
Entah sudah berapa lama Bagas dan Anna saling berdiam diri dan entah siapa yang memulai, kini mereka berdua telah berada di atas kasur dengan posisi Bagas memeluk Anna dari belakang. Ia terus mengelus perut rata istrinya.
" Sayang... mas minta maaf ya, tolong bicaralah, mas sungguh khawatir padamu dan pada anak kita yang ada di dalam sini " kata Bagas sambil terus mengelus perut istrinya.
Mendengar ucapan suaminya, Anna seketika berbalik menatap lekat mata Bagas.
" Anak kita ? saya hamil mas ? "
" Iya sayang, menurut dokter kamu sedang hamil dan untuk memastikannya, kita harus ke dokter kandungan sayang "
" Benarkah mas ?? apa karena itu saya merasa tidak enak badan dan kurang berselera ? ya Allah, maafkan saya mas, maafkan ibu sayang " Anna mengelus perutnya dengan mata yang berkaca-kaca
" Iya sayang, sebentar malam kita ke dokter kandungan ya " Ajak Bagas dan dijawab anggukan oleh Anna. Mereka pun kembali saling berpelukan dan sesekali Bagas menciumi perut rata istrinya.
Ditemani Bagas, Anna telah berada di ruang pemeriksaan dokter Indira, Sp.OG, salah satu dokter spesialis kandungan di kota sorong. Anna dan Bagas menatap lekat ke layar monitor di hadapan mereka.
Deg... Deg...Deg.. !!
Suara monitor terdengar begitu nyaring di telinga.
" Ini bunyi detak jantung bayinya ya bu " ucap dokter Indira sambil mengusap-usapkan alat USG di perut Anna. Sesaat Anna dan Bagas saling bertukar pandang kemudian menatap kembali ke layar monitor.
" Kondisi bayinya sehat bu, silahkan turun kembali bu, ibu dan bapak bisa ikut ke meja saya, nanti saya akan jelaskan lebih lanjut " Anna turun dari ranjang pemeriksaan dibantu oleh Bagas, kemudian mereka duduk di kursi yang ada hadapan dokter Indira.
" Sekali lagi saya ucapkan selamat ya Ibu Anna dan Bapak Bagas, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua, usia kandungan ibu telah memasuki minggu ke 5. Pada kehamilan tahap awal, ibu hamil sering mengalami morning sicknees, pusing, gampang lelah, suasana hati yang berubah-ubah, perubahan nafsu makan dan sebagainya, namun tidak semua ibu hamil mengalami hal tersebut, nanti saya akan berikan vitamin dan obat untuk mengatasi mualnya dan saya sarankan ibu untuk minum susu hamil serta banyak istirahat ya bu. Dan buat bapak Bagas, saya sarankan untuk tidak terlalu sering berhubungan intim dulu karena kondisi kandungan ibu Anna masih pada tahap trimester pertama, semoga sehat terus ya bu sampai lahiran" jelas dokter Indira.
" Aamiin, baik dokter, terima kasih " jawab Anna dan Bagas bersamaan.
" Sama-sama " dokter Indira membalas disertai anggukan.
Dalam perjalanan pulang, Bagas terus menggenggam tangan istrinya hingga tiba di rumah, senyumnya masih saja terus merekah, kebahagiaan tengah menyelimuti hatinya. Kerinduan akan memiliki seorang anak sebentar lagi akan terobati. Cahaya kebahagiaan terus terpancar di kedua matanya. Ucapan syukur terus ia ucapkan di dalam hatinya.
Begitu pula dengan Anna, ia merasa bahagia sekali, setelah sekian lama menanti dan penantian itu baru terjawab. Ia terus menatap wajah suaminya yang sedang duduk di hadapannya. Tiba-tiba ia merasa ingin bermesraan dengan suaminya itu. Ia mendekati Bagas dan duduk di atas pangkuan suaminya. Ia mencium dan ******* bibir tipis milik Bagas semakin dalam dan dalam. Ciuman mereka semakin panas dan Anna sudah tidak bisa mengendalikan nafsunya lagi, dengan agresifnya ia membuka baju kaos yang sedang dikenakan Bagas lalu mencium dan membelai dada bidang milik suaminya.
" Saya menginginkannya mas " bisik Anna di telinga Bagas.
