Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Siapa Flo sebenarnya


__ADS_3

Sementara itu kini Arsen sedang duduk diam melamun, di dalam pikirannya saat itu hanya ada ingatan tentang kenangan-kenangan manis dan indah yang ia habiskan bersama dengan Aira.


Tak berselang lama John pun muncul berbarengan dengan Erik, keduanya hanya menghembuskan nafasnya kasar saat melihat kebiasaan Arsen itu.


" Tuan. Panggil John.


" Ada apa? Tanya Arsen tanpa menoleh.


" Saya hanya ingin menyampaikan jika tuan Erik sudah datang. kata John memberi tahu.


" Oke. Jawab Arsen singkat.


" Apa-apaan sih ini, hey..... Arsen ada apa dengan mu? Apa ini masih tentang perempuan itu? kata Erik yang sudah berdiri di hadapan Arsen.


Arsen hanya diam tidak menjawab.


" Aku juga mendengarnya jika kau sampai memukuli habis-habisan John, hanya karena dia memberikan perempuan lain pada mu. Sambung Erik lagi dengan suara yang kesal.


Erik tidak menyangka jika sahabatnya akan berbuat sampai sejauh ini hanya karena perempuan, awalnya dia pikir mungkin Arsen akan menyerah dan mencari perempuan lain tapi ternyata dia salah mengira. Karena sejauh ini Arsen masih tetap meminta John untuk mencari keberadaan Aira.


" Berisik, jika kau ingin berbicara omong kosong keluar saja dari ruangan ku. Kata Arsen yang kini sudah menoleh menatap ke arah Erik dengan tatapan marah.


" Bisa gila aku jika kau terus seperti ini. ucap Erik sambil menarik rambutnya frustasi dengan kondisi Arsen.


" John, bawa dia keluar. Perintah Arsen pada John.


" Apa-apaan sih kau Arsen, aku disini justru akan membantu mu mencari keberadaan perempuan itu. Kata Erik saat John dengan sigap akan menyeretnya keluar dari ruangan atasannya.


Mendengar perkataan Erik seketika wajah Arsen berubah penuh harapan, pria dewasa itu menatap Erik dengan tatapan mata ingin tahu. Erik yang melihat itu hanya bisa menarik nafas panjang, kemudian John pun melepaskan tangannya dari Erik.

__ADS_1


" Aku sudah menyalin dan merangkum semua rekaman cctv pada hari itu di sini, coba kau cari apakah salah satu dari mereka adalah perempuan yang kau mau cari. Kata Erik langsung to the poin sambil memberikan flashdisk pada Arsen.


Tanpa bicara sepatah katapun Arsen pun langsung mengambil flashdisk itu lalu memasukkan ke laptopnya, dan dia pun mulai memutar rekaman video itu.


John dan Erik pun ikut melihat rekaman cctv itu, Erik sangat penasaran dengan sosok perempuan yang telah membuat Arsen berubah drastis seperti itu.


Lalu ketiganya pun melihat dengan wajah yang sangat serius, apa lagi Arsen dia terus melihat dan memperhatikan semua sosok perempuan yang ada dalam rekaman cctv tersebut.


Dan tiba-tiba pandangan Arsenal tertuju pada sosok yang mengenakan dress berwarna cerah dengan di padukan jaket Hoodie berwarna hitam dan topi dengan di lengkapi masker yang warna senada dengan jaketnya.


Yang membuat sosok tersebut tidak memperhatikan wajahnya sedikit pun, Arsen terus memperhatikan sosok tersebut sampai tiba lah salah satu petugas bandara meminta seseorang orang itu untuk melepaskan topi, masker dan juga Hoodie yang dia pakai.


Lalu dia pun mengikuti perintah petugas itu, perlahan-lahan dia pun membukanya dan terlihat lah sosok wanita cantik, manis dan anggun di balik semua yang ia pakai dengan rambut panjang berwarna hitam.


Dan benar saja itu adalah Aira sosok perempuan yang dia cari-cari selama ini, Arsen menatap layar laptopnya dengan tatapan mata yang penuh akan kerinduan pada sosok yang ada di layar laptopnya.


