ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
PERMOHONAN MAAF ARYA


__ADS_3

Atas perintah Arya, Gita kembali menemui Anna di rumah sakit. Setelah sampai di sana ia tak bertemu dengan Anna karena Anna baru saja keluar makan siang. Ia memutuskan untuk menunggu sampai Anna kembali.


" Suster.. saya akan menunggu dokter Anna di sini ya " kata Gita kepada suster Dwi.


" Silahkan bu " jawab suster Dwi.


Selagi menunggu Anna, Gita mengirim pesan kepada Arya kalau ia akan telat kembali ke kantor. Ia kemudian mengeluarkan makanan ringan dari dalam tasnya kemudian memakannya untuk mengganjal perutnya karena tadi ia belum sempat makan siang, tidak lupa juga air mineral ia teguk tak tersisa. Setelah menunggu selama sejam akhirnya Anna tiba di rumah sakit. Anna berjalan menuju ke ruangannya, melihat Gita sedang duduk di sana, ia berhenti sejenak lalu kemudian melanjutkan langkahnya. Ia mendekati Gita. Gita lalu berdiri dari duduknya. Ia menyatukan kedua tangannya di depan dada.


" Saya minta maaf sebelumnya mbak Anna, saya tidak bermaksud menciptakan suasana yang tidak baik antara mbak Anna dan pak Arya, saya hanya melaksanakan perintah atasan saya, boleh saya meminta waktu mbak Anna sebentar saja, ada yang ingin saya sampaikan " Gita memohon.


" Tidak apa - apa mbak Gita, mari silahkan masuk ke ruangan saya " ajak Anna lalu diikuti oleh Gita. Anna mempersilahkan Gita untuk duduk dan Gita pun duduk di hadapan Anna. Gita lalu mengambil sebuah amplop yang diberikan Arya kepadanya lalu diserahkan kepada Anna.


" Mbak Anna.. saya ke sini hendak memberikan ini kepada mbak Anna, ini dari pak Arya"


" Apa ini ? " Anna bertanya.


" Saya tidak tau mbak, tapi tolong diterima" jawab Gita lalu meletakkan amplop itu di atas meja karna tak kunjung diambil oleh Anna. Anna lalu mengambil amplop itu. Gita pun mohon diri untuk pergi karena tugas yang diperintahkan oleh Arya telah dikerjakannya.


" Terima kasih mbak Anna, kalo gitu saya pamit pulang, Assalamu 'alaikum " Gita berdiri dan menyalami Anna.


" Sama - sama mbak Gita, Wa'alaikum salam " jawab Anna lalu ikut mengantarkan Gita sampai keluar ruangan.


Anna kembali ke meja kerjanya, dibukanya amplop itu dan isinya adalah check bank yang Bagas berikan kepada Arya, Lalu dilihatnya lagi sebuah kertas lain ada dalam amplop itu, ia lalu membaca isi kertasnya.


Assalamu 'alaikum...


Dengan segala kerendahan hati, Saya minta maaf jika tiba - tiba mengejutkanmu dengan kemunculanku, kau boleh menghinaku, memakiku dan mengatakan saya adalah lelaki yang tidak tahu malu.


Demi Allah yang menggenggam nyawaku, saya sama sekali tidak ada niat untuk membuatmu terluka, saya mengajakmu bertemu karena ingin memintamu kembali kepadaku, saya ingin menyambung kembali hubungan kita yang telah terputus.


Setelah perceraian kita, saya juga terluka, Amanda kekasihku meninggalkanku dan saya baru sadar telah mencintaimu di saat kita telah berpisah. Namun hari ini setelah saya tahu kau telah menikah dengan orang lain saya begitu terkejut tapi saya memahaminya, walau sejatinya saya masih belum bisa melupakanmu namun saya menerima kenyataan ini dengan ikhlas.


Saya tak bisa memohon maaf di hadapanmu, oleh karena itu saya sampaikan lewat surat ini. Saya takut jika saya muncul di hadapanmu, kau akan kembali histeris. Sekali lagi saya mohon maaf, maaf untuk seluruh luka yang telah saya torehkan di hatimu, maaf untuk segala kenangan buruk yang telah saya berikan dalam hidupmu, maaf karena setelah perlakuan bejatku padamu saya masih memantaskan diri untukmu, jika saat ini kau akan membenciku seumur hidupmu, saya akan ikhlas. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.

__ADS_1


Tolong jangan mengembalikan check itu lagi, semua yang telah saya berikan di masa lalu saya tulus memberikannya. Berbahagialah karena kau pantas untuk bahagia. Kau adalah wanita yang istimewa jadi kau pantas mendapatkan cinta yang istimewa dari suamimu Bagas.


Salam hormat selalu,


Arya Pratama


Air mata meleleh di pipi Anna, hatinya mendadak sedih karena mengingat sikapnya kepada Arya waktu itu. Ia tak memberikan kesempatan kepada Arya untuk bicara. Ia menyeka air matanya lalu melipat kembali kertas surat itu yang isinya adalah permohonan maaf Arya, mengembalikannya ke dalam amplop lalu memasukkan ke dalam tasnya. Ia merasa lega setelah membaca surat dari Arya. Anna mengambil ponselnya lalu mengetik pesan di sana.