" Tapi sayang.... mas takut melakukan lebih daripada ini, tadi kita dengar sendiri penjelasan dokter seperti apa, kamu harus istirahat sayang " Bagas lalu membopong isterinya masuk ke dalam kamar.
" Istirahat lah sayang " Bagas menyelimuti lalu mengecup kening Anna.
Anna menarik tangan Bagas hingga terjatuh ke kasur, Anna kemudian menciumi suaminya kembali dan dengan cepat melucuti semua pakaian Bagas dan bermain di area sensitif suaminya.
" Ah... " Bagas mendesah merasakan kenikmatan yang dilakukan Anna padanya.
" Saya menginginkannya mas, saya yang akan memimpin permainan, mas tidak usah khawatir karena saya juga seorang dokter jadi saya tahu batasan-batasannya mas, bersiap ya sayang "
Bagas hanya mengangguk, Anna kemudian mengambil posisinya mulai bergerak dan berirama perlahan dan semakin cepat hingga keduanya sama-sama menikmatinya.
" Ah... Ah... Ah... " Anna dan Bagas sama-sama mendesah. Tubuh mereka menggelinjang dan bergetar. Anna terkulai di atas tubuh suaminya dengan nafas yang memburu dan seluruh tubuhnya berpeluh.
" Terima kasih sayang, I Love U " Bagas membaringkan Anna di sisinya lalu mengecup keningnya.
" Sama-sama mas, I Love U to suamiku " Anna tersenyum puas.
*********
Waktu terus berjalan, selimut malam semakin menyelimuti bumi. Anna dan Bagas telah terlelap dalam tidur dan mimpi yang indah. Hingga jam telah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, Anna terbangun dari tidurnya karena merasakan lapar, ia membangunkan Bagas.
" Mas.. mas .. bangun mas, saya lapar sekali mas, tolong carikan saya Kue Geplak sama Dodol Betawi mas, saya ingin sekali makan camilan itu "
Bagas yang masih setengah sadar, mendengar ucapan Anna langsung membelalakkan mata.
" Apa sayang ?? Mana ada Kue Geplak sama Dodol Betawi di sini, dan sekarang juga sudah tengah malam sayang " jawab Bagas seraya menatap jam yang ada di ponselnya.
" Tapi saya ingin sekali makan itu mas, tolong telpon Rista mas untuk kirimkan dari Jakarta "
" Besok ya baru kita telpon Rista, mas akan ambilkan makanan yang lain "
__ADS_1
" Iya mas, tapi telpon Rista dulu nanti mas lupa "
" Baiklah sayang, tunggu sebentar ya "
Bagas mengambil ponsel lalu berjalan keluar kamar mengambilkan camilan buat Anna. Sesaat kemudian, ia masuk kembali dengan beberapa makanan di tangannya. Sudah 2 kali ia menghubungi Rista namun belum juga diangkat, ia lalu mencobanya sekali lagi.
" Assalamu 'alaikum bang" terdengar suara Rista yang sepertinya sudah tertidur.
" Wa'alaikum salam, maaf dek mengganggu "
" Iya bang tidak apa-apa.. ada perlu apa abang tengah malam menelpon ? "
" Bisa tidak HPnya antar ke Ibu dulu dek, Abang mau bicara sama ibu "
" Baiklah bang, tunggu sebentar ya, dedek ke kamar ibu dulu "
Huff..... Rista menghembuskan nafasnya, dengan langkah berat ia berjalan menuju kamar ibunya.
" Bu.. Ibu... ada telpon dari Abang " Rista menyerahkan ponsel kepada ibunya. Ibu Rani yang masih belum sepenuhnya membuka mata, mengambil ponsel dari tangan Rista.
" Assalamu 'alaikum sayang, apa ada yang penting sayang sehingga tengah malam begini kau menelpon ? "
" Wa'alaikum salam, maaf bu mengganggu waktu istirahatnya. Anna sekarang sedang hamil bu, kami baru memeriksakan kandungannya tadi, rencana baru mau menelpon ibu besok pagi tapi tengah malam ia terbangun bu dan minta Bagas untuk menelpon ke sana, tolong ibu belikan Kue Geplak sama Dodol Betawi yang paling bagus dan minta Rista untuk mengirimkannya besok pagi " pinta bagas kepada ibunya.
