
Selama berada di dalam kamar mandi Aira berendam sambil memainkan ponselnya, gadis itu tampak begitu serius membaca pesan yang baru ia terlihat.
Saat sedang serius tiba-tiba saja ada panggilan dari suster yang menjaga ibundanya.
📞 Hallo..... Sus..... Kata Aira begitu panggilan tersambung.
📞 mohon maaf nona sebelumnya, ada hal penting yang ingin dokter Fahri sampaikan pada nona. Kata sang perawat itu langsung ke intinya.
📞 Saya akan memberikannya langsung pada dokter Fahri. Kata suster itu lagi dengan suara cemasnya.
📞 Baiklah sus, Saya mengerti. Jawab Aira.
📞 Aira. Panggil dokter muda itu begitu mengambil panggilan.
📞 Iya Dok, ada hal penting apa yah? Tanya Aira penasaran.
📞 Begini Aira, ini tentang operasi yang akan di jalanin oleh Bu Wulan di rumah sakit yang ada di Singapore. Sepertinya ada perubahan jadwal karena mengingat kondisi beliau semakin memburuk, jadi aku dan pihak rumah akan mengirim beliau hari juga, apakah kamu bisa hadir? kata dokter Fahri menjelaskan panjang lebar pada Aira.
Mendengar perkataan dokter muda itu seketika Aira terdiam sejenak, pikirannya saat itu terlihat kosong. Gadis itu tidak tahu harus berbuat apa, yang ada dalam pikirannya hanya ingin segera menemui ibundanya.
📞 Aira, kamu bisa mendengar ku. Panggil dokter Fahri berulang.
📞 Iya, aku mendengarnya. Tapi sepertinya aku tidak bisa, aku akan menyusul nanti dan aku mohon tolong jaga ibuku dokter, tolong selamatkan beliau bagaimana pun caranya. Kata Aira sambil menahan tangisannya.
📞 Baiklah, aku mengerti Aira. Aku janji akan melakukan yang terbaik untuk beliau, kamu bisa tenang dan percayakan semuanya padaku. Jawab dokter Fahri yang mengerti perasaan Aira saat itu.
Lalu mereka pun berbincang perihal Bu Wulan dan proses pemindahan beliau, Aira mempercayakan semuanya pada dokter Fahri. Lalu setelah itu panggilan pun berakhir, tanpa terasa Aira pun menangis dan begitu sedih.
Aku benar-benar anak yang tidak berbakti pada ibu, di saat seperti ini aku malah tidak bisa berada di sisinya.
Belum hilang rasa manis yang kurasakan, tapi kini sudah di telan rasa pahit yang begitu getir.
Cukup lama Aira berada di dalam kamar mandi, karena terlalu lama Arsen yang berbeda di luar pun terlihat khawatir.
Tokkk.....tokkk.....tokkk...... Suara ketukan pintu membuat Aira tersadar dari lamunannya.
" Flo, kamu baik-baik saja. Ucap Arsen dari luar kamar mandi.
" Iya, aku baik-baik saja. Jawab Aira setengah berteriak agar Arsen mendengarnya.
__ADS_1
" Oke, jangan terlalu lama berendam nanti kamu bisa flu. Kata Arsen lagi
" Iya. jawab Aira pendek.
Lalu tak berselang lama Aira pun keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono, begitu melihat pintu terbuka Arsen pun langsung menghampiri Aira.
" Kamu baik-baik saja? Tanya Arsen khawatir sambil mengecek kondisi Aira.
" Apakah kamu habis menangis? Tanya Arsen lagi begitu melihat mata Aira yang sembab.
" Tidak, tadi mata ku kelilipan saat mengambil handuk. Jawab Aira berbohong.
" Apakah masih sakit? Tanya Arsen sambil menatap wajah Aira dengan lembut.
Aira hanya menggelengkan kepalanya.
" Lebih baik sekarang Arsen yang mandi, ini sudah hampir tengah malam. Kata Aira menyuruh Arsen mandi.
" Baiklah, aku akan mandi dulu. Jawab Arsen sambil mengecup kening Aira lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selepas kepergian Arsen Aira pun berpakaian baju tidur, dengan perasaan yang campur aduk gadis itu pun berbaring di tempat tidur tanpa memperdulikan rambutnya yang masih basah.
Setelah beberapa lamanya Arsen pun keluar dari kamar mandi, lalu matanya pun sibuk mencari keberadaan Aira. Setelah menemukan sosok yang ia cari, pria itu pun berjalan menghampiri Aira.
