ISTRI SEORANG PRAJURIT

ISTRI SEORANG PRAJURIT
RESTU UNTUK RISTA DAN ARYA


__ADS_3

Pukul 19.00.


Mobil Arya memasuki halaman rumah ibu Rani. Nampak ibu Rani dan Rista telah berdiri di depan pintu menunggu sang empuhnya mobil turun dari sana. Arya yang dikuti oleh orang tuanya berserta Aulia adiknya berjalan mendekati Ibu Rani dan Rista.


" Assalamu 'alaikum tante '' Arya mengucap salam.


" Wa'alaikum salam nak Arya " jawab ibu Rani.


" Ini orang tua saya tante. Ini ibu Hera, mamanya Arya dan ini Bapak Johan, papa Arya " kata Arya memperkenalkan orang tuanya kepada ibu Rani.


" Selamat datang di rumah kami. Saya Rani ibunya Rista " Ibu Rani menyalami orang tua Arya dan diikuti oleh Rista yang juga menyalami dan mencium punggung tangan Ibu Hera dan Bapak Johan.


" Mari silahkan masuk " ajak Ibu Rani. Mereka lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi ruang tamu.


" Ini putri saya Clarista Putri biasa dipanggil Rista, pasti kalian telah mengenalnya karena dia sahabatnya Aulia " ucap Ibu Rani lagi.


" Iya mbak.. Rista teman sekolahnya Aulia waktu masih SMP dan sampai sekarang kuliah di kampus dan fakultas yang sama, cuma kami baru tahu kalau nak Rista sudah jadi gadis cantik seperti ini " kata Ibu Hera sambil menatap ke arah Rista. Rista hanya tersenyum.


" Dek... tolong panggilkan abang kamu serta yang lainnya untuk turun ke sini nak " perintah Ibu Rani kepada Rista.


" Baik bu, dedek ke atas dulu ya " Rista pun berlalu pergi.


Sesaat kemudian Rista, Bagas berserta yang lainnya tiba di ruang tamu.


Deg... Deg.... Deg...


Jantung Arya berdebar kencang saat melihat Bagas, Anna dan orang tua Anna datang bersama Rista. Ia menelan kasar salivanya. Begitu juga sebaliknya, Bagas, Anna , Raihal serta Ibu Maryam dan Bapak Handoko tidak kalah terkejutnya melihat tamu yang datang adalah Arya beserta orangtuanya.


" Arya " tegur Bagas.


" Bagas, Anna " Arya ikut menyapa.


" Jadi kamu pemuda yang telah merebut hati adik saya ? " tanya Bagas dan hanya dibalas anggukan oleh Arya.


Suasana sedikit tegang.


" Ayo silahkan duduk " ajak Bagas karena melihat semua orang sedang berdiri. Mereka pun duduk dalam fikiran masing-masing.


" Kalian saling mengenal ? '' tanya ibu Rani.


" Iya bu, kami saling mengenal, jadi Arya ini adalah mantan suaminya Anna bu "


" Apa ??? " Ibu Rani dan Rista serta Aulia terkejut.


" Iya tante, Arya adalah mantan suami Anna. Arya tidak tau kalau Rista adalah adiknya Bagas, maafkan Arya " Arya sedikit ragu.


" Nak Arya jangan merasa tidak enak. Ini sebuah kebetulan nak, mengenai statusmu sebelumnya Ibu dan Rista sudah mengetahuinya dan tidak mempermasalahkan hal itu, selama ini ibu melihat ketulusan hatimu nak. Cuma Bagas mungkin terkejut karena ibu belum cerita kepadanya " kata Ibu Rani.


" Saya memang sangat terkejut bu, tapi saya menerima niat baik Arya. Saya dan Anna akan memberikan restu untuk Rista dan Arya. Selanjutnya... segala keputusan, akan kami serahkan kepada adik saya, dia yang akan memutuskan " tambah Bagas.


