
Bagas dan Anna meninggalkan kantor Arya. Bagas tetap terlihat tenang meski dalam hatinya masih dipenuhi rasa bingung dan khawatir. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan namun melihat kondisi Anna yang terlihat tertekan, ia memilih untuk diam. Ia mengikuti apa yang menjadi keinginan istrinya karna baginya Anna adalah segalanya. Anna berusaha sekuat tenaga melupakan cerita masa lalunya, namun hari itu melihat Arya membuatnya mengingat kembali memory yang telah ia kubur dalam dan jauh ke dasar hatinya. Ia menghapus air matanya, lalu menatap wajah suaminya, ia tersenyum, dengan melihat wajah suaminya ia merasa tenang.
" mas.. kita mampir ke cafe samping rumah sakit dulu ya "
" siap sayang " jawab Bagas. Sesaat kemudian mereka telah sampai di sebuah Cafe yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam.
" duduklah sayang " bagas menarik kursi dan mempersilahkan Anna duduk di sana.
" terima kasih mas "
" sama - sama sayang, mas pesankan minum ya "
Anna mengangguk lalu bagas memanggil salah seorang pelayan.
" mbak.. saya pesan ini 2 ya " Bagas menunjukkan gambar yang ada di daftar menu kepada pelayan.
" baik tuan, mohon ditunggu sebentar " pelayan meninggalkan meja mereka.
Anna menghela nafas, menatap ke arah suaminya.
" mas.. saya minta maaf, seharusnya kita tidak perlu ke sana dan bertemu dengan Arya lagi "
" Apa dia Arya yang sama yang telah melukaimu sayang ? "
" Iya mas, dia adalah Arya"
hiks...hiks... Anna menumpahkan segala kesedihannya. Bagas menggenggam tangan istrinya erat.
"sabar ya sayang, mas akan menemuinya besok dan menyelesaikan semuanya, dia tidak boleh menemui kamu lagi dengan alasan hutang itu" kata Bagas seraya menyeka air mata Anna.
"terima kasih mas, terima kasih untuk semuanya"
" tidak perlu berterima kasih sayang, apa pun itu akan mas lakukan, mas sudah berjanji akan membahagiakanmu" Bagas lalu berdiri dan memeluk istrinya, Anna membalas pelukan suaminya, ia menangis dalam dekapan suaminya.
" sudah ya nangisnya, ayo tersenyumlah" Bagas menangkup wajah lalu mengecup kening istrinya. Anna tersenyum. Bagas terus menghibur isterinya hingga mereka saling tertawa bersama.
Berbeda halnya dengan Arya, ia masih dengan kekesalannya, amarah terus bergemuruh di dalam dadanya, ia menghancurkan semua benda - benda di dalam kamarnya. Kini ia sudah berada di apartemennya, ia memilih untuk tidak bekerja hari ini daripada ia akan merusak segala pekerjaan dengan moodnya yang sedang tidak bagus. Arya menelpon Gita untuk mencari tau siapa laki - laki yang sedang bersama Anna tadi. Apa segitu bencinya dirimu padaku ? apa kau tidak bisa memberiku satu kesempatan lagi ? apa yang harus saya lakukan agar dirimu bisa kembali kepadaku ? pertanyaan terus bermunculan memenuhi kepalanya.
" dasar brengsek " Arya memaki dirinya sendiri. Hatinya kembali bergetar, setitik air mata jatuh di pipinya, terasa sesak kembali dadanya mengingat reaksi Anna tadi saat melihatnya. Ia berhasil menorehkan trauma mendalam kepada mantan istrinya itu. Ia merebahkan dirinya ke atas kasur, mencoba memejamkan mata dan menenangkan hatinya yang gelisah.
