Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Sheena


__ADS_3

Singkat cerita ibunda Aira kini sudah kembali dari rumah sakit yang ada di Singapore, beliau kini menjalani perawatan di rumah sakit awal untuk penyembuhan pasca operasi.


Aira juga telah kembali masuk kantor seperti biasa, kini gadis itu tampak terlihat kembali ceria setelah ibundanya di nyatakan sembuh dari penyakit tumor otak.


" Aira, apakah dokumen yang kemarin saya ingin sudah kamu kerjakan? Tanya Bu Berta pada Aira.


" Sudah Bu, saya juga sudah meletakkannya di meja ibu sesuai dengan instruksi dari ibu. Jawab Aira sopan mendengar suara atasannya Aira pun reflek langsung bangun dari duduknya.


" Oke, terimakasih Aira. Jawab Bu Berta lalu masuk ke dalam ruangannya.


" Aira, bisa tolong bantu aku memeriksa laporan ini? Tanya rekan kerja Aira.


" Oke, tunggu sebentar. jawab Aira sambil tersenyum manis pada rekannya.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya Aira pun membantu rekannya memeriksa beberapa laporan, dengan cekatan gadis itu menyelesaikannya.


" Sudah seperti itu saja, aku sudah memeriksa dan membetulkannya. Kata Aira lalu memberikan kembali laporan itu pada rekannya.


" Oke, makasih Aira. Nanti makan siang aku yang traktir deh. Kata rekannya berterima kasih kepada Aira.


" Sama-sama, baiklah kalau begitu aku tidak akan menolaknya. Jawab Aira sambil tertawa.


Lalu gadis itu pun kembali fokus dengan pekerjaannya, semua orang yang ada di ruangan itu sibuk dengan mengerjakan pekerjaannya masing-masing tanpa terkecuali Aira.


Waktu makan siang pun datang, sesuai janji rekan benar-benar mentraktir Aira makan siang di kantin kantor. Sebenarnya Aira tidak hanya bercanda tapi dia tidak menyangka jika rekannya akan benar-benar mentraktirnya makan, Aira juga sudah nolak nya namun karena rekan nya bersi keras Aira hanya bisa pasrah.


" Ohhhhh...... Bagaimana keadaan ibu mu Aira? Tanya rekan kerja Aira sambil menyantap makan siangnya.


" Iya, bagaimana? Tanya yang lain yang baru ingat.


" Sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, tinggal menunggu luka operasinya sembuh saja. Jawab Aira jujur.


" Syukurlah kalau begitu, tapi apakah beliau masih di rawat di rumah sakit? Tanya rekannya lagi.

__ADS_1


" Masih, mungkin dua atau tiga hari lagi ibu baru bisa pulang. Jawab Aira sambil menyantap menu makan siangnya.


" Syukurlah, kalau begitu. Jawab rekan kerja Aira.


" Ohhh..... Aira apakah kamu tidak keberatan jika kami menjenguk beliau hari ini setelah pulang kantor? Tanya rekannya tiba-tiba.


Karena memang setelah mendengar kabar jika ibundanya Aira sakit, rekan satu timnya sangat ingin menjenguk ibu Aira. Namun karena ada beberapa alasan jadi mereka belum sempat menjenguk ibunda Aira.


" Hemmmmmmm....... Datanglah, kebetulan ibu juga sudah mulai aktif bergerak jadi mungkin tidak apa-apa jika bertemu banyak orang. Jawab Aira sambil tersenyum manis pada rekan-rekannya.


Setelah mendengarkan perkataan Aira mereka pun janjian sehabis pulang kantor akan mampir ke rumah sakit tempat dimana ibunda Aira di rawat.


Singkat waktu Aira dan rekan-rekannya pun tiba di rumah sakit, Aira pun membawa rekan-rekannya masuk ke dalam ruangan rawat ibundanya.


" Ibu, Aira pulang. Kata Aira sambil membuka pintu kamar.


" Kamu sudah pulang nak. Jawab sang ibunda sambil duduk bersandar di tempat tidur.


" Coba tebak Aira datang dengan siapa? Tanya Aira pada sang ibunda sambil menciumi pipi ibundanya.