Tolong mbak telpon saya jika sudah sampai di kantor, terima kasih.


Pesan tersebut dikirim ke nomor Gita. Anna meletakkan kembali ponselnya kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Sudah lima pasien yang Anna tangani, kemudian ponselnya berdering. Telpon dari Gita, ia memberi kode kepada suster Dwi untuk menerima telpon dan meninggalkannya sebentar.


" Assalamu 'alaikum "


" Wa'alaikum salam mbak Anna "


" Tunggu sebentar ya mbak, saya akan memberikan ponselnya kepada pak Arya" Gita memasuki ruangan Arya lalu ia memberikan ponselnya kepada atasannya itu.


" Permisi pak, ini ada telpon dari mbak Anna, mbak Anna mau bicara dengan pak Arya " terdengar suara Gita dari seberang sana, Arya meraih ponsel Gita lalu mulai berbicara.


" Assalamu 'alaikum Anna.. "


" Wa'alaikum salam mas Arya, saya telah membaca surat dari mas Arya, saya minta maaf atas sikap saya waktu itu dan terima kasih mas, semoga mas menemukan seseorang yang lebih baik daripada saya, semoga mas bisa bahagia " kata Anna.


" Aamiin, InsyaAllah Anna.. saya juga mohon maaf ya, berbahagialah selalu, semoga segera dapat momongan dan datanglah nanti saat saya menikah "


" InsyaAllah mas, kami tunggu undangannya, sekali lagi terima kasih mas, Assalamu 'alaikum "


" Iya sama - sama " jawab Arya disertai senyum yang mengembang di bibirnya. Akhirnya ia mendapatkan maaf langsung dari mulut Anna. Kebekuan yang selama ini ia rasakan dalam hatinya, kini perlahan telah mencair. Baru kini ia merasa tenang setelah sekian lama ia memendam rasa bersalah di dalam hatinya dan mendengar kata maaf itu dari mulut Anna sendiri membuatnya merasa bahagia. Arya mengembalikan ponsel Gita. Ia berterima kasih kepada Gita karena telah membantunya.


" Terima kasih ya Gita, kau boleh istirahat dan ini bonus untukmu " Arya menyerahkan beberapa lembar uang seratusan.

__ADS_1


" Sama - sama pak Arya " Gita menerima uang pemberian Arya lalu meninggalkan ruangan bosnya itu.


* Visual Gita 👇



* Visual Suster Dwi 👇



*****


Sedari siang tadi, hingga sore menjelang magrib, Anna masih berkutat dengan pekerjaannya melayani pasien satu persatu dengan setulus hati. Ia lakukan pekerjaan itu hingga pada pasien terakhir dan akhirnya selesai juga. Anna tersenyum, ia begitu menikmati pekerjaannya dan berharap akan terus bekerja mengabdi di rumah sakit sebagai seorang dokter. Pekerjaan yang begitu mulia menurutnya. Setelah membereskan mejanya, Anna pamit pulang.


" Saya duluan ya suster, jangan lupa nanti pintu ruangan dikunci "


" Iya dok, hati - hati, sampai jumpa dokter "


" Sampai jumpa sus, terima kasih "


" Sama - sama dokter " jawab suster Dwi.


Anna beranjak keluar menuju parkiran, di sana Bagas telah menunggunya, Bagas membukakan pintu dan mempersilahkan istrinya masuk ke dalam mobil. 30 menit kemudian mereka telah sampai di rumah. Anna bergegas masuk kamar mandi, ia mandi, berwudhu lalu sholat berjamaah bersama suaminya. Usai sholat Anna menyalami dan mencium punggung tangan suaminya. Ia menangis memeluk suaminya.


" Terima kasih mas, akhirnya urusan dengan Arya telah selesai, saya bahagia telah memilikimu mas, I Love U mas "


" Sama - sama sayang, I Love U too Istriku " Bagas mencium kening istrinya.


Anna melepas mukenah yang dipakainya lalu mengambil tas dan mengeluarkan amplop yang dikirimkan Arya padanya lalu diberikan kepada suaminya. Bagas membuka amplop tersebut, ia melihat check miliknya, lalu ia mengambil dan membaca surat dari Arya. Bagas terenyuh, dalam pikirannya Arya adalah pria yang begitu jahat ternyata tak seburuk yang ia bayangkan. Meski Arya masih mencintai Anna namun ia tidak berniat merebut istrinya darinya. Bagas tersenyum bahagia, ia merasa bersyukur sekali.


" Alhamdulillah... semoga keberkahan senantiasa menyertai keluarga kita " Bagas memeluk Anna lagi, mencium kening dan menciumi bibir istrinya. Berkali-kali ia mengucap syukur dalam hatinya. Dengan selesainya masalah ini tentunya membuatnya tenang, ia tidak khawatir lagi untuk meninggalkan istrinya kembali ke tempat tugasnya. Dilema yang ia rasakan kini telah berganti dengan kedamaian.


Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Bagas dan Anna, Bagas menumpahkan segala hasrat dalam dirinya, mencumbui istrinya dengan mesra, saling berbagi kasih sayang satu sama lain sebelum kerinduan benar - benar kembali menyelimuti hati mereka.

__ADS_1


__ADS_2