Izinkan Aku Mencintai Istrimu (Bukan Jatah Mantan)

Izinkan Aku Mencintai Istrimu (Bukan Jatah Mantan)
Pengajuan Cerai


__ADS_3

"Dia ke mana?" Reyvan mengulangi pertanyaannya.


Elle menunduk, "Dia ... mengurus surat cerai."


Ada sedikit rasa sesak dalam hati Elle ketika mengingat hal itu. Di mana Maverick memutuskan untuk menceraikannya karena Reyvan berhasil sembuh, setelah koma cukup lama dan akhirnya mendapat donor jantung dari orang yang kecelakaan.


"Cerai? Kamu dan Maverick mau cerai?" Reyvan tak kalah terkejutnya. Selama ini, dia menganggap Elle sudah mencintai Maverick, bahkan dirinya sampai rela mempertaruhkan nyawa juga demi alasan itu. Lantas, mengapa sekarang mereka bercerai?


Sementara itu, di hadapanmu Reyvan, Elle mengangguk. Membenarkan bahwa dirinya dan Maverick sebentar lagi resmi bercerai.


"Kenapa? Bukannya ... kamu dan dia sudah saling mencintai?" tanya Reyvan beberapa saat kemudian.


Elle tertawa sumbang, lantas menggeleng-geleng hingga geraian rambutnya yang cokelat terang ikut bergoyang.


"Apa yang membuat kamu berpikir kalau kami saling mencintai?"


"Kamu dan dia terlihat mesra. Senyum kalian begitu tulus ketika bersama."


Jawaban Reyvan membuat Elle terdiam. Mau tidak mau pikirannya kembali mengingat malam di mana Maverick mengambil ciuman pertamanya, lantas keesokan harinya ada kejujuran cinta dari lelaki yang sama. Perceraian, entah benar-benar diharapkan atau tidak oleh Maverick, tetapi dia rela melakukannya, dengan alasan demi kebahagiaan. Ahh, setulus itu Maverick mencintainya.


"Elle!" panggil Reyvan.


"Aku dan dia bersama hanya untuk Aurora, dan sekarang gadis kecil itu sudah tiada. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kami untuk tetap bertahan," ujar Elle, sedikit sesak karena teringat dengan cinta Maverick yang tak bisa ia balas. Padahal, lelaki itu cukup baik padanya.


"Aku turut berduka atas itu," ujar Reyvan. "Tapi ... selain Aurora, tidak ada alasan lain lagi kah?"


Elle hanya bisa menyunggingkan senyum masam. Pertanyaan Reyvan sangat ambigu, seolah meragukan cinta yang sebenarnya sejak lama ia jaga.


"Aku pernah setia menunggu meski waktu itu belum jelas kapan kamu akan kembali padaku. Tapi ... dari beberapa kejadian yang ada, aku mulai ragu. Kebersamaanmu dengan Maverick berbeda, makanya kupikir perasaanmu sudah berubah. Karena cinta, terkadang juga muncul karena kebiasaan," sambung Reyvan karena cukup lama Elle terdiam.

__ADS_1


"Apa keraguan itu yang lantas membuatmu berani menyelamatkan Maverick, bahkan dengan mengorbankan nyawamu sendiri?"


Mendengar pertanyaan itu, Reyvan terdiam. Memang benar, seperti itu yang ia rasakan, tetapi berat untuk mengungkapkan.


Melihat Reyvan hanya diam, Elle pun paham. Lelaki itu berani berkorban karena menganggap dirinya dan Maverick ada perasaan yang istimewa.


Lantas, Elle menunduk, menyembunyikan air mata yang kini mulai berjatuhan. Reyvan rela mengorbankan nyawa untuk Maverick, sedangkan Maverick hampir merelakan jantungnya untuk Reyvan. Mengapa mereka sangat meremehkan nyawa?


'Aku ingin kamu bahagia'


Sebuah kalimat keramat yang membuat Elle terjebak dalam rasa sakit. Dicintai dua lelaki dengan begitu tulus bukanlah hal yang mudah, apalagi jika mereka sampai rela bermain-main dengan nyawa. Rasanya sangat tidak pantas dia mendapatkan itu.


"Elle!"


"Untuk kali ini, kemampuan melihatmu sangat buruk, Rey."


Elle bangkit dari duduknya, "Istirahatlah, aku akan keluar. Kamu ... sangat mengerti kok apa yang aku maksud."


Tanpa menunggu jawaban Reyvan, Elle langsung berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu. Sedangkan di ranjang tempatnya berbaring, Reyvan diam-diam mengulas senyum termanisnya.


"Sebuah keberuntungan jika kita bisa kembali lagi seperti dulu, Elle," gumam Reyvan.


_______


Terik matahari di Kota Jakarta, rasanya lebih menyengat dari biasanya. Pria dewasa yang menyandang nama Maverick, baru saja keluar dari kantor pengadilan agama. Dia sudah mengajukan dokumen perceraiannya dengan Elle. Antara ikhlas dan tidak, tetapi dia terpaksa melakukannya. Keadaan tak mendukung dia untuk bersikeras mempertahankan Elle.


Tak ingin berlama-lama di sana, Maverick bergegas masuk ke mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin cepat-cepat tiba di rumah dan menenangkan diri agar bisa menerima semua yang terjadi.


Setelah setengah jam lebih berkendara, Maverick tiba juga di rumahnya. Seperti biasa, beberapa pelayan menyambut dan menunduk hormat padanya. Namun, Maverick tak mengindahkan itu. Ia terus saja melenggang sampai ke kamarnya.

__ADS_1


"Mau saya buatkan minum, Tuan?" tawar Kinan, yang kala itu sedang membersihkan lantai di sana.


Maverick menatap sekilas, kemudian mengangguk. "Buatkan aku secangkir kopi!"


"Baik, Tuan."


Tak lama berselang, Kinan sudah berlalu dari hadapannya. Maverick pun bergegas masuk ke kamarnya, tanpa menutup pintu. Ia duduk di sofa, sembari menatap foto Elle yang masih ada di sana. Terlalu cantik wajah wanita itu, sampai-sampai pesonanya melekat dan sulit untuk dienyahkan.


"Kamu harus bahagia ... Elle," gumam Maverick pada sebingkai foto yang menampilkan senyuman Elle.


"Tuan, ini kopinya!"


Terlalu fokus memandangi foto Elle, Maverick sampai tak sadar jika Kinan sudah masuk ke sana dan membawa secangkir kopi seperti keinginannya.


"Terima kasih." Maverick berucap datar.


Namun, Kinan membalasnya dengan senyuman lebar. Ia juga tetap berdiri di sana meskipun kopi sudah diletakkan, Kinan memandangi wajah Maverick yang terlihat kusut dan lelah, seperti banyak beban yang mengganggunya.


"Kenapa lagi?" tanya Maverick. Ia kurang suka dengan tatapan Kinan.


Wanita itu pun menggeleng pelan, "Tidak apa-apa, Tuan."


"Kalau begitu, pergilah!"


Kinan mengangguk patuh, kemudian berbalik dan meninggalkan Maverick. Namun, sebelum tiba di ambang pintu, dia kembali menoleh.


"Saya yakin Anda pasti bisa, Tuan. Saya sendiri ... sekian lama hidup tanpa rahim. Sebuah tolak ukur yang membuat beberapa lelaki memilih mundur. Saya cukup lama patah hati karena cinta, cukup lama hancur karena keadaan yang berbeda. Tapi, saya bisa. Dan saya yakin, Anda juga bisa," ucap Kinan, kemudian kembali melanjutkan langkah sebelum Maverick menyahutnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2