
Dua hari setelah diadakan rapat pemegang saham, Maverick mulai menguak sedikit informasi tentang Reyvan. Orang suruhannya—Nolan, sudah berhasil menyelidikinya.
"Belum lama ini Tuan Reyvan terlibat kerja sama dengan pembisnis asal Spanyol, namanya Jeronimo Demitri. Dia adalah pemilik galery sekaligus kebun anggur yang cukup luas. Namun, bisnisnya ini masih terbilang standar. Dia tidak punya pengaruh apa-apa di sana." Nolan memulai perbincangan ketika mereka sudah duduk berhadapan.
"Aku juga sempat tahu dia bekerja sama dengan orang sana. Hanya saja aku gagal menggali informasi lebih karena Izal ketahuan. Mmm, dengan keadaan yang bisa dibilang biasa saja, mungkinkah Jeronimo bisa membantu Reyvan?" jawab Maverick sambil menarik napas panjang.
"Saya pun belum bisa memastikannya, Tuan. Tapi, coba lihat dulu informasi yang ini." Nolan menyodorkan data lain yang memuat identitas Jerry secara rinci. "Kakak kandung Tuan Jerry menikah dengan Adriano Beltrand. Dari informasi yang saya dapatkan, Tuan Adriano adalah pembisnis yang cukup berpengaruh di Barcelona. Dia kerap menggunakan cara kotor, juga kerap berurusan dengan dunia gelap. Sementara Tuan Jerry, dia adalah pembisnis yang bersih. Saya sempat mencurigai Tuan Adriano, tapi belum bisa memastikan benar salahnya," sambungnya.
"Adriano Beltrand?" Maverick mengulang ucapan Nolan.
"Anda mengenalnya, Tuan?" Nolan mengernyit heran. Pasalnya, ekspresi Maverick menunjukkan bahwa dirinya familier dengan nama itu.
"Saya tidak kenal, tapi sedikit tahu tentang dia. Dan sepertinya ... Adriano lah yang membantu Reyvan," jawab Maverick.
"Saya akan mencari bukti yang akurat, Tuan, benar-benar dia atau bukan yang ada di balik semua ini. Mohon Tuan Maverick bersabar sebentar dan jangan dulu mengambil tindakan."
"Tidak perlu, Nolan. Informasi ini sudah lebih dari cukup. Selanjutnya, biar aku sendiri yang mencari bukti," ujar Maverick.
__ADS_1
"Oh, baiklah kalau begitu, Tuan. Hubungi saya jika nanti butuh sesuatu lagi." Nolan menunduk hormat, dan Maverick menanggapinya dengan anggukan.
Tak berselang lama, Nolan pamit undur diri. Lantas, Maverick memijit pelipis sambil memikirkan kepingan-kepingan kejadian yang sepertinya saling berhubungan.
"Mengingat tindakannya di masa lalu, besar kemungkinan Adriano merasa terancam dengan keberadaan Elle. Bukan mustahil dia merencanakan hal buruk demi melindungi aset yang ditinggalkan keluarga Zee. Jika benar demikian, berarti target utamanya bukan aku, melainkan Elle," batin Maverick.
Dia pun tersentak saat menyadari kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat. Elle, sampai mati pun Maverick tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya. Elle harus bahagia dan baik-baik saja.
"Aku harus bicara dengan Reyvan," ujar Maverick sambil beranjak dari duduknya.
Tanpa meminta bantuan kepada David atau Izal, Maverick meninggalkan ruang kerjanya dan bergegas mengambil mobil. Lantas, melajukannya menuju Gedung Arkatama.
"Mari saya antar, Tuan!"
Maverick mengangguk dan mengikuti langkah karyawan yang membawanya ke ruangan Reyvan. Sesampainya di sana, pintu sudah terbuka lebar dan Reyvan menyambutnya sambil melipat tangan di dada. Senyumnya penuh kemenangan dan tatapan matanya sangat tidak sedap dipandang.
"Silakan masuk, Tuan Maverick!"
__ADS_1
Meski tidak menanggapi ucapannya, tetapi Maverick langsung masuk dan duduk di kursi. Reyvan pun mengikutinya dan duduk di hadapan Maverick.
"Apa gerangan yang membawamu kemari, Tuan Maverick?" Reyvan bertanya sambil menyulut sebatang rokok.
"Aku sudah tahu siapa orang yang berdiri di belakangmu, Adriano Beltrand. Benar, kan?" Maverick tidak basa-basi lagi.
Reyvan sedikit tersentak, tetapi berusaha menyembunyikannya. Namun karena itu, dia juga kesulitan menjawab.
"Karena kau diam, jadi kuanggap iya." Maverick kembali bicara.
"Kalau memang iya, kenapa? Kau takut?" Reyvan tersenyum remeh. Mengingat sikap Adriano yang sangat ingin menghancurkan Maverick, Reyvan tebak dulu mereka memang rival.
"Tak kusangka kau sangat berani mengambil keputusan besar. Aku yakin kau belum mengenal dia dengan baik. Seharusnya kau yang takut, karena bisa saja kerja sama ini adalah awal dari kehancuranmu sendiri." Jawaban Maverick sontak membuat Reyvan emosi.
"Aku mengenalnya lebih dari dirimu! Tuan Maverick yang terhormat, jika ini yang akan kamu bahas, lebih baik pergi dan jangan kembali lagi!" bentak Reyvan.
Maverick bangkit sambil tersenyum miring, "Jika kau mengenalnya dengan baik, kerja sama itu tidak akan pernah terjadi. Aku tahu kau masih mencintai Elle, kau tidak akan rela dia hancur di tangan musuhnya."
__ADS_1
Reyvan membelalak seketika. Apa maksud Maverick? Mengapa menyebut nama Elle dan menghubungkannya dengan kerja sama yang ia buat. Apakah ada sesuatu yang tidak ia tahu?
Bersambung...