
Sehari sebelum Anna berangkat ke Papua, ia masih mempunyai beberapa kegiatan yang harus dikerjakan. Pagi itu, pukul 09.00 pagi, ia harus menghadiri acara Wisuda adik iparnya Clarista Putri (Rista), Rista telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA). Setelah menghadiri acara tersebut, ia pergi berbelanja bahan makanan serta kebutuhan ibu Rani dan orang rumah lainnya, ia juga membeli beberapa oleh - oleh untuk Bagas. Hingga pagi berganti siang dan siang telah berganti sore, ia baru tiba di rumah.
Rasa lelah dan kantuk telah menyerangnya, akhirnya ia memilih untuk tidur sebentar. Baru tidur beberapa menit, Rista datang membangunkannya.
" kak Anna.... " panggil Rista yang kini sedang duduk di tepi ranjangnya.
Anna membuka matanya.
" Ada apa sayang ? "
" Sebentar malam dedek akan menghadiri acara Prom Night dan ibu meminta kak Anna yang temani, kalau kakak tidak bisa temani berarti dedek tidak boleh pergi karena dilarang sama Abang " jelas Rista.
" Tadi mas Bagas telpon dek Rista ? "
" Iya kak.. dedek yang telpon karena mau ijin "
" Dek Rista tidak kasitau kan kalau kak Anna mau berangkat ? "
" Tidak kak, dedek cuma ijin saja, kak Anna bisa temani kan ? "
" Iya dek, nanti kakak akan temani, tapi cuma sebentar ya karena kakak besok mau berangkat tapi dek rista tidak boleh kasitau mas Bagas ya kalau kakak mau pindah ke Papua " ucap Anna.
" Ok kak... terima kasih, Rista kembali ke kamar ya " jawab Rista sambil berlari kembali ke kamarnya dengan wajah yang begitu bahagia.
Anna menggelengkan kepala melihat tingkah adik iparnya, seperti menang lotre saja padahal cuma dapat ijin ke acara Prom Night, gumamnya dalam hati. Ia tahu kalau Bagas begitu menjaga adiknya, meskipun jarang tinggal bersama tapi ia tetap mengontrol adiknya dari jauh dan ibu Rani juga selalu meminta Rista untuk memberitahu Bagas setiap mau melakukan sesuatu.
" Pasti bakal kangen sama Rista dan Ibu kalau sudah tidak tinggal di sini " batin Anna. Ia kemudian bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi, ia berendam di sana untuk menghilangkan kepenatannya. Setengah jam kemudian, ia keluar dengan badan yang lebih fresh. Ia berganti pakaian lalu berbaring kembali di kasur sambil meraih ponsel dan menghubungi Bagas.
" Assalamu 'alaikum sayang " Bagas menjawab telpon.
" Wa'alaikum salam, mas lagi ngapain ? tanya Anna.
" mas lagi istirahat ini yang, sepertinya lagi kurang enak badan, tadi waktu kegiatan tiba - tiba kepala terasa sakit "
" Ya Allah.. mas lagi sakit ? " Anna sedikit berteriak karena panik.
" Tidak sayang, cuma tidak enak badan saja, mungkin karena kecape'an saja, tidak usah khawatir istriku "
" Semoga lekas sembuh ya mas, maaf... karena istrimu ini selalu tak ada saat mas butuhkan "
__ADS_1
" Sayang..... mas tidak apa - apa, saat mendengar suaramu saja mas sudah kembali enakan, Oia.. tadi Rista minta ijin mau menghadiri acara Prom Night, sebenarnya mas tidak ingin ia ikut acara seperti itu tapi dia memaksa, mas ijinkan asalkan ditemani dirimu sayang, bisa kan ? "
" Iya mas, tadi dek Rista sudah kasitau, Insya Allah mas nanti saya akan antarkan dia, mas lanjut istirahat saja ya, jangan lupa makan dan minum obat, semoga lekas sembuh mas, Assalamu 'alaikum " Anna mengakhiri panggilan teleponnya padahal di seberang sana Bagas belum menjawab salamnya. Bagas sudah paham kalau Anna pasti sedang bersedih lagi karena saat sedang tidak enak badan begini istrinya tak bisa merawatnya. Ternyata betul apa yang ada dalam benak Bagas, Anna menitikkan air matanya lagi saat mendengar seseorang yang begitu ia cintai sedang tidak baik - baik saja.
