.
Anna menuju meja makan.
" Selamat pagi bu, dek Rista "
" Selamat pagi sayang " jawab ibu Rani.
" Selamat pagi kak " Rasti ikut menjawab.
Mereka mulai sarapan pagi. Anna mengambil roti dan segelas susu.
" Kok cuma makan roti saja sayang " tegur ibu Rani.
" Anna lagi pengen makan ini aja bu, takut kekenyangan terus perut nanti tidak nyaman " jawab Anna.
" Baiklah nak, yang penting tetap sarapan " kata ibu Rani lagi.
" Iya bu " Anna mengangguk.
Anna menoleh ke arah Rasti yang terlihat sangat menikmati makanannya. Rasti terlihat lebih santai karena telah memasuki masa liburnya.
" Apa rencana kamu selanjutnya dek ? " Anna bertanya pada Rista.
" Rista mau kerja sambil kuliah kak, itu pun kalau ibu dan abang mengijinkan " jawab Rista.
" Gimana menurut ibu ? " tanya Anna pada ibu Rani.
Ibu Rani terdiam sejenak.
" Semua tergantung dari Bagas saja nak, Bagas lebih tahu mana yang terbaik buat adiknya "
" Anna juga sependapat dengan ibu, semoga tetap sukses ya dek, tetap belajar yang rajin dan jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang kita dapatkan, terus berusaha menjadi lebih baik lagi, tetap rendah hati dan jangan lupa selalu bersyukur " sambung Anna.
" Iya kak, terima kasih, kak Anna jangan lama ya di sana, dedek pasti akan kesepian " Rista tertunduk menahan air matanya. Sedih rasa hatinya akan ditinggal oleh Anna. Begitu pun dengan ibu Rani, matanya terlihat berkaca-kaca. Anna juga ikut sedih dibuatnya. Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah ibu Rani dan Rista, Anna lalu memeluk mereka.
" Jangan sedih ya bu, dek... Setelah ini, kita pasti akan berkumpul bersama kembali, kita berdoa semoga mas Bagas dilancarkan segala pekerjaannya dan bisa pindah ke Jakarta " ucap Anna.
Ibu Rani dan Rista sudah terlihat lebih tenang dan mereka kembali menyelesaikan sarapan. Anna tersenyum menatap wajah ibu mertua dan adik iparnya bergantian. Sesaat kemudian Anna pamit, menyalami ibu Rani dan Rista, mencium punggung tangan ibu mertuanya lalu berjalan keluar sembari mengucapkan salam.
*********
Di bandar udara Internasional Soekarno Hatta, terlihat mobil telah terparkir banyak di pelatarannya. Pak Hasan menghentikan laju mobilnya lalu ikut memarkirkannya di sana, dia lalu turun mengantarkan Anna sampai di depan pintu masuk bandara.
" Non hati-hati di jalan ya, semoga selamat sampai tujuan dan cepat kembali ya non " suara pak Hasan terdengar sedih.
" Iya pak.. terima kasih, bapak jaga diri baik-baik ya " Anna menyalami tangan pak Hasan.
" Iya non, sama-sama "
__ADS_1
" saya jalan dulu ya pak, Assalamu 'alaikum " Anna berjalan masuk ke dalam ruang tunggu.
" Wa'alaikum salam " jawab pak Hasan sambil berlalu meninggalkan bandara.
Dalam pesawat, Anna terlihat sangat bahagia, senyumnya berseri-seri. Ia membuka penutup jendela lalu menatap sekumpulan awan berarak di luar sana. Setelah dirasa bosan, dia kemudian memejamkan mata mencoba untuk tidur. Entah berapa lama Anna tertidur dan saat membuka matanya pesawat telah mendarat di Bandara DEO Sorong. Dia menunggu sebentar, mengaktifkan ponsel lalu ikut turun bersama penumpang yang lainnya.
Begitu barang bagasi telah diambilnya, Anna langsung berjalan keluar. Di sana telah berdiri beberapa orang berteriak menawarkan jasa taksi dan penginapan. Anna memanggil salah satu diantara mereka.
" Pak.. Saya mau naik taksi, ke batalyon berapa ? " tanya Anna
" Mari bu silahkan, ke batalyon tarifnya 100 ribu " jawab supir taksi itu.
