Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
prolog


__ADS_3

Aira Puspita Maharani seorang perempuan yang menjadi tulang punggung untuk ibunda dan putra satu-satunya, Aira adalah anak yang cerai dan banyak bicara apa lagi saat sedang bermain bersama putrinya.


" Bu, saga ada di mana? Tanya Aira pada ibundanya.


" Mungkin sedang bermain di halaman. Jawab sang ibunda sambil terus memasak.


Aira pun berjalan keluar rumah untuk mencari putranya.


" Saga......? Saga......? Sagaaaaa....... Berulangkali Aira memanggil nama putranya sambil matanya berkeliling melihat ke sekeliling halaman rumahnya.


Aira terus mencari ke sana ke sini sampai akhirnya dia menemukan sosok bocah yang ia cari sedang berdiri mematung.


" Saga...... Panggil Aira pada putranya sambil berjalan menghampiri putranya, langkahnya terhenti sebentar saat melihat sosok pria yang sedang ada di hadapannya putranya. Seketika mata Aira membulat sempurna, ia pun langsung berlari menghampiri putranya dan langsung memeluk putranya dalam dekapannya.

__ADS_1


" Apa yang sedang kamu lakukan di sini, tuan? Tanya Aira pada sosok pria tersebut dengan sorot matanya tak bersahabat.


" Aku hanya ingin bertemu dengan putraku. Jawab pria tersebut dengan santai sambil berjalan perlahan menghampiri Aira.


" Seperti tuan salah paham, putraku tidak ada ikatan apapun dengan tuan. ucapan Aira sambil berjalan mundur menjauhi pria tersebut, sementara Saga hanya diam dan melihat ibundanya yang seperti sedang berusaha melindunginya.


" Aku sudah tahu semuanya, aku bahkan sudah melakukan tes DNA padanya. jawab pria itu sambil menunjuk saga. " Dan hasilnya dia seratus persen benar-benar putraku. Lanjutnya lagi.


" Lalu apa yang tuan inginkan? Apakah tuan ingin mengambilnya dari ku. Kata Aira yang sudah mulai gusar dan cemas, Aira pun mempererat pelukannya pada putranya seakan ia takut jika pria yang ada di hadapannya hendak mengambil putranya dari dirinya.


" Ingat tuan, hubungan kita sudah berakhir lima tahun lalu. Saya maupun tuan sudah tidak ada ikatan apapun lagi, semua sudah selesai dan tolong jangan ganggu keluarga saya lagi. Ucapan Aira memotong perkataan pria tersebut sambil berjalan cepat masuk ke dalam rumahnya tanpa menoleh sedikit pun.


" Aku tidak akan menyerah begitu saja, mau bagaimanapun bocah kecil itu tanggung jawabku. Teriak pria itu sambil menatap punggung Aira yang sudah menghilang di balik pintu.

__ADS_1


Saat mendengar ucapan pria itu air mata Aira pun jatuh juga, ibunda Aira pun menghampiri putri semata wayangnya.


" Maafkan ibu nak, kalau saja ibu langsung mati saat itu. Pasti kejadian ini tidak akan menimpamu nak. Ucapan sangat ibunda sambil memeluk putri dan cucunya.


" Tidak Bu, jangan mengatakan itu. Aira tak akan sanggup jika harus kehilangan ibu, kalau waktu terulang kembali pun Aira tetap akan melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan ibu, ibu dan Saga adalah alasan Aira untuk tetap bertahan tolong jangan menyalakan diri ibu terus menerus. kata Aira sambil menangis tersedu-sedu dalam pelukan ibundanya, sementara Saga hanya diam kemudian dia ikut menangis saat sang maminya menangis.


Sementara pria yang sedari tadi berdiri di depan rumah Aira hanya bisa melangkahkan kakinya malas menuju mobilnya, ia pun duduk melamun di dalam mobilnya.


Jika saja aku mencari mu lebih serius lagi aku pasti sudah menemukanmu sedari dulu,


Jika saja aku menemukan mu lebih cepat kamu pasti tidak akan melalui semuanya perjuangan berat ini seorang sendiri.


Seharusnya aku mencari mu di seluruh pelosok negeri bukan hanya mengandalkan situs yang mempertemukan kita.

__ADS_1


Aku memang pria bodoh, tapi aku tidak akan pernah menyerah akan dirimu dan putra kecil kita Aira. Lihat dan saksikan saja kesungguhan ku untuk mendapatkan mu.


Pria itu pun mulai menyalakan mobilnya, sebelum ia melaju pergi ia sempet menatap pintu rumah Aira yang tertutup. Lalu ia pun melajukan mobilnya pergi meninggalkan rumah Aira.


__ADS_2