Aira tak menjawabnya dia hanya diam sambil menutup matanya, melihat Aira yang diam saja Arsen pun berpikir jika Aira sudah tertidur pulas karena kecapean.
" Ya ampun, rambut mu masih basah Flo. Kamu bisa flu jika tidur dalam keadaan seperti ini. Kata Arsen setelah mengetahui jika rambut Aira basah.
Arsen pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi kemudian kembali keluar dengan membawa hairdryer di tangannya, dengan lembut pria itu pun mengeringkan rambut Aira.
Sebenarnya Aira tahu jika Arsen sedang mengeringkan rambutnya, dan gadis itu tetap memilih berpura-pura tidur. Setelah selesai Arsen pun meletakkan kembali hairdryer itu ketempat semula, lalu dia pun ikut berbaring di tempat tidur.
Malam itu Arsen memilih untuk membiarkan Aira untuk tidur, karena dia berpikir Aira jadi pasti sudah merasa lelah sedari tadi berada di luar bersama dengan dirinya.
Pria itu pun ikut tertidur di samping Aira dengan memeluk tubuh mungil Aira dengan begitu erat, sementara Aira diam-diam menangis sampai ia merasa lelah dan ikut tertidur.
Pagi harinya seperti biasa Aira menyiapkan sarapan dan juga bekal makan siang untuk Arsen, namun kali ini sedikit berbeda karena hari ini adalah hari terakhir Aira ada di New York bersama Arsen.
Sementara Arsen sama sekali tidak mengetahui hal tersebut, dengan sikapnya yang seperti biasa dia terus bermanja-manja pada Aira.
__ADS_1
" Apakah kamu baik-baik saja sayang? Tanya Arsen saat melihat wajah sembab Aira.
" Aku baik-baik saja Arsen. jawab Aira berbohong sambil terus fokus memakaikan dasi pada Arsen.
" Jika terjadi sesuatu atau ada masalah yang terjadi, jangan ragu untuk mengatakannya padaku Flo. Aku akan berusaha membantu mu jika kamu berkenan. Kata Arsen lembut sambil mengelus-elus pipi Aira.
" Aku mengerti, tapi aku benar-benar baik-baik Arsen. Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku. Jawab Aira masih berbohong sambil tersenyum manis pada Arsen.
" Baiklah, aku mengerti. Kata Arsen yang tidak ingin memaksa Aira.
Setelah mencium kening Aira Arsen pun berpamitan pada gadis itu, dia juga mengatakan akan kembali lebih awal.
Aira pun sempat ingin mengatakan sesuatu namun karena Arsen terlihat sedang buru-buru, gadis itu pun mengurungkan niatnya.
Seperti biasa John sudah menunggu Arsen di depan lobby hotel, dengan sigap pria langsung membukakan pintu mobil begitu melihat atasannya muncul.
" Selamat pagi tuan. Sapa John sopan.
Seperti biasa Arsen hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam mobil.
Keduanya pun berjalan pergi meninggalkan hotel, selama perjalanan menuju kantor Arsen terlihat sangat sibuk dengan laptopnya. Karena pagi ini dia akan menghadiri meeting penting di kantornya.
" Tuan. Panggil John sambil fokus menyetir mobil dengan mata yang sesekali melirik ke arah atasannya.
" Hemmmmm........ Jawab Arsen tanpa menoleh.
" Apakah gadis itu masih tinggal bersama tuan di hotel? Tanya John yang tahu jika Aira seharusnya sudah kembali.
" Masih, memangnya kenapa? Tanya balik Arsen yang kini matanya menatap ke arah John.
Begitu mendengar pertanyaan John tentang Aira, Arsen terlihat tidak begitu menyukai nya. Seperti melihat barang miliknya di ambil oleh orang lain.
" Tidak tuan, saya hanya ingin tahu saja. Jawab John.
" Jangan macam-macam kau John, dia itu milikku. Kata Arsen memberikan peringatan pada John.
" Saya mengerti tuan. Jawab John.
" Ohhhhh iya....... Mumpung kita sedang membicarakan tentang Flo, aku ada tugas khusus untuk mu. Kata Arsen dengan serius.
__ADS_1
" Apa itu tuan? Tanya John penasaran sambil menebak-nebak hadiah apa lagi yang akan diberikan atasannya pada Aira.
" Tolong siapkan cincin permata dan tempat yang romantis, karena hari aku akan melamarnya. Kata Arsen yang membuat John terkejut.