" Baiklah Pak, kita ke batalyon ya "
" Siap bu, silahkan masuk " Supir membukakan pintu mobil.
" Terima kasih " ucap Anna sambil masuk ke dalam mobil.
Dari bandara, mobil langsung menuju asrama batalyon. 30 menit kemudian mobil telah memasuki gerbang batalyon, mobil berhenti di depan pos penjagaan, Anna menurunkan kaca mobil dan menundukkan kepala sebentar ke arah provost, provost mengannggukkan kepala ke arah supir, kemudian mobil pun melaju masuk ke dalam. Mereka tiba di depan rumah dinas Bagas, supir menurunkan barang - barang milik Anna.
" Terima kasih pak " ucap Anna seraya menyodorkan uang tarif taksi.
" Sama-sama bu, permisi " mobil taksi pun berlalu pergi.
Dari halaman rumah, Anna berjalan masuk, ia melihat pintu rumah tertutup dan rumah nampak sepi. Anna mengetuk pintu dan salam diucapkan beberapa kali. Ia sengaja tidak menelpon suaminya. Sebentar kemudian, terdengar jawaban salam dari dalam disertai munculnya Bagas.
" Sayang, kamu di sini ?" Bagas terlihat sangat terkejut.
" Surprise... " Anna tersenyum lebar.
" Mas sangat merindukanmu sayang "
Bisik Bagas di telinga Anna. Ia menatap wajah istrinya lalu menciumi bibir istrinya, terus dilumatnya benda kenyal itu. Anna tidak hanya diam, ia juga membalas ciuman suaminya, mereka sudah berada di atas sofa dengan posisi Bagas menindih tubuh Anna. Mereka terus berciuman melepaskan rasa rindu, kemudian berhenti sejenak lalu mereka saling menatap dan tersenyum bahagia.
" sudah dulu mas, saya belum makan, lapar sekali rasanya. kita makan dulu ya"
Anna lalu mengeluarkan makanan yang telah dibelinya.
" Iya sayang... " Bagas tersipu malu.
" Tolong telpon dek Rista dulu mas, video call saja, pasti mereka menunggu kabar " kata Anna sambil menyiapkan makanan.
" Siap sayang " Bagas meraih ponsel lalu melakukan panggilan video. Panggilan terhubung.
" Assalamu 'alaikum dek, ibu mana ? "
" Wa'alaikum salam bang... ada bang '' jawab Rista lalu mengarahkan kamera handphone pada ibunya.
" Halo putraku sayang... apa istrimu telah sampai ?" tanya ibu Rani.
" Iya bu, baru saja sampai, Bagas sampai terkejut, kalian semua sengaja ya merencanakan ini ? "
" Iya sayang, itu idenya nak Anna, hehehe " jawab ibu terkekeh.
" Apa Abang senang ? " Rista bertanya.
__ADS_1
" tentu sayang, bukan hanya Abang tapi kak Anna juga senang sekali, ini dia sedari tadi tersenyum sendiri, hahahaha " jawab Bagas seraya mendekatkan ponsel ke wajah istrinya. Anna tersenyum.
" Ya udah bu, dek Rista, kami mau makan dulu ya, nanti kita lanjut lagi " kata Anna kemudian.
" Iya kak.. selamat bersenang-senang ya, sampai jumpa, assalamu 'alaikum "
" Wa'alaikum salam " Anna dan Bagas menjawab salam bersamaan.
Bagas meletakkan ponsel kemudian duduk bersebelahan dengan Anna. Mereka pun menikmati makan siang sambil sesekali mengobrol di sela-sela makan.
Selepas makan, sholat dan merapikan semua barang - barangnya, Anna merebahkan diri di atas kasur ukuran 3 badan yang tidak dialasi ranjang. Kamar yang sangat sederhana, hanya ada 1 buah lemari besar dan AC yang melengkapi interiornya. Ukuran kamar sedang dan tanpa kamar mandi di dalamnya. Cat rumah berwarna putih dengan tambahan warna hijau di bagian jendela dan pintu, tidak ada sedikit pun hiasan yang dipajang di dinding. Perabotan rumah juga seadanya saja. Seperti itu gambaran rumah dinas yang ditempati mereka sekarang. Sangat berbeda jauh dengan keadaan rumah Bagas di Jakarta.
