Izinkan Aku Mencintai Istrimu (Bukan Jatah Mantan)

Izinkan Aku Mencintai Istrimu (Bukan Jatah Mantan)
Ucapan Kinan


__ADS_3

Setelah cukup lama menata hati yang sempat bergejolak, Maverick beranjak dan meninggalkan sang istri yang sudah terlelap. Kaki kekar Maverick terus melangkah dan membawanya pergi keluar kamar.


"Buatkan aku secangkir kopi!" perintah Maverick ketika berpapasan dengan Kinan. Mantan pengasuh Aurora itu masih bekerja di sana, membantu pekerjaan pelayan.


"Baik, Tuan."


"Antarkan ke ruang baca!" perintahnya lagi.


"Baik, Tuan."


Setelah Kinan pergi dari hadapannya, Maverick pun melanjutkan langkah dan menuju ruang baca. Di sana, ia duduk bersandar di dekat jendela. Menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan, berulang kali ia melakukan itu agar pikirannya sedikit tenang, sebelum nanti mengambil keputusan yang besar.


Ketika hati sudah tenang, Maverick mengambil ponsel dan menghubungi David. Tak membutuhkan waktu lama, lelaki di seberang sana sudah menerima panggilannya.


"David, aku ingin pergi ke Barcelona. Urus penerbangannya segera!" perintah Maverick.


"Baik, Tuan."


"Nanti jika aku tidak kunjung kembali, alihkan semua aset yang aku punya kepada Elle," ucap Maverick lagi dan seketika mendapat tanggapan lain dari David.

__ADS_1


"Tidak kunjung kembali, apa maksud Anda, Tuan?"


Maverick mengembuskan napas berat, "Banyak hal yang harus aku kerjakan di sana. Kerjakan saja sesuai dengan yang kuperintahkan, jangan banyak membantah!"


"Maaf atas kelancangan saya tadi, Tuan. Saya tidak akan mengulanginya lagi, dan ... saya akan menjalankan perintah Anda dengan baik." Di seberang sana, David patuh tanpa banyak bertanya lagi meskipun dalam hati merasa janggal.


Usai menghubungi David dan memastikan sang tangan kanan itu mematuhi perintahnya, Maverick berbalik. Sepasang mata hitamnya menangkap satu sosok yang berdiri tepat di belakangnya. Wanita dewasa dengan wajah ayu alami dan postur tubuh mungil, menatapnya penuh arti. Kinan, entah apa yang terselip dalam pikirannya.


"Maaf, saya mencuri dengar pembicaraan Anda dengan Tuan David. Dan tadi di bawah ... saya juga mencari tahu tentang apa yang terjadi pada Tuan Reyvan. Tuan Maverick, Anda tidak berpikir untuk mendonorkan jantung Anda, kan?"


Dengan lancangnya Kinan menanyakan hal itu, tanpa menampilkan raut bimbang, cemas, atau takut. Justru yang tampak hanyalah ketegasan, yang selama ini jarang tergambar di wajahnya.


"Aku hanya menyuruhmu membuatku kopi, bukan mencampuri urusan pribadi!" jawab Maverick dengan sedikit sinis. Dia memang tak suka dengan sikap Kinan yang kesannya kurang ajar.


"Karena Anda menjawab seperti itu, maka saya anggap tebakan saya memang benar." Kinan menghela napas panjang. "Saya tahu, Tuan sangat mencintai Nyonya Elle. Tapi, tidak seharusnya Anda mengorbankan nyawa demi mantan beliau," lanjutnya langsung pada inti.


"Kinan, tolong jaga sikap kamu!"


"Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa, Tuan, sekalipun itu cinta. Mungkin Anda tidak pernah tahu bagaimana rasanya berjuang mempertahankan nyawa, makanya semudah ini ingin mengorbakannya." Kinan tak gentar dengan ucapan tegas Maverick, terus saja melontarkan apa yang seharusnya diungkapkan.

__ADS_1


Maverick tidak menyahut kali ini, sekadar membalas tatapan Kinan dengan tajam.


"Selama ini saya mengagumi ketegasan Anda, tapi semenjak menikah dengan Nyonya Elle Anda kehilangan itu semua. Bahkan, untuk mengungkapkan cinta saja Anda tidak berani. Malah menyimpulkan sendiri bahwa kebahagiaan beliau adalah Tuan Reyvan," sambung Kinan, makin berani dalam mencampuri urusan pribadi Maverick.


"Kau___"


"Dan lagi, Nona Aurora serta Nyonya Elle bukan akhir hidup Anda. Sepenting dan seistimewa apa pun mereka bagi Anda, tapi kehidupan tidak berhenti hanya karena mereka tidak ada di samping Anda. Masih ada hal lain yang layak Anda perjuangkan dan menjadi tujuan. Tuan Maverick, semua orang punya kesulitan masing-masing dan semua orang punya cara sendiri-sendiri untuk melewati itu. Tapi, hanya orang pengecut yang memilih menyerah."


Kini menekan setiap kata dalam kalimat terakhirnya. Pikir dia, tak apa meski nanti dipecat karena sangat lancang, yang penting apa yang mengganjal sudah diungkapkan. Dia harap, satu demi satu kata yang ia utarakan mampu menggagalkan niat Maverick, yang menurutnya cukup bodoh.


"Kau menyebutku pengecut?"


"Anda belum terlalu tua, punya harta yang melimpah, dan kekuasaan yang tidak sederhana. Apa yang Anda takutkan hingga memilih menyerah? Tidakkah Anda tahu, di luar sana ... banyak yang kelaparan dan menjadi gelandangan. Masa depan tidak ada, kehilangan sudah menjadi hal biasa. Tapi, semangat mereka untuk hidup membubung tinggi. Rela berpanas-panasan demi sesuap nasi. Apakah Anda tidak malu? Ingat, Tuan, nyawa itu berharga!" jawab Kinan sangat melenceng dari pertanyaan yang diajukan.


Maverick benar-benar bergeming. Jangankan untuk menjawab, menelan ludah saja ia sedikit kesulitan.


"Dan sudahkah Anda yakin Nyonya Elle akan bahagia jika Anda mati karena mendonorkan jantung untuk Tuan Reyvan? Jangan sampai Anda menyesal setelah menjadi arwah gentayangan, Tuan!" kata Kinan, yang kemudian ditutup dengan langkah kaki. Ia meninggalkan Maverick yang masih terpaku.


Beberapa detik setelahnya, Kinan tiba di ambang pintu. Sebelum meneruskan langkah, ia menyempatkan diri untuk menoleh dan kembali menatap Maverick.

__ADS_1


"Jika saya lancang dan menurut Anda layak dipecat, pecat saja! Tapi, saya harap Anda merenungkan apa yang saya ucapkan. Anda merasa hancur setelah kehilangan Nona Aurora, apakah tidak berpikir bahwa kematian Anda juga bisa membuat orang lain hancur? Entah itu keluarga, bawahan, kawan, relasi, atau bahkan ... orang asing yang mencintai Anda."


Bersambung...


__ADS_2