" Ibu, kami datang. Ucap rekan-rekan kerja Aira berbarengan sambil memegang parsel buah dan lainnya.


" Ya ampun, Aira. Kenapa tidak bilang jika teman-teman kantormu akan datang ibu kan jadi bisa pesan camilan dari Bu Jamilah. Kata Bu Wulan yang kaget dengan tetap menyambut kedatangan teman-teman kantor putrinya dengan hangat.


" Tidak usah repot-repot Bu, ibu kan lagi sakit. Kami juga tidak akan lama kok di sini, kami hanya ingin melihat kondisi ibu saja. Jawab salah rekan kerja Aira.


Sebenarnya ibunda Aira sangat dekat dengan teman-teman kantor putrinya, karena mereka seringkali datang bermain ke rumah Aira. Dan Bu Wulan selalu menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan menjamu mereka dengan berbagai makanan yang beliau masak.


Jadi itulah yang membuat ibunda Aira di kenal oleh mereka, tak jarang Aira membawa camilan yang ibundanya buat untuk di bagi-bagikan pada teman kerja putrinya.


Mereka pun mengobrol santai dengan di iringi gelak tawa, Aira juga tampak begitu bahagia melihat ibundanya kemudian enerjik seperti sedia kala.


Di sisi lain di kota New York, Arsen tengah sibuk dengan pekerjaannya. Pria itu meluapkan kekesalannya pada pekerjaannya, dia menghabiskan waktunya bekerja di kantornya bahwa sangat jarang dia pulang kerumahnya yang kini sudah selesai di renovasi.

__ADS_1


Sementara John terlihat begitu frustasi mencari keberadaan Aira, dia benar-benar bingung harus berbuat apa karena mengingat kondisi atasannya yang tidak lagi menjaga kesehatan tubuhnya sendiri.


" Aku harus bagaimana? Aku bahkan sudah meminta beberapa anak buah ku untuk melacak keberadaan perempuan itu, namun hasilnya nihil mereka masih belum bisa menemukan perempuan itu. Kata John sambil mengacak-acak rambut frustasi.


" Sedang apa kau? Tanya seseorang yang sudah duduk di sofa ruangan John.


" Tuan Erik. Ucap John saat melihat Erik sudah duduk di ruangannya.


" Dimana Arsen? Tanya Erik


" Tuan Arsen dengan meeting di ruangan sebelah. jawab John.


" Dia masih melakukan hal? Tanya Erik lagi.


John hanya terdiam mendengar pertanyaan Erik.


" Apakah kau sudah menemukan tanda-tanda keberadaan perempuan itu? Tanya Erik lagi sambil menatap John.


" Belum. Jawab John singkat.


" Hemmmmm...... Terkadang ada tidak mengerti mengapa kau memberi perempuan itu pada Arsen, sementara kau tahu betul karakter Arsen seperti apa. Kata Erik masih berusaha memahami bagaimana kejadian itu terjadi.


John hanya diam tak menjawab, dia memang mengaku bahwa dirinya bersalah karena dia yang membawa Aira pada atasannya. Tapi niatnya tidak lain hanya ingin atasannya hidup normal.


" Aku jadi penasaran seperti apa perempuan yang berhasil menaklukkan dan membawa pergi hati si pria maniak kerja itu. kata Erik sambil membayangkan seperti apa wajah Aira.


" Apakah dia memiliki karakter yang sama dengan Sheena? Tanya Erik pada John.


" Sifat perempuan itu berbanding terbalik dengan nona Sheena, dia gadis pendiam dan cenderung tertutup. Saya tidak terlalu memperhatikannya, karena saya pikir tuan Arsen hanya akan bersenang-senang saja dengan perempuan itu. Jawab John yang memang tidak terlalu mengerti tentang Aira.


Dia hanya ingin membuat tuannya bisa lebih menikmati kehidupan pribadinya, agar Arsen tidak terlalu memaksakan dirinya.


Tapi dia juga tidak menyangka jika hal yang dia pikir akan berjalan sesuai dengan keinginan malah berbanding terbalik dengan tujuannya.

__ADS_1


" Lalu apa yang akan kau lakukan untuk sekarang? Tanya Erik pada John.


__ADS_2