__ADS_1
*****
Sepulang dari mengantarkan Anna ke rumah sakit, Bagas bergegas ke kamar mandi, ia mengguyur dirinya di bawah shower, berusaha mendinginkan rasa panas dalam hatinya. Sebisa mungkin ia menahan emosinya agar tak meledak. Ia memilih untuk diam ketimbang membalaskan rasa sakit Anna kepada Arya. Bukan karena ia tak kasian atau tak cinta kepada istrinya namun ia yakin sabar dan ikhlas akan memberikan akhir yang baik dibanding harus melampiaskan amarah yang justru akan merugikan diri dan keluarganya saja. Setelah dirasa hatinya cukup tenang, ia menyelesaikan mandinya, bersalin pakaian dan memutuskan untuk tidur sebentar. Meski rasa kantuk telah menyerang namun tetap saja ia belum bisa istirahat, ia masih membayangkan pertemuan Anna dengan Arya tadi pagi bisa saja akan terulang kembali, Arya bisa saja mencari keberadaan istrinya dan bagaimana jika ia berada di tempat tugas. Sebenarnya ia punya hak untuk menyuruh istrinya berhenti bekerja namun ia takut justru akan mematahkan semangat istrinya apalagi ia tahu sendiri sebelum menikah dengannya istrinya adalah seorang wanita karir. Rasa - rasanya kepalanya akan meledak tapi berhenti untuk memikirkan itu semua adalah mustahil baginya. Ia harus memastikan Anna tetap aman sebelum ia berangkat ke tempat tugas. Dilema kini menghinggapi relung hatinya, ditatapnya Foto pernikahan yang ada Hpnya, Ia tersenyum lalu mengetik sebuah pesan di WhatsApp untuk istrinya.
*Semangat bekerja ya sayang... lupakan segala kejadian hari ini, seberat apa pun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuanmu, tetap tersenyum karena senyum mampu membuat kita bahagia dan mereka yang berbahagia adalah yang mampu mengubah masalahnya menjadi hikmah*.
Pesan dikirim. Beberapa menit kemudian terdengar bunyi pesan masuk dan itu balasan chat dari istrinya.
Istriku :
*T*erima kasih sayang, mas adalah pahlawanku, nyawa keduaku, betapa beruntungnya diriku telah memiliki pendamping hidup sepertimu, saya sangat mencintaimu suamiku, maafkan istrimu yang masih penuh kekurangan ini.
Mas Bagas :
*T*erima kasih kembali istriku, mas lebih bahagia memilikimu sayang, kebahagiaanmu adalah janjiku dan janji Bagas pasti akan selalu ditepati, I LOVE U more and more sayangku 😘😘😘"
Istriku :
I LOVE U TOO Suamiku 😘😘😘" balas Anna lalu kembali melanjutkan pekerjaannya, senyuman terukir di wajahnya. Setiap perlakuan Bagas padanya selalu membawa ketenangan di dalam hatinya. Ia selalu berdoa semoga suaminya selalu diberi kebahagiaan dan umur yang panjang.
Setelah chatingan dengan Anna, Bagas keluar dari kamar. Ia menuju kamar ibunya tapi tak ditemuinya ibunya di sana lalu ia turun ke bawah dan benar saja ibunya sedang menonton drama Korea di ruang keluarga. Bagas menghampiri ibunya, memeluknya erat. Setiap ada yang mengganggu fikirannya pasti ibunya adalah tempat ia kembali.
" Ada apa sayang ?? ceritakan lah dan ibu akan mendengarkannya" tanya ibu Rani seakan sudah paham perasaan anaknya sekarang.
" cerita lah nak, ungkapkan semua agar hatimu tenang" ibu Rani mengelus kepala putranya.
Bagas melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap wajah ibunya.
" Bagas sedikit gelisah ibu, tadi pagi Bagas dan Anna bertemu dengan Arya mantan suami Anna, Arya yang mengatur semua pertemuan itu melalui seseorang teman Anna. Setelah bertemu dengan Arya, Anna histeris bu, Bagas takut Arya akan mencoba menemui Anna lagi, sementara Bagas besok lusa akan kembali ke tempat tugas" kata Bagas dengan wajah yang begitu khawatir.
"Apa tidak sebaiknya istrimu ikut denganmu nak ?"
"Anna masih mau bekerja bu dan Bagas tidak mau egois dengan menyuruhnya berhenti" jawab Bagas.
