
Tanpa terasa usia kandungan Aira pun kini memasuki lima bulan, ibundanya masih tetap mengabaikan putrinya. Walaupun begitu Bu Wulan selalu diam-diam memperhatikan kesehatan dan memenuhi kebutuhan putri dan anak yang ada dalam kandungan Aira.
Dua Minggu sekali Aira selalu mengecek kondisi kandungannya, bersama dengan ibundanya. Namun ibundanya sama sekali tidak pernah mengajak Aira berbicara.
Di kantor teman kantornya pun sempat mempertanyakan tentang kehamilannya, dan Aira hanya menjawab apa adanya. Lalu mereka pun bersikap seperti biasanya karena orang-orang di sana tidak terlalu ingin ikut campur urusan kehidupan pribadi orang lain.
Bahkan atasannya pun hanya menanyakan kondisi kandungannya saja, dan Aira pun menjawab jika bayi yang ada dalam perutnya baik-baik saja. Atasannya tidak sekali pun menanyakan tentang siapa suami atau ayah dari bayi tersebut.
Karena itu lah Aira sangat bersyukur bisa tinggal dilingkungan orang-orang yang memiliki sifat acuh tak acuh terhadap urusan kehidupan pribadi orang lain.
Mereka malah lebih perhatian dengan kondisi tubuh Aira dan juga bayi dalam kandungannya di bandingkan dengan cerita tentang kehidupan pribadi Aira.
Kini Bu Wulan sedang beristirahat, karena sehabis menyiram tanaman dan memetik beberapa sayuran di kebunnya. Wanita paruh baya itu sedang duduk sambil menonton televisi dan memainkan ponselnya.
Tiba-tiba ada sebuah telepon masuk ke dalam ponsel Bu Wulan, melihat nama yang tertera di sana tanpa ragu Bu Wulan pun mengangkat panggilan tersebut.
📞 Hallo Bu Wulan. Ucap seseorang begitu sambung telpon terhubung.
📞 Iya, Hallo. Jawab Bu Wulan.
📞 Bagaimana kabarnya Bu? Tanya orang tersebut dengan suara ramah.
📞 baik-baik, suster bagaimana kabarnya? Ucap Bu Wulan balik bertanya.
📞 saya sangat baik Bu. Jawab sang suster yang ternyata suster itu adalah yang menjaga dan merawat Bu Wulan selama koma.
📞 Syukurlah kalau begitu. Jawab Bu Wulan dengan ramah.
📞 Nona Aira bagaimana Bu? Apakah baik-baik saja? Tanya suster itu lagi menanyakan kondisi Aira.
__ADS_1
📞 Baik-baik saja kok, sekarang kebetulan dia sedang tidak ada di rumah. Jawab Bu Wulan.
Lalu keduanya pun mengobrol, Bu Wulan memang sering bertukar pesan dengan suster itu. Namun untuk pertama kalinya sang suster menelpon dirinya.
Saking asyiknya mengobrol ke sana ke sini, pada akhir mereka pun membicarakan tentang Aira.
📞 Oh iya, kalau di ingat-ingat waktu itu pas Bu Wulan melakukan tindakan operasi di Singapore. Nona Aira kebetulan tidak bisa menemani, mungkin karena ada tugas kantor beliau juga pergi hampir sepuluh hari. Di tambah tindakan operasi itu maju dari jadwal yang seharusnya, karena kondisi ibu Wulan saat itu. Kata suster itu sambil mengingat-ingat kejadian itu.
Bu Wulan pun terdiam setelah mendengar perkataan sang suster yang terus mengoceh, wanita paruh baya itu baru mengetahui jika Aira sempat pergi meninggalkan dirinya.
Bukannya dia saat itu seharusnya Aira sedang cuti yah? Soalnya Bu Berta sempat bercerita pada ku. Jika Aira sempat cuti panjang.
Tidak mungkin jika dia mengurus surat-surat selama itu, kemana perginya dia selama sepuluh hari itu?
📞 Oh iya sus, kalau boleh tahu untuk biaya operasi dan juga selama saya di rawat di rumah sakit apakah betul biayanya di cover oleh kantor tempat Aira bekerja? Tanya Bu Wulan tiba-tiba.