" Maafkan istrimu ini suamiku... semoga keegoisanku selama ini tidak membuatmu murka, karena jika mas murka maka saya pantaslah dikatakan istri yang durhaka, tolong maafkan saya dan tahan sebentar lagi ya mas, saya akan datang " lirih hati Anna.
Anna meraih ponselnya kembali, lalu ditekan nomor ibunya, ia ingin memberitahu ibunya mengenai keputusannya berhenti bekerja dan sekalian mengabari kalau ia telah mengirimkan sejumlah uang untuk ibunya. Tidak lama kemudian terdengar suara ibu Maryam di seberang sana.
" Assalamu 'alaikum nak "
" Wa'alaikum salam ibu, gimana kabar ibu, bapak dan dek Raihal ? "
" Alhamdulillah... semuanya baik sayang dan kabarmu serta keluargamu gimana nak ? "
" Baik juga bu, Anna telah kirim uang bulanan ibu ya dan Anna juga mau bicara sesuatu sama ibu, ibu jangan marah atau kecewa ya, (Anna berhenti bicara sebentar kemudian melanjutkannya lagi) Maafkan Anna bu, Anna telah berhenti bekerja dan besok Anna akan berangkat ke tempat mas Bagas bertugas, Anna tidak bisa jauh - jauh lagi dari suami Anna "
" Sayang... apa maksudnya ibu akan marah ?? ibu justru bahagia sayang karena kalian akan tinggal bersama, sebenarnya sudah lama ibu menginginkan ini tapi ibu tidak menyampaikannya karena takut kamu akan kecewa nak. Akhirnya kamu mengambil keputusan yang tepat, pasti suamimu akan senang sekali sayang. Bagas sudah lama membutuhkanmu di sisinya. Ketahuilah nak...Akad nikah telah mengikatkan kalian berdua dalam sebuah perjanjian syar’i, dimana perjanjian itu wajib dipenuhi hak-haknya. Perjanjian agung menyebabkan halalnya kehormatan diri untuk dinikmati pihak lainnya dan saling menikmati satu sama lain. Perjanjian kokoh yang tidak boleh diciderai dengan ucapan dan perbuatan yang menyimpang dari hakikat perjanjian itu sendiri. Dengan berjauhan selama ini berarti kamu telah melanggar perjanjian itu dengan tidak melakukan tanggung jawabmu untuk memenuhi hak suamimu lahir dan batin. Beruntung Bagas adalah suami yang baik dan sabar, Bagas begitu mencintaimu hingga ia mengikuti semua kemauanmu tapi sebenarnya ia tersiksa nak, Syukurlah... sekarang hatimu telah menyadari bahwa kalian saling membutuhkan, jangan terlalu lama membiarkan suamimu sendiri karena dia juga hanya manusia biasa, kamu tidak ingin kan suamimu tergoda dengan wanita lain, untuk itu cepatlah berangkat nak " Jelas ibu Maryam.
Anna tertegun mendengar penjelasan ibunya, matanya berkaca-kaca, ia menyadari kesalahannya.
" terima kasih ibu, kini hati Anna tenang bu, Anna kira ibu akan marah karena Anna berhenti bekerja. Ibu dan bapak telah susah payah menyekolahkan Anna hingga meraih gelar dokter, Anna tidak mau kalian kecewa " kata Anna.
" Kami selalu bangga padamu nak, bekerja atau pun tidak kami tetap bahagia dengan segala keputusanmu, masalah pekerjaan nanti kamu bisa dapatkan lagi nak tapi suami yang baik seperti Bagas tidak akan kamu dapatkan lagi jika kamu menyakiti dan mengecewakannya " jelas ibu Maryam lagi.
" Wa'alaikum salam, sama - sama sayang " jawab ibu Maryam.
Anna meletakkan kembali ponselnya. Ia tersenyum, bahagia sekali memiliki ibu yang begitu bersahaja. Setiap ucapan ibunya pasti akan selalu membuatnya tenang. Anna begitu mengaguminya.
********
Aula tempat acara Prom Night (Perpisahan) siswa siswi SMAN 8 JKT telah ramai, Rista dan Anna juga telah berada di sana. Suasana ruangan terlihat indah, foto-foto angkatan selama tiga tahun dipajang di beberapa mading. Telah dipasang juga wall of fame dan photobooth agar seluruh siswa bisa mengambil foto di dua spot tersebut. Anna memilih untuk menunggu di salah satu kursi di sana sementara Rista ijin bergabung dengan teman - temannya.
