Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Gratis


__ADS_3

Tanpa terasa kini waktu keberangkatan Aira dan juga ibundanya pun tiba, kini gadis itu sedang duduk di ruang tunggu di bandara bersama ibundanya.


" Kenapa kita duduk di sini nak? Tanya ibundanya yang bingung mengapa mereka berdua duduk di tempat yang berbeda dengan orang-orang.


" Iya, karena tujuan mereka dan kita berbeda Bu. Jawab Aira berbohong.


Sebenarnya Aira memesan tiket pesawat VVIP untuk dirinya dan ibundanya, Aira sengaja memesannya agar selama berada di perjalanan ibundanya merasa nyaman.


Lagi pula uang yang di transfer oleh John kala itu lebih banyak dari kesepakatan, mangkanya Aira ingin selama perjalanan panjang menuju inggris ibundanya tidur dengan nyaman di dalam pesawat.


" Kamu sih, ngajak ibu berangkat buru-buru. Jadi ibu tidak sempat sarapan. Kata Bu Wulan yang kesal dengan putrinya.


Tadi sebelum berangkat ke bandara Aira dan Bu Wulan berpamitan terlebih dahulu pada Bu Jamilah dan tetangganya yang lain, namun karena suasananya berubah menjadi sedih dan saling berpelukan membuat waktu terus berjalan dan tanpa sadar taksi yang di pesan oleh Aira pun tiba.


" Itu karena kita terlalu lama mengobrol Bu, lagi pula pak supir taksi sudah menunggu kita kan tidak enak membuat beliau menunggu terlalu lama. Jawab Aira sambil mengelus lembut tangan ibundanya.


" Iya sih, karena terlalu sedih jadi kita lama menghabiskan waktu bersama sampai tidak sempat sarapan. Kata Bu Wulan sambil membayangkan kejadian tadi.


" Ya sudah, kalau begitu kita sarapan dulu saja Bu. kata Aira sambil mengajak ibundanya ke tempat makan yang sudah di sediakan oleh pihak maskapai.


" Aira, kita makan roti saja. Kalau makan di sini pasti mahal-mahal harganya, sayang uangnya mending kamu tabung. Kata Bu Wulan sambil menarik tangan putrinya menjauh dari meja prasmanan.


Mendengar itu Aira pun tersenyum manis. " begini Bu, semua makanan di sini gratis. Kata Aira sambil tertawa kecil.


" Gratis. Mengulangi kembali perkataan Aira dengan suara yang sedikit kencang di tambah mimik wajah yang begitu terkejut.


Melihat tingkah laku ibundanya Aira pun kembali tertawa. " Iya Bu gratis, ibu boleh makan apapun makan yang ada di sini sepuas hati ibu. Kata Aira sambil menatap wajah ibundanya.


" Benaran? Tanya Bu Wulan yang masih belum yakin dengan perkataan putrinya.


" Iya beneran Bu. Jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Lalu Bu Wulan pun mulai mengambil sedikit demi sedikit makanan yang beliau inginkan, Aira pun ikut mengambil makanan yang dia mau.


Lalu setelah itu Aira pun berjalan menuju tempat duduk sambil membawa makanan ibundanya, sementara ibunda Aira hanya mengikuti dari belakang.


" Nak. Panggil Bu Wulan setelah duduk.


" Kenapa Bu? Jawab Aira sambil fokus menata makanannya.


" Kalau itu semua adalah makanan gratis, mengapa hanya sedikit orang yang mengambilnya? Tanya Bu Wulan merasa heran sambil memperhatikan ke sekelilingnya yang hanya sedikit orang yang berada di sana.


" Iya Bu, karena tidak semua orang bisa menyantap makanan yang ada di sini. Ini hanya di khususkan untuk penumpang pesawat VVIP saja. Jawab Aira menjelaskan pada sang ibunda sambil mulai menyantap makanannya.


" Ohhh begitu. Jawab Bu Wulan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, sejujurnya beliau tidak mengerti apa itu VVIP namun beliau tidak ingin menanyakan sesuatu yang rumit baginya.