Anna beranjak dari kasur, mengambil handuk dan keluar dari kamar menuju kamar mandi. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia memilih menonton TV sambil menunggu Bagas kembali karena lepas makan siang tadi suaminya ijin ke kantor kompi. Sudah sore hampir magrib tapi suaminya juga belum pulang. Ternyata sesibuk ini suamiku di sini dan dalam kesibukannya ia masih tetap komunikasi yang baik denganku, gumam hati Anna. Ia meraih ponsel, nomor Bagas dihubunginya.
" Pulang jam berapa mas ? Saya merasa bosan menunggu, Saya sudah kangen sekali mas, cepat pulang ya... "
Bagas yang baru saja selesai giat, mendapat telpon dari istrinya mendadak tersenyum, ia sampai lupa kalau ada seseorang yang menantinya di rumah. Hatinya mendadak berdesir-desir memikirkan istrinya.
" Semuanya.. silahkan kembali " Perintah Bagas kepada para anggotanya.
" Ijin.. Siap Danki, kami kembali, Yudha sakti !! " mereka menjawab dengan serempak dan disertai hormat.
"Yudha sakti" jawab Bagas kembali, lalu melaju dengan motor kembali ke rumah.
*********
Lima menit kemudian, Bagas tiba di rumah. Ia masuk ke rumah setelah mengucapkan salam. Senyuman manis Anna telah menyambutnya, seketika lelah yang dirasakan hilang karena melihat pemandangan indah di hadapannya. Bagi Bagas, kebersamaan bersama istrinya adalah kebahagiaan sejati yang setiap detiknya sangatlah berarti baginya. Bagas menyalami istrinya dan Anna membalas mencium punggung tangan suaminya.
" Mas mandi dulu ya, bau keringat, ambillah air wudhu di belakang, habis mandi kita sholat berjamaah "
Bagas mencium bibir Anna sekilas lalu berjalan menuju kamar mandi.
" Baik mas "
Anna tersipu malu. Dia lalu ke belakang mengambil air wudhu di sana kemudian menunggu Bagas di kamar. Tidak lama kemudian, Bagas masuk dengan hanya mengenakan handuk di badan, tanpa rasa malu sedikit pun, ia melepas handuk dan memakai pakaiannya di depan istrinya. Anna berkali-kali menelan ludah, jantungnya berdebar kencang namun ia tetap tenang.
" Ayo kita sholat dulu "
Ajak Bagas, dia berjalan menuju sajadah yang telah digelar dikuti oleh Anna. Mereka melaksanakan sholat magrib dengan khusyuk. Di penghujung sholat, Bagas bermunajat begitu lama, entah doa apa saja yang dimintanya, Anna hanya mengaminkan di dalam hati, semoga semua doa dan harapan suaminya diijabah oleh Allah SWT.
" Aamiin " ucap Anna dalam hati, lalu menyalami tangan suaminya dan Bagas mencium kening istrinya.
Jantung mereka sama-sama berdebar, Bagas tidak kuasa lagi menahan hasratnya, dia melepas pakaian sholatnya dan tersisa hanya celana boxer saja. Dia melepas mukenah yang dipakai Anna itu lalu mengangkat istrinya naik ke atas kasur. Anna hanya pasrah dengan perlakuan suaminya.
" Mas sangat merindukanmu sayang, I Love U istriku "
Bagas berbisik di telinga Anna, mencium kening istrinya dan tidak lupa membacakan doa di sana. Ia beralih menciumi bibir istrinya dan dibalas juga oleh Anna. Ciuman Bagas turun ke leher dan terus menjalar ke seluruh tubuh milik istrinya. Anna terus mendesah dan berteriak memanggil nama suaminya.
Mereka saling menjamah dan saling mengeksplor kehangatan satu sama lain. Mereka hanyut dalam kenikmatan yang jarang sekali mereka rasakan. Beberapa kali mereka mencapai *******. Malam itu menjadi malam pertama lagi bagi mereka setelah hampir setahun mereka baru bercinta lagi.
" Terima kasih istriku sayang " Bagas mengecup kening istrinya.
" Sama-sama suamiku " Anna tersenyum.
Bagas lalu membawa istrinya ke kamar mandi, mereka membersihkan diri kemudian kembali beristirahat.
__ADS_1
Malam yang semakin dingin mengantarkan mereka pada mimpi yang indah.