Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Seperti papahmu


__ADS_3

Saat ini Aira telah selesai mandi, dia pun keluar dari kamar mandi. Namun saat membuka pintu tiba-tiba saja Saga sudah berdiri tepat di depan pintu.


" Sedang apa sih di sini jagoan mami? Tanya Aira sambil menggendong putranya.


" Caga bobo mau mami. Jawab Saga sambil memeluk sang mami.


" Baiklah, tapi mami pakai baju dulu yah. Saga tunggu mami di sini oke. kata Aira lalu meletakkan putranya di atas tempat tidur lalu dia pun mengambil pakaiannya dan memakainya.


Dengan patuh balita kecil itu duduk bersandar di tempat tidur sambil memegang buku dan juga boneka kesayangannya, Saga hanya duduk diam menunggu maminya kembali.


" Aduhhhhh...... Pintarnya anak mami, karena sudah pintar mami akan bacakan dongeng untuk Saga yah. Kata Aira yang berjalan menghampiri putranya lalu dia pun naik ke atas tempat tidur.


Saga tidak menjawabnya, dia hanya menarik baju maminya sambil memberikan buku yang dia pegang. Begitu maminya merebahkan tubuh di sampingnya.


" Saga mau apa? Tanya Aira saat putranya menarik bajunya.


Saga tidak menjawabnya, dia malah sibuk menarik bajunya sang mami.


" Saga, stop dulu. kata Aira sambil memegang tangan mungil putranya.


Saga pun berhenti, kemudian dia pun menatap wajah maminya dengan wajah ngantuk.


" Saga kan sudah besar, jadi Saga tidak usah Mimi susu lagi yah? Kata Aira pada Saga.


" No, no. Caga Mimi mau mami. Jawab balita itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Kan Saga sudah besar, jadi tidak usah. Sekarang Saga Mimi nya pake botol atau gelas oke. Kata Aira lembut pada putranya.


" Jadi sekarang mami akan mem....... belum sempat Aira melanjutkan perkataannya tiba-tiba wajah Saga berubah seperti akan menangis.


" Caga cudah becal no Mimi mami. Kata Saga dengan suara sedihnya dan mulai menitikkan air matanya.


Melihat itu Aira pun langsung memeluk putranya, dia benar-benar tidak tega melihat putranya.


" Ya sudah, untuk malam ini Saga boleh Mimi deh. Ucap Aira sambil berusaha menenangkan putranya.

__ADS_1


Lalu Aira pun membiarkan putranya Mimi ASI, sambil Aira membacakan buku dongeng untuk putranya. Saga pun mendengarkannya dengan diiringi suara sesenggukan Saga.


" Dan kelinci kecil pun kembali kerumahnya dengan selamat. Kata Aira mengakhiri dongeng yang dia baca.


Setelah itu Aira pun melirik putranya yang masih belum memejamkan matanya, Saga masih terus menyedot ASI dengan mata menatap wajah maminya.


" Kok belum tidur sayang? Tanya Aira sambil menatap wajah putranya.


" No, Caga no bobo. Jawab Saga setelah puas mimi.


Aira pun mengerutkan keningnya mendengar jawaban putranya itu.


" Kenapa? Tanya Aira lagi.


" Caga mau bobo cama Nena. Jawab Saga sambil berusaha turun dari tempat tidur.


" Kamu yakin mau bobo sama Nena? Tanya balik Aira sambil membiarkan putranya turun sendiri dari tempat tidur, namun dia juga siap siaga menangkap putranya jika terjatuh.


Saga tidak menjawabnya, dia hanya menatap wajah maminya sebentar lalu berusaha turun, setelah beberapa saat akhirnya dia pun berhasil turun.


Aira tak menyangka jika putranya akan berprilaku dingin seperti itu padanya, prilakunya sama persis dengan Arsen, saat Arsen pertama kali bertemu dengannya.


Kenapa makin hari kamu makin mirip sekali dengan papah mau nak, mami sampai bingung apakah kamu benar-benar anak mami atau bukan.


Dari mulai wajah, postur tubuh, sifat sampai karakter tak ada kemiripan sama sekali dengan ku, semuanya yang ada pada mu itu milik papahmu.


Bu Wulan yang memang belum masuk ke dalam kamar pun terkejut saat melihat cucunya masih terjaga, Saga pun berjalan menghampiri Nena nya.


" Caga mau bobo cama Nena. Kata bocah balita itu.


Mendengar perkataan cucunya Bu Wulan pun sempat terbengong, lalu wanita paruh baya itu pun menggendongnya dan membawa cucunya masuk ke dalam kamarnya.


" Oke, mari kita bobo bersama malam ini. Kata Bu Wulan sambil menurunkan cucunya di atas tempat tidur.


" Yah, Caga cayang Nena. Kata Saga dengan senang sambil memeluk Nena nya.

__ADS_1


" Nena juga sayang banget sama Saga dan mami. Jawab Bu Wulan sambil memeluk cucunya. Lalu Bu Wulan pun mulai menundukkan cucunya, tak butuh waktu lama Saga pun terlelap.


Aira yang baru tersadar dari lamunannya pun langsung keluar dari kamarnya, lalu dia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


Setelan memastikan tidak ada tanda-tanda keberadaan ibundanya, Aira pun berjalan menuju kamar ibundanya. Lalu dia pun masuk kedalam kamar.


Begitu masuk ke dalam kamar dia langsung melihat putranya telah tertidur pulas dalam pelukan ibundanya, Bu Wulan pun hanya melihat Aira.


" Saga sudah tidur Bu? Tanya Aira sambil berjalan menghampiri ibundanya.


" Sudah, kamu apakan sih dia? Sampai dia meminta tidur dengan ibu. Tanya Bu Wulan pada putrinya.


" Aira hanya mengatakan jika Saga harus berhenti Mimi ASI, lalu dia marah. Jawab Aira sambil duduk di samping putranya.


" Aira, kamu tidak perlu terlalu tegas pada Saga. Hanya karena kamu takut dia lemah, karena hilangnya sosok peran ayah dalam hidup Saga bukan berarti dia akan tumbuh menjadi sosok anak yang lemah. Kata Bu Wulan memberi pengertian atas rasa takut yang di alami putrinya.


" Ibu percaya, jika kamu memberi banyak kasih sayang dan cinta untuk Saga. Dia akan tumbuh menjadi anak yang penyayang dan berani, selayaknya kamu yang kehilangan ayah mu saat kamu masih kecil. Sambung Bu Wulan sudah mengelus lembut kepala cucunya.


Aira pun terdiam sesaat untuk mencerna apa yang di katakan oleh ibundanya, lalu setelah itu dia pun sadar jika dirinya terlalu berlebihan pada Saga.


Aira pun memeluk tubuh mungil putranya itu, sambil mengucapkan kata maaf diiringi dengan kecupan bertubi-tubi. Yang membuat Saga terbangun.


" Mami, bobo cini cama caga cama Nena. Kata Saga setengah sadar sambil memeluk sang mami.


" Iya kita bobo sama yah di sini. Jawab Aira sambil mengelus-elus lembut punggung putranya.


Saga pun kembali tertidur, lalu Aira pun akhirnya mengerti apa yang di katakan oleh ibundanya.


" Aira akan berusaha Bu, agar Saga tidak merasa kekurangan kasih sayang. Kata Aira pada ibundanya dengan sungguh-sungguh.


" Ibu yakin kamu pasti akan menjadi sosok ibu yang hebat untuk Saga. Kata Bu Wulan sambil mengelus kepala putrinya.


Setelah itu keduanya pun mengobrol tentang masa lalu yang mereka lalui bersama-sama, sampai keduanya pun ikut tidur terlelap dengan memeluk Saga.


Keesokan harinya, seperti biasanya pagi-pagi sekali Aira sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, sebelum berangkat Aira pun mengecup kening putranya yang masih tertidur pulas lalu dia pun berangkat ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2