" Alhamdulillah..... ternyata tengah malam mau menyampaikan kabar gembira, ibu bahagia sekali mendengarnya nak. InsyaAllah besok pagi ibu akan beli camilan itu dan minta Rista mengirimkan secepatnya "
" Baiklah bu, terima kasih banyak ya, silahkan ibu istirahat kembali "
" Sama-sama sayang, selamat ya buat kalian berdua, semoga nak Anna selalu diberi kesehatan hingga lahiran nanti "
" Aamiin... terima kasih bu ''
" sama-sama sayang, Assalamu 'alaikum " ucap ibu Rani.
" Wa'alaikum salam " Bagas mematikan telponnya. Saat ia berbalik, ia melihat istrinya sudah tertidur kembali dan telah menghabiskan semua makanan yang ia bawa masuk ke dalam kamar. Bagas menggeleng-gelengkan kepala, ia membereskan piring dan gelas yang ada di lantai lalu kembali melanjutkan tidurnya.
Dodol Betawi
*******
Bagas melirik jam tangan sudah menunjuk angka sepuluh, ia meraih ponsel dari saku celananya kemudian menghubungi Anna. Tadi ia meninggalkan istrinya dalam keadaan masih tertidur.
" Assalamu 'alaikum mas " Anna menjawab telepon.
" Wa'alaikum salam, sayang sudah bangun ? "
" Sudah mas, terima kasih untuk sarapan dan segelas susunya "
" Sama-sama sayang, mas lanjut kerja kembali ya, Assalamu 'alaikum "
" Wa'alaikum salam " Anna menyimpan ponsel lalu berbaring kembali di atas kasur.
Di tempat kegiatannya, usai mengistirahatkan anggotanya, Bagas terlihat tercenung. Pratu Imron menghampirinya.
" Ijin, apa ada masalah danki ? "
" Ah.. tidak ada apa-apa Imron, cuma sedikit khawatir saja akan meninggalkan istri saya karena kondisinya yang sedang hamil, tapi mau bagaimana lagi " Bagas memejamkan matanya.
" Ijin, siap komandan, Setelah menjalani latihan Pratugas selama sebulan, Minggu depan kami beserta anggota Kompi Bantuan yang terpilih, siap menjalankan Satgas Pamrahwan (Pengamanan Daerah Rawan) di Manokwari selama 9 bulan dan saya sebagai komandan kompi siap sepenuhnya menjadi penanggung jawab selama tugas berlangsung " kata Bagas dengan tegas sambil memberi hormat kepada Danyon (Komandan Batalyon).
" Laksanakan perintah " kata Danyon
__ADS_1
" Ijin, Siap dilaksanakan !!! " jawab Bagas kembali dengan suara lantangnya dan berlalu meninggalkan ruangan Komandan Batalyon (Danyon).
Pratu Imron menepuk punggung Bagas yang terdiam dengan mata terpejam.
" Ijin Danki... Serahkan semuanya pada Allah, Ibu pasti akan baik-baik saja di sini, ibu adalah wanita yang kuat dan hebat "
" Terima kasih Imron " bagas menatap Imron.
" Seandainya kau sudah menikah, saya akan titip istri saya pada istrimu tapi kau masih Joker begitu "
Pratu Imron mengernyitkan dahinya.
" Joker itu apa Danki ? " tanyanya kemudian.
" Jomblo kere " Bagas tersenyum.
" Hahaha... Ijin.. saya belum ada pacar Danki nanti saya akan langsung nikah saja kalo sudah ketemu yang cocok "
" Mantapp, Semoga segera ketemu jodohmu "
" Aamiin, siap danki "
" Kalo gitu, saya pulang dulu ya, kamu juga silahkan istirahat, nanti sore baru kita lanjut lagi " kata Bagas kemudian.
" Ijin, Siap Danki " jawab Imron.
Bagas lalu kembali ke rumah sedangkan Pratu Imron kembali ke Barak bujangan (tempat tinggal untuk prajurit yang masih bujang).
**********
Dengan langkah berat Bagas memasuki kamar, kegelisahan yang telah sebulan hadir dalam hatinya sulit sekali untuk ia utarakan kepada Anna. Ia membaringkan diri di samping Anna lalu mengelus lembut perut istrinya. Terlihat jelas guratan kesedihan dan kegundahan di wajahnya. Tidak seperti biasanya yang selalu bersemangat dan bercanda, hari ini ia terlihat murung.
" Ada apa sayang ? Anna membuka pembicaraan sambil membelai rambut suaminya.
Bagas menatap wajah Anna, meraih tangan istrinya lalu menciumnya.
" Sayang, mas mohon maaf karena baru bisa mengatakannya sekarang, mas sudah coba sebelumnya untuk bilang padamu tapi tidak bisa, sekali lagi mas mohon maaf sayang. Mas akan berangkat satgas besok pagi, sebenarnya kegiatan pratugas telah dilaksanakan dari sebulan yang lalu, tapi mas baru bisa memberitahumu, tolong jangan marah ataupun bersedih, mas sungguh mohon maaf karena harus meninggalkanmu dalam kondisi sedang hamil, ini adalah tugas negara dan mas harus siap menjalankannya. Mas sungguh tidak tega sayang tapi mas tidak bisa berbuat apa-apa, maafkan mas sayang, tolong maafkan mas ". Bagas menciumi tangan Anna dan meneteskan air matanya di sana.
Bagas terus terisak, Anna terdiam sebentar tapi terus mengelus kepala suaminya. Ada perasaan sedih yang datang tiba-tiba menelusup masuk ke dalam hatinya namun ia berusaha menepisnya.
" InsyaAllah saya tidak apa-apa mas, saya akan selalu mendukung tugas mas, sebelumnya juga kita mampu bertahan dengan hubungan jarak jauh, tidak ada cinta yang hebat tanpa adanya perjuangan yang hebat pula mas, berangkat lah sayang, saya akan setia menunggumu dengan seluruh kekuatan cintaku "
" Sungguh sayang kamu tidak marah ? " Bagas menatap manik mata istrinya sangat dalam.
" Insya Allah mas, saya tidak akan marah, saya akan baik-baik saja dan jauh sebelumnya, meski dalam kondisi apapun saya akan selalu siap ditinggal tugas". Jawab Anna lalu memeluk suaminya.
" Terima kasih sayang, mas mencintaimu istriku "
" Sama-sama mas, saya juga sangat mencintaimu mas " Anna semakin mengeratkan pelukannya.
********
Cinta sejati bukan berarti tak terpisahkan, tak mengapa terpisah, asalkan tidak ada yang berubah.
Pagi itu di Aula Sudirman, Bagas beserta seluruh anggota satgas telah berkumpul. Mereka mendengarkan arahan bapak Komandan Batalyon sebelum berangkat.
Terlihat juga beberapa Ibu-ibu anggota beserta anak-anak mereka yang datang untuk melepas kepergian suami untuk bertugas. Suasana haru muncul seketika saat Bagas beserta anggota prajurit yang lain berpamitan pada keluarga mereka. Anna tidak kuasa menahan air matanya. Benteng ketegaran yang ia bangun dengan kokoh hancur seketika. Anna bukan menangisi dirinya tapi ia sangat terharu melihat keluarga yang lain yang memiliki anak yang masih kecil namun akan ditinggal tugas selama 9 bulan lamanya. Mereka bahkan terlihat lebih tegar dan lebih ikhlas, semangat dari ibu-ibu yang lain membuat Anna semakin kuat dan merasa bangga menjadi Seorang Istri Prajurit.
" Sayang, mas berangkat dulu ya, doakan mas sehat dan kembali dengan selamat, kita akan selalu komunikasi, semangat dan sehat terus ya sayang. Bersama atau pun berjauhan, kamu selamanya di hati mas, mas akan membawa hatimu bersamaku "
Bagas menyalami Anna, Anna menyambutnya dan mencium punggung tangan suaminya, Bagas lalu mengecup kening Anna lama dan kemudian ia berjongkok mencium perut istrinya.
" Ayah berangkat dulu ya sayang, sehat dan baik-baik selalu di sana ya nak, jangan nakal dan nyusahin ibu, ayah mencintai kalian " ucap Bagas lalu berdiri kembali menatap istrinya kemudian beranjak naik ke truk diikuti oleh anggota satgas yang lain "
" Selamat sampai tujuan ya mas, sampai jumpa kembali "
Anna bersama ibu-ibu yang lain melambaikan tangan ke arah truk. Mereka masih terpaku menatap laju truk sampai betul-betul hilang dari pandangan mata. Teriring doa restu dalam hati Anna untuk suami tercinta. semoga dilancarkan semuanya sampai tiba saatnya kita berkumpul kembali.
__ADS_1