Lalu keduanya pun mulai menikmati makanan mereka masing-masing, ibundanya Aira sengaja mengambil sedikit makanan karena beliau tidak ingin membuang-buang makanan.


Sementara Aira malah memilih sarapan yang tidak begitu berat karena takut tiba-tiba dia malah ingin memuntahkan semua makanan yang dia makan.


Dengan perlahan Aira berjalan bergandengan tangan dengan ibundanya menuju pesawat, kemudian keduanya pun di sambut oleh pramugari dan pramugari itu pun menunjukkan kursi yang di pesan oleh Aira.


Begitu duduk di kursi ibunda Aira terlihat begitu nyaman menikmati pasilitas yang beliau dapatkan, sementara Aira terlihat puas kala melihat wajah ibundanya yang terlihat nyaman.


Walaupun ada beberapa hal yang tidak di mengerti oleh ibunda Aira, karena beliau sebelumnya tidak pernah naik pesawat kecuali pasca operasi itu pun perjalanannya bisa di katakan tidak terlalu memakan waktu yang lama.


" Ibu mau minum apa? Tanya Aira yang duduk di samping ibundanya.


" Wahhhhh...... Kok bisa di buka nak? Apakah tidak apa-apa? Tanya Bu Wulan yang kaget melihat putrinya menurunkan dinding pembatas antara dirinya dan putrinya.


Aira hanya tersenyum simpul. " Tidak apa-apa Bu, Aira sengaja memesan kursi yang seperti ini agar kita bisa tetap ngobrol. Karena perjalanan kita kan panjang agar tidak jenuh. Jawab Aira lembut sambil menjelaskan dan memperhatikan cara membuka dinding pembatas itu.


" Ohhh begitu, pantas saja kursinya sangat nyaman nak. ucap Bu Wulan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Ibu mau minum tidak? Tanya Aira lagi.


" Memang boleh minum di dalam pesawat? Tanya balik Bu Wulan.


" Boleh dong Bu, boleh. Jawab Aira sambil tertawa-tawa.


" Ya sudah, ibu ambil tas ibu dulu ya. Kata Bu Wulan yang hendak bangkit dari duduknya.


" Untuk apa? Tanya Aira sambil menahan ibundanya.


" Mau ambil minum Aira, bukannya tadi kamu yang mengatakannya pada ibu. Jika ibu boleh minum lalu kenapa kamu malah mengehentikan ibu? Kata Bu Wulan sambil menatap wajah putrinya.


" Tidak perlu Bu, ibu tinggal memintanya pada pramugari saja. kata Aira sambil menarik lembut tangan ibundanya agar duduk kembali.


" Lihat Aira yah Bu. Kata Aira lagi pada sang ibunda.


Kemudian Aira pun memanggil salah satu pramugari yang berada tak jauh dari dirinya dengan isyarat, lalu sang pramugari pun berjalan menghampiri Aira.


Lalu Aira pun berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris, setelah itu si pramugari pun pergi dan tak berselang lama pramugari itu pun kembali dengan membawa satu botol air mineral dan satu piring yang berisi potongan buah.


Semuanya itu tidak lepas dari pandangan ibundanya Aira, beliau terlihat heran sekaligus mengerti apa yang di maksud oleh putrinya.


Lalu Aira pun memberikan air putih itu pada ibundanya, dan dia pun mulai menyantap buah potong miliknya.


" Ibu mau gak? Tanya Aira sambil memberikan satu potong buah di hadapan mulut ibundanya.


Bu Wulan pun membuka mulutnya dan kemudian buah itu pun masuk ke dalam mulutnya, dengan nikmat kedua wanita itu menikmati buah potong itu sampai habis tak tersisa.


Setelah selesai makan keduanya pun terlihat mengobrol sambil menonton film, kemudian tanpa sadar Aira pun tertidur pulas.


Bu Wulan yang melihat putrinya yang sudah terlelap pun dengan lembut menyelimuti tubuh mungil putrinya, kemudian wanita paruh baya itu terus menonton sampai akhirnya ikut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2