" Ini, dia yang aku cari. Ucap Arsen sambil menunjuk layar laptopnya.


" Jadi ini perempuan yang kau cari. Kata Erik yang baru melihat sosok Aira setelah di memperbesar gambar yang ada di layar laptop.


" Coba kau cari tahu kemana dia pergi. Ucap Arsen dengan dimuati nada memerintah pada Erik.


" Baiklah, akan aku lakukan. Jawab Erik yang tidak ingin membantah perkataan Arsen.


Pria itu pun langsung mengambil alih laptop Arsen, kemudian dia pun membobol sistem perangkat lunak yang digunakan di bandara untuk mengidentifikasi siapa sosok perempuan itu.


Tak butuh waktu lama Erik pun berhasil membobol sistem tersebut, dan berhasil mengetahui identitas Flo yang sebenarnya.


" Di sini di tertulis jika namanya adalah Aira Puspita Maharani, usianya dua puluh lima tahun dan dia berasal dari negara xx. Tapi di sini dia memesan tiket penerbangan menuju Singapore. Kata Erik memberi tahu pada Arsen sambil membaca semua tentang identitas Aira.

__ADS_1


" Jadi nama Flo itu bukan nama aslinya. Kata John sambil menatap layar laptop.


" Pantas saja kau tidak bisa menemukan dia, sampai ke ujung dunia pun kau mencarinya kau tidak akan berhasil menemukannya. Kata Erik sambil tertawa-tawa melihat John.


" John cari dia sampai kau berhasil menemukannya, sekarang kau sudah tahu identitas aslinya. Jadi tidak ada alasan kau tidak bisa menemukannya. perintah Arsen pada John dengan wajah serius.


" Baik tuan, saya pas akan menemukannya dan membawanya ke hadapan tuan. Jawab John.


Dengan sigap dia mengambil foto identitas asli Aira dengan ponselnya, lalu dia pun pergi setelah berpamitan pada atasannya.


Sementara Arsen masih tetap melihat sosok Aira yang ada di layar laptopnya, sedangkan Erik tengah sibuk membetulkan sistem yang dia bobol tadi.


Tidak ku sangka ternyata kamu benar-benar menyimpan rapat-rapat tentang identitas mu sayang, tapi tenang saja aku yakin John pasti berhasil menemukan mu.


Tunggu dan lihat saja sayang, tidak lama lagi aku akan muncul di hadapan mu. Aku tidak akan membiarkan mu pergi dari sisiku lagi, akan ku pastikan kamu tetap berada di sampingku, tunggu saja waktu itu pas akan datang.


Sementara itu dua hari kemudian Aira pun di perbolehkan untuk kembali pulang oleh pihak rumah sakit, dengan perlahan dia menggendong bayinya dalam dekapannya.


" Kenapa tiba-tiba tengkuk Aira terasa dingin yah Bu? Ucap Aira memberi tahu ibundanya jika dia merasa merinding.


" Ya sudah, kamu cepat masuk ke dalam mobil sana. Ibu nanti masuk juga setelah memasukkan tas kedalam bagasi mobil. Kata Bu Wulan menyuruh putrinya untuk segera masuk ke dalam mobil.


Lalu Aira pun menuruti perkataan ibundanya, tak lama Bu Wulan pun ikut masuk ke dalam mobil. kemudian mobil taksi yang di naikin oleh Aira dan ibundanya pun berjalan pergi meninggalkan rumah sakit.


" Lucu yah Bu? tanya Aira pada ibundanya sambil menatap putranya yang tengah tertidur pulas.


" Iya, dia sangat sehat sampai-sampai berat badannya 4,6 kg. jawab Bu Wulan sambil mengelus cucunya itu.


" Iya, sampai Aira bingung. Saking berat badan dan tinggi badannya yang tidak begitu normal sampai mami itu bingung kamu bayi baru lahir atau bukan sih nak. Ucap Aira sambil menciumi pipi bayinya yang besar itu.

__ADS_1


" Tapi wajah sama sekali tidak mirip dengan mu Aira. Kata Bu Wulan proses sambil menatap cucunya yang berwajah bule.


__ADS_2