" Mbak.. mohon maaf sebelumnya, saya dan suami saya sama sekali tidak tau mengenai hal ini. Kami hanya menuruti kemauan nak Arya untuk melamar Rista. Mengenai status nak Arya, memang betul nak Arya dengan nak Anna pernah menikah sebelumnya. Kami yang menjodohkannya karena papanya Arya dan Bapak Handoko berteman baik. Kami pun tidak pernah menyangka jika mereka akan berpisah dan kami tidak tau kalau ternyata nak Anna telah menjadi menantu di rumah ini. Dalam kesempatan ini juga saya sekeluarga mohon maaf kepada Mbak Maryam, Pak Handoko dan Nak Anna atas sikap tidak terpuji Arya anak kami sebelumnya " ucap Ibu Hera dengan suara serak, matanya mulai berkaca-kaca.


Ibu Maryam lalu berdiri memeluk Ibu Hera. Mereka sama-sama menangis.

__ADS_1


" Sudahlah dek Hera.. Yang berlalu biarlah berlalu. Anak kita telah menemukan kebahagiaannya masing-masing. Ini adalah takdir Allah ".


Bapak Johan dan Bapak Handoko yang sedari tadi hanya diam tertunduk pun mulai luluh. Kebencian yang selama ini membeku dalam dada mereka perlahan mulai hancur. Bapak Johan berdiri menyalami tangan dan merangkul Bapak Handoko.


" Mas... maafkan saya mas, maafkan sikap putra saya yang telah menyakiti putrimu ''


" Tidak apa-apa Johan, saya sudah mengikhlaskan semua yang terjadi. Syukurlah Allah masih memberikan jalan untuk kita berbaikan kembali. Semoga nak Arya bisa menemukan kebahagiaannya juga " ucap Bapak Handoko sambil menepuk punggung Bapak Johan.


" Alhamdulillah... akhirnya kalian bisa berdamai kembali, semoga semuanya akan baik-baik saja " kata Ibu Rani kemudian.


Bagas menatap ke arah Rista yang sedari tadi hanya tertunduk tanpa bersuara.


" Dek... apa kamu baik-baik saja ? " tanya Bagas.


" Dedek akan fikirkan lagi keputusan dedek bang " kata Rista lalu berlari menuju kamarnya.


" Dedek " teriak Bagas.


" Rista " teriak Aulia.


" Dek, tunggu dulu, kakak.. " Arya juga berteriak dan hendak mengejar Rista namun dicegah oleh Bagas.


" Biarkan dia sendiri dulu, nanti saya dan Anna yang akan menjelaskan padanya "


" Baiklah, terima kasih Bagas " ucap Arya.


" Sama-sama bro " jawab Bagas.


***************


Malam semakin larut. Arya beserta keluarganya telah pulang ke rumahnya. Bagas serta yang lainnya juga telah kembali ke kamar masing-masing.


" Sayang.... apa kamu tidak apa-apa jika Arya jadi suaminya Rista ? " tanya Bagas.


Mendengar pertanyaan Bagas, Anna langsung menoleh ke arah suaminya.


" Maksud mas, saya tidak rela begitu ? "


" Astagfirullah... bukan begitu sayang. Maksud mas, apa kamu akan baik-baik saja ? mas hanya sedikit khawatir kamu akan trauma kembali jika sering melihat Arya "


" Saya baik-baik saja mas, saya sudah memaafkan semua kesalahan Arya. Saya dan Arya memang pernah sama-sama tapi itu masa lalu kami. Sekarang... kita harus yakinkan Rista untuk menerima mas Arya, jangan sampai dia menolak Arya karena memikirkan perasaan saya. "


" Alhamdulillah kalau gitu sayang. Jika kamu baik-baik saja, mas merasa lega. Kalo gitu, ayo kita kamar Rista " ajak Bagas.


" Baik mas, kita titip baby Arsya sama neneknya dulu ya " kata Anna, mereka lalu ke kamar Rista.


Tok... Tok.... Tok....


