Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Pria itu bernama Bram


__ADS_3

Aku sebenarnya sudah tidak ingin melakukannya lagi, namun karena aku tidak memiliki hak untuk menolak. Mau tidak mau aku harus mengikuti keinginannya.


Setelah beberapa saat Aira terdiam sibuk dengan pikirannya, akhirnya gadis itu pun menganggukkan kepalanya.


Mendapatkan jawaban yang dia inginkan pria itu pun dengan lembut memulai permainannya, saking lembutnya sampai-sampai Aira ikut terbuai dengan permainan pria itu.


Permainannya sangat berbanding terbalik dengan kejadian tadi malam, seperti Aira bermain dengan dua pria yang memiliki perbedaan kepribadian dengan wajah yang sama.


Perlahan-lahan permainan pun mulai memanas, Aira maupun pria terhanyut dalam nafsu gairah. Terdengar sesekali ******* yang keluar dari mulut Aira yang membuat pria itu sangat bersemangat.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya mereka pun selesai, sejujurnya pria itu masih belum puas namun karena melihat Aira yang masih terlihat kesakitan dan juga terlihat lelah pria itu memilih untuk berhenti.


Kini mereka sedang berendam berdua di dalam bathtub, dengan posisi Aira duduk di depan pria itu. Sementara si pria berada tepat di belakangnya Aira, dia memeluk tubuh mungil Aira dengan begitu mesra.


" Flo, apakah itu namamu? Tanya si pria sambil memainkan rambut panjang Aira.


" Yah. Jawab Aira singkat.


" Namaku Bram Arsen Alexander. Ucap si pria memperkenalkan dirinya pada Aira. " Flo, di negara mana kamu tinggal? Dan berapa usia mu saat ini? Tanyanya lagi pada Aira.


" Maaf tuan Bram....


" Panggil aku Arsen. Kata pria itu memotong perkataan Aira.


" Iya, tuan Arsen. Kata Aira mengikuti keinginan pria yang ada di belakangnya itu.


" Tidak perlu pakai tuan, panggil aku dengan namaku saja. Kata Arsen meminta pada Aira namun dengan sedikit nada memerintahkan.


" Iya Arsen. Jawab Aira akhirnya memilih mengikuti keinginan Arsen.


" Jadi dimana? Masih menunggu jawaban dari pertanyaannya.


" Maaf Arsen saya tidak bisa memberikan informasi pribadi saya pada anda. Kata Aira yang tidak ingin memberitahu identitas aslinya.

__ADS_1


" Memangnya kenapa? Tanyanya lagi sambil mengerutkan keningnya.


" Karena itu sudah menjadi kebijakan dan peraturan yang saya maupun tuan John sepakati. Jawab Aira jujur, karena sebelumnya ia pernah mengajukan persyaratan tersebut dan John menyetujuinya.


" Itu kan dengan John, bukan dengan ku. jawab Arsen masih tetap ingin mengetahui tentang Aira.


" Saya mohon Arsen tolong hargai kesepakatan ini, terlepas dari perjanjian ini di lakukan dengan tuan John namun yang bermain dengan saya adalah Arsen. Itu saja sudah sangat jauh dari kesepakatan. Kata Aira memohon agar Arsen tidak lagi menanyakan hal yang bersifat pribadi.


Mendengar perkataan Aira Arsen pun mau tidak mau mengikuti keinginan Aira, sejujurnya dia sedikit penasaran akan Aira namun karena Aira tidak menginginkannya dengan terpaksa dia mengurungkan niatnya.


Jika kamu tidak ingin memberitahu identitas mu pada ku, jangan salahkan aku jika aku mencari tahu sendiri. Karena seperti yang kamu katakan jangan bertanya padamu kan, jadi kalau aku mencari tahu sendiri, aku tidak melanggar peraturan itu kan.


Lalu Arsen pun menanyakan hal lain dan mengajak Aira mengobrol dengan santai, walaupun canggung Aira tetap menjawab semua pertanyaan Arsen.


Setelah itu Arsen pun keluar dari dalam bathtub lebih dulu, kemudian matanya tanpa sengaja melihat sebuah tas. Karena penasaran dia pun mengecek isi dalam tas tersebut.