" Kak Anna..... kenalin ini sahabat dedek, namanya Aulia Pratama, Aulia... ini kakak ipar saya namanya Kak Anna " kata Rista.
" Anna " Anna menyebut namanya.
" Aulia " Aulia menyebut namanya juga.
Mereka saling bersalaman.
__ADS_1
" Kami ke sana dulu ya kak " kata Rista lagi sambil menggandeng tangan Aulia. Mereka menyempatkan diri berfoto - foto dahulu dan saling menyapa dengan teman yang lain sebelum acara dimulai.
Acara demi acara pun usai, Rista terpilih sebagai Prom Queen dan Andika sebagai Prom King. Rista adalah siswi yang berprestasi, cantik dan berakhlak, begitu juga dengan Andika adalah siswa yang berprestasi, tampan dan berakhlak. Banyak yang mengidolakan mereka berdua dan banyak pula yang menjodohkan mereka untuk jadi pasangan kekasih tapi keduanya memilih untuk berteman saja. Semua siswa dan siswi meminta berfoto dengan mereka. Anna bangga pada adik iparnya itu.
Foto Clarista Putri (Rista) di acara Prom Night
Usai menikmati menu makan malam yang telah disediakan, Anna mengajak Rasti untuk pulang lebih awal.
" Dek.. kita pulang ya, tidak apa2 kan pulang lebih awal ? "
" Iya kak.. tidak apa - apa, dedek sudah bahagia sekali karena sudah bisa hadir, terima kasih ya kak " kata Rasti dengan senyuman manisnya.
" Sama - sama sayang, yuk kita jalan "
" Tunggu sebentar kak, Rista ke toilet dulu ya, sekalian pamit sama teman - teman dulu "
" baiklah dek, buruan ya, kakak tunggu di sini "
Rista mengangguk lalu bergegas menuju toilet. Saat di jalan, tidak sengaja ia menyenggol seseorang hingga minuman tertumpah di baju mereka.
" Allahu Akbar... maaf, maaf, saya tidak sengaja " kata Rista sambil menoleh arah orang tersebut. Ia mengambil beberapa lembar tissue lalu menyerahkan ke pada laki - laki yang ia tabrak dan terlihat asing baginya, sepertinya bukan siswa SMAN 8 JKT karena dilihat dari tampannya terlihat seumuran dengan Bagas abangnya, gumam Rista dalam hati.
" Ini, ini.. kak untuk membersihkan bajunya yang kotor, sekali lagi mohon maaf, saya tidak sengaja " kata Rista lagi sedikit gugup dan terlihat panik.
Laki - laki itu adalah Arya Pratama mantan suami Anna, ia datang untuk mengantar adiknya Aulia Pratama menghadiri Prom Night. Rista tidak tahu kalau Arya adalah kakak dari temannya dan Arya juga tidak tau kalau Rista adalah teman dari adiknya. Arya hanya tersenyum melihat reaksi Rista yang begitu khawatir.
" Saya tidak apa - apa " Sahut Arya lalu menatap Rista dengan seksama, ia menelan salivanya, sesaat ia terpesona melihat kecantikan gadis yang ada di hadapannya itu namun ia berusaha meredamnya. Ia mengalihkan pandangannya dan mengabaikan tissue pemberian Rista.
" Baiklah kak, saya buru - buru, permisi " Rista meraih tangan Arya, memberikan tissue itu dan berlalu pergi menuju toilet. Arya hanya hanya tercengang dibuatnya.
Beberapa menit menunggu akhirnya Rista kembali, Anna meraih tangan adik iparnya kemudian mereka berdua berjalan meninggalkan acara Prom night itu. Tiba di rumah, Rista menceritakan semua kepada ibu Rani penobatannya sebagai Prom Queen dan beberapa Penghargaan yang didapatnya, ia terlihat bahagia sekali, Anna dan ibu Rani ikut senang melihatnya.
Malam semakin larut, para penghuni rumah kembali ke kamar masing - masing. Mengistirahatkan raga, jiwa, hati dan Fikiran yang seharian bekerja. Mereka tidak lupa bermunajat kepada Allah, mengsyukuri segala nikmat yang telah diberikan untuk hambanya.
...فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ...
...fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān ...
__ADS_1
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Anna merebahkan diri di atas kasur, terukir indah senyumannya. Ia bersyukur masih bisa melakukan beberapa hal demi orang - orang tersayang. Ia memejamkan matanya dengan bibir yang masih berzikir menyebut asma Allah yang Maha Agung sebagai pengantar tidur menuju mimpi indahnya.