
"Kamu sudah lama?" tanya Elle berbasa-basi. Wajah Reyvan sangat datar dan dingin, sampai-sampai Elle merasa canggung saat duduk di hadapannya.
"Tidak."
"Kamu apa kabar?" Elle masih berbasa-basi.
"Kupikir ... keadaan Alroy adalah satu-satunya hal yang kamu sembunyikan dariku, Elle. Tapi, ternyata tidak. Kamu juga menyembunyikan masa lalu keluargamu selama di Spanyol. Selain dua hal itu, apa lagi kamu sembunyikan dariku, Elle?" Reyvan menatap tajam.
"Aku ... aku___" Elle tergagap. Untuk kedua kalinya Reyvan menemuinya dengan membawa kecewa karena rahasia yang sebelumnya tak pernah ia ungkap.
"Dua tahun kita menjalin hubungan, apa pun yang ada padaku, aku membaginya denganmu. Tapi, kamu tidak melakukan hal yang sama. Kamu menyembunyikan banyak hal, bahkan juga menutupinya dengan kebohongan."
"Maafkan aku," bisik Elle dengan kepala yang tertunduk.
"Hanya beberapa bulan kamu mengenal Maverick, tapi kamu sudah percaya dan membagi semua itu dengannya. Sementara aku yang sudah dua tahun, sama sekali tidak kamu percaya. Sekarang aku tahu siapa yang sebenarnya kamu cintai dan kamu anggap istimewa, Elle," ucap Reyvan yang lantas membuat Elle mendongak.
"Rey, kamu salah paham. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," sahut Elle.
__ADS_1
"Berhenti bicara cinta dan berhenti menjanjikan harapan. Aku tidak butuh kepalsuan. Berbahagialah dengan Maverick, aku pula akan bahagia dengan yang lain, dengan wanita yang bisa menghargaiku dan menganggapku penting dalam hidupnya." Ucapan Reyvan berhasil membuat mata Elle berkaca-kaca.
"Rey, dengarkan penjelasan aku!" Elle meraih lengan Reyvan yang kala itu sudah bangkit.
"Bayangkan jika itu terjadi pada dirimu, kamu tahu rahasiaku dari orang yang menjadi pasanganku. Bahagia atau kecewa?" Reyvan menatap Elle dengan lekat. "Selama ini aku tulus mencintaimu, bahkan setelah kamu menikah pun aku masih mencintaimu. Tapi, aku seperti orang bodoh saat Maverick bicara tentangmu, karena aku tidak tahu apa pun. Bayangkan itu, Elle!" sambungnya.
"Aku memang salah, tapi aku melakukan itu karena aku mencintaimu, Rey. Aku tidak ingin kamu tahu kekuranganku. Aku___"
"Jika harapanmu aku hanya mencintai kelebihanmu, lalu masa depan seperti apa yang sering kamu bicarakan itu? Mustahil pernikahan bisa berjalan jika masing-masing hanya menerima kelebihan pasangan, sedangkan menyembunyikan kekurangan juga tidak bisa selamanya. Apa sejak awal kamu memang tidak pernah memikirkan pernikahan denganku?" Lagi-lagi Reyvan memotong ucapan Elle.
"Sudahlah, aku tidak mau lagi membahas ini. Apa yang kamu lakukan, sudah cukup memberikan jawaban. Ke depannya kita hanya orang asing yang tidak pernah kenal," kata Reyvan.
"Rey, jangan katakan itu!" pinta Elle di sela-sela tangisnya.
"Bagiku, kamu bukan lagi wanita yang penting, Elle. Jadi, apa yang kulakukan, tidak ada hubungannya lagi denganmu, termasuk bekerja sama dengan Paman Adriano. Jika itu menguntungkan untukku, aku tidak peduli meski dia pernah menyulitkanmu," ujar Reyvan, sama sekali tak mengindahkan ucapan Elle.
"Rey, kamu ... mengenal Paman?"
__ADS_1
"Selamat tinggal, Nona Zee."
Jawaban Reyvan membuat Elle mematung di tempatnya. Tidak ada lagi kata yang bisa dia ucap, sekadar air mata yang terus berjatuhan membasahi pipi. Cinta yang membabi buta membuatnya takut mengakui kekurangan dan sebisa mungkin menunjukkan kelebihan. Namun, tanpa ia sadari hal itulah yang memicu luka dan kecewa.
Sementara itu, Reyvan melangkah pergi dengan setitik air mata yang merembas. Dalam hati masih cinta, tapi luka dan kecewa yang digoreskan sudah mencapai batas. Dia tak bisa lagi bertahan dengan cinta yang palsu. Sudah ada Maverick yang memiliki hatinya secara sempurna, begitulah pikir Reyvan.
"Melepaskan memang sulit, apalagi melupakan. Tapi, apa gunanya bertahan jika keberadaanku sudah tidak ada harganya." Reyvan membatin sambil menoleh sekilas. "Tapi, kamu tenang saja. Aku tidak sekejam itu untuk bersekutu dengan pamanmu demi kehancuranmu," sambungnya.
"Jangan pergi, Rey!" bisik Elle ketika tubuh Reyvan sudah tidak terlihat lagi.
Hati Elle sangat hancur, sakit rasanya ketika lelaki yang amat dicintai tak mau lagi mengenalnya. Saking dalamnya pedih yang ia rasa, tubuh Elle lemas dan nyaris ambruk. Beruntung ada tangan kekar yang menangkapnya, yang kemudian membawanya dalam dekapan hangat.
"Jangan menangis di sini, kesedihanmu akan menjadi tontonan orang," bisik lelaki pemilik aroma mint.
Elle tak menjawab, tetapi menurut saja ketika lelaki yang tak lain adalah Maverick menggendongnya dan membawanya ke dalam mobil.
Bersambung.....
__ADS_1