" Bagaimana dengan hutang itu, apa kau sudah membayarnya ? "
" belum bu, besok Bagas berencana untuk menemui Arya "
" kalau gitu temui dia nak dan lunasi semua hutang itu, beritahu dia bahwa kau adalah suaminya, minta dia untuk menjauhi istrimu, sampaikanlah dengan bahasa yang bagus dan tidak menyakiti orang lain, semoga dia bisa mengerti dan tidak berniat untuk mengganggu hubungan kalian, tenang saja nak.. semua pasti akan baik - baik saja. Sebuah rumah tangga akan selalu diuji dengan permasalahan tapi ibu yakin bahwa kalian berdua telah sama - sama dewasa dan pasti akan selalu bijak dalam menyelesaikannya, ibu selalu percaya pada Bagasnya ibu" kata ibu Rani dan kembali memeluk putranya. Bagas membalas pelukan ibunya erat. Ia merasa lega setelah mencurahkan isi hatinya. Sepeninggal ayahnya, Ibunya lah yang selalu menguatkan hatinya, yang selalu memberinya semangat dan selalu mendoakannya.
__ADS_1
*****
Seperti sekejap waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Bagas bergegas ke kamar mengambil kunci mobil dan berpamitan pada ibunya untuk menjemput istrinya.
" Bagas jemput Anna dulu ya bu, Assalamu 'alaikum "
"Wa'alaikum salam, Iya sayang.. hati - hati ya"
" Iya Bu" Bagas masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan pelataran rumahnya. Setengah jam kemudian ia telah sampai di rumah sakit, Bagas turun dari mobil dan berjalan masuk menuju ruangan kerja istrinya. Suster Dwi yang melihat kedatangan Bagas langsung mempersilahkan Bagas untuk masuk ke dalam ruangan Anna.
"Mari silahkan langsung masuk pak, dokter sudah tidak ada pasien lagi" Suster Dwi masuk ke ruangan diikuti oleh Bagas.
"Dok.. ada suaminya dokter, saya pulang duluan ya dok, Silahkan duduk pak " kata suster Dwi lalu meraih tasnya sementara Bagas duduk di kursi depan meja istrinya.
" terima kasih ya suster" kata Anna dan Bagas bersamaan.
"sama - sama" jawab suster Dwi lalu berlalu meninggalkan tempat kerjanya.
Tidak lama kemudian Anna juga telah selesai membereskan sisa pekerjaannya dan mereka pun meninggalkan rumah sakit.
Langit Jakarta yang sedari tadi mendung mulai menurunkan gerimis hingga menjadi hujan yang cukup lebat, karena sebentar lagi magrib, mereka memutuskan singgah di sebuah mesjid yang ada di pinggir jalan.
"ayo sayang kita mampir sholat dulu" Bagas membukakan pintu mobil kepada istrinya.
" terima kasih mas " mereka berdua berlari masuk ke dalam mesjid. Mengingat pentingnya sholat itu, sesibuk apa pun mereka dalam bekerja, mereka tak pernah melalaikannya, mereka selalu berharap semoga Allah selalu memperbaiki imannya dan tetap Istiqomah dalam menjaga sholat 5 waktunya.
* Beberapa penjelasan tentang keutamaan shalat fardhu 👇
''Sesungguhnya, shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas setiap orang-orang yang beriman.'' (QS An Nisaa: 103).
Dalam ayat lain, Allah berfirman,
''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kesibukan terhadap harta dan anak-anakmu menyebabkan kamu lalai dalam mengingat Allah (shalat, Red). Siapa yang berbuat demikian, merekalah orang-orang yang merugi.''
Sementara itu, Rasulullah bersabda,
''Pertama kali yang diwajibkan atas umatku adalah shalat lima waktu, pertama yang terangkat dari amal mereka juga shalat lima waktu, dan yang akan ditanya dari amal mereka adalah shalat lima waktu.''
Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, ''Perumpamaan shalat lima waktu itu bagaikan sungai yang lebar mengalir di muka pintu salah satu rumah kamu, lalu ia mandi daripadanya tiap hari lima kali. Apakah yang demikian itu masih ada kotoran yang tertinggal pada badannya?'' (HR Muslim).
__ADS_1
Dalam kitab Az Zawajir karya Ahmad bin Hajar al-Haitami, disebutkan bahwa,
''Siapa yang menjaga shalat lima waktu maka Allah akan memuliakannya dengan lima kemuliaan, yaitu dihindarkan kesempitan hidup, dijauhkan dari siksa kubur, diberi kitab amalnya dengan tangan kanannya, berjalan di atas shiratal mustaqim bagaikan kilat, dan masuk surga tanpa hisab.''