Bagas mengetuk pintu kamar Rista. Sesaat kemudian, pintu kamar dibuka.


" Abang... Kak Anna... '' Sapa Rista.


" Boleh kami masuk ? tanya Bagas.

__ADS_1


Rista mengangguk, Bagas dan Anna lalu masuk ke dalam. Mereka duduk di atas kasur Rista.


'' Adikku sayang sekarang sudah besar ya, abang masih ingat dulu sering gendong dedek saat pulang dari main bersama. Sekarang sudah jadi gadis yang cantik dan sebentar lagi akan menikah jika tidak menolak lamaran Arya " Bagas mengelus pucuk kepala Rista.


" Dedek masih ragu bang, apa kak Arya pria yang baik buat dedek ? '' tanya Rista.


" Menurut dedek bagaimana ? kamu yang lebih tau tentang perasaanmu sayang, mas hanya bisa memberi pendapat kalau Arya itu adalah orang yang baik '' jelas Bagas.


Rista terdiam.


" Iya sayang... Arya sebenarnya adalah pria yang baik. Dia pernah berbuat kasar karena dulu dia frustasi sebab diputuskan oleh kekasihnya. Sekarang dia sudah berubah dan telah menyesali segala perbuatannya. Jika kakak boleh sarankan, tolong beri dia kesempatan dek " tambah Anna.


Rista menatap Anna.


" Apa kak Anna tidak benci padanya saat melihatnya ? " tanya Rista.


" Tentu saja tidak sayang, membenci hanya akan menyakiti hati dan memaafkan justru akan membuat hati kita tenang. Semua orang pernah punya kesalahan tapi kita harus memberinya kesempatan kembali untuk berubah. Kakak telah menemukan kebahagiaan kakak dan sekarang giliran kamu yang memberikan kebahagiaan untuk Arya " jelas Anna.


" Kak Anna tidak keberatan jika saya menikah dengan kak Arya ? " tanya Rista lagi.


Anna tertawa.


" Ha-ha-ha .... pertanyaan macam apa ini ? tentu saja tidak sayang, kakak baik-baik saja dan lagi pula kakak tidak pernah mencintai Arya begitu juga sebaliknya, dulu kakak pernah berbakti padanya karena dia pernah jadi suami kakak. Sampai mati, di hati kakak hanya ada abangmu seorang dek " kata Anna sambil menyenggol lengan Bagas.


" Benarkah sayang ?? I Love U Istriku " ucap Bagas.


" Iya sayang.. I Love U too Suamiku " jawab Anna sambil merenggangkan tangan minta dipeluk Bagas.


" Ihhhh... apa-apaan sih kakak ini, pelukannya nanti di kamar kalian saja " sela Rista seraya mengerucutkan bibirnya.


" Uppss.. lupa, kirain kami cuma berdua " Anna menutup mulutnya pura-pura lupa.


" Ha-ha-ha... " mereka tertawa.


" Kalau dedek tidak menerima Arya berarti Abang nikahkan kamu dengan Pratu Imron saja, biar kamu bisa ikut abang ke Papua " goda Bagas.


" Ogah bang, dedek tidak mau nikah dengan tentara, dedek tidak sanggup ditinggal tugas "


" Jadi keputusan dedek gimana ? " tanya Bagas lagi.


Rista terdiam sejenak kemudian ia menghela nafas dan menghembuskannya pelan.


" Bismillah... Dedek setuju bang, dedek mau menikah dengan Arya '' jawab Rista dengan penuh keyakinan.


" Alhamdulillah..... " ucap Bagas dan Anna bersamaan. Mereka lalu memeluk Rista dengan penuh kasih sayang.


Para pembaca sekalian....


Jangan lupa like dan vote ya.


Terima kasih karena telah mampir di galeri "Istri Seorang Prajurit", jangan lupa kritik, saran dan komentar untuk perbaikan karya kami.


Salam manis selalu 🙏🙏🙏🙏😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2