" Flo, apakah semalam kamu berniat menggodaku dengan ini. Tanya Arsen sambil merentangkan baju kurung bahan itu ke hadapan Aira.


" Ti tidak, saya mendapatkannya dari tuan John. Beliau meminta saya untuk memakainya namun karena terlalu vulgar saya tidak ingin memakainya. Jawab Aira jujur serta gugup dan malu bahwa wajahnya terlihat lihat merah padam.


" Pakailah, jika dia menyuruhmu memakainya maka kamu harus mengikutinya. Kata Arsen sambil membuang pandangannya.


" Tapi......


" Apa yang membuat mu malu? aku bahkan sudah melihat semuanya, dan mungkin aku sampai hapal setiap inci dari tubuhmu. Kata Arsen sambil menatap wajah Aira.


" Baiklah akan aku pakai. Jawab Aira akhirnya pasrah sambil membuang pandangannya ke arah lain gadis itu tampak begitu malu.


Setelah mendapatkan jawaban yang dia inginkan Arsen pun keluar dari kamar mandi sambil bersiul-siul penuh kemenangan, lalu dia pun membuka pintu karena staf hotel telah datang untuk mengantarkan makanan yang dia pesan.


Dengan gaya bosnya Arsen menyuruh staf itu untuk meletakkan semua makanan itu di atas meja, tak lupa dia juga meminta pada staf itu untuk menatanya dengan sangat rapih.


Setelah beberapa saat kemudian Arsen pun memberikan beberapa lembar uang pada staf itu lalu menyuruh untuk segera pergi, karena dia tidak mau jika staf itu melihat Aira.

__ADS_1


Dan benar saja begitu staf itu keluar, Aira pun keluar dari dalam kamar mandi. Gadis manis itu berjalan perlahan-lahan karena memang dia masih merasakan sakit diarea pribadinya.


Gadis ini memang manis, karena tubuhnya yang mungil dan kulitnya cantik pakaian apapun akan terlihat cocok untuknya.


" Masih sakit? tanya Arsen lembut dan dengan penuh perhatian lalu membantu Aira.


Aira tak menjawabnya dia malah sibuk menarik-narik bajunya, wajahnya tampak begitu merah karena malu.


" Kita sarapan dulu yah. Ajak Arsen pada Aira.


Arsen dengan begitu perhatian menarik kursi agar Aira lebih mudah untuk duduk, lalu ia pun ikut duduk di samping Aira.


" Apakah makanannya sesuai dengan seleramu Flo? Aku tidak tahu makanan apa yang cocok dengan mu, jadi aku memesan hampir semua menu yang ada di hotel ini. Kata Arsen sambil menatap wajah Aira dengan tatapan mata yang hangat.


" Ini terlalu banyak, lagi pula saya tidak pilih-pilih soal makanan kok. Kata Aira yang kaget dengan semua makanan yang ada di hadapannya.


" Kalau begitu kamu pilih saja apa yang ingin kamu makan. Kata pria tampan itu.


" Lalu bagaimana dengan sisa makanannya? Tanya Aira sambil menatap wajah pria yang ada di sampingnya.


" Masuk tempat sampah. Jawab Arsen santai.


" tidak boleh, itu namanya buang-buang makanan. Arsen, di tempat ku tinggal hal seperti itu adalah hal yang tidak baik. Kata Aira dengan wajah sedih.


Diluar sana masih banyak orang yang kekurangan makanan, dan kau malah seenaknya buang-buang makanan.


" Eheemmmmmm....... bagaimana kalau kita berikan makanan yang tidak kita makan pada staf kebersihan hotel. saran Aira pada Arsen.


" Memang mereka mau memakan makanan sisa? Tanya Arsen sambil berpikir.


" Bukan sisa tapi makan yang belum kita sentuh atau makan. Kata Aira meluruskan ke salah pahaman Arsen.


" Ohhhhhh gitu.... Ya sudah, lakukan lah semau mu Flo. Jawab Arsen tidak perduli.

__ADS_1


Lalu mereka pun mulai makan, Aira tampak begitu lahap menyantap hidangan yang ada di atas meja entah karena lapar atau memang lelah karena kejadian semalam di tambah tadi di kamar mandi, dan juga selama menjaga ibundanya Aira tidak pernah makan dengan benar.


__ADS_2