Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Buket bunga mawar putih


__ADS_3

Sementara Arsen sibuk memperhatikan Aira yang sedang makan, setelah itu Arsen pun bersiap untuk pergi ke kantor.


" Sebenarnya aku ingin menemanimu berkeliling kota New York, tapi karena ada meeting penting yang harus aku hadir. Aku jadi tidak bisa melakukan, nanti biar John yang menemani mu berkeliling. Kata Arsen sambil memakai baju kemejanya.


" Tidak perlu Arsen, anda tidak perlu repot-repot. Lagi pula saya hanya ingin diam di hotel saja. Jawab Aira sambil melihat ke arah luar jendela.


" Apakah kau yakin? tanya Arsen yang kini menatap Aira.


" Iya. Jawab Aira singkat.


" Baiklah, kalau itu keinginan mu. Akan aku usahakan agar bisa pulang lebih cepat, supaya kamu tidak terlalu jenuh sendirian. Kata Arsen sambil mengelus lembut kepala Aira.


Aira hanya diam tak menjawab, pikirannya sedang sibuk memikirkan ibundanya yang berada jauh darinya.


" Flo, apakah kamu tahu cara mengikat dasi? Tanya Arsen


" Mungkin bisa atau tidak, saya tidak tahu karena saya belum pernah mencobanya. Jawab Aira tidak yakin.


" Apakah kamu ingin mencobanya? Tanya Arsen lagi.


" Entahlah. Jawab Aira acuh.


" Kalau begitu coba lah sekarang. Kata Arsen sambil memberikan dasi ke hadapan Aira.


Aira pun menatap dasi itu lalu dengan enggan mengambilnya, kemudian Aira pun berusaha memakai dasi untuk Arsen.


Karena Arsen sangat tinggi, Aira pun terlihat kesulitan untuk menjangkaunya. Melihat Aira kesulitan, Arsen dengan sigap menarik kursi lalu menyuruh Aira main ke atas kursi tersebut.


Dan kelas pembelajaran dasi pun di mulai, Aira dengan telaten melakukan semua hal yang di katakan oleh Arsen. Sementara Arsen hanya sibuk memandangi wajah manis Aira sambil sesekali memberikan arahan pada Aira.


" hemmmmm........ Lumayan untuk pemula. Kata Arsen setelah Aira berhasil memakaikan dasi untuk dirinya.


Ternyata lumayan sulit juga untuk melakukannya yah, aku pikir pakai dasi itu hanya sekedar tinggal guling-guling saja, ternyata tidak.


" Mungkin jika kamu lebih sering lagi belajar akan jauh lebih baik juga hasilnya. Kata Arsen lagi.

__ADS_1


Aira hanya diam sambil menatap dasi yang berhasil ia pakaikan pada Arsen, melihat Aira hanya diam saja. Arsen pun langsung menarik pinggul Aira lalu menciumnya.


Aira yang terkejut dan tidak siap pun hanya bisa memegang pundak Arsen, cukup lama dan dalam ciuman itu berlangsung. Sampai akhir Arsen melepaskannya karena melihat Aira tersengal karena kehabisan nafas.


" Aku pergi dulu yah. Kata Arsen lembut lalu mengecup kening Aira, kemudian ia pun pergi meninggalkan Aira.


Setelah Arsen pergi, Aira pun langsung mengambil ponselnya. kemudian menanyakan kabar ibunya pada suster yang menjaga ibundanya.


Aira pun terlihat tenang setelah mendapatkan kabar tentang ibundanya, kemudian Aira pun mengobrol santai dengan suster yang menjaga ibundanya.


Sementara itu kini Arsen sudah duduk di dalam mobil, tentunya bersama dengan John sekertaris pribadinya.


" Apa maksud mu melakukan hal itu? Tanya Arsen tiba-tiba setelah keheningan yang panjang.


" Saya melakukannya hanya karena ingin tuan bisa melupakan perempuan sialan itu. Jawab John yang sudah tahu kearah mana pembicaraan atasannya.


" Aku sudah mengatakan nya padamu, jangan terlalu mencampuri urusan pribadi ku. Kata Arsen dengan suara dingin.


" Maaf tuan, saya hanya ingin semua yang ada di sekeliling tuan berjalan sesuai dengan keinginan tuan. Kata John sambil terus menyetir mobil.


