
Pada hari itu juga Arsen dan juga John langsung berangkat menuju rumah Aira, saat keduanya berada di bandara tanpa sadar Erik melihat keduanya. Alhasil Erik pun ikut serta dengan kedua pria itu.
Kini mereka bertiga tengah berada di dalam pesawat, mereka sudah menempuh setengah perjalanan. Saat ini Arsen sedang sibuk dengan laptopnya, begitu juga dengan John dan Erik.
" John. Panggil Erik.
" Hemmmmmm........ Ada apa? Menjawabnya tanpa menoleh.
" Apakah kau yakin, jika perempuan itu baik untuk Arsen? tanya Erik, dia takut jika sosok Aira akan memanfaatkan Arsen.
" Dia perempuan yang baik kok, aku sudah mengecek latar belakangnya. Jawab John masih tetap fokus pada pekerjaannya.
" Kalau dia perempuan baik-baik, dia tidak mungkin menjual dirinya pada Arsen. Kata Erik yang memandang rendah sosok Aira.
" Hemmmmmm...... Sebenarnya saat aku mencari informasi tentang dirinya di Singapura, aku telah menemukan sesuatu. Ucap John masih dengan nada bicara yang sama.
" Apa itu? Tanya Erik penasaran.
" Kala itu dia pergi ke Singapore karena ibunya sedang menjalani operasi di salah satu rumah sakit yang ada di sana, dan setelah di cek lebih teliti aku menemukan jika dia meminta bayarannya sesuai dengan nominal uang yang harus dia bayarkan untuk biaya operasi ibunya. Kata John memberi tahu Erik apa yang dia ketahui tentang Aira.
" Berarti uang itu untuk biaya operasi ibunya begitu maksud mu? Tanya Erik seakan tahu apa yang di pikirkan oleh John.
" Iya, betul sekali. Lagi pula dia hanya menjual keperawanannya saja kok saat itu, dia bukan perempuan yang seperti ada dalam pikiranmu, dia bahkan memiliki pekerjaan yang bagus di salah satu kantor ternama di tempatnya. ucap John menjelaskan tentang Aira.
" Masa? Kalau dia bekerja di kantor ternama, seharusnya dia bisa dong membiayai pengobatan ibunya. jawab Erik yang masih berpikir jika Aira adalah sosok perempuan yang tidak pantas untuk Arsen.
" Kau pikirkan uang nominal....... mudah didapat? tidak semua kantor mau membiayai pengobatan keluarga karyawannya. kata John sambil menyebutkan nominal uang yang harus Aira bayarkan untuk biaya operasi ibundanya saat itu.
" Berisik. Kata Arsen tiba-tiba yang membuat keduanya diam dan kembali sibuk dengan pekerjaannya masing-masing
Setelah beberapa saat lamanya kini ketiga pria itu sudah berdiri tepat di depan rumah Aira, lalu Arsen pun mulai mengetuk pintu rumah tersebut.
Sambil menunggu pintu terbuka, Arsen pun menatap ke arah sekeliling rumah itu. tiba-tiba dia merasakan rasa sakit saat melihat keadaan rumah yang sudah tidak layak di tempati menurut Arsen.
John dan Erik hanya diam sambil memperhatikan ke arah sekelilingnya.
__ADS_1
Tak berselang lama pintu pun terbuka, dari dalam rumah muncul sepasang suami istri muda yang membuka pintu.
" Cari siapa yah? Tanya salah satu pasangan suami istri itu dengan wajah heran saat melihat kedatangan pria asing.
" Apakah Aira ada di rumah? Tanya Arsen berbicara dengan bahasa Inggris.
Sepasang suami istri itu pun hanya saling bertukar pandangan, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh Arsen
Karena terlalu berisik Bu Jamilah pun keluar dari rumahnya bersama dengan putranya, untuk mengecek dari mana kebisingan itu berasal.
" Ada apa ini Jun? Tanya Bu Jamilah pada suami dari sepasang suami istri tersebut.
" Ini bude, ada orang yang mengetuk rumah terus ngomong pakai bahasa inggris. Jawab suami dari sepasang suami istri tersebut.
Mendengar perkataan sepasang suami istri tersebut, kini Bu Jamilah pun menatap ke tiga pria asing yang berdiri di hadapannya dengan tatapan curiga.
" Cari siapa? Tanya Bu Jamilah masih dengan tatapan mata waspada.
" Apakah benar di sini rumah Aira? tanya Arsen pada Bu Jamilah masih tetap dengan bahasa Inggris.
" Apakah kamu tahu alamat rumah Aira yang ada di Inggris? Tanya Arsen pada bocah laki-laki itu.
" Tidak tahu, mungkin jika Om tanya pada kantor tempat mba Aira bekerja. Om pasti akan tahu. jawab bocah laki-laki tersebut.
" Oke, saya mengerti. Kalau begitu terima kasih yah dek. Ucap Arsen pada bocah ini sambil tersenyum simpul.
" Hemmmm...... Kalau boleh tahu, ada urusan apa Om mencari mba Aira yah? Tanya bocah laki-laki itu penasaran.
" Saya kekasihnya, tiba-tiba saja Aira menghilang tanpa kabar, jadi saya datang untuk bertemu dengannya. Jawab Arsen.
Mendengar jawaban pria asing yang ada di hadapannya seketika bocah itu melongo, Bu Jamilah pun menyenggol lengan putranya dan bertanya apa yang mereka bicarakan.
Lalu bocah itu pun mengatakan semuanya pada ibunya, seketika Bu Jamilah pun terkejut setelah mendengar penjelasan putranya itu.
" Apa Aden sudah menghubungi Aira? Tanya Bu Jamilah pada Arsen.
__ADS_1
Arsen pun mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang di katakan oleh ibu-ibu yang ada di hadapannya, dengan cepat bocah laki-laki itu pun menjelaskan apa yang di katakan oleh ibunya pada Arsen.
" Saya sudah mencobanya, tapi tetap tidak berhasil. Jawab Arsen.
Lalu Bu Jamilah pun menjamu ketiga pria asing itu di rumahnya, karena Bu Jamilah berpikir jika Arsen memang benar adalah kekasih Aira.
" Mba Aira dan ibunya sudah pindah ke inggris sudah hampir tiga tahun. Ucap bocah laki-laki itu memberikan tahu Arsen.
Arsen pun menganggukkan kepalanya mengerti, lalu mereka pun berbincang-bincang sebentar. Setelah itu Arsen pun berpamitan pada Bu Jamilah dan bocah laki-laki itu di ikuti oleh John dan juga Erik.
Sebelum pergi John sempat memberi beberapa lembar uang dolar pada bocah laki-laki itu, awalnya bocah laki-laki itu menolak namun karena John terus memaksa akhirnya dia pun menerimanya sambil mengucapkan terimakasih.
Setelah itu ke tiga pria itu pun langsung kembali ke bandara, Erik pun ngedumel karena Arsen memilih langsung terbang ke inggris di banding menikmati kota tempat Aira tinggal.
" Jika kau ingin liburan, pergi sana. Karena aku tidak ada waktu untuk itu. Kata Arsen dengan suara dingin.
Mendengar perkataan Arsen Erik hanya mendengus kesal.
" John, coba kau retas perusahaan tempat Aira bekerja, kemana mereka mengirimnya. Perintah Arsen pada John.
" Baik tuan. Jawab John lalu langsung membuka laptopnya dan mulai sibuk meretas.
Sementara Arsen kembali sibuk dengan pekerjaannya yang tertunda, sedangkan Erik memilih untuk makan.
" Dasar pria-pria sinting, tidak hanya bosnya saja yang gila, sekertaris pribadinya pun gila. Kata Erik yang kesal dengan keduanya.
Setelah itu perjalanan panjang pun berlanjut, selama di dalam pesawat keduanya hanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sementara Erik lebih memilih makan, nonton lalu tidur sambil menikmati perjalanannya.
Tanpa terasa kini mereka pun tiba di inggris, Erik memilih untuk kembali ke Amerika karena dia harus kembali bekerja jadi dia tidak ikut serta dalam pencarian Aira.
" Coba kau hubungi kantor tempat Aira bekerja sekarang, lalu ajak mereka bekerja sama dengan perusahaan kita. Perintah Arsen lagi pada John saat mereka tiba hotel.
" Baik tuan. Jawab John.
Setelah itu keduanya pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat, karena perjalanan yang sangat panjang tanpa henti membuat tubuh mereka lelah, keduanya pun langsung beristirahat.
__ADS_1