Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Usia


__ADS_3

" Selamat datang Arsen. Jawab Aira masih membelakangi Arsen.


Sejujurnya setiap kali Arsen menyentuhnya Aira tampak begitu risih, namun ia sadar jika dirinya tidak memiliki hak untuk melarang Arsen.


" Apa saja yang kamu lakukan saat aku tidak ada? Tanya Arsen setelah puas dengan keinginannya, kini posisi Aira berhadapan dengannya sambil tetap memeluk pinggul Aira.


" Tidak ada, saya hanya membereskan beberapa pekerjaan saya saja. Jawab Aira jujur.


" Flo, kamu bekerja di bidang apa? Tanya Arsen sambil bermanja-manja pada Aira.


" Apakah saya harus menjawabnya? Tanya balik Aira.


" Hemmmmm......... Jika kamu tidak ingin menjawabnya, kamu tidak perlu menjawabnya tapi jika kamu bersedia menjawabnya aku akan sangat senang mendengarnya. Kata Arsen sambil mengecup kening Aira.


" Kalau begitu saya tidak ingin menjawabnya. Jawab Aira.


" Baiklah, aku tidak akan memaksa mu. Kata Arsen lembut. " apakah kamu baru selesai mandi? Tanya Arsen sambil menciumi rambut panjang Aira.


" Iya, mungkin sekitar tiga puluh menit yang lalu. Jawab Aira.


" emhhhhhh....... Aku sangat suka aroma dari tubuhmu Flo. Kata Arsen berbisik di telinga Aira sambil memeluk tubuh mungil Aira dengan erat.


Aira hanya diam tak menjawab dan membiarkan Arsen melakukan apa yang dia inginkan.


" Flo, apakah kamu tidak ingin bertanya tentang diriku? kata Arsen tiba-tiba sambil menatap wajah Aira dengan lembut.


" Saya tidak memiliki hak untuk bertanya tentang kehidupan pribadi anda Arsen. Jawab Aira sambil menatap ke arah lain.


" Jika aku menginginkan kamu bertanya tentang kehidupan pribadi bagaimana? tanya Arsen sambil memegang dagu Aira agar Aira juga menatap wajahnya.


" Jika itu keinginan Arsen, maka saya akan melakukannya. Jawab Aira tanpa merubah raut wajahnya.


" Kalau begitu tanyakan lah hal apapun yang ingin kamu tahu tentang ku. Kata pria itu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Aira lalu mencium bibir manis milik Aira.


Arsen mencium bibir Aira dengan intens sambil tangannya sibuk merayap kemana-mana, sementara Aira hanya bisa pasrah.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Arsen pun melepaskan ciumannya, agar Aira bisa bernafas.


" Kamu sudah makan malam? Tanya Arsen lembut sambil mengusap bibir manis milik Aira.


Aira hanya menggelengkan kepalanya.


" Ayo kita pergi makan malam di luar. Ajak Arsen dengan semangat sambil menarik tangan Aira.

__ADS_1


" Arsen, apakah kita tidak bisa makan malam di sini saja? Tanya Aira sambil menghentikan langkahnya.


" Apakah kamu tidak bosan makan makanan dari hotel terus menerus? Tanya balik Arsen sambil menatap wajah gadis yang ada di hadapannya.


Aira hanya diam sambil berpikir, sementara Arsen dengan setia menunggu jawaban dari Aira.


" Bagaimana kalau saya memasak menu makan malam untuk hari ini? Apakah Arsen keberatan? Tanya Aira yang sejujurnya tidak begitu menyukai masakan eropa.


" Boleh, tapi aku tidak bisa membantu mu memasak Flo. Karena aku sama sekali belum pernah melakukan hal itu. Kata Arsen jujur dengan wajah polosnya.


" Iya, saya mengerti Arsen. Serahkan saja pada saya, tapi apakah Arsen akan suka dengan masakan yang bukan makanan eropa? Tanya Aira sambil menatap wajah Arsen.


" Mungkin boleh dicoba, tapi aku pernah juga memakannya beberapa kali saat sedang meninjau perusahaan-perusahaan ku yang ada di luar Eropa. jawab Arsen sambil berpikir-pikir.


" Tapi memang ada bahan-bahan masakannya? Tanya Arsen sambil menatap kulkas yang ada di dalam kamar.


" Entah. Jawab Aira sambil mengangkat kedua bahunya.


Lalu Arsen pun berjalan menghampiri kulkas tersebut kemudian membukanya, sementara Aira hanya mengikuti dari belakang.


" Isinya cuma minuman beralkohol saja. Ucap Arsen sambil melihat deretan berbagai minuman beralkohol berkadar tinggi.


" Hahhhhhhhhhh....... Aira hanya menarik nafas panjang saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


" Bagaimana kalau kita pergi berbelanja kebutuhan mu memasak. Usul Arsen sambil menatap wajah Aira yang lesu.


Aira tampak berpikir sebentar. " Baiklah mari kita pergi berbelanja. Jawab Aira akhirnya.


Kemudian Aira pun berganti pakaian, sementara Arsen sibuk menatap punggung Aira. Aira sudah mencoba mengusir Arsen secara halus namun pria itu dengan keras kepala ingin tetap melihat Aira berganti pakaian.


" Aku tidak suka kamu pake baju itu. Kata Arsen sudah beberapa kali mengatakan hal sama saat Aira memiliki pakaian yang akan ia pakai.


" Lalu saya harus pakai pakaian yang mana? Tanya Aira sambil melihat ke arah Arsen yang sedang duduk.


" Itu kata-kata yang aku tunggu-tunggu. Kata Arsen dengan semangat menghampiri Aira lalu memilih dress tali berwarna abu-abu dengan kardigan berwarna putih, kemudian memberikannya pada Aira.


" Tapi leher saya akan terlihat. Kata Aira begitu melihat baju pilihan Arsen, Aira ingin menutup leher karena ada begitu banyak tanda yang di tinggalkan oleh Arsen tadi malam.


" Jika ada yang berani melirik mu apalagi sampai mengatakan hal yang tidak-tidak berarti mereka mencari masalah dengan ku. Jawab Arsen masih tetap pada pilihannya.


Dengan enggan Aira pun memakai pakaian yang di pilih Arsen, Aira tidak ingin mengatakan hal apapun lagi karena menurutnya itu hal yang membuang energinya apalagi kala melihat sifat keras kepala Arsen.


Sedangkan Arsen masih memperhatikan Aira yang sedang membuka bajunya, perlahan-lahan dia memeluk tubuh Aira kemudian menciuminya.

__ADS_1


" Apakah kamu benar-benar ingin memasak makanan yang Asia? tanya Arsen sambil terusan menciumi leher Aira.


" Iya. jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya.


" Akhhhhhh....... Sudahlah, ayo cepat berangkat. Kata Arsen dengan frustasi.


Sejujurnya sedari tadi dia sangat amat bernafsu melihat Aira, namun karena keinginan Aira. Jadi dia terpaksa menekan nafsu gairahnya.


Setelah selesai berganti pakaian, Arsen menarik tangan Aira dengan lembut lalu menggenggamnya. Kemudian keduanya pun keluar dari hotel, begitu masuk ke dalam mobil dan mobil pun perlahan-lahan meninggalkan hotel.


Dengan satu tangan Arsen memegang setir mobil dan satu tangan lagi sibuk masuk ke dalam baju Aira, tangan sibuk memainkan pa***ara milik Aira.


Sementara Aira tampak risih dengan kelakuan Arsen, sejujurnya ia tahu jika Arsen sedari tadi sangat menginginkan dirinya. Namun karena Aira bener-bener ingin makan masakan rumah jadi dia berusaha mengalihkan perhatian Arsen.


" Arsen, apakah aku boleh menanyakan sesuatu? Kata Aira pada Arsen berusaha untuk mengalahkan perhatian Arsen.


" Tanyakan saja apa yang kamu inginkan ketahui sayang. Jawab Arsen dengan semangat sambil menarik tangannya dari pa***ara milik Aira.


" Berapa usia Arsen? Tanya Aira sambil menatap wajah Arsen.


" Hemmmmmmm....... Kamu ingin jawab yang jujur atau kebohongan? Tanya balik Arsen menggoda Aira.


" Kalau Arsen tidak ingin menjawabnya ya sudah, tidak usah di jawab. Kata Aira dengan acuh lalu membuang pandangannya ke arah jendela mobil.


" Iya, iya. Aku jawab jujur, usai ku tahun ini empat puluh tahun. Jawab Arsen jujur, dia tidak ingin sampai membuat Aira merajuk.


Mendengar perkataan pria yang ada di sampingnya seketika Aira pun menatap ke arah pria itu, dengan wajah tak percaya Aira menatap dengan seksama pria yang ada di sampingnya.


Melihat reaksi Aira yang menggemaskan Arsen hanya tertawa-tawa, ia tidak menyangka akan melihat reaksi itu dari wajah tanpa ekspresi milik Aira.


" Anda membohongi saya yah Arsen? Tanya Aira sambil menatap Arsen yang tertawa-tawa.


" Aku tidak tidak berbohong, itu benar usia ku sekarang. Jawab Arsen lalu memberikan kartu identitas nya agar Aira percaya.


Lalu Aira pun melihat dan membaca kartu identitas milik Arsen, gadis itu masih tidak percaya dengan apa yang dia baca karena wajah Arsen yang begitu awet muda seperti orang yang berusaha tiga puluh tahunan.


" Memang usia mu berapa? Tanya Arsen lembut sambil mengelus pipi Aira.


" Dua puluh lima tahun. jawab Aira jujur.


" Ya ampun, usia mu sudah dua puluh lima tahun tapi kamu masih perawan, apakah kekasih mu tidak pernah meminta lah itu? kata Arsen tidak percaya sambil melontarkan pertanyaan nyeleneh.


" Saya belum pernah berkencan. Jawab Aira jujur lalu tanpa sadar ingatan masa lalu pun berputar di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2