Lalu kembali suasana pun kembali sunyi, sesekali John menatap ke arah atasannya melalui kaca.


" Apakah perempuan itu masih berada di hotel? Tanya John tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan itu Arsen pun menatap ke arah John, lalu ia pun kembali menatap ke arah luar jendela.


" Yah. Jawab Arsen pendek. " Bagaimana kau bisa mendapatkannya? kini Arsen balik bertanya pada John.


" Saya tidak sengaja menemukan sebuah situs yang menjual keperawanan, awal saya ragu dan tidak percaya namun setelah melihat beberapa persyaratan yang tercantum di sana saya jadi yakin. Kata John menjelang penemuan Aira.


" Apakah awal mula kau menghubunginya, dia sempat memberi tahu mu di negara mana dia tinggal? Tanya Arsen santai agar John tidak terlalu curiga.


" Dia tidak mengatakan hal apapun yang berbau urusan pribadi pada saya tuan. Jawab John jujur.


Arsen pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. " lalu menurut mu dari negara mana dia berasal? Tanya Arsen lagi sama menatap punggung John

__ADS_1


" Entahlah, mungkin Asia. Mengingat tinggi badan dan warna kulitnya yang berbeda dengan perempuan eropa. jawab John hanya menebak-nebak.


" Asia juga banyak John, kau pikir Asia itu hanya satu negara saja. Merasa kesal karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


" Kenapa tidak tuan tanyakan langsung saja pada perempuan itu? Kata John sambil membukakan pintu untuk Arsen.


" Jika aku bisa melakukannya, aku tidak akan mungkin menanyakannya pada mu bodoh. Kata Arsen dengan marah sambil berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Sepanjang lama Arsen dan John berjalan masuk ke dalam kantor, semua staf yang ada dan berpapasan dengan kedua pria itu hanya menundukkan kepala mereka.


Tidak ada satupun staf yang berani melirik apalagi melihat ke arah kedua pria itu, karena jika masih ingin bekerja di perusahaan itu lebih baik hindari keke dua pria tersebut.


" Apakah tuan ingin saya mencari informasi tentang perempuan itu? Bertanya seakan mengerti apa yang di inginkan oleh atasannya.


" Lakukanlah. Perintah Arsen pada John sambil masuk ke dalam lift.


" Baik tuan, saya akan melakukannya. Jawab John sopan dan mengikuti keinginan Arsen.


" Oh iya, nanti jangan lupa kau belikan buket bunga mawar putih untuk ku, sebelum aku kembali ke hotel aku ingin bunga itu sudah ada di hadapanku. Kata Arsen memberikan kemudahan perintah pada John sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya.


" Baik tuan, tapi waktu pulang tuan mungkin masih terlalu lama. Karena jadwal hari ini sangat padat, dan bisa saja tuan harus menginap di kantor. Kata John yang merah heran dengan atasannya.


Karena biasanya Arsen adalah sosok pria maniak kerja, bahkan John tahu betul apa saja kebiasaan atasannya. Namun untuk pertama kalinya atasannya membahas soal pulang kantor, bahkan sebelum memulai pekerjaannya.


" Kosongkan jadwal malam ku, aku ingin kembali ke hotel lebih awal. perintah Arsen seenaknya.


" Baik tuan. Jawab John yang hanya bisa mengikuti keinginan atasannya.


Lalu Arsen pun mulai bekerja dengan serius, begitu juga dengan John. Satu persatu pekerjaan Arsen selesaikan, sementara John hanya mengikuti kemanapun atasannya pergi.


Sampai tiba waktu yang di tunggu-tunggu dengan penuh semangat Arsen kembali ke hotel dimana tempat Aira yang sedang menunggu dirinya kembali.


" Flo, aku kembali. Ucap Arsen dengan ceria sambil berjalan masuk ke dalam kamar hotel dengan buket bunga mawar putih di tangannya.


Pria itu pun berjalan sambil mencari-cari keberadaan Aira, sampai matanya tertuju pada sosok perempuan yang sedang berdiri di luar balkon.

__ADS_1


" Aku kembali. Bisik Arsen tepat di telinga Aira sambil memeluk Aira dari belakang kemudian menciumi leher Aira.


__ADS_2