
Tanpa terasa kini Saga sudah pandai berbicara walaupun pelafalan katanya masih belum jelas, namun untuk anak seusianya dia termasuk anak yang perkembangan sangat baik.
" Saga, kamu duduk sini yah. Ucap Aira pada putranya sambil mendudukkan putranya di atas troli belanja.
" No, no. Hemmmmm ga mau ndong. Jawab Saga menolak duduk di atas troli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kamu duduk di sini saja lah, mami dan nena capek gendong kamu. kata Aira pada putranya.
" Mami, Nena capek. Ucap Saga mengulang kembali perkataan mami nya.
" Iya, capek. Kamu kan sudah besar terus tambah berat juga, jadi kamu duduk sini saja oke. kata Aira lembut sambil mendorong troli belanjaan.
Sementara Bu Wulan sedang sibuk mengambil dan memindahkan semua kebutuhan sehari-hari ke dalam troli, Aira hanya mengikuti kemanapun ibundanya pergi sambil mendorong troli dan mengajak putranya bermain.
" Saga, mau Snack buah-buahan tidak? Tanya Aira pada putranya sambil mengelus lembut kepala Saga.
" Mau. langsung menjawab dengan raut wajah kesenangan.
" Oke, Mami belikan yah, karena Saga sudah menjadi anak baik selama Mami di kantor. Ucap Aira sambil memilah-milah Snack yang aman di konsumsi oleh putranya.
" Jangan banyak Ra, ibu takut Saga tidak mau makan karena kamu membeli terlalu banyak Snack untuknya. Ucap Bu Wulan pada putrinya.
" Iya Bu. Jawab Aira menganggukkan kepalanya mengerti lalu mengambil satu bungkus Snack untuk putranya.
" Ibu mau beli apa lagi? Tanya Aira pada ibundanya sambil memberikan Snack itu pada putranya, karena Saga sibuk ingin mencicipinya.
" Ibu mau beli beras, karena beras di rumah tinggal sedikit. Terus ayam, daging, sayuran dan buah-buahan untuk Saga dan kamu. jawab Bu Wulan sambil sibuk memilih bahan-bahan untuk memasak.
" Oke. Jawab Aira.
Mereka pun berkeliling supermarket mencari-cari apa yang mereka butuhkan, Aira juga ikut membantu ibundanya sambil sesekali mengecek putranya yang sibuk makan.
" Bu, gimana yah caranya agar Saga mau berhenti Mimi ASI dan ganti dengan susu formula? Tanya Aira pada ibundanya saat melihat deretan susu formula.
" Apakah tidak terlalu cepat, usia Saga saja baru empat belas bulan Ra. Ucap Bu Wulan sambil menatap cucunya.
__ADS_1
" Habis dari mulai Aira masuk kantor lagi, Saga hanya mau Mimi ASI kalau langsung dari Aira. Jika di pompa dan kemudian di masukkan ke dalam botol dia selalu menolaknya kan Bu. Kata Aira yang merasa heran dan bingung dengan putranya itu.
Selama Maminya di kantor Saga selalu menolak meminum asi yang sudah di pompa dan di masukkan ke dalam botol, alhasil bocah balita itu hanya minum air putih saja dan jika Aira pulang dari kantor barulah dia ribut meminta ASI pada sang mami.
Aira juga sudah mencoba mengganti susu yang di minum untuk Saga dengan susu formula, namun Saga tetap menolaknya.
" Kalau pun kamu ingin dia berhenti Mimi ASI dan menggantinya dengan susu formula percuma Ra, kamu kan sudah pernah mencobanya. Ujar Bu Wulan memberikan penjelasan pada putrinya.
" Tapi Aira takut kalau nanti Saga kekurangan gizi, karena dia hanya Mimi ASI saat malam saja. Jawab Aira yang khawatir dengan kondisi pertumbuhan putranya.
" Tidak mungkin Ra, bukti dokter mengatakan jika perkembangan Saga baik-baik saja. Kasian lho, ibu tidak tega melihatnya. Ucap Bu Wulan.
" Kamu juga dulu waktu bayi, berhenti Mimi ASI itu sekitar usia dua tahun lebih. Itu pun pakai drama nangis hampir selama satu Minggu, lagi pula Saga masih terlalu kecil Ra. Sambung Bu Wulan memberikan penjelasan pada putrinya.
" Di coba lagi kali Bu, siapa tau dia mau. Kata Aira masih bersi kukuh dengan pemikirannya.
" Terserah kamu lah, tapi kamu lebih baik obrolkan dulu dengan dokter yang menangani Saga. Ucap Bu Wulan memberi saran pada putrinya.
" Iya, nanti Aira tanya dokternya dulu deh. Jawab Aira.
" Ra, jangan lupa beli telur. Saga sudah banget makan telur akhir-akhir ini. Kata Bu Wulan.
" Oke. Jawab Aira.
Lalu mereka pun terus berjalan mengelilingi supermarket itu, sesekali Saga meminta turun dan berjalan berlari-lari kemana-mana. Aira pun dengan sigap mengikuti dan menangkap putranya.
Tak berselang lama mereka pun telah selesai berbelanja, kini mereka sudah duduk di dalam mobil.
Sesampainya di rumah Aira langsung membantu ibundanya merapikan semua belanjaannya, sementara Saga sedang duduk di sofa sambil memegang buku favoritnya.
" Sedang apa sayang. Ucap Aira lalu duduk di samping putranya itu.
" Ku, mami ca. Ucap Saga meminta maminya untuk membacanya buku sambil memberikan buku itu kepada maminya.
" Baiklah, mami bacakan yah. kata Aira lembut sambil mengambil buku itu.
__ADS_1
Saat Aira akan mulai membaca buku, tiba-tiba Saga duduk di pangkuannya dan menarik-narik bajunya.
" Mimi mau mami. Kata Saga sambil terus berusaha membuka baju maminya.
" Tidak usahlah, kita baca buku saja. Ucap Aira sambil memegang bajunya.
" No, Ga mau Mimi. Hemmmm mami ca ku. Ucap Saga sembilan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat itu Aira pun mulai menjahili putranya, dengan mengatakan jika Saga harus berhenti Mimi ASI. Bukannya menangis bocah balita itu malah terus berusaha mendapatkan apa yang di inginkan olehnya.
Melihat putranya terus berusaha menarik bajunya, Aira hanya tertawa-tawa sambil memegang bajunya.
" Ra, sudah dong berikan saja. Kasian Saga kan haus. Ucap Bu Wulan yang datang menghampirinya.
" Ahhhhh...... Ibu tidak seru. jawab Aira lalu membiarkan putranya untuk Mimi.
" Lagi sih kamu ada-ada saja, orang dia haus malah di ajak becanda. Saga itu pintar lho, selama kita berada di luar dia tidak pernah ribut meminta Mimi kan padamu kan. Kata Bu Wulan mengucapkan fakta yang tidak bisa Aira bantah.
" Dulu waktu kamu kecil, tidak perduli ibu ada di manapun. Kalau kamu sudah minta mimi ya harus kalau tidak kamu pasti nangis-nangis. Ucap Bu Wulan lagi sambil mengingat tingkah laku Aira saat masih kecil.
Mendengar ucapan sang ibunda Aira hanya bisa memajukan bibir cemberut, sementara Saga yang tidak mengerti percakapan mami dan nenanya hanya sibuk Mimi.
Di sisi lain John sudah menemukan tanda-tanda keberadaan Aira, pria itu sedang berjalan menuju ruangan atasannya.
Setelah mengetuk pintu dan menerima jawaban dari dalam John pun langsung bergegas masuk ke dalam ruangan itu.
" Permisi tuan. Ucap Johan sopan.
" Hemmmm...... Ada apa? Tanya Arsen yang sedang sibuk bekerja.
" Saya sudah menemukan alamat tempat tinggal nona Aira tuan. Jawab John memberi tahu informasi yang dia dapatkan dari orang suruhannya.
" Lalu bagaimana? Tanya Arsen yang kini sudah menatap John dengan raut wajah kesenangan.
" Tapi, nona sudah tidak tinggal di rumah itu lagi. jawab John sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Cepat pesan tiket pesawat untuk ku, aku akan pergi ke sana. perintah Arsen pada John.