
Sesampainya di kantor Aira langsung duduk di kursinya, lalu mulai bekerja. Setelah beberapa saat lamanya satu persatu rekan-rekannya pun tiba.
" Aira...... Panggil salah satu rekannya.
" Yah.... Jawab Aira pendek tanpa menoleh.
" Apakah kamu sudah mendengar kabar baik? Tanya rekannya sambil duduk di samping Aira.
" Tenang apa? Bertanya balik karena tidak tahu.
" Perusahaan xx dari grup Alexander, tiba-tiba saja menghubungi sekertaris Juan dan mereka mengajak kerjasama perusahaan kita. Katanya memberi tahu Aira dengan suara yang penuh semangat.
" Ohhhhhhhh gitu, syukurlah. Jawab Aira dengan raut wajah biasa saja.
" Hey, ada apa dengan mu? Aku sama sekali tidak suka dengan reaksi mu yang plat itu. tanya rekannya yang merasa heran dengan reaksi Aira yang biasa saja.
" Lalu aku harus bagaimana? Bertanya balik karena tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
" Setidaknya kamu harus semangat sama seperti ku Aira. Menjawab sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan pemikiran Aira.
" Sudahlah, kau jangan mengganggu Aira, Aira sedang sibuk menyusun ulang semua dokumen penting. Ucap rekannya yang lain yang tiba-tiba ikut nimbrung.
" Kenapa harus di susun ulang? Bertanya karena ketinggalan berita.
" Semalam ada orang yang berhasil membobol sistem perangkat perusahaan, karena itu Aira sedang sibuk. Jawabnya memberi tahu rekannya itu.
" Masa? tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Untuk apa aku berbohong, awalnya perusahaan cabang kantor di xx yang di bobol lalu perusahaan kita juga kena. Namun beruntung cabang perusahaan yang lain tidak ada yang kebobolan lagi. jawabnya memberi tahu informasi yang dia tahu.
" Kok bisa sih? Bukannya sekertaris Juan sangat pandai mengamankan sistem perangkat perusahaan. Bertanya lagi karena penasaran dengan kronologinya.
" Kau harus ingat di atas langit masih ada langit, mungkin sekertaris Juan memang hebat namun orang itu berarti lebih hebat dari sekertaris Juan. Jawabnya dengan percaya diri.
" Ya ampun, kok bisa yah? sekertaris Juan kalah sama orang asing itu. Ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir.
" Akhhhhhh....... Sudah-sudah, kenapa kalian jadi membanding-bandingkan sekertaris Juan dengan si penjahat itu itu sih. Kata Aira menyela keduanya rekannya.
__ADS_1
" Iya, iya. Kenapa kami malah membandingkannya dengan sekertaris Juan. Ucap mereka berbarengan.
Aira pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil terus fokus dengan pekerjaannya.
" Di lema kita lembur hari. Ucap rekan Aira.
" Iya, padahal aku sudah ada janji akan pergi menonton film bersama adikku sepulang kantor. Ucap rekan Aira yang tidak mau lembur.
" Yah, mau bagaimana lagi. Anggap saja ini sebagai bayaran karena perusahaan terkenal itu mengajak perusahaan kita kerja sama. Ujar Aira dengan santai dan masih tetap fokus dengan pekerjaannya.
" Kalau di pikir-pikir betul juga apa yang kata Aira, selalu ada timbal baliknya. Atas apa yang kita dapatkan dan apa yang kita harus korbankan. Jawab rekan Aira membetulkan perkataan Aira.
" Tapi kenapa harus lebur hari ini juga sihhhhhh........ Kata salah satu rekannya yang frustasi karena tidak ingin lembur.
Aira hanya tertawa melihat tingkah rekannya itu.
" Sudah kau jangan melawak saja di sini, kembali ke tempat duduk mu sana. Ucap rekan Aira yang mengusir temannya karena menduduki tempatnya.
" Kau baru datang Mira? Tanya rekannya kala melihat Mira.
" Iya, sepertinya aku akan sibuk hari ini. Dan yang paling parah sih Aira, karena harus menyusun ulang semua dokumen. Jawab Mira sambil berusaha mengusir temannya yang duduk di kursinya.
" Lebih kasihan lagi orang yang sudah punya janji untuk nonton tapi ternyata harus batal. Jawab Mira sambil cengengesan.
Mendengar perkataan Mira temannya itu pun hanya memajukan bibirnya sambil ngedumel, sementara Aira dan satu rekannya hanya tertawa terkekeh.
Lalu mereka pun kembali ke kursi masing-masing, dan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Aira dan Mira terlihat paling bekerja keras di antara semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
" Akhhhhhh...... Sakit sekali punggungku. ucap Mira setelah duduk tegak lebih dari lima jam lamanya.
" Bersandar lah ke kursimu, lalu regangkan semua otot-otot mu. kata Aira memberikan saran sambil melirik Mira.
Lalu Mira pun mengikuti saran Aira, dia pun mulai meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
" Ra, kamu tidak lapar apa? Tanya Mira pada Aira sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu makan siang yang sudah terlewat.
" Lapar, tapi aku malas untuk pergi keluar. Jawab Aira lalu menatap Mira sambil duduk bersandar di kursinya.
__ADS_1
" Ya sudah, kalau begitu kau mau beli apa? tanya Mira pada Aira.
" Caramel latte satu deh aku bawa bekal soalnya. Jawab Aira.
" Wahhhhh..... Eneknya makan siang masakan Bu Wulan. Kata Mira sambil memikirkan masakan Bu Wulan yang sangat cocok di lidahnya.
" Tenang, aku membawa lebih kok. Untuk di bagikan ke semuanya. Kata Aira pada Mira sambil menaik turunkan alisnya.
" Oke, jadi semangat lagi aku mendengarnya. Ucap Mira.
" Hey, siapa yang mau titip beli makanan? Kata Mira pada rekan-rekannya yang lain.
Lalu mereka pun sibuk meminta apa yang mereka inginkan, dan Mira pun menulis semua pesanan rekan-rekannya.
" Apa yang kau lakukan? Tanya Aira yang heran saat melihat Mira masih duduk anteng di kursinya.
" Istirahat Lah. Jawab Mira dengan wajah polos.
" Lalu siapa yang membeli makanan? Jika kau hanya duduk diam di sini. tanya Aira yang merasa heran dengan tingkah laku Mira.
" Aku tidak mengatakan bahwa aku yang akan membelinya kan? Bertanya balik pada Aira.
Mendengar perkataan Mira Aira pun berpikir sebentar lalu menganggukkan kepalanya.
" Lalu siapa yang beli semua makanan itu? Tanya Aira lagi dengan wajah bingung.
" Aku meminta tolong pada OB. Jawab Mira dengan wajah santai.
" Kamu gila Mira, pesanan sebanyak itu kamu suruh OB. Kata Aira yang terkejut dengan perkataan Mira.
" Tenang saja Aira, aku juga meminta tolong pada OB yang lain untuk membantu kok. di tambah aku juga mentraktir mereka makan siang, sebagai ganti upah mereka. Jawab Mira tetap santai sambil tersenyum pada Aira.
" Syukurlah kalau begitu. Ucap Aira yang merasa lega setelah mendengar penjelasan Mira.
Setelah menunggu beberapa saat lamanya, makanan serta minuman yang mereka pesan pun datang. Mereka pun beristirahat sejenak untuk mengisi perut mereka yang keroncong, setelah itu baru mereka mulai bekerja kembali dengan gila.
Pada hari itu kantor terasa sibuk sekali, tidak ada suara orang yang mengobrol sama sekali. Hanya terdengar suara ketikan-ketikan keyboard yang saling menyahut memenuhi seluruh ruangan itu.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu pun terus berjalan, kini jam sudah menunjukkan pukul 22:45. Semua karyawan kantor pun di perbolehkan untuk pulang, termasuk Aira.
Aira pun langsung membereskan meja kerjanya terlebih dahulu lalu bersiap untuk pulang. Lalu dia pun bergegas pulang ke rumah.