Jagoan Kecilku

Jagoan Kecilku
Benar atau tidak


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Aira tidak langsung menuju ruangan ibundanya ia memilih singgah sebentar di taman rumah sakit, lalu Aira pun mengeluarkan laptop yang ada di dalam tasnya.


Kemudian gadis itu pun mulai menyalakan laptopnya dan mulai mengetik sesuatu di sana, dengan serius Aira membaca dan mengisi semua data yang tertera di layar laptopnya.


Setelah beberapa saat lamanya ia pun akhirnya menutup laptopnya dan kembali memasuki laptop ke dalam tasnya, kemudian ia pun menatap ke arah sekeliling taman rumah sakit.


Entah benar atau tidak apa yang aku ambil ini, aku serahkan semuanya padamu. Aku hanya bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan, karena aku ingin mempertahankan sesuatu yang berharga dalam hidupku.


Lalu ponsel Aira pun berbunyi tanda pesan masuk, Aira pun langsung mengambil dan membaca isi email tersebut.


Setelah selesai membaca dan membalas email tersebut, ia pun mulai berdiri dan berjalan menuju ruangan ibundanya.


Setibanya di ruangan ibundanya, Aira pun bersih-bersih terlebih dahulu, karena siapapun yang masuk ke dalam ruangan itu harus dalam keadaan steril.


" Bu, Aira pulang. kata Aira yang kini sudah duduk di samping ibundanya.


" Aira pulang cepat karena Bu Berta menyuruh Aira untuk menerima ibu di sini, rekan-rekan Aira juga mengatakan hal yang sama. Bahkan mereka ingin datang untuk menjenguk ibu, namun beruntung Bu Berta menghentikannya, karena dokter Fahri pernah mengatakan jangan terlalu banyak kebisingan di sekitar pasien. ucap Aira menceritakan kejadian tadi di kantornya lalu Aira juga menceritakan tentang kabar baik yang ia dapat dari Bu Berta pada sang ibunda yang masih terbaring tak sadarkan diri.


" Ibu senang gak? jadi tidak lama lagi kita akan pindah ke inggris, Aira harus mulai mempersiapkan keperluan untuk kepindahan ibu ke rumah sakit yang ada di Singapore dan Aira juga harus mengurus paspor dan surat izin tinggal ibu di inggris. Kata Aira lagi yang tanpa henti bercerita.


" Jadi untuk itu mungkin Aira akan lebih sibuk dan lebih banyak meninggalkan ibu, tapi tenang saja ada suster yang bergantian menjaga ibu selama 24 jam kok. Kata Aira masih bercerita tentang apa saja yang akan ia lakukan.


Saat sedang asyik bercerita pada ibundanya, tiba-tiba Aira mendapatkan kembali pesan melalui ponselnya. Aira pun dengan terpaksa menghentikan ceritanya lalu mengambil ponselnya dan membaca isi email tersebut.


Untuk sesaat gadis itu menatap wajah ibundanya yang terbaring tak berdaya, lalu dengan yakin dia pun membalas email tersebut.


" Bu, Aira tinggal sebentar yah? Nanti Aira balik lagi kok. Kata Aira pamit pada ibundanya.

__ADS_1


Kemudian gadis itu pun keluar dari ruangan ibundanya, lalu ia berjalan menuju meja resepsionis. Aira terlihat berbicara sesuatu dengan si petugas, kemudian petugas itu pun membimbing Aira menuju sebuah ruang pemeriksaan.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Aira pun keluar dari ruangan tersebut sambil memegang amplop yang berwarna coklat, tak lupa Aira juga mengucapkan terimakasih kepada petugas yang mengantarkannya tadi lalu Aira pun berjalan perlahan sambil mengotak-atik ponselnya.


Keesokan harinya Aira pun pergi ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor sang ibunda, kemudian ia kembali lagi ke rumah sakit pada sore hari dan kini gadis itu tengah berdiri di depan petugas administrasi.


" Selamat sore. Sapa Aira dengan ramah pada kedua petugas administrasi.


" Sore juga nona, ada yang bisa kami bantu? Jawab si petugas dengan tersenyum ramah.


" Begini sus, saya datang untuk membayarkan uang muka atas nama ibu Wulan Sari yang akan menjalani operasi di rumah sakit yang ada di Singapore. Kata Aira pada si petugas sambil tersenyum manis.


" Baik nona, tunggu sebentar. Jawab si petugas lalu mengetikkan nama ibunda Aira.


Tanpa butuh waktu lama nama yang dicari pun akhirnya terlihat.


" Betul sus, saya akan membayar setengah dari biaya tersebut. Lalu saya akan melunasi sisanya jika sudah selesai di lakukan tindakan operasi tersebut. Kata Aira pada kedua petugas tersebut.


" Baik nona kami mengerti, untuk jadwal pemindahan dan tindakan operasinya sudah di tentukan jika ada perubahan jadwal kami akan langsung menghubungi nona. ucap si petugas.


Lalu Aira pun mentransfer uang tersebut dan setelah selesai Aira pun berjalan menuju ruangan ibundanya.


" Aira. Panggil seseorang yang sudah berada di dalam ruangan Bu Wulan begitu melihat Aira masuk dalam ruangan tersebut.


" Dokter Fahri, bagaimana kondisi ibu saya dok? Kata Aira dengan ramah begitu melihat dokter muda tersebut.


" Maafkan aku Aira, pasien masih belum ada perkembangan. Jawab Fahri yang tertunduk sedih.

__ADS_1


" Tidak apa, aku tahu kok. Dokter Fahri sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk ibu saya, iya kan sus? Kata Aira lembut sambil tersenyum pada kedua orang yang ada hadapannya.


" Betul sekali nona, dokter sudah melakukan yang terbaik jadi dokter tidak perlu merasa cemas. Jawab suster yang selalu mendampingi dokter Fahri.


" Dokter Fahri tidak perlu merasa bersalah atas apa yang menimpa ibu saya, karena terlepas dari semua kejadian ini memang sudah menjadi takdir dalam hidup saya maupun ibu saya. Jadi jangan terlalu merasa bersalah atas apa yang terjadi sekarang, jangan terlalu keras pada diri anda sendiri dokter. Kata Aira dengan lembut menghibur dokter Fahri sambil tersenyum manis pada dokter muda itu.


Aira tahu betul bahwa dokter Fahri amat sangat menyesal atas apa yang menimpa ibundanya, di tambah ia bahkan tidak bisa melakukan apa-apa pada ibunda Aira selain mengecek kondisi ibunda Aira secara bertahap.


" Pokoknya jangan terlalu menyalahkan diri anda dokter. Ucap Aira lagi.


" Iya, terima kasih Aira kamu sudah mengerti kekurangan ku. Jawab Fahri sambil tersenyum pada gadis yang ada di hadapannya itu.


Setelah kejadian hari dimana ibunda Aira koma di tambah ia tidak bisa melakukan hal apapun pada ibundanya, dokter muda itu sempat mengurung diri dan menyalahkan dirinya sendiri karena ketidak mampuannya dalam merawat pasiennya sendiri.


Namun karena Aira, Bu Prita, pak Doni serta para suster lain yang berusaha menghibur dokter Fahri, kemudian dokter muda itu pun akhirnya mau berdamai dengan egonya.


" Kamu tidak ke kantor hari ini? Tanya dokter Fahri pada Aira.


" Saya sudah ambil cuti agar bisa menjaga ibu dan mengurus paspor ibu. Jawab Aira jujur sambil menatap wajah ibundanya dengan hangat.


Fahri pun mengangguk mengerti sambil menatap wajah Aira dengan tatapan mata yang dalam.


" Oh iya, untuk beberapa hari ke depan mungkin saya tidak akan bisa datang atau mengunjungi maupun menginap di rumah sakit karena ada beberapa urusan yang mendesak yang harus saya urus, selama saya tidak ada saya titip ibu saya yah suster? Jika terjadi sesuatu pada ibu saya tolong segera hubungi saya. Kata Aira meminta tolong pada suster yang ada di samping Fahri.


" Baik nona, saya akan menjadi pasien dengan segenap hati saya. Jawab si suster dengan sungguh-sungguh sambil mengajak Aira bercanda.


" Kamu tak perlu khawatir Aira, aku maupun suster pasti akan menjaga ibumu dengan aman. Tambah dokter Fahri.

__ADS_1


" Kalau begitu terima kasih dan mohon bantuannya yah. Jawab Aira sambil tersenyum senang.


__ADS_2