📞 Hemmmmm....... Setahu saya kalau untuk biaya rawat inap selama ini memang di cover oleh kantor tempat nona Aira bekerja, tapi kalau untuk biaya operasi, itu tidak bisa di cover jadi nona Aira membayarnya dengan uang pribadi. Jawab sang suster.
📞 kura lebih xxxxxxxxxxxxxxxx. Jawab sang suster menyebutkan nominal uang yang kala itu Aira harus bayar.
Mendengar nominal angka tersebut Bu Wulan pun terkejut bukan main, bahkan tangannya sampai gemetar setelah mendengarnya.
Wanita paruh baya itu benar-benar baru mengetahui kenyataan itu, selama ini dia berpikir jika semua biaya rumah sakit beserta operasi yang dia jalani di tanggung oleh pihak kantor tempat Aira bekerja sesuai dengan perkataan putrinya.
Namun kenyataannya tidak, dia benar-benar tidak menyangka jika putrinya akan berbohong pada dirinya tentang masalah ini.
📞 Apakah Aira sendiri yang membayarnya? Tanya Bu Wulan lagi.
📞 Menurut cerita yang saya dapatkan dari rekan kerja saya, nona memang melakukan dua kali pembayaran sampai lunas. Jawab sang suster sambil mengingat-ingat cerita tentang Aira dari teman kerjanya.
__ADS_1
Aira dan ibundanya cukup di kenal oleh beberapa perawatan tempat dimana Bu Wulan di rawat, karena sifat ramah dan baik hati Aira yang selalu tersenyum manis dan selalu memberikan makanan pada para perawat. Itu yang membuat mereka mengenal Aira.
Lalu Bu Wulan pun mengobrol lagi sebentar dengan suster itu dan setelahnya sambungan telpon pun berakhir.
Dari mana Aira mendapatkan uang itu? Apa yang telah dia lakukan? Tidak mungkin dia bisa membayar uang sebanyak itu dengan uang tabungannya.
Aku benar-benar ingin mengetahui kebenaran yang dia sembunyikan dariku, apakah semua itu ada hubungannya dengan bayi yang ada dalam kandungannya saat ini?.
Pikiran Bu Wulan menerka-nerka bagaimana bisa putrinya mendapatkan uang yang jumlahnya sangat banyak itu dalam waktu singkat.
Singkat waktu Aira pun tiba-tiba di rumah, gadis itu tampak letih dia duduk perlahan di sofa lalu membuka sepatu dan kaos kakinya secara perlahan.
Sementara Bu Wulan yang ada di dapur hanya memperhatikan putranya, wanita paruh baya itu masih memikirkan tentang bagaimana Aira bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi kala itu.
" Masak apa Bu hari ini? Tanya Aira sambil menatap wajah ibundanya.
Bu Wulan hanya diam tak menjawab, wanita paruh baya itu malah berjalan menghampiri Aira lalu duduk di samping Aira.
Aira yang melihat itu pun tampak terkejut sekaligus senang, dia berpikir mungkin kali ini ibundanya telah memaafkannya karena Bu Wulan tidak lagi menghindar dari dirinya.
" Ibu ingin kamu jujur Aira. Ucap Bu Wulan dengan serius sambil menatap wajah Aira.
Mendengar perkataan ibundanya Aira pun mengerutkan keningnya dengan wajah bingung sekaligus takut. Walaupun begitu dia pun akhirnya menganggukkan kepalanya.
" Dari mana kamu mendapatkan uang untuk biaya operasi ibu? Tanya Bu Wulan langsung.
Mendengar pertanyaan itu wajah Aira pun tampak terkejut, dia tidak mengira jika ibundanya akan tiba-tiba menanyakan hal tersebut.
" Bu... bukannya Aira sudah mengatakannya ke ibu, kalau semuanya di cover oleh kantor. Jawab Aira dengan gugup sambil menatap ke arah lain.p
__ADS_1
" Aira, ibu tidak ingin jawaban seperti ini. Ibu ingin kamu jujur pada ibu, tolong nak, jawab jujur ibu mohon. kata Bu Wulan sambil menggenggam tangan Aira.