Izinkan Aku Mencintai Istrimu (Bukan Jatah Mantan)

Izinkan Aku Mencintai Istrimu (Bukan Jatah Mantan)
Musibah yang Bertubi


__ADS_3

Hati Maverick terasa ngilu ketika menatap keadaan Aurora. Wajah mungilnya tampak pucat dengan mata yang menutup rapat. Entah sebesar apa rasa sakit yang mendera tubuhnya, Maverick tak sanggup lagi membayangkan hal itu.


"Daddy sangat menyayangimu, Nak. Tolong jangan begini. Buka matamu dan ayo kita bermain bersama. Daddy janji akan mengabulkan apa pun yang kamu inginkan. Bukankah keinginanmu untuk memeluk Mommy juga sudah Daddy turuti. Jadi, bangunlah, Sayang! Jangan terus terbuai dalam mimpimu," bisik Maverick sambil menggenggam erat tangan Aurora. Namun, tak ada respon sedikit pun dari gadis kecil itu.


Beberapa saat yang lalu, Maverick mendapat telepon dari Kinan yang mengabarkan bahwa Aurora demam tinggi. Maverick lekas pulang. Namun, belum sempat ia membawanya ke rumah sakit, Aurora kejang-kejang dan pingsan. Akhirnya, di sinilah Aurora sekarang. Terbaring tak berdaya dengan bermacam alat bantu yang menunjang kehidupannya. Jangankan untuk bicara atau sekadar membuka mata, detak jantung saja sangat lemah.


Aku sayang Daddy.


Tiga kata yang sempat Aurora ucap sebelum dirinya pingsan. Kala itu, Maverick memeluknya dengan erat, hendak mengangkat tubuhnya menuju mobil.


"Aku menunggumu membuka mata, Sayang." Maverick mengusap kening Aurora dengan lembut. "Dia ... adalah alasan yang membuatku tersenyum dan percaya bahwa takdir itu indah. Tapi ... jika akhirnya Engkau juga mengambilnya, aku tidak tahu lagi bagian mana dalam hidupku yang mendapat keadilan atas takdir-Mu," sambungnya dalam hati.


Dengan tangan yang menggenggam jemari kecil Aurora, Maverick menerawang ke masa silam, ketika dirinya baru saja mengalami kecelakaan.


Seharusnya menyuruh orang yang bisa diandalkan, Mas. Lihat, dia masih hidup. Aku tidak mau ya kalau nanti dia mengetahui rahasia masa lalu dan merebut kembali harta ini.

__ADS_1


Kamu tenang saja, Sayang, dia tidak akan tahu tentang rahasia itu. Dia akan tetap menganggap kita sebagai orang tuanya, dan harta ini selamanya akan menjadi milik kita. Lagi pula, dia hanya bisa duduk di kursi roda. Jadi, percaya saja padaku, kita pasti bisa membuatnya mati perlahan. Orang tuanya saja bisa kita tangani, apa lagi dia yang hanya anak bau kencur. Hal kecil, Sayang.


Saat itu, Maverick sedang duduk di kursi roda dan tak sengaja mendengar obrolan orang tuanya yang ternyata palsu. Makin didengar, makin terkuak rahasia besar yang berhubungan dengan orang tua kandungya. Ketika dirinya masih bayi, orang tuanya kecelakaan dan meninggal. Lantas, dia diadopsi oleh sepupu ayahnya, yang tak lain adalah orang tuanya saat ini. Namun, bukan kasih sayang tulus yang membuat mereka melakukan itu, melainkan harta benda yang berlimpah, karena orang tua kandung Maverick adalah orang yang paling kaya di keluarganya.


Setelah mengetahui rahasia itu, Maverick meminta bantuan kawannya untuk kabur dari rumah, hingga tibalah dia di Spanyol dan merintis karier di sana. Beberapa tahun kemudian, dia kembali dan menuntut balas. Orang tua palsunya dibunuh dan disamarkan dengan kecelakaan, sama persis seperti apa yang mereka lakukan pada orang tua kandungnya. Selain itu, Maverick mengambil kembali apa yang menjadi haknya, dan lambat laun jadilah ia seperti sekarang, seorang Maverick Shane yang memiliki perusahaan industri elektronik terkemuka. Namun, di balik keberhasilannya itu, kecelakaan telah menyisakan kerusakan permanen pada fungsi kejantanannya. Sebuah hal yang membuat hidupnya nyaris tanpa warna.


"Banyak hal pahit yang telah Daddy telan, Sayang. Jadi, bangunlah, karena hadirmu adalah hal terindah dalam hidup Daddy," batin Maverick.


Setelah cukup lama menemani Aurora, Maverick keluar dan duduk di kursi tunggu bersama Marissa dan Alroy. Lantas, berganti Elle masuk dan melihat Aurora.


"Aurora adalah semangat terbesar dalam hidup Maverick. Entah bagaimana dia melanjutkan hidup jika terjadi sesuatu dengan Aurora," batin Elle sambil menggigit bibir. Tak henti-hentinya dia memanjatkan doa kepada Tuhan, memohon agar gadis kecil itu masih diberikan kesempatan hidup. Saking kalutnya Elle dalam musibah yang menimpa, dia sampai berangan untuk menggantikan posisi Aurora yang berjuang antara hidup dan mati.


"Cepat sadar, Sayang. Mommy dan Daddy menunggumu," bisik Elle sembari mengecup kening Aurora cukup lama.


________________

__ADS_1


Sudah genap satu minggu Aurora terbaring koma di rumah sakit. Sedetik pun dia belum membuka mata, malah makin ke sini detak jantungnya makin lemah.


Maverick menungguinya hampir setiap waktu, walaupun sudah ada Elle dan Kinan di sana. Sampai-sampai Maverick mengabaikan pekerjaan dan hanya memercayakannya kepada David—sang tangan kanan.


Namun, hari ada kabar yang cukup mengejutkan, yang membuat Maverick memijit pelipis dan mengembuskan napas kasar.


"Ada kabar buruk yang datang bersamaan hari ini, Tuan. Empat perusahaan distribusi di luar negeri yang bekerja sama dengan kita, tiba-tiba membatalkan kontrak secara sepihak. Mereka belum memberikan alasan yang jelas, tapi ... katanya pelanggaran ada pada kita. Selain itu, ada beberapa pemegang saham yang ternyata sudah menjual saham mereka. Pembeli tersebut sudah mengumpulkan sebanyak tujuh belas persen dan ... identitasnya masih misterius. Saya khawatir dua hal ini saling berhubungan dan ada rencana yang terselubung, Tuan," terang David.


"Baiklah. Aku akan ke kantor sekarang," ucap Maverick sembari mengakhiri sambungan telepon.


"Ada apa, Mas?" Elle bertanya dengan perasaan khawatir. Dia tahu suaminya sedang tidak baik-baik saja.


"Ada sedikit masalah di kantor, aku akan menyelesaikannya sebentar. Kamu ... hati-hati di sini." Maverick menatap Elle dengan lekat. "Semoga bisnisku baik-baik saja, sehingga ada jalan untuk membantumu, Elle